NovelToon NovelToon
Untuk Satu Hati.

Untuk Satu Hati.

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Playboy / Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:540.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: NaraY

Apa yang terjadi jika ada seseorang yang masuk dalam hidupmu adalah orang yang usianya jauh di atasmu dan bukan type yang sefrekuensi denganmu. Di saat kamu mengharapkan bebas, namun dia adalah pria yang protective dan penuh aturan.

Ini adalah kisah cinta ringan sepasang manusia.. tentang seorang gadis usil dan riang namun bertemu dengan pria jebolan pesantren tapi mesumnya setengah mati.

Tampilannya mungkin urakan dan begajulan bak preman pasar memang begitu meresahkan tapi siapa sangka pria tersebut sangat menghargai wanita terlebih saat sudah jatuh cinta, garang tersebut lenyap dan berubah lembut.. selembut kapas.

note : TINGGALKAN JIKA TIDAK TAHAN KONFLIK DI DALAMNYA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Tugas ( lagi ).

Bang Jaya menggendong bayi kecilnya yang baru saja terlahir ke dunia.

"Aduuuhh.. gantengnya." Irene mencolek pipi bayi tampan itu dengan punggung tangannya. "Perpaduan kalian berdua lho wajahnya tapi banyak wajah Bang Jaya."

"Jelas donk.. produknya Jaya Perkasa mana ada yang gagal." Kata Bang Jaya sangat bangga dengan kelahiran putra pertamanya.

Bang Noven masih menanggapi dengan datar saja. Ia menarik kursi untuk Irene agar istrinya itu bisa duduk. Kini usia kandungan Irene sudah menginjak usia lima bulan.

"Coba gendong Bang, biar dedek ngerasain di gendong Daddy-nya..!!" Kata Irene.

Bang Noven tidak menjawab tapi kemudian Irene meminta bayi kecil itu dari Papanya.

"Irene mau coba gendong Bang..!!" Pinta Irene pada Bang Jaya. Bang Jaya pun menyerahkannya tapi Bang Noven menghadang.

"Jangan, biar aku saja. Takut perut Irene tertekan." Bang Noven pun mengambil baby yang baru lahir itu. Senyumnya mengembang sekilas tapi kemudian ia menelannya lagi.

Jiwa Bang Noven yang sangar ternyata bisa berlaku kebapakan juga saat menggendong keponakannya. "Bandel juga kamu ya, tiba-tiba muncul. Sepupu mu saja masih ada di dalam perut." Gerutu Bang Noven.

Suara Bang Noven cukup lembut tapi siapa sangka bayi Bang Jaya malah menangis kencang seakan daddy-nya itu memarahinya.

"Eehh.. jangan nangis, Daddy nggak marah." Kata Bang Noven sedikit panik.

"Aaahh lu Bang, kenapa jagoan ku di buat nangis??" Protes Bang Jay sambil mengambil kembali dari gendongan Bang Noven. "Aahh pantas nangis. Kaku begitu gendongnya, mungkin kata adek rasa-rasa di tidurkan di kayu kali ya."

"Kaku apa? Sudah lembut begitu." Bang Noven tidak terima Bang Jaya mengatai dirinya.

Si kecil pun di aduh oleh Irene dan Anggun. Kedua pria itu pun keluar.

:

"Aku belum bilang soal penugasan itu. Kamu sudah bilang sama Anggun?" Tanya Bang Noven.

"Belum. Kemarin Anggun sedang hamil besar, aku tidak berani membebani pikirannya. Mungkin setelah ini aku bilang sama Anggun Bang." Jawab Bang Jaya.

"Itu juga yang menjadi pikiranku. Aku tidak mau Irene banyak berpikir. Sejak kejadian itu Irene sering sakit. Hal sekecil apapun bisa masuk ke dalam hati. Nangis ku coba bicara pelan-pelan sama Irene. Tidak mungkin dia tidak tau sama sekali soal masalah ini, yang jelas jangan pernah memberi kabar mendadak yang membuat hati istri tidak siap." Kata Bang Noven.

...

Malam itu usai makan malam, di saat keadaan Irene sudah kenyang total. Bang Noven menyentuh tangan Irene.

