Belum Direvisi 🙏🙏🙏
Selain menceritakan kisah cinta seorang gadis biasa "Alya"... Novel ini berlatar belakang spot-spot wisata di Yogyakarta.
🍁🍁🍁
Alya seorang gadis yang sangat polos dan disayangi oleh semua sahabatnya. Namun dalam hal berpacaran dia memiliki prinsip yang kuat.
Prinsip Alya yang demikian membawanya pada kisah cinta yang penuh liku dan ujian.
Mungkinkah seorang gadis biasa "Alya" akan memperoleh kebahagiaan dari cinta sejati yang ia harapkan? Yuk ikuti kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Rumah Besar Lagi
"Nah..., sudah sampai Al... Kamu mau turun apa mau tetap di atas motor..?" Pertanyaan Arif seolah menyindirku, karena masih duduk dengan santainya di atas motor.
"Ehh.., ternyata sudah sampai ya...?" Tanyaku seperti orang linglung.., kemudian aku turun dari motor.
"Al.., kamu grogi ya...??? Hhhehe..."
"Mmmm aku nervous Rif, dulu aku ke rumahmu bersama semua sahabat kita.. Kali ini aku sendiri Rif..."
"Sudah santai aja, papa dan mama di Jakarta, di rumah cuma ada ponakan-ponakan yang kebetulan hari ini menginap.."
"Mbak Alya ya...?" Tiba2 terdengar suara dari belakangku. Aku menoleh.., kemudian menatap beliau. Rupanya bapak security..
"Eh.., iya.. Pak Budi kok masih ingat saya Pak?"
"Iyalah... Mbak Alya kan dulu beberapa kali main ke rumah ini, mbak juga supel.., sering ngobrol dengan saya, meski terkesan sksd..., hhhhehe..."
"Akh..., Pak Budi bisa saja... Saya jadi malu lho..."
"Nggak cuma sksd ya pak.., tapi juga ke-po..., hhhhaha..." Arif tertawa lebar, aku semakin malu karenanya.
Teringat kembali kenangan lama..., saat pertama kali mengetahui bahwa sebenarnya Arif seorang Tuan Muda.
"Sudah Rif.., jangan meledekku lagi...! Aku pulang lho..."
"Iya.., iya Alya.., yuk masuk ke dalam..!!"
"Kami masuk dulu ya Pak Budi..." Ucapku sambil berjalan mengikuti Arif...
"Iya mbak.., silahkan...!"
"Al.., duduk dulu ya..! Aku mau ganti baju bentar.." Ucap Arif begitu kami sampai di ruang tamu. Kemudian dia melangkah menaiki tangga menuju kamarnya.
Aku duduk di sofa, dan mulai melihat ke sekeliling ruangan, pandanganku tertuju pada beberapa gadis yang memakai baju modis, sedang berkumpul di sudut ruangan. Mereka seolah berbisik-bisik, sambil menatapku dengan tatapan tidak suka.
Aku sadar, kehadiranku di rumah ini sangat kontras. Pakaian yang aku kenakan tidak modis, wajahku juga tanpa polesan makeup yang menarik. Hhhhahhh, aku merasa tidak nyaman berlama-lama di sini.
"Al.., maaf menunggu agak lama..."
"Iya nggak apa2 Rif..."
"Kog wajahmu cemberut Al??"
"Nggak papa kog Rif.."
"Beneran Al..?"
"Beneran Rif..." Aku ingin jujur pada Arif kalau merasa tidak nyaman berada di sini, tapi kuurungkan karena takut membuatnya tersinggung.
"Ya sudah, aku ambilkan minuman sebentar ya Al.."
"Huum Rif..."
Arif berjalan menuju dapur, mengambilkan minum untukku. Kemudian ia kembali ke ruang tamu, dan kamipun mulai berbincang.
"Al.., nich diminum dulu..!"
"Iya makasih ya Rif.."
"Mo ngemil atau makan apa Al?? biar aku pesankan go fo**.."
"Dah nggak usah repot2, lagian ada ikan nila goreng pemberian Rudy... Nich kalau mau kamu makan aja..!"
"Kita makan berdua ya Al.., yukk kita makan di taman belakang aja..! Sambil ngobrol.."
"Baiklah.., Big Boss.."
