Terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan. Membuat Yan Jian di anggap sebagai sampah dan dijadikan sebagai Budak Tambang, setelah kedua orang tuanya di bunuh.
Namun, takdir langit berkata lain. Saat dirinya benar-benar berada di ambang kematian, ia mendapatkan kekuatan dari Permaisuri Es, yang membuatnya bangkit kembali.
Selain mendapatkan kekuatan dari Permaisuri Es, Yan Jian juga mendapatkan Cincin Ruang Ajaib dari Ratu Iblis Yao Huo, di mana di dalam cincin ruang itu, terdapat Dunia Terpisah.
Sejak saat itu, Yan Jian pun memulai perjalanannya di dunia kultivasi yang kejam. Bertemu musuh-musuh kuat, dan juga terlibat dalam kisah cinta segitiga yang rumit.
Bagaimanakah Kisah Yan Jian di dunia kultivasi yang kejam ini? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Pedang - Membunuh Tuan Muda Keluarga Liu
"Pedang ... datanglah!" ucap Yan Jian dengan suara yang lantang, seolah-olah dia mengerahkan seluruh kekuatannya ke dalam dua kata itu.
Dan di saat dia berbicara seperti itu, langit bergemuruh, guntur di balik awan kelabu yang berputar-putar mengeluarkan kilauan cahaya terang. Namun, sebilah pedang melesat dengan sendirinya dan mendarat di genggaman Yan Jian; itu adalah pedangnya yang terjatuh di saat tubuhnya terdorong dan terjatuh oleh Xiao Yu.
Liu Jin Tian terkejut. Dia telah mengalami banyak pertempuran hebat di masa mudanya. Namun, melihat momentum kedatangan pedang yang mampu membuat langit dan bumi bergejolak, itu adalah pengalaman pertamanya yang ia saksikan. Dan untuk saat itu, Liu Jin Tian sangat merasa khawatir akan putra laki-lakinya.
"Yan Jian! Apa yang ingin kau lakukan?" teriak Liu Jin Tian.
Yan Jian pun menoleh ke arah Liu Jin Tian. Hanya dari tatapannya saja, seketika membuat Liu Jin Tian berubah menjadi patung es, hempasan udara yang tercipta membuat Kediaman Keluarga Liu seketika berubah menjadi Wilayah kristal es yang beku.
Mereka, orang-orang kuat, mampu melepaskan diri dari belenggu kristal es. Namun, Yan Jian telah siap untuk menghunuskan pedangnya. Dari Alam Kesadarannya, Permaisuri Es berbicara, "Untuk apa kau menghunus pedang?" dia bertanya kepada Yan Jian.
Yan Jian terdiam, termenung. Namun, rasa amarah yah semakin memuncak telah menguasai dirinya. Yan Jian pun berbicara; "Untuk melindungi orang-orang yang ingin aku lindungi!"
Tetapi itu membuat sang Permaisuri Es terkekeh-kekeh, kemudian berkata; "Melindungi? Bukankah ... Xiao Yu terluka karena kelakuanmu yang tidak bisa mengendalikan kekuatanmu sendiri? Lantas, apa yang ingin kau lindungi?" Permaisuri itu berbicara dengan nada yang mengejek, dan kedua tangannya menyilang di dadanya.
Lagi dan lagi Yan Jian terdiam. Dia pun menyadari kesalahannya, menempatkan kakak perempuannya hingga di posisi seperti itu.
"Jika kau menghunus pedang! Mungkin keluarga Liu akan memburumu, apalagi sampai terjadi sesuatu kepada Liu Gu. Dan kau! Kau masih sangat lemah! Jangan berpikiran sempit!" tegur Permaisuri Es dan Salju.
Namun Yan Jian mengibaskan tangannya, seolah-olah ia tak peduli dengan ucapan permaisuri itu.
Permaisuri itu menghela nafas panjangnya, "Aishhh! Sikap keras kepalanya sudah benar-benar membantu." gumam Permaisuri itu.
Saat itu, Liu Jin Tian bersama para Tetua keluarga Liu, termasuk Liu Sanxian, bergegas untuk memasuki Arena Pertarungan. Mereka khawatir terhadap jurus pedang Yan Jian yang memiliki tekanan yang sangat begitu kuat.
Namun, belum sempat mereka sampai di atas Arena Pertarungan, tiba-tiba Yan Jian berkata; "Matilah!" satu kata yang mencabut pedangnya.
Slash!
Pedang tercabut dari sarungnya, dan seketika mengeluarkan tebasan pedang yang membentuk bulan sabit raksasa yang terbentuk dari energi kebiruan.
"Tidak ...."
Liu Gu berteriak dengan suaranya yang lantang. Ular Naga Air meraung, lalu melesat untuk menahan energi pedang yang melesat ke arahnya, tetapi di saat kepala ular naga itu menyentuh energi pedang! Seketika ular naga air itu lenyap, bagaikan serpihan kaca yang hancur.
Tetapi energi pedang itu masih melesat ke arah Liu Gu, dan seketika mendarat di tubuhnya.
Bang— —
Ledakan besar terjadi di saat energi pedang itu mendarat di tubuh bagian depan Liu Gu, membuat tubuhnya pun seketika terluka, luka yang sangat mematikan, dan perlahan tubuhnya pun runtuh, kesadarannya perlahan memudar.
Siapa sangka? Dia yang dijuluki sebagai jenius berbakat dari keluarga Liu, ternyata harus kehilangan nyawanya di kediaman keluarganya sendiri.
Liu Jin Tian yang tengah bergegas menuju arena pun harus menghentikan langkahnya. Kedua matanya membola bulat, dia tak percaya bahwa anaknya telah gugur.
"Ti— tidak ... Gu'er..." nada bicara Liu Jin Tian bergetar. Di sebelahnya ada Liu Sanxian dan empat tetua lainnya.
Liu Jin Tian pun melompat memasuki arena, dan melihat keadaan Liu Gu. Namun, Liu Gu telah benar-benar kehilangan nyawanya.
Bang— —
Ledakan kecil terjadi, dan itu terjadi karena luapan amarah Liu Jin Tian.
"Sanxian! Bawa Gu'er kembali! Cobalah untuk menyelamatkannya!" perintah Liu Jin Tian dengan nada yang sangat dingin.
"Baik, Kepala Keluarga." sahut Liu Sanxian sembari menganggukkan kepalanya.
Liu Jin Tian pun sangat murka, kedua tinjunya terkepal, ia pun perlahan memalingkan pandangannya, mengarah kepada Yan Jian.
"Bocah sialan! Kau membunuh anakku, maka kau juga harus mati!" ucap Liu Jin Tian dengan suaranya yang mengandung kemarahan yang besar.
Namun, setelah menghunus pedangnya, Yan Jian kehilangan banyak energi spiritual. Sehingga kini tubuhnya terasa sangat begitu lemas, dan tidak ada lagi energi yang meluap-luap dari tubuhnya. Bahkan, pandangannya pun sayu, dia benar-benar harus segera memulihkan kekuatannya. Namun, bagaimana Yan Jian bisa memulihkannya? Sedangkan Liu Jin Tian telah siap untuk menghancurkannya saat itu.
"Sial! Aku dalam masalah besar kali ini!" gumam Yan Jian sembari memegangi dadanya yang terasa sesak.
Saat itu, Liu Jin Tian pun melambaikan tangannya, memberikan perintah pembunuhan kepada para Tetua Keluarga Liu.
"Bunuh dia!" ucap Liu Jin Tian. Seketika empat tetua itu melesat untuk menyerang Yan Jian.
💪👍💪
bintang lima untukmu thor, semangat dan sukses selalu