NovelToon NovelToon
Suami Bajinganku Tersayang

Suami Bajinganku Tersayang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Yoevanca

Suami Bajinganku Tersayang.

Aku tak menyangka pertemuanku yang tak sengaja dengan Leon, lelaki romantis dan super tampan itu adalah awal dari kisah hidupku yang nelangsa.
Betapa tidak, di umurku yang baru menginjak 18 tahun aku sudah di tinggalkan kedua orang tuaku akibat kecelakaan tunggal dijalan tol.
Kedua orang tuaku hangus terbakar di dalam mobil, sedangkan aku bisa diselamatkan dari kecelakaan maut itu.
Dialah Leon Maleva, pahlawan yang menyelamatkan hidupku sekaligus menjadi suamiku kelak.
Dibalik sikapnya yang manis dan romantis tersimpan sejuta rahasia yang terpendam.
Bisakah aku hidup bahagia dengannya?

Karya ini kolaborasi dari Yoevanca, Fery Tamaki, Tiyan Wijayanti & Nenk triska Zeka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 27 - Adrian panik lagi

Beruntung pada saat yang sama seorang wanita sedang berjalan menuju mobilnya yang terparkir di tepian jalan melihat Ivanka jatuh tersungkur, segera ia menolong dan meminta beberapa orang untuk membantu mengangkat tubuh wanita itu dan memasukkan ke dalam mobilnya.

Dengan sabar sang ibu meletakkan aroma terapi di dekat penciuman Ivanka supaya wanita itu cepat sadar kembali.

Untungnya tidak berapa lama Ivanka sudah membuka mata kembali, membuat sang ibu merasa lega.

"Kamu mau kemana nak? Sepertinya kamu sedang tidak sehat, kenapa berjalan sendirian? Beruntung ibu menemukan di sini?" tanya sang ibu melihat wajah pucat Ivanka.

"Maaf saya sudah merepotkan ibu," jawab Ivanka dengan muka sedih.

"Tidak apa-apa, sekarang kemana tujuanmu biar sekalian ibu mengantarmu pulang?" tanya sang ibu.

"Turunkan saya di sini saja Bu, saya bisa pulang sendiri," ucap Ivanka sambil meneteskan air mata.

"Ibu tidak bisa membiarkan kamu pulang sendirian dengan kondisimu yang lemah seperti ini, katakan alamat rumahmu biar aku mengantarmu sampai tujuan," sahut ibu yang baik hati.

"Aku tidak punya rumah Bu, aku sendiri tidak tahu harus kemana lagi," ucap Ivanka sambil menahan tangisnya dan membuat dadanya sedikit sesak.

"Orang tuamu?" tanya sang ibu.

"Mereka sudah meninggal Bu," jawab Ivanka menahan kesedihan.

"Baiklah, jika begitu kamu istirahatlah di rumah ibu sampai keadaanmu stabil," balas ibu itu lagi.

"Siapa nama kamu gadis manis? Kenalkan nama saya ibu Lidia. Dari tadi kita berbicara sampai lupa untuk memperkenalkan diri," ucap ibu Lidia sambil mengulurkan tangannya.

"Namaku Alexa Ivanka dan orang memanggilku Ivanka," sahut Ivanka sambil membalas salam Lidia.

Setelah beberapa lama di perjalanan akhirnya mereka berdua tiba di rumah sederhana milik ibu Lidia, lalu wanita separuh baya itu membantu Ivanka untuk berjalan memasuki rumahnya yang tampak sangat rapi.

"Apakah ibu tinggal seorang diri?" tanya Ivanka.

"Iya, ibu hanya tinggal seorang diri di sini. Suami ibu sudah meninggal beberapa tahun yang lalu," jawab ibu Lidia.

"Istirahatlah di sini, anggaplah rumahmu sendiri," lanjutnya.

Ivanka membaringkan tubuhnya yang masih lemas di atas kasur di kamar tamu rumah ibu Lidia. Sementara sang empunya rumah ke dapur untuk membuat teh manis hangat untuk membantu menguatkan stamina Ivanka.

Tidak lama ibu Lidia kembali dengan secangkir teh hangat di tangannya.

"Minumlah, supaya badan kamu segar kembali." Ucap ibu Lidia sambil menyodorkan secangkir teh kepada Ivanka.

"Sekali lagi aku minta maaf sudah merepotkan ibu," balas Ivanka sambil mengambil teh pemberian ibu Lidia.

Setelah meneguk beberapa teguk teh tersebut, ia merasakan tubuh sedikit membaik.

