“Laki-laki mana yang mau menikahi wanita mandul?” sinis ibu Mimi, selaku ibu mertua Alina.
Dituduh mandul lantaran tak kunjung hamil setelah lima tahun pernikahan. Kemudian dipoligami, tapi berakhir dicerai karena menolak menjadi pembantu untuk sang madu yang lagi-lagi hamil. Alina Princesela Kalandra, merasakan semua itu. Namun setelah resmi menjadi janda, Alina yang sempat terjebak ‘cinta satu malam’ dengan Dharen sang bos, justru dinyatakan hamil!
Sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa wanita tangguh yang dianggap hina oleh mantan suami, mantan ibu mertua, bahkan pihak dari madunya hanya karena Alina orang kampung sekaligus dianggap mandul, justru hamil? Parahnya, Alina terancam menjadi nyonya besar. Sementara Dharen yang berasal dari keluarga kaya raya, merupakan bos Yusuf—mantan suami Alina.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27 : Kacau Dan Tidak Nyaman
Dharen buru-buru keluar dari mobilnya. Ia tak sampai membuka pintu dan langsung loncat begitu saja. Sambil menahan jengkel, langkah yang ia lakukan, benar-benar cepat. Hingga tak butuh waktu lama, ia sampai di dekat Alina.
Alina baru saja mengakhiri pelukannya dengan Rain. Yang mana kedatangan Dharen juga langsung menyita perhatian keduanya.
“Rain, ... kamu ingat oma Arnita dan kakek atau opa, Restu? Bos aku ini, cucu beliau.” Alina sengaja mengenalkan Rain kepada Dharen, begitu juga sebaliknya.
Rain yang kiranya hanya satu tahun lebih muda dari Dharen, langsung menatap wajah Dharen dengan saksama. “Kalau cucunya opa Restu dan oma Arnita, aku kenalnya cuma ke kak Zeedev. Apalagi, dulunya kak Zeedev, mau dijodohin sama Mbak. Ini, ... aku beneran baru lihat. Tapi emang mirip kak Dev sih,” ucapnya jujur.
“Jan.cuk! Ternyata dulu, kak Dev pernah dijodohin sama Sus jan.cuk ... loh, gimana ceritanya? Kok aku ketinggalan berita?” batin Dharen makin kebakaran jenggot. Namun, ia mau-mau saja bersalaman dengan pemuda bernama Rain dan Alina sebut sebagai adik. Alina mengaku sebagai saudara jauhnya Rain.
“Karena kalian saudara jauh, harusnya kalian juga harus jaga jarak melebihi pasien covid!” ucap Dharen yang hanya berani mengatakannya dalam hati.
Dharen terlalu gengsi untuk mengakui. “Yang bikin cantik Sus siapa, yang meluk siapa! Jan.cuk, emang!” batinnya yang kemudian menatap aneh pasukan yang dimaksud Alina. “Tampang mereka ... tampang orang susah semua. Semuanya juga kelihatan kecapaian. Mirip kuli apa tukang bangunan yang sudah sangat bekerja keras. Si Rain sama si Sus, nyomot orang-orang ini dari mana?” lirihnya kali inj refleks merangkul pundak Alina.
Alina sama sekali tidak terusik oleh ulah Dharen. Alina menganggap ulah Dharen sebagai hal biasa, terlebih biasanya Dharen memang lebih dari itu.
“Yang bikin aku bingung yah, Mbak ... nama mempelai laki-lakinya, kok bisa mirip banget dengan nama suami Mbak?” ucap Rain.
Ucapan Rain barusan juga yang langsung membuat Dharen terbengong-bengong. “Heh, nama mempelai laki-lakinya, mirip dengan nama suami Alina? Memangnya, namanya siapa?” batin Dharen segera memastikannya di papan ucapan bertabur bunga yang berjejer di seberang sana. Jumlahnya memang tidak banyak. Baru tiga dengan yang baru datang. Meski yang baru datang, ternyata itu milik Alina.
—Teruntuk mas Yusuf : Menikah lagi tanpa izin istri pertama jatuhnya ZIN.A, Mas! Menafkahi satu istri saja enggak becus, eh malah nikah lagi dan itu diam-diam—
—Buat Rita, selamat, kamu dapat bekasku. Emang saking enggak lakunya, ya, makanya bekas wanita lain saja kamu doyan?—
—Teruntuk ibu Mimi si Mertua Dakjal, ... mental kamu mental penge.mis yang sekadar membiarkan putramu menafkahi istrinya saja enggak rela! Masa anak sudah nikah 5 tahun lamanya, penghasilannya masih tetap kamu yang pegang, menantu hanya dijadikan buda.k tanpa bayaran—
—Salam jari tengah—J.A.N.C.U.K—
Alih-alih ucapan selamat, Alina justru menghiasi papan kirimannya dengan keluh kesah. Dharen apalagi Rain sampai bengong membacanya.
“Mbak, ... ini asli?” tanya Rain memastikan.
Alina yang kelewat tegar berangsur mengangguk-angguk membenarkan. “Iya. Dan dia enggak ngabarin aku atau setidaknya, mau menceraikan aku!”
“Oalah ... dakjal berarti si Yusuf. Aku pikir orangnya taat beragama. Eh malah, malu-maluin agama,” ucap Rain.
“Makanya ayo cepat kita masuk. Aku dan Bosku, akan memimpin langkah karena kami yang bawa kartu undangan. Terus ini, tolong minta dua orang buat angkat papan ucapannya. Kamu langsung rekam dari sini. Nanti papan ucapannya taruh di depan pelaminan. Pastikan si Yusuf dan Rita baca dulu,” ucap Alina yang kemudian berkata, “Habis taruh papan, kalian langsung habisin makanan di prasmanan. Makan sepuasnya!”
