jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.
akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?
bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terlalu Khawatir
Saat ini taehyung dan jungkook sedang menikmati jam istirahat makan siang di kantin sekolah sementara para sahabatnya hanya melihat dari meja lain.
“Taehyung aku mau ramyeon pedas", kata jungkook.
"Tidak sayang, nanti lambungmu bermasalah”, kata taehyung lembut.
“Baiklah", kata jungkook lirih, Jungkook akhirnya pasrah dengan memakan makan siang pilihan taehyung.
Sedangkan taehyung yang melihat jungkook cemberut langsung mengusap rambut gadis itu.
“Jangan terlalu sering makan ramyeon sayang, besok ya", kata taehyung dan jungkook pun mengangguk.
"Janji ya taehyung”, kata jungkook dan taehyung pun mengangguk.
"Taehyung hari ini aku mau pulang ke mansion jeon”, kata jungkook disela makannya.
Taehyung yang sedang menikmati makannya mendongak dengan raut wajah tidak terima.
“Tidak, kamu tinggal denganku sekarang".
“Aku rindu papa mama taehyung", kata jungkook.
“Kamu boleh ke mansiom jeon tapi tidak dengan menginap, mulai hari ini kita tinggal di mansion kita yang baru", jelas taehyung.
“Hah mansion baru? Kapan kamu membelinya taehyung?" Tanya jungkook.
“Beberapa hari yang lalu, bukankah setelah lulus kita menikah jadi tidak ada salahnya bukan kita belajar tinggal bersama", kata taehyung.
“Hari ini saja taehyung aku rindu mama papa", bujuk jungkook.
“Baiklah hari ini saja, tapi mulai besok kamu tinggal denganku", kata taehyung.
“Terima kasih taehyung", kata jungkook sambil tersenyum.
Sementara itu di meja lain.
“Lihatlah aku iri melihat kedekatan mereka", kata lisa.
“Kamu benar, bahkan sikap taehyung sangat berbeda saat dengan irene dulu", timpal jennie.
“Semoga hubungan mereka setelah ini tidak akan ada badai lagi", sahut lisa.
“Aku merindukan kekasihku", kata jennie tiba-tiba.
Lisa menatap ke arah jennie dan mengangguk.
“Aku juga", sahut lisa lirih.
Pulang sekolah.
Sesuai janjinya taehyung mengantarkan jungkook pulang ke mansion jeon.
Mobil taehyung memasuki pelataran mansion dan setelahnya memarkir mobilnya di halaman.
“Kamu sudah pulang sayang", sapa nyonya jeon saat melihat kedatangan putri kesayangannya yang memasuki mansion bersama taehyung.
Jungkook mengangguk dan mendekat ke arah nyonya jeon dan menyandarkan kepalanya di paha sang mama.
"Kookie rindu", kata jungkook manja.
“Mama lebih rindu sayang", kata nyonya jeon sambil mengelus rambut putri kesayangannya.
“Selama papa mama tidak ada semua baik-baik saja kan sayang?" Tanya nyonya jeon dan jungkook pun mengangguk.
Jungkook mengangkat kepalanya dan menatap ke arah nyonya jeon.
" Taehyung dan papa mama kim menjaga kookie dengan baik mah”, ucap jungkook.
"Terima kasih ya taehyung sudah menjaga putri mama”, kata nyonya jeon sambil menatap taehyung dengan tatapan teduh.
"Tidak perlu berterima kasih mah, sudah menjaga tugas kami menjaga dan membuat jungkook nyaman”, balas taehyung.
"Papa dimana mah?” Tanya jungkook yang tidak melihat atensi sang ayah.
"Papa di ruang kerjanya, besok dia baru ke perusahaan”, jelas nyonya jeon.
Tak beberapa lama taehyung pun pamit pulang dari mansion jeon.
*****
Sore hari terlihat jungkook yang tengah bersantai di balkon kamarnya.
"Ah kookie rindu kamar kookie”, gumam jungkook sambil memejamkan matanya.
Tak beberapa lama terdengar ponselnya berdering dan ternyata rose yang menelepon.
“Ya ada apa rose", sapa jungkook begitu panggilan video tersambung.
"Kookie bagaimana ini”, kata rose yang tiba-tiba panik.
"Bagaimana apanya?”, tanya jungkook bingung.
"Jaehyun nanti malam mengajakku keluar berdua”, kata rose.
"Lalu masalahnya dimana?”, tanya jungkook lagi.
"Ish kamu kenapa ga peka sih, kenapa aku punya feeling jaehyun akan mengatakan sesuatu hal yang penting deh kayaknya”, jelas rose.
Seketika lampu di kepala jungkook menyala dan senyuman jahil terbit dari bibir mungilnya.
"Ciiee bau-bau ada yang mau punya kekasih sih ini kayaknya”, goda jungkook.
"Ckk jangan asal tebak deh”, kata rose dengan muka merahnya.
"Terus apa dong? Dia ngajak kamu keluar hanya berdua bukankah itu bisa dikatakan berkencan”, kata jungkook sambil menatap layar ponselnya.
"Cih kayak pernah kencan aja kamu”, kata rose.
"Eeeiiiii aku kemarin baru juga kencan romantis dengan taehyung”, kata jungkook sombong.
"Iya deh iya yang baru kencan, emang kencan romantis dimana memangnya? Jangan bilang di tempat tidur”, goda rose.
"Salah satunya itu sih”, kata jungkook sambil tersenyum malu.
Rose menutup mulutnya tak percaya mendengar kejujuran jungkook.
"Serius kamu kookie, kamu dan taehyung benar-benar sudah melakukannya?”, tanya rose memastikan.
"Bukankah tadi di sekolah kalian juga sudah tahu”, kata jungkook.
"Aku kira hanya bercandaan”, timpal rose.
Kedua sahabat itu mengobrol lama tanpa jungkook sadari ada seseorang yang panik karena berusaha menghubunginya tapi panggilan selalu sibuk.
"Dia sedang melakukan panggilan dengan siapa sih, kenapa dari tadi sibuk terus”, kesal taehyung lalu bergegas menyambar kunci mobil dan keluar dari kamarnya.
"Eh mau kemana tae?” Tanya nyonya kim saat melihat atensi sang putra yang menuruni tangga dan berjalan dengan langkah terburu.
"Tae mau ketempat jungkook, dari tadi ponselnya sibuk terus", kata taehyung sambil berjalan ke luar mansion.
Sementara itu jungkook sudah selesai melakukan panggilan dengan roses.
“Eh ada banyak panggilan dari taehyung, ada apa ya?" Monolog jungkook lalu berusaha menghubungi balik tapi tidak diangkat.
Ponsel taehyung tergeletak diatas nakas di dekat tempat tidurnya.
“Ish kok dari tadi ga diangkat sih", omel jungkook lagi. Lalu setelahnya dirinya menghubungi nyonya kim.
“Iya sayang ada apa?", sapa nyonya kim begitu panggilan tersambung.
“Taehyung dimana ya mah? Kookie hubungi ponselnya sejak tadi tapi tidak diangkat”, kata jungkook.
"Dia sedang dalam perjalanan ke mansionmu sayang, katanya kamu dari tadi tidak bisa dihubungi mungkin karena panik dia ke tempatmu sekarang”, jelas nyonya kim.
“Baiklah kalau begitu mah, maaf kookie mengganggu waktu mama", kata jungkook sopan.
“Tidak apa-apa sayang, tunggulah mungkin sebentar lagi dia akan tiba di mansion jeon", kata nyonya kim.
Setelah melakukan panggilan jungkook melihat jam.
“Sepertinya aku harus mandi dulu",monolog jungkook lalu meletakkan ponselnya di nakas dan bergegas ke kamar mandi.
*****
Tak beberapa lama mobil taehyung memasuki pelataran mansion.
“Taehyung kamu kesini lagi", sapa nyonya jeon saat melihat taehyung yang memasuki mansion.
“sore mah, Kookie dimana mah?" Tanya taehyung.
"Kookie di kamarnya naiklah ke atas”, kata nyonya jeon sambil tersenyum dan taehyung pun langsung melesat naik ke lantai 2 menuju kamar jungkook.
"Siapa yang datang sayang?” Tanya tuan jeon yang baru saja keluar dari ruang kerjanya.
"Taehyung mencari jungkook, padahal baru juga beberapa jam tidak ketemu tapi sudah seresah itu dia”, kata nyonya jeon.
"Biarkan saja jiwa muda, kamu juga dulu ga bisa jauh dariku”, goda tuan jeon.
"Ga kebalik ya siapa yang 24 jam selalu datang ke mansionku dulu”, kata nyonya jeon sinis.
"Itu tandanya aku benar-benar cinta denganmu sayang”, kata tuan jeon sambil mencium sekilas bibir istrinya.
"Ayo malam ini kita berkencan di hotel, bukankah sudah lama kita tidak berkencan sayang”, ajak tuan jeon.
“Lalu putri kiat bagaimana?" Tanya nyonya jeon.
“Bukankah ada taehyung, biarkan dia yang menemaninya", bujuk tuan jeon.
“Baiklah, aku akann mengirim pesan ke jungkook dulu”, ucap nyonya jeon.
Sementara itu di kamar jungkook taehyung mendengar ponsel jungkook berbunyi dan ternyata pesan dari sang mama.
Sayang mama dan papa malam ini ada keperluan kamu ditemani taehyung ya, love u
Mama kookie
Melihat pesan tersebut sebuah senyuma terbit dari bibir taehyung dan bersamaan dengan pintu kamar mandi yang terbuka menampilkan jungkook yang keluar kamar mandi hanya berbalut handuk.
"Eoh taehyung kapan kamu tiba?” Tanya jungkook terkejut.
Bukannya menjawab taehyung justru berjalan mendekat dan merengkuh pinggang ramping itu mendekat.
"Menggodaku hmm”, bisik taehyung di telinga jungkook yang membuat bulu kuduk jungkook meremang seketika.
"Lepaskan taehyung aku mau pakai baju", kata jungkook lirih menahan desahan yang sewaktu waktu bisa saja keluar dari bibir manisnya.
Bukannya melepaskan taehyung justru menarik tubuh jungkook lebih erat dengan bibir taehyung yang memberikan kecupan kupu-kupu di leher dan sekitar bahu jungkook yang memberikan sensasi panas seketika di tubuh gadis itu.
“Mmmhhh taehyunghhh" panggil jungkook.
Taehyung mengangkat wajahnya dan memandang wajah manis dalam rengkuhannya.
“Bukankah kamu harus dihukum sayang”, kata taehyung dengan deep voicenya dan dengan sekali angkat taehyung mengangkat jungkook ala bridal dan meletakkannya dengan perlahan di atas tempat tidur.