NovelToon NovelToon
Tumbal Di Akar Randu

Tumbal Di Akar Randu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Misteri
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Seorang wanita bernama Nirmala harus kembali ke desa terpencil tempat kakeknya tinggal setelah menerima surat misterius. Di desa itu, ada mitos tentang "Wewe Putih", sosok yang konon mencuri anak-anak, namun hanya anak yang "dilupakan" oleh keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Gudang tua di pinggiran pelabuhan utara itu tampak seperti monster beton yang sedang sekarat. Bau amis air laut yang membusuk beradu dengan aroma anyir yang menyengat aroma yang berasal dari akar-akar merah raksasa yang melilit pilar-pilar bangunan tersebut. Di bawah cahaya lampu jalan yang berkedip di kejauhan, akar-akar itu tampak berdenyut, seolah-olah ada darah manusia yang dipompa paksa di dalamnya.

Arka menghentikan langkahnya tepat di depan gerbang besi yang sudah karatan. Ia tidak menyentuh gerbang itu. Matanya menatap tajam ke arah sela-sela pintu. Di sana, ia melihat jaring-jaring energi berwarna merah tua yang melintang, siap mengoyak siapa pun yang mencoba masuk lewat pintu utama.

"Jangan lewat sananNir. Itu bukan sekadar pintu, itu rahang yang siap mengatup." bisik Arka.

Nirmala mengangguk. Ia memejamkan mata sejenak, meletakkan telapak tangannya di dinding beton yang lembap. Seketika, ia tersentak. Rasa sakit yang luar biasa menghujam batinnya. Ia mendengar gema teriakan dari puluhan jiwa yang terjepit di dalam sana. "Pak Satrio ada di tengah Arka. Dia sedang dimakan perlahan. Kita harus cepat."

Dengan gerakan yang jauh lebih gesit dari biasanya, Arka mengangkat tubuh Nirmala dan melompat menuju celah atap yang sudah jebol. Begitu mendarat di atas balok baja yang tinggi, pemandangan di bawah mereka membuat napas Nirmala tertahan.

Di tengah gudang, tepat di atas sebuah sumur air asin yang gelap, terdapat gumpalan akar merah yang membentuk seperti kepompong raksasa. Di sekelilingnya, Pak Satrio dan belasan sandera lainnya terikat dalam posisi berdiri. Serat-serat merah halus keluar dari akar tersebut, menembus kulit tengkuk para sandera, menghisap setiap tetes rasa takut dan trauma yang mereka miliki.

Setiap kali para sandera itu merintih atau membayangkan tragedi Menara Kencana, kepompong di tengah ruangan itu berdenyut semakin kuat, memancarkan cahaya kemerahan yang mengerikan.

"Mereka bukan sekadar diculik." geram Arka. "Mereka dijadikan pupuk hidup untuk membangkitkan janin pohon itu."

Tiba-tiba, dari balik bayang-bayang kepompong, sesosok wanita melangkah keluar dengan anggun namun mematikan. Saraswati. Penampilannya kini jauh dari manusiawi. Sebagian wajahnya telah tertutup oleh gurat-gurat seperti kulit kayu berwarna merah, dan matanya tidak lagi memiliki pupil hanya dua lubang cahaya putih yang dingin.

"Selamat datang Pengantin Baru." suara Saraswati bergema, terdengar seperti suara kayu yang berderit patah. "Aku mencium wangi penyatuan kalian dari kejauhan. Begitu jernih, begitu murni... sangat cocok untuk menjadi nutrisi penutup bagi kebangkitan tuanku."

Saraswati mengibaskan tangannya. Seketika, akar-akar di lantai bergerak seperti cambuk, melesat ke arah Arka dan Nirmala.

Arka segera menarik Nirmala ke belakang punggungnya. Dengan kecepatan yang luar biasa, Arka menepis setiap serangan akar itu hanya dengan tangan kosong. Berkat penyatuan mereka semalam, Arka merasakan perlindungan alami dari energi Nirmala yang menyelimuti tubuhnya seperti perisai tak kasat mata. Setiap akar yang menyentuh kulit Arka akan langsung layu dan menghitam.

"Nir abaikan dia! Urus Pak Satrio dan yang lainnya! Aku akan menahan wanita gila ini!" teriak Arka.

Nirmala tidak membuang waktu. Ia melompat turun dari balok baja, mendarat dengan ringan di dekat Pak Satrio. Namun, begitu ia mendekat, akar-akar itu mengeluarkan duri yang tajam. Nirmala tidak mundur. Ia merentangkan tangannya, memanggil seluruh ketenangan yang ia miliki.

"Pak Satrio ini aku, Nirmala! Jangan takut pada bayangan itu!" teriaknya.

Nirmala menyentuh akar utama yang menempel di punggung Pak Satrio. Seketika, Nirmala ditarik masuk ke dalam memori kelam Pak Satrio. Ia melihat runtuhnya Menara Kencana, ia mendengar suara jeritan orang-orang yang tertimbun beton. Saraswati sengaja memutar memori itu berulang-ulang di kepala para sandera agar energi negatifnya tak pernah habis.

"Cukup!" teriak Nirmala di dalam batinnya.

Nirmala merasakan tangan Arka yang jauh di sana seolah menggenggam jiwanya, memberinya kekuatan untuk tidak tenggelam dalam trauma tersebut.

Nirmala menyalurkan cahaya putih yang sangat masif. Ia bukan hanya menyembuhkan Pak Satrio, tapi ia mengirimkan gelombang kedamaian ke seluruh sandera sekaligus melalui jaringan akar tersebut.

"Kembalilah ke tempat yang tenang... jangan beri dia makan dengan ketakutanmu..." bisik Nirmala.

Cahaya putih Nirmala merambat cepat lewat serat-serat merah, masuk ke dalam pikiran para sandera, mengganti bayangan kematian dengan kenangan-kenangan manis mereka. Seketika, denyut di kepompong raksasa itu melemah. Cahaya merahnya meredup, berganti menjadi abu-abu yang layu.

"TIDAK! APA YANG KAU LAKUKAN?!" jerit Saraswati murka.

Saraswati melesat ke arah Nirmala dengan kuku-kuku kayu yang tajam. Namun, sebelum ia bisa menyentuh Nirmala, Arka sudah lebih dulu mendaratkan tendangan keras di dada Saraswati, melempar wanita itu hingga menabrak dinding beton.

"Istriku sedang bekerja, jangan mengganggu." ucap Arka dengan suara yang sangat dingin dan penuh ancaman.

Janin pohon di dalam kepompong itu meledak, mengeluarkan cairan hitam yang berbau busuk. Tanpa asupan rasa takut, ritual itu gagal total. Gudang tua itu mulai bergetar hebat. Air laut di bawah lantai mulai meluap masuk, mencoba menenggelamkan segala bukti.

Saraswati berdiri dengan tubuh yang gemetar, separuh kulit kayunya pecah. Ia menatap Arka dan Nirmala dengan kebencian yang murni. "Kalian pikir ini kemenangan?" Saraswati tertawa parau di tengah gemuruh bangunan yang runtuh. "Kalian hanya menghancurkan salah satu rantingnya. Pusat dari segala akar ini... tempat di mana kedua orang tuamu mati bersimbah darah, Nirmala... di sanalah segalanya bermula, dan di sanalah kalian akan berakhir."

Saraswati menjatuhkan dirinya ke dalam sumur air asin yang bergolak. Tubuhnya menghilang ditelan kegelapan air sebelum Arka sempat menangkapnya.

"Sial! Dia kabur!" geram Arka.

Arka segera menyambar Nirmala dan membantu Pak Satrio serta para sandera lainnya keluar dari gudang sebelum bangunan itu sepenuhnya rata dengan air. Mereka berdiri di dermaga, napas mereka terengah-engah, menatap gudang yang kini sudah tenggelam separuh ke dalam pelabuhan.

Nirmala berdiri mematung, menatap ke arah laut lepas. Wajahnya pucat pasi mendengar ucapan terakhir Saraswati. "Mas Arka... tempat orang tuaku meninggal... itu bukan kecelakaan biasa."

Arka memeluk bahu Nirmala dengan erat, memberikan kehangatan di tengah angin laut yang dingin. "Aku tahu Nir. Saraswati sengaja memancing kita ke sana. Dan kita akan pergi ke sana, bukan sebagai korban, tapi sebagai pemutus rantai terkutuk ini."

Arka dan Nirmala yang berdiri berdampingan, menatap cakrawala Jakarta yang menghitam. Mereka tahu, perjalanan terakhir mereka akan membawa mereka kembali ke titik nol ke tempat di mana tragedi pertama kali menghancurkan hidup Nirmala.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo tangkap tikus kantornya, kita hajar ramai²
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Aku ngiri sama mereka/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo semangat dan jangan sampai kalian kenapa-napa/Determined/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Terkutuk kau Saras, menganggu malam pertama orang lain🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
cielahhhh udahhh "istrikuuuuu" banget... selamat Arka Nirmala
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othornya tega amat sih, masa pengantin baru disuruh War🤧
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Tetep aja lho/Right Bah!/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Itu si Saras gada kerjaan banget sih/Curse/ masa orang lagi MP dia ngintip/Hammer/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh teganya kalian, kok aku gak diundang/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Nir, bisa gak kamu datang ketempatku. Aku mau sembuh dari luka lama yg sampai saat ini, tidak menemukan penutupnya/Cry/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Lanjutlah, lebih seru aksi kalian melawan Saraswati😁
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kasus baru, aku suka ini..
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Akhirnya tantangan lagi
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Terhura aku🤧 ini baru benar lamaran, gak kek yg onoh🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: hiakkkk ini juga sama aja😭 masih di ingat ingat🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Ah akhirnyaaa, lamaran yang romantis. Tapi momen lamaran ini jadi ingat cowok raksasa yang ngelamar bermodal kuali dan sawi itu🤣🏃‍♀️🏃‍♀️
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nanti ku buatkan karya karya shura yg lain aja yaa/Facepalm//Facepalm/ nanti up karya baru aku/Slight//Slight/
total 9 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Ughhh terhuraaaa🥺🥺
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
deg deg serrrrrrr🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
angel angel Nirmala wes kacau pikirane kok🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
wet randu, yang menghasilkan kapok buat kasur kan🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
siapa wanita pinjaman itu?
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
So sweet🥰
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Aku mau nganan aja deh🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!