“Yusuf, ... Yusuf suami Sus, ... yang di perusahaan bukan, sih? Si HRD itu yang gerak-geriknya sangat mencurigakan? HRD yang beberapa kali, sering kepergok merhatiin Sus diam-diam?” pikir Dharen yang juga menghubungkan kenyataan tersebut dengan fakta dari kakek Restu. Karena menurut kakek Restu, Dharen akan bertemu suami Alina, di kondangan yang kini akan Dharen datangi. Benar-benar sebentar lagi.
Semuanya berjalan sesuai rencana. Alina dan Dharen memimpin langkah. Alina yang mengisi daftar undangan. Namun, kedatangan mereka yang mirip orang demo lengkap sambil membawa papan ucapan, langsung menyita banyak perhatian.
“Biarkan mereka semua masuk. Saya kenal dengan pemilik hotel ini,” tegas Dharen yang kemudian sengaja memberikan kartu ajaib. Kartu berwarna hitam yang ia keluarkan dari dompetnya.
Pasukan yang Rain bawa sudah Rain giring masuk, meski Alina dan Dharen masih di belakang. Seperti saat di ruang pendaftaran tamu undangan, kedatangan Rain dan rombongan juga langsung menjadi pusat perhatian.
Yusuf dan Rita menjadikan nuansa putih sebagai seragam pakaian pernikahan mereka. Awalnya, semuanya tampak bahagia, termasuk Yusuf yang beberapa kali kepergok tersenyum. Namun setelah papan ucapan ditaruh di hadapan Yusuf, lengkap dengan Rain yang sampai menyapa, kebahagiaan di sana sungguh raib.
“Kamu nikah lagi, tapi sekadar ngabarin Mbak Alina yang belum kamu ceraikan saja, enggak? Poligami tanpa restu istri pertama, memangnya sah? Mana nikahnya sama korban pengembang macam buntelan kentut! Apa kurangnya mbak Alina, sampai-sampai, kamu setega ini!” ucap Rain benar-benar emosi sambil terus mengarahkan kameranya kepada Yusuf dan Rita.
Yusuf ketar-ketir karena yakin, bersama kedatangan Rain, Alina juga datang. Padahal, demi keamanan bersama, harusnya Alina tidak datang.
Suasana jadi tidak nyaman. Baik Rita, ibu Lia, apalagi ibu Mimi merasa sangat terganggu. Ditambah lagi, pasukan yang Rain bawa langsung menyerbu prasmanan.
Saking takutnya Alina benar-benar datang, Yusuf yang refleks berdiri juga jadi sibuk mengawasi kedatangan. Tak peduli, meski Rain terus merekam menggunakan kamera khusus. Tak peduli, meski sang mama sibuk memarahi pasukan Rain yang langsung makan dengan rakus. Ibu Mimi berusaha mengamankan makanan di prasmanan.
“Kalian ini siapa? Ya ampun, ... itu makan apa kesu.rupan?!” kesal ibu Mimi merasa ngeri pada makanan di setiap piring pasukan Rain. Porsinya mirip gunung, tapi terus ditambah hingga stok makanan di prasmanan menipis.
“Ini istri kedua ... entah sah atau belum soalnya pernikahan mereka tanpa kabar istri pertama. Nah, itu istri pertamanya. Spek bidadari rasa berlian, tapi dipoligami demi ... ah ya gitulah ya. Jadi yang kedua sama sampingan enggak perlu cantik apa lagi istimewa!” tegas Rain yang mengarahkan kameranya pada kedatangan Alina.
Keadaan yang sudah langsung tidak nyaman akibat kedatangan Rain dan pasukan, makin tidak nyaman setelah kedatangan Alina. Yang membuat Yusuf susah napas, tak semata Alina yang tampil sangat cantik bahkan sampai tidak Yusuf kenali. Melainkan juga kenyataan Alina yang datang ditemani Dharen.
Dharen menatap marah Yusuf dan memang sudah langsung mengenalinya. Sementara Alina sudah sangat ingin menga.muk di tengah dadanya yang bergemuruh.
𝙮𝙖 𝙖𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙣𝙜𝙪𝙢𝙥𝙖𝙩, 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣 .𝙖𝙨𝙩𝙖𝙜𝙛𝙞𝙧𝙪𝙡𝙡𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙯𝙞𝙢.
𝙩𝙮𝙥𝙤 𝙩𝙝𝙤𝙧 𝘾𝙚𝙤 𝙙𝙖𝙧𝙧𝙚𝙣 𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙥𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙚𝙠𝙚𝙧𝙩𝙖𝙧𝙞𝙨.🤔
beautiful story'
mang beda karakter perempuan nya Thor sama novel lain
tapi jujur aku suka
jadi perempuan jangan lah mau terus di sepelekan
ngutip kata katamu Thor
sebenarnya kita yg bisa mengubah jalan cerita kita secepatnya
jgn lah egois mengatas namakan semuanya akan baik-baik saja..
buulsyit
ga akan itu terjadi
ayoooo.... semangat buat othor nya menciptakan karakter wanita lainnya
dan semangat buat para readers juga buat bantu ngehujat🤣🤣
jadi outo ngakak...dasar Darren
tenang aja masih banyak yg menanti
othor paling keren lah..pokoke
padahal di awal pembukaan cerita udah dijelasin
hayoooo ..para readers
jangan lupa yaaa☺️🤣🤣
anggep aja ujian mau naik kelas
mana bener lagi
aku selalu suka deh kata kaya dia