Winda membenci yang namanya mantan, seperti Ardi mantan pertama dan terakhir. Penghianatan dulu membuatnya enggan menjalin hubungan sspesial dengan lawan jenis. Beberapa tahun berlalu, keluarganya ternyata mengatur perjodohan dengan Ardi tanpa ia ketahui.
(ON REVISI) Perbaikan akan dilanjutkan bab selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anindyafatika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Celengan Rindu 2
Ardi menyelimuti dirinya hingga sebatas dada. Sedangkan matanya tak bergerak kecuali pada ponsel yang menampilkan Winda juga tengah berbaring menatap dirinya.
"Udah ya, aku ngantuk Mas." Winda pun beberapa kali menguap. Salahkan Ardi yang menelpon di jam satu dini hari.
"Iya, maaf ya. Kamu tidur gih, besok lagi ya. Assalamualaikum habibati," ujar Ardi sembari melambaikan tangannya.
Sedangkan Winda sudah tertidur, dalam diam Ardi tetap mengamati wajah damai saat Winda tidur.
"Selamat malam, sayang."
Ardi mematikan sambungan video call tersebut. Lebih dari lima menit ia menatap Winda yang tengah terlelap.
Tak terasa satu minggu telah berlalu tinggal satu minggu lagi Ardi akan bertemu kembali dengan istri tercintanya.
Jika ditelisik lebih dari dua pulub kali Winda menelpon Ardi karena dirinya mengaku rindu dengannya. Dan sebenarnya malam ini Ardi ingin memberikan kejutan tetapi Ardi terlalu bersemangat hingga tak tahu waktu.
Efek jatuh cinta ke sekian kalinya pada orang yang sama tak bisa luntur begitu saja untuk Ardi. Yang ia tahu adalah berusaha menjadi pemimpin yang baik dan terus mencintai Winda.
Kotak bludru berwarna merah itu masih setia berada di samping Ardi. Kotak yang berisi kalung berlian yang sangat indah untuk istri tercinta.
Dibukanya kotak itu dan kalung berbandul berlian itu nampak bersinar. Kalung ini adalah ungkapan maafnya karena tak bisa di samping Winda saat sedang mengandung.
Ia menyentuh rantai yang terbuat dari perak dan mengambilnya. Di gantungkan pada jari-jarinya.
"Kalau kamu yang pakai pasti kamu tambah cantik, Win."
Ardi membayangkan jika ia sedang memakaikan kalung ini pada Winda. Satu hal istimewa, kalung itu hanya akan di perlihatkan untuknya bukan untuk konsumsi publik.
Kejadian demi kejadian yang sebelumnya akan ia jadikan pelajaran berharga agar tak mengulangi sebuah kesalahan yang akan membuat dirinya tak bisa melihat Winda dan calon anaknya.
.
.
.
Subuh berkumandang sayup-sayup terdengar memasuki telinga Winda yang tengah terlelap, perlahan matanya mulai terbuka.
Dalam genggaman tangannya masih ada ponsel yang semalam ia gunakan untuk menerima telepon dari Ardi.
"Hoaaam," uapnya sembari merenggangkan tubuh.
"Astaghfirullah, dingin," pekiknya saat kaki telanjang itu menyentuh lantai. Ia memeluk dirinya sendiri dengan kedua tangannya seraya mengusap bahunya.
"Semalam kayaknya masih panas, ac udah dingin. Lah ini kok jadi dingin banget" gerutunya.
Ia berjalan ke arah toilet untuk membersihkan wajah dan menyikat giginya. Setelah itu ia mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat subuh.
Rasa dingin menusuk tubuhnya, kali ini memang suhunya turun drastis. Padahal semalam ia merasakan hawa panas pun ac kamarnya telah ia dihidupkan.
Winda memutuskan untuk turun dan memasak, Mama akan datang pukul delapan nanti dan akan pulang saat sore hari.
....
Raka terlihat sibuk di ruang kerjanya. Pasien kali ini sangatlah banyak dan tenaganya terkuras cukup banyak.
Ponselnya berdering menampilkan notifikasi pesan dari Mamanya yang menyuruhnya untuk makan malam di rumah Ardi.
Tiba-tiba dipikirannya terlintas Sisil dan Andin, sudah beberapa bulan ini Sisil menghilang lagi setelah ia membuntuti Sisil ke rumahnya beberapa bulan lalu.
"Sil, maaf. Aku tau aku salah," sesalnya kemudian dengan melihat foto Sisil yang ada di galerinya.
Foto itu ia minta dari Winda, kakak iparnya. Ternyata wajah Sisil dari dulu masih sama cantiknya.
.
.
.
.
Halo, maaf banget yang lupa alurnya. Bisa baca balik dan bisa coment kejanggalan yang ada di cerita ini. Soon akan di perbaiki lagi, Insyaallah.
Scene Raka sama Sisil enaknya dipisah atau jadi satu? Kalua jadi satu mungkin nanti ada season duanya.
bukan dibawa kepelaminan.
kwkwkwkwkkwkw