Dalam pernikahan yang terlihat indah dan romantis, Aisha Khalisa, seorang dokter muda yang cerdas dan cantik, merasa hidupnya hancur ketika mengetahui suaminya, Fajri Nadhir, seorang dosen tampan dan sukses, memiliki istri rahasia.
Di tengah kebohongan dan perselingkuhan, Aisha harus menghadapi kenyataan pahit dan memecahkan teka-teki yang menyelimuti kehidupan pernikahannya. Dengan kekuatan dan keberanian, Aisha berjuang untuk mengungkapkan kebenaran dan mempertahankan cintanya.
Namun, apakah Aisha dapat memaafkan Fajri dan menyelamatkan pernikahannya, ataukah dia harus memilih jalan yang berbeda? "Istri Kedua Suamiku" adalah kisah tentang cinta, kepercayaan, dan kekuatan seorang wanita dalam menghadapi kesulitan dan kekecewaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Nuraenii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Taksi yang di tumpangi Resa itu melaju terus hingga berhenti di sebuah pom bensin yang berada cukup dekat dengan Rumah Sakit.
Resa menunggu mobil Fajri , dilihat nya Fajri membukakan pintu untuk seseorang perempuan berjilbab,Resa tak bisa melihat nya dengan Jelas.
Namun Resa sudah bisa menebak nya ,bahwa itu adalah Aisha, lagi pula mobil yang dibawa oleh Fajri adalah mobil Aisha.
"Apa suami ku jadi supir nya Aisha yah?" Gumam Resa.
"loh gak tahu saya mbak" pak supir menimpali gumaman Resa, membuat Resa sedikit tersenyum karena ia terlalu kencang saat berbicara.
Setelah mobil Fajri melaju , Resa memutuskan untuk berhenti mengikuti Fajri, bukan ia tak penasaran, namun uang nya tinggal sedikit lagi, ia takut tak cukup membayar taksi ini.
Resa meminta di antar pulang, namun dalam perjalanan Resa mengirim pesan kepada Aisha ,untuk menanyakan dimana posisi Aisha sekarang.
..
"Banyak yang harus dibeli yah sayang ?" tanya Fajri kepada Aisha yang sedang sibuk menulis daftar belanjaan di ponsel nya.
"iya sayang ,lumayan , bahan - bahan makanan di Rumah kan sudah mau habis, kebutuhan kita juga sudah habis, kalau gak ditulis pasti lupa ini, mas ada tambahan yang mau dibeli?" Jawab Aisha yang sibuk mengingat apa yang akan ia beli.
"mas beli snack agak banyakan boleh gak sih? Kalau di Kampus saat mengerjakan tugas tuh kadang pengen ngemil sayang" Fajri menjawab pertanyaan Aisha.
Namun Fajri hanya mencoba mendapat snack , ia ingat dengan Adinda yang sudah jarang ia beri jajanan, karena mereka tak bisa keluar bersama.
"boleh mas " Aisha mengizinkan ,jari nya dengan lincah mengetik di ponsel nya agar ia tak melupakan nya.
Sebuah pesan masuk dari Resa ,Aisha segera membuka nya ,Resa bertanya Aisha sedang apa dan dimana.
"aku mau ke Supermarket sama mas Fajri , mau belanja bulanan" Aisha mengirim pesan balasan nya kepada Resa.
"mas lihat sini deh , satu ,dua tiga " Aisha memotret dirinya dengan Fajri ,ia ingat Resa pernah meminta ingin melihat wajah suami nya.
Fajri tak merasa curiga ,ia berpose bersama Aisha, Aisha langsung mengirim kan nya kepada Resa, Fajri tersenyum gemas kepada Aisha tanpa tahu hal buruk akan terjadi kepada Rumah tangga nya dengan Resa.
"terimakasih banyak pak ,sudah membantu saya ,maaf saya hanya punya sedikit uang, semoga cukup yah pak " Resa berterima kasih seraya membayar Driver taksi itu.
"tak masalah mbak, lain kali jika butuh bantuan hubungi saya saja yah" Driver itu bersyukur atas rezeki nya hari ini.
Resa menuntun Adinda yang sudah terbangun lalu membuka gerbang Rumah nya, ponsel nya berbunyi menampilkan notifikasi pesan balasan dari Aisha.
Resa merebahkan diri nya di kasur, sementara Adinda meminta untuk menonton Tv, Resa merasakan pegal yang luar biasa.
Setelah jatuh waktu itu, ditambah ia duduk terlalu lama di mobil tadi ,Resa meringis seraya meluruskan kaki nya , ia pun membuka pesan dari Aisha yang berkata sedang belanja bulanan dengan mas Fajri.
Baru saja Resa akan bertanya mas Fajri suami nya atau mas Fajri suami Aisha ,Foto kiriman Aisha telah masuk ke ponsel Resa, membuat Resa batal mengirim pesan itu.
"Ini mas Fajri suami ku , kami akan berbelanja bulanan, sekarang mana suami mu Resa aku juga ingin melihat nya " Tulis Aisha saat mengirim foto itu.
"Ya Allah ! Apa ini !" Resa berteriak histeris kala melihat dengan mata kepala nya sendiri Aisha sedang berpose manis bersama Fajri suami nya.
"mas Fajri ? " Resa dengan tangan nya yang gemetar mencoba menghubungi Fajri,namun telepon nya tak di angkat.
Fajri sengaja tak membunyikan nada panggilan nya , ia dan Aisha sudah tiba di Supermarket dan mulai berbelanja kebutuhan mereka.
Resa cukup lama memandangi foto kiriman Aisha itu, ia sempat berpikir bahwa Aisha mungkin saja sedang bercanda dan Fajri sedang menjadi supir Aisha.
Namun semua itu rasanya tak mungkin, Aisha yang ia kenal tak mungkin bercanda separah itu, belum lagi mobil yang Fajri bawa adalah mobil Aisha.
Tanpa pikir panjang lagi, Resa segera menghubungi Driver taksi yang tadi untuk mengantar nya memastikan sesuatu.
Saat emosi memang kadang pikiran Resa menjadi tak karuan, Resa harus benar - benar memastikan 100 persen ,baru memutuskan.
"tolong antar saya ke Theater, sesuai map" Ucap Resa dengan tegas ,hati nya sedang dilanda rasa sesak andai pikiran buruk nya saat ini memang adalah kenyataan nya.
"kita mau kemana ma?" tanya Adinda yang sedikit merasa tak nyaman , namun Resa tak ada pilihan lain selain harus membawa Adinda, ia juga belum mengenal tetangga nya dengan baik jadi Resa merasa segan untuk menitipkan Adinda.
"diamlah ,nonton saja di ponsel " Resa memberikan ponsel nya agar Adinda tenang.
Sesampai nya di Theater tempat Fajri mengaku bekerja sebagai Security, Resa turun dari taksi sendirian , ia langsung di sapa dengan ramah oleh dua orang Security disana.
"Permisi saya mau bertanya pak, bapak berdua apa ada yang mengenal orang ini" tanya Resa seraya menunjukkan foto Fajri di ponsel nya.
"kenal bu , itu mas Fajri , kalau boleh tahu ada perlu apa yah ?" jawab salah satu Security.
"ah tidak,saya hanya sedang mencari teman lama saya, terakhir saya lihat dia disini " ucap Resa berbohong untuk melihat reaksi kedua Security itu.
"oh jika ingin menemui mas Fajri , ibu nya harus pergi ke Kampus , beliau sudah jarang main kesini ,kalau ada acara saja di Theater" jawab Security itu.
Kini rasa curiga Resa sudah terjawab, Fajri berbohong tentang pekerjaan nya, ia sebenarnya sudah merasa curiga sejak lama.
Fajri hanya memiliki dua seragam Security, dan ia selalu meninggalkan satu seragam di Rumah dan yang satu lagi ia pakai.
Namun saat Fajri pulang, Resa tak pernah mencium bau keringat di baju seragam itu, selalu wangi seperti selesai di cuci, dan tak ada kotoran sama sekali di baju seragam itu.
Resa pernah bertanya ,namun Fajri menjawab ia hanya tak bekerja berat , namun setidak nya seragam itu di pakai lebih dari 12 jam oleh Fajri, tapi karena tak ada nya hal mencurigakan lain nya membuat Resa tak memperdulikan hal itu.
Resa pamit dan mengucapkan Terimakasih, ia bertanya di mana Kampus tempat Fajri bekerja , Security itu memberitahu nya.
"Kita ke Kampus ini yah pak, saya sudah masukan di aplikasi" Resa memberi petunjuk jalan, ia lalu menyandarkan tubuh nya di kursi mobil yang ia duduki.
Hari ini terasa berat untuk Resa, ia tak menyangka Fajri yang ia kenal sebagai suami yang penuh tanggung jawab dan pekerja keras melakukan hal buruk seperti ini.
"Sini ponsel nya ma ,Dinda mau nonton" Adinda merengek meminta ponsel nya kembali.
"jangan nonton nanti mata nya rusak" ucap Resa dengan lembut,walau ia sedang merasa kesal ,Adinda tak akan dijadikan pelampiasan.
"kan mama yang nyuruh tadi " rengek Adinda lagi, Resa menepuk kening nya ,ia bahkan mulai tak fokus, Resa memberikan ponsel itu kepada Adinda.
Taksi itu mulai berjalan menuju Kampus tempat Fajri mengajar ,Resa akan memastikan satu hal lagi.