Kami berjalan beriringan... Aku merasa tatapan gadis2 itu masih mengikuti dan seolah mengawasiku. Namun sepertinya Arif tidak merasakannya, atau mungkin dia memang cuek dengan sikap mereka.
Sesampai di taman, Arif berjalan ke dapur untuk mengambil perlengkapan makan, dan saus. Aku duduk di atas karpet tebal yang sudah disiapkannya.
Ku edarkan pandanganku, terlihat di taman itu tumbuh berbagai macam bunga, mataku tertuju pada bunga Anggrek berwarna ungu yang sedang mekar. Bunga yang terlihat sangat rupawan.
Di sudut kanan, ada kolam ikan.., airnya sangat jernih. Nampak beberapa ikan koi berwarna merah, ada yang warnanya campuran merah dan putih.., sedang menari-nari di dalam air.
Karena terlalu asik menikmati pemandangan di taman, aku tidak menyadari kehadiran Arif.
"Ehmm.. Al.., Alya..." Ucapan Arif menyadarkanku.
"Ya..eh.., ada apa Rif..?"
"Yuk kita makan.., nich sudah aku ambilkan perlengkapan makannya, ada saus sambal dan tomat, tinggal pilih aja yang kamu suka... Teruss..., nich sirupnya juga sudah aku bawakan sekalian.."
"Makasih ya Rif.., kamu baik banget dech.."
"Dari dulu Al..., hhhaha.." Kami tertawa lepas.., kemudian mulai menikmati ikan goreng pemberian Rudy.
"Al.., sekarang kamu masih kerja di toko Bu Martha?"
"Iya donk Rif.., emang mau kerja di mana lagi? Aku sudah nyaman di sana.."
"Al.., kamu kerja aja di kantor papaku.., cabang Jogja.."
"Nggak lah Rif, ilmuku nggak nyampe kalau harus kerja di kantoran.."
"Dicoba aja Al..! Siapa tau kamu cocok.."
"Trimakasih Rif atas tawarannya, tapi aku merasa belum pantas kerja di kantoran.."
"Yasudah Al, tapi kalau tiba2 kamu bersedia.., langsung hubungi aku ya.."
"Huum Rif..."
"Asti kerja atau kuliah..?"
"Kerja Rif.., dia bekerja sebagai kasir di swalayan.."
"Ohhh... Kalau Hana..?"
"Dia sudah kelas 3 SMA, In shaa Allah begitu lulus nanti..., Hana akan mendaftar kuliah di UN*.."
"Alhamdulillah ya Al.., kedua adikmu bisa tetap sekolah.."
"Iya Rif.. Alhamdulillah banget.."
"Ibumu masih jualan Al..?"
"Dua tahun yang lalu beliau sudah tidak berjualan lagi Rif, semenjak Asti kerja.. Kasihan beliau sudah semakin sepuh.."
"Semangat ya Al.." Ucap Arif menyemangatiku dengan senyum khasnya.
"Iya.., selalu semangat Rif.." Balasku juga disertai senyuman.
"Dah selesai makannya Al, aku taruh piring dan sendok kotornya di dapur dulu ya..."
"Sini Rif, aku bantu..."
"Okay, baiklah Al.."
Kami berjalan menuju dapur, kemudian mencuci perlengkapan makan yang kotor, dengan masih disertai obrolan2 ringan.
"Rif.., antar aku pulang sekarang yuk..!"
"Kog buru2.., kenapa Al..?"
"Sebenarnya..., aku kurang nyaman berlama-lama di sini, nggak enak sama semua keponakanmu..."
"Owh.., mereka memang seperti itu Al, terbiasa hidup mewah dan dimanja.."
"Kamu juga biasa hidup mewah Rif..., tapi tetep sederhana..."
"Yaiyalah.., aku kan beda Al..., hhhehe..."
"Yuk Rif, sekarang aja pulangnya..!"
"Beneran..?"
"Iya.." Jawabku dengan mengangguk.
"Baiklah.. Kapan2 main ke rumah ini lagi ya Al, aku kenalin sama mama.."
"Mmm..., ya Rif.., In shaa Allah ya.."
"Okey.., aku ambil motornya, kamu tunggu di dekat post penjaga aja ya..!"
"Baiklah Tuan Muda...., hhhehe..."
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Jangan lupa like, koment, kasih rate 5, syukur2 vote juga ya sob... 😘😘😘
menerima kritik dan saran... 😊😊😊
bagus bnget critanya..../Good/