"Sekarang kamu bisa cerita sama ibu, apa yang membuat kamu terlihat sedih dan pingsan sendiri di pinggir jalan? Ibu siap mendengarkannya, itu pasti akan sedikit mengurangi sedikit beban kamu Ivanka," ucap ibu Lidia sambil membelai rambut Ivanka yang terlihat sedikit acak-acakan.

Menerima kenyataan pahit yang ia hadapi seperti ini, kalau boleh ia meminta ingin rasanya membiarkan Tuhan cabut saja nyawanya saat ini, untuk apa lagi hidup dengan menanggung aib besar dan memalukan sepertinya Ivanka sudah tidak sanggup.

Membayangkan bagaimana ia harus menanggung rasa malu dengan perut membesar dan tanpa suami, impiannya untuk miliki masa depan yang indah kini sirna sudah karena aib besar yang harus ia tanggung.

Entah dosa apa yang ia lakukan sampai Tuhan harus menghukum ia seberat ini, akhirnya Ivanka mau berbagi sedikit cerita kepada ibu Lidia.

"Aku hamil ibu, anak yang dalam kandunganku ini hasil pemerkosaan dari lelaki baji*ngan yang bernama Leon Maleva," ucap Ivanka di tengah isak tangisnya dan derai air mata yang membanjiri pipinya.

Sambil memukul-mukul perutnya wanita menangis histeris, ia tidak rela anak itu ada dalam rahimnya.

Ibu Lidia sontak kaget seketika, mendengar ucapan Ivanka menyebutkan sebuah nama Leon Maleva? Nama yang tidak asing baginya, nama yang tidak akan pernah ia lupakan sampai akhir hayatnya, nama yang akan selalu ia sebut dalam setiap doanya.

"Leon Maleva? Benarkah dia putra yang aku tinggalkan selama delapan belas tahun yang lalu yang sudah menghamili gadis yang tidak berdosa ini?

Kenapa putraku menjadi seorang baji*ngan? Semua salahku yang tidak mendidik dia dengan baik dan tidak pernah memberikan kasih sayang kepada kedua anakku," ucap ibu Lidia dalam hati.

"Apakah ia tidak mau bertanggung jawab atas kehamilanmu?" tanya ibu Lidia berusaha untuk tetap tenang.

"Tidak demikian ibu, ia mau bertanggung jawab bahkan memintaku untuk kami menikah namun aku menolaknya, karena aku tidak ingin menikah hanya rasa kasihan. Pernikahan itu seumur hidup sekali dan aku tidak ingin menderita sampai mati hidup dengan seseorang yang tidak mencintaiku," jawab Ivanka.

"Apakah kamu mencintainya?" tanya ibu Lidia.

"Dulu aku punya perasaan cinta tetapi ketika dia memperkosaku aku membenci dirinya. Aku memberikan kesempatan untuk ia memperjuangkan aku tetapi ternyata ia mengatakan Melepaskanku membuat kecewaku kian bertambah besar kepadanya," jawab Ivanka.

"Boleh ibu memberi nasehat kepadamu nak?" tanya ibu Lidia dengan sangat hati-hati.

"Silakan ibu, aku siap mendengarkannya," jawab Ivanka dengan sangat sopan.

"Takdir hidup seseorang ada dalam tangan Tuhan, kalau hari ini janin itu di izinkan bertumbuh dalam rahimmu Ivanka artinya Tuhan ingin kamu menikah dengan lelaki itu. Seorang mafia, baji*ngan, pecun*dang, apapun namanya bisa berubah. Ibu berharap kamu bisa menemukan cinta sejatimu, mungkin dengan cara menyakitkan seperti ini kamu akan melihat pelangi kehidupan di kemudian hari," nasehat ibu Lidia.

"Aku akan memikirkan ini semua ibu, tapi aku perlu waktu untuk memutuskannya," jawab Ivanka.

"Baiklah kamu istirahat di sini dulu, ibu akan memasak untukmu," balas ibu Lidia sambil meninggalkan Ivanka sendirian di dalam kamar.

Ketika di kamar ia sendiri, Ivanka memikirkan setiap perkataan ibu Lidia. Memang ia punya rasa kecewa dan benci kepada Leon, tetapi rasa cintanya lebih besar dari semua itu.

Ivanka tidak mungkin memilih Adrian dan kembali kepada lelaki itu, pria baik seperti dirinya pantas mendapatkan wanita yang terbaik.

Gadis itu larut dalam pikirannya, sungguh beban yang harus ia tanggung amatlah berat namun kalau Tuhan mengizinkan semua terjadi pasti ia yakin sanggup untuk menghadapinya.

Sampai ia lelah dan matanya terpejam Ivanka masuk dalam dunia mimpinya, wanita itu tertidur dengan lelap.

Sedangkan ibu Lidia memasak di dapur mungilnya namun sangat rapi dan bersih, sambil memikirkan nama Leon Maleva yang sangat menggangu pikirannya.

"Apakah dia Leon Maleva putraku? Berarti sebentar lagi aku akan menjadi nenek dan gadis itu akan menjadi menantuku? Aaah ... tidak mungkin dunia sesempit ini, mungkin hanya faktor kebetulan saja namanya sama" tanya ibu Lidia dalam hati.

Ibu tua ini sibuk dengan spatula di tangannya meracik masakan dengan bumbu special, keharuman masakannya kini sudah memenuhi seluruh ruangan rumahnya yang berukuran tidak terlalu besar, namun cukup nyaman untuk kehidupannya sendiri.

*****

Sementara Adrian yang sedang menunggu Ivanka tidak jauh dari ruang rawat mencoba untuk mengecek keadaan wanita kesayangannya.

Ia mengintip dari kaca jendela, apa yang sedang di lakukan Ivanka pasca di tinggal pergi oleh ia dan Leon.

Matanya berkeliling memandang dalam setiap sudut ruangan, namun keberadaan gadis itu tidak di temukannya.

Andrian panik membuka pintu sambil berteriak "Cinta ... Cinta" namun ia tidak mendapatkan sebuah jawaban.

Kepanikan Andrian semakin menjadi-jadi, ia membuka pintu kamar mandi dengan sedikit paksa berharap Ivanka ada di sana, namun jawabannya nihil wanita itu tidak berada di sana.

Adrian menekan tombol bantuan untuk memanggil pihak rumah sakit untuk memastikan apakah Ivanka baik-baik saja atau di pindahkan ruangan, namun jawaban pihak rumah sakit tidak ada tindakan apapun terhadap Ivanka bahkan wanita itu sudah di perbolehkan pulang.

"Kemana Ivanka? Apakah gadis itu kabur lagi? Lalu kemana ia harus mulai mencarinya?" pikiran Adrian mulai kacau.

Ia memeriksa seluruh ruangan hasilnya dia menemukan di dalam tong sampah bekas jarum dan botol infus Ivanka yang sudah terbuang di sana.

"Pasti gadis itu kabur lagi" perasaan dalam batin Adrian.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Jangan lupa untuk Vote, komen, dan like tinggalkan jejak di novel ini buat penulisannya menjadi semangat untuk up.

Bagi kamu yang belum memberikan rate bintang 5 boleh di bantu ya kakak-kakak ... terima kasih.

1
Qillah julyan
bab ini gak asik..
Qillah julyan
lah curang pake ccrtv toh carinya😁
Misar Lakanting
lanjut
Misar Lakanting
lanjut cerita
Diana Susanti
nyimak kak
Meilan Kaluku
gassssd leonnnn
Ita Imus
suka
evayua
keknya nih ya nama Tama emang banyak yg somplak,karna Tama kenalan gw begitu juga,saat Tama ini dapat bonusan kerja dia bilang mau kasih gw kue,dan gw requestlah kue apa aja yg penting di kotak biar gak ribet dan bener sih kotak tapi yg dia kasih kue tart dong dengan krim putih pulak 🤦😆😆, aduhhh bener2 Tama yaa 😆😆😆
Salmah S
cemangat yaa thor😁
🦅HagiaShofia🦘
sumph suka q novel kek gni kocakk abisss,,, 😂🤣🤣🤣🤣
💕febhy ajah💕
""dia pasti sudah gila""
ya iyalah gila, kan kepalanya ngebentur, pasti geser dikit lah.
💕febhy ajah💕
mampir setelah sekian lama difavoritkan
Nani Susanti
invanka sangat anak2 se x...
g ada dewasa2 nya....
Dina A Noor: mood ibu hamil itu. apalagi masih abg plus dpt suami mantan casanova.
total 1 replies
uhuuuyyy
nesu maneeeh
uhuuuyyy
hmmm...jaaan tenan ogh mak juju kiii
uhuuuyyy
wakakakakqkak..tamaaa tamaa...kena dech loe
Nani Susanti
sama aq jg gt
Nani Susanti
ya ampun sampai segitu nya ya si Leon.....
kejam bngt......🤣🤣🤣🤣🤣😂😂
Nani Susanti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Desy Puspita
Mommy😌
Aku kemari ngapain😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!