"Dek.. kamu tau pasukan yang akan di kirim untuk Pamrahwan daerah pelosok perbatasan negara?" Tanya Bang Noven.

"Tau Bang. Ada apa?"

"Abang berangkat untuk jadi Dantimnya." Jawab Bang Noven.

"Apa Bang? Lalu bagaimana dengan kompi?"

"Empat hari lagi Jaya akan mengambil alih kemudian Abang segera berangkat." Kata Bang Noven.

Mata Irene berkaca-kaca namun ia menahan kuat perasaannya. Setelah kejadian yang lalu, dirinya benar-benar belajar untuk bisa kuat menjadi istri seorang tentara. "Berapa lama?"

"Tidak bisa di perkirakan, ini misi khusus. Kamu jaga anak kita baik-baik. Tenang dan jangan mikir macam-macam. Kalau ada kesempatan Abang pasti menghubungi mu." Bang Noven menyibak anak rambut Irene dan menyelipkan di belakang telinga. "Percayalah, Abang pun juga pasti memikirkan kamu, jika ada jodoh yang panjang, sejauh apapun itu pasti akan kembali lagi."

\=\=\=

Beberapa hari kemudian Bang Noven berangkat melaksanakan tugas yang di pasrahkan negara padanya. Irene pun turut mengantar kepergian sang suami demi menjaga ibu Pertiwi.

Sama persis seperti saat yang lalu. Hati Bang Noven merasa berat meninggalkan sang istri namun inilah jalan hidupnya. Bang Noven menekuk kakinya dan mengajak bicara calon bayinya yang masih ada di dalam kandungan.

"Sayangnya Ayah, jangan marah sama ayah ya Bang. Ayah pergi untuk negeri ini. Do'a kan Ayah segera kembali agar kita bisa segera bersama lagi..!!" Air mata Bang Noven hendak meluncur tapi ia menahannya.

Bang Noven segera memeluk Irene dengan erat dan sangat erat. "Pasrahkan semua pada Tuhan. Do'akan Abang..!! Abang sayang kamu dek..!!"

Irene tak bisa banyak berkata-kata. Semua terasa tercekat memenuhi rongga dada. Ia melepas genggaman tangan Bang Noven yang berlalu pergi dengan rasa yang teramat berat. Semakin tidak tahan dengan perasaannya, Irene setengah berlari mengejarnya hingga memeluk punggung suaminya itu. "Irene juga sayang Abang. Irene akan tunggu Abang pulang..!!"

Sejenak Bang Noven memejamkan matanya. "Kamu berhak bahagia sayang. Jika satu setengah tahun Abang tidak pernah kembali tanpa kabar yang jelas.. kamu boleh menikah. Abang ikhlas..!!" Ucap Bang Noven kemudian berlalu dan berlalu pergi bergabung bersama teamnya.

"Abaaaang..!!!!!!" Irene menjerit mendengarnya. Sungguh kata itu teramat sangat berat merasuk ke dalam dirinya. Bang Novra pun memeluk adik bungsunya.

"Jangan membuat sugesti pada diri sendiri. Do'akan suamimu pulang dan pergi dengan selamat..!!"

Berdiri di depan kesatrian kompi, mewakili Batalyon.. Letnan Enggano memberi penghormatan pada Letnan Novendra yang akan melaksanakan tugas negara.

...

Di hari pertama Bang Noven melaksanakan tugas, Irene terisak di rumahnya. Mama Laras dan Mama Rinjani selalu setia menemani Irene dan menenangkan bumil.

"Mama bersedia menemanimu disini ndhuk, jangan sedih ya..!! Kita tunggu Bang Noven sama-sama." Kata Mama Laras yang sebenarnya tidak tega melihat kerapuhan Irene, tapi mental seorang istri prajurit akan selalu di uji dengan hal seperti ini.

"Nanti Mama akan gantian menemani mu disini..!!" Janji Mama Rinjani juga ikut menghibur putrinya.

//

"Seberapa persentase bahayanya?" Selidik Papa Girish.

"Jika sesuai alur dan prosedur maka semua akan berjalan dengan aman Dan..!!" