NovelToon NovelToon
Visionaries Of The Sacred

Visionaries Of The Sacred

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Slice of Life / Keluarga / Action / Persahabatan / Fantasi / Tamat
Popularitas:167
Nilai: 5
Nama Author: Nakuho

menceritakan sang pangeran bernama iglesias Lucyfer seorang pangeran yang manja dan kekanak-kanakan suatu hari dia dan kakak perempuan Lucyfer iglesias Elice ingin menjadi penyihir high magnus dan bertahun tahun berlalu di mana saat sang kakak kembali lagi ke kerajaan vantier Elice berubah pesat dan menjadi sangat dingin, perfeksionis,fokus dan tak peduli dengan siapapun bahkan Elice malah menantang sang adik dan bertarung dengan sang adik tetapi sang adik tak bisa apa apa dan kalah dalam satu teknik sihir Elice,dan Elice mulai menyadarkan Lucyfer kalau penyihir seperti nya tak akan berkembang dan membuat lucyfer tetap di sana selama nya dan sang adik tak menyerah dia ke akademi yang sama seperti kakak nya dan mulai bertekad menjadi high magnus dan ingin membuktikan kalau diri nya sendiri bisa jadi high magnus tanpa kakak nya dan Lucyfer akan berjuang menjadi yang terhebat dengan 15 teman teman nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

klee yang kesulitan melawan mereka berdua

Hutan itu sunyi, hanya suara dedaunan yang bergesekan tertiup angin malam.

Di balik semak belukar, Klee perlahan membuka matanya.

Pandangannya berputar, kepalanya terasa berat seolah dipukul berkali-kali.

Ia mengerang pelan lalu duduk, mengembungkan pipinya tanpa sadar.

“Ahh… apa ini…?” gumamnya sambil memijat pelipis.

“Kenapa aku bisa pingsan…? Kepala aku pusing…”

Ia menoleh ke sekeliling—pepohonan tinggi, tanah lembap, dan aroma sihir yang masih tertinggal di udara.

Tiba-tiba—

Tap– Tap– Tap

DUA LANGKAH KAKI.

Cepat. Ringan. Terlatih.

Klee menegang.

Dari kejauhan, dua siluet berlari menembus hutan, aura mereka tajam dan fokus.

Klee langsung mengenali keduanya.

Elviera dan Sylvara.

Mata Klee membelalak.

“Gawat…”

“Kalau mereka ikut campur… Toma dan Alven bakal benar-benar terpojok!”

Dengan tubuh yang masih limbung, Klee bangkit berdiri, menggenggam tongkat sihirnya erat-erat.

Aku harus menahan mereka.

Walau cuma sebentar…

Ia menarik napas dalam-dalam dan berteriak sekeras yang ia bisa.

“HEI!! TUNGGU!!”

Suaranya menggema di antara pepohonan.

Elviera dan Sylvara langsung berhenti, refleks mengeluarkan aura sihir mereka.

Sylvara sudah setengah mengangkat sabit ungunya, sementara benang tipis Elviera mulai muncul dari balik lengan bajunya.

“Jangan maju!” teriak Klee.

“Kalian mau bantu Lucyfer, kan?! Aku tahu itu!”

Ia melangkah maju—

lalu—

“AAAK—!”

Klee tersandung batu kecil dan jatuh terduduk dengan keras.

Ia terdiam beberapa detik, wajahnya memerah.

“…Batu ini nakal banget, ih!” bentaknya sambil menunjuk tanah.

“Bikin aku malu! Gagal jadi keren gara-gara batu doang!”

Keheningan singkat tercipta.

Elviera dan Sylvara saling menatap.

Tanpa berkata apa-apa, keduanya langsung berbalik dan kembali berlari, seolah Klee tak ada di sana.

Klee terpaku.

Eh…?

Aku… dicuekin?

“HEI! TUNGGU DONG!!” teriaknya panik.

Dengan sisa tenaga, Klee mengejar mereka sambil mengangkat tongkat sihirnya.

“Sihir Cinta: Ikatan Cinta yang Tulus!”

Cahaya merah muda menyebar dari tanah.

Seketika, kedua kaki Elviera dan Sylvara tersangkut, membuat mereka terjatuh ke depan.

Klee tersenyum lebar, dadanya mengembang penuh kebanggaan.

“Hah! Kena kan—!”

Sylvara bangkit lebih dulu, menepuk debu dari pakaiannya dan tongkat sihir nya berubah menjadi sabit ungu yang setajam obsidian tetapi keras nya sekeras berlian.

“…Kupikir mengabaikannya lebih mudah,” ucapnya dingin.

“Ternyata dia keras kepala.”

Elviera berdiri dengan tenang. Matanya dingin—lalu benang-benang sihir melesat ke arah Klee dengan kecepatan mengerikan.

“EH—?!”

Klee melompat mundur, nyaris lolos.

Ia segera mengeluarkan sihir cinta dari tongkat sihir nya.

“Sihir Cinta: Sakitnya Perasaan yang Tulus!”

Sebuah boneka cinta muncul, memancarkan gelombang emosi menyakitkan—rasa ditinggalkan, rasa tidak dianggap, rasa kalah.

Sylvara dan Elviera tersentak, langkah mereka goyah sejenak dan terkena efek dari sihir cinta klee.

“Haha! Gimana? Hebat kan sihirku!” seru Klee percaya diri dan sombong.

Namun—

Keduanya tetap kembali berdiri.

Wajah Elviera tetap tenang.

Tatapan Sylvara justru makin tajam dari topeng nya.

“Percuma,” kata Sylvara pelan.

Dalam sekejap, ia menghilang dan sudah muncul dari belakang klee siap menebas klee.

“CEPAT—!” batin Klee terkejut.

Sabit Sylvara menyapu udara—nyaris mengenai Klee.

Dengan panik, Klee melompat ke atas pohon terdekat, jantungnya berdegup keras.

“Cepat banget…!”

“Aku nggak bisa ngimbangin kecepatan dia!”

Terlambat.

Benang Elviera melesat dan menjerat tubuh Klee, melilit tangan, kaki, dan pinggangnya sekaligus.

“A—! Lepasin!!”Teriak klee yang memberontak dan ingin lepas

Semakin Klee memberontak, semakin kuat dan menyakitkan jeratan itu.

Tubuh klee mulai perlahan mengeluarkan sebuah tetesan darah karena benang sihir Elviera sangat tajam.

Elviera dan Sylvara berbalik, bersiap pergi.

Klee menunduk, napasnya gemetar.

“Aku… nggak bisa apa-apa…”

“Kalau aku berhenti di sini… Toma dan Alven…”

Tangannya menggenggam tongkat sihir nya erat-erat.

“Aku harus pakai itu.”

“Walau cuma sekali…”

Dalam hati Klee, ia merapal mantra terlarangnya.

Sihir Cinta: Cambuk Cinta Penuh Kesakitan.

Aura merah muda berubah gelap, berdenyut penuh tekanan.

Elviera menoleh.

“Oh?” ucapnya datar.

“Kau mengeluarkan kartu as-mu, ya… Klee Odhard.”

Benangnya perlahan mengendur.

Sylvara mengangkat sabitnya, sikapnya waspada.

Hutan menjadi sunyi.

Pertarungan Klee melawan Elviera dan Sylvara—

akhirnya benar-benar akan dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!