NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta & Dendam

Jeratan Cinta & Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Roman-Angst Mafia
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

Alicia Roses hidup di panti asuhan sejak dia berumur lima tahun, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.


Bibinya Melinda Stone merampas seluruh harta warisan milik Alicia dan membuang Alicia kecil ke panti asuhan.

Hidup selama dua puluh lima tahun dengan membawa dendam, untuk memuluskan rencana balas dendam nya Alicia menerima lamaran dari pria yang sangat terobsesi dengan nya.

Revano Ace Draco pria gila yang memiliki kekuasaan mengerikan di dunia gangster.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

...****************...

Malam itu kawasan pelabuhan tampak sepi, hanya suara ombak dan angin laut yang terdengar pelan. Di kejauhan berdiri sebuah gudang besar milik organisasi Red Devils.

Gudang itu dijaga sangat ketat.

Beberapa pria bersenjata berdiri di pintu utama, sementara kamera pengawas terpasang di setiap sudut bangunan.

Namun di sisi belakang gudang, sebuah truk logistik berhenti perlahan.

Seorang pria turun dari kursi pengemudi sambil mengenakan seragam pekerja gudang lengkap dengan topi.

Tak ada yang menyadari bahwa pria itu sebenarnya adalah Alicia Roses yang sedang menyamar.

Alicia menundukkan kepalanya sambil mendorong troli berisi kotak peralatan.

Salah satu penjaga menghentikannya.

"Hei! Pengiriman jam segini?"

Alicia menjawab dengan suara dibuat sedikit berat.

"Perintah dari Micel. Katanya ada pengecekan tambahan untuk pengiriman besok."

Penjaga itu mengerutkan kening.

"Micel tidak bilang apa-apa."

Alicia mengangkat bahu santai.

"Aku hanya pekerja. Kalau tidak percaya, telepon saja dia."

Penjaga itu terlihat malas memperpanjang urusan.

"Sudah masuk saja."

Alicia menunduk sedikit.

"Terima kasih."

Ia mendorong troli masuk ke dalam gudang.

Begitu berada di dalam, Alicia langsung memperhatikan sekeliling.

Gudang itu sangat besar.

Ratusan peti senjata tersusun rapi. Beberapa pria berjaga di lantai bawah sementara di lantai atas terlihat ruang kontrol kecil dengan jendela kaca.

Di sana berdiri Micel Glusen yang sedang berbicara dengan anak buahnya.

Alicia bergumam pelan.

"Jadi kau di sana..?, sepertinya Alessandro akan terkena serangan jantung jika putranya yang menjadi korban." Semirik misterius terlihat jelas di wajahnya.

Ia berjalan menuju lorong samping yang gelap.

Begitu tidak ada orang di sekitar, Alicia segera membuka salah satu kotak di troli.

Di dalamnya bukan alat kerja biasa.

Melainkan beberapa paket bom kecil dengan timer digital.

Alicia menarik napas pelan.

"Waktunya bekerja, biarkan semuanya hancur menjadi debu."

Ia melihat ke atas.

Di langit-langit gudang terdapat jalur ventilasi panjang yang menghubungkan seluruh ruangan.

" Ah.., ini dia pintu masuknya."

Alicia menarik sebuah tangga kecil lalu memanjat perlahan.

Tangannya membuka penutup ventilasi dengan obeng kecil.

CREEEK

Penutup logam terbuka.

Alicia segera masuk ke dalam saluran ventilasi.

Ia merangkak perlahan di dalam ruang sempit itu.

Suara langkah penjaga terdengar samar di bawahnya.

" Ternyata Alessandro cukup bersiaga di tempat ini, jumlah penjaga yang ditaruh dua kali lebih banyak dari biasanya."

Seorang penjaga berjalan sambil menguap.

"Bos benar-benar paranoid, gudang ini dijaga seperti markas militer."

" Memangnya siapa orang gila yang mencoba menyerbu gudang senjata."

Penjaga lain tertawa kecil.

"Barang di sini bernilai jutaan dolar. Wajar saja. Lagi pula aku mendengar jika ada masalah cukup besar yang terjadi di dalam organisasi Red Devils."

" Benarkah..? Apa itu."

" Entahlah salah satu temanku yang memiliki jabatan di dalam organisasi yang mengatakannya."

Alicia berhenti tepat di atas mereka.

Ia mengeluarkan bom kecil.

Lalu memasangnya di rangka baja ventilasi yang berada tepat di atas peti senjata.

Timer diatur.

10 menit

Alicia berbisik pelan.

"Satu."

Ia melanjutkan merangkak lebih dalam.

Beberapa menit kemudian ia sampai di atas area penyimpanan utama.

Di bawahnya puluhan peti berisi senapan otomatis.

Alicia memasang dua bom lagi.

BEEP

"Empat."

Ia terus bergerak menuju bagian tengah gudang.

Tiba-tiba suara langkah terdengar sangat dekat.

Seorang penjaga berhenti tepat di bawah ventilasi tempat Alicia berada.

Penjaga itu mengangkat kepala sedikit.

"Apa kau dengar sesuatu?"

Penjaga lain menjawab santai.

"Yang kudengar hanya perutmu."

Mereka tertawa kecil lalu berjalan pergi.

" Yah aku memang lapar.."

Alicia menahan napas beberapa detik sebelum bergerak lagi.

Ia akhirnya sampai di bagian paling penting gudang.

Empat pilar baja besar yang menopang seluruh bangunan.

Alicia membuka tas kecilnya.

Di dalamnya terdapat bom dengan ukuran lebih besar.

Ia menempelkan bom itu di rangka ventilasi tepat di atas pilar pertama.

Timer disetel.

8 menit

Alicia berbisik.

"Ini untuk memastikan kalian semua tetap di dalam."

Bom kedua dipasang di pilar berikutnya.

Bom ketiga.

Bom keempat.

Sekarang seluruh struktur utama gudang sudah dipasangi bom.

Alicia kembali merangkak menuju ventilasi keluar.

Namun saat ia hampir mencapai ujung ventilasi, sebuah suara terdengar dari bawah.

Micel sedang berbicara dengan beberapa orang.

"Besok pengiriman harus berjalan lancar. Tidak boleh ada kesalahan."

Salah satu anak buah bertanya.

"Bos, bagaimana dengan orang yang disebut Mr A itu?"

Micel tersenyum sinis.

"Dia hanya hacker pengecut yang bersembunyi di balik komputer."

Alicia berhenti tepat di atas mereka.

Matanya dingin.

Ia berbisik pelan.

"Kau akan segera berubah pikiran."

" Itupun jika nyawa mu masih ada.." lanjutnya disertai senyuman puas.

Alicia akhirnya keluar dari ventilasi di sisi belakang gudang.

Ia turun dengan tenang.

Dari kejauhan ia melihat para penjaga masih berjaga tanpa menyadari apa pun.

Alicia berjalan menuju pintu keluar seperti pekerja biasa.

Begitu sampai di luar gudang, ia melepas topinya.

Angin malam meniup rambut hitamnya.

Alicia melihat jam di pergelangan tangannya.

2 menit.

Ia berjalan menjauh menuju mobil hitam yang diparkir tidak jauh dari sana.

Saat ia membuka pintu mobil..

Timer di dalam gudang mencapai angka nol.

BEEP!!!!!

Beberapa detik kemudian...

BOOOOOOOM!!!

Ledakan besar mengguncang gudang.

Empat pilar utama hancur hampir bersamaan.

Atap gudang runtuh dengan suara menggelegar.

Api besar langsung menyambar peti-peti senjata di dalamnya.

Ledakan kedua terjadi akibat amunisi yang tersimpan.

BOOM! BOOM! BOOM!

Seluruh bangunan ambruk dalam hitungan detik.

Jeritan panik terdengar dari dalam sebelum akhirnya tertelan oleh kobaran api.

Dari kejauhan Alicia duduk di kursi pengemudi mobilnya sambil menatap kobaran api yang menjulang tinggi.

Ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.

"Brian."

Suara Brian langsung menjawab.

"Ya, nona."

Alicia menatap gudang yang kini berubah menjadi lautan api.

"Gudang senjata Red Devils sudah runtuh."

Brian terdiam beberapa detik.

"Lalu Micel?"

Alicia menjawab dengan suara dingin.

"Jika dia masih hidup, maka itu keajaiban."

Mobil Alicia perlahan meninggalkan pelabuhan yang dipenuhi suara ledakan dan sirine.

Di kejauhan api masih membakar sisa-sisa gudang Red Devils.

...****************...

1
yula
lama banget up thor
yula
💪💪💪💪💪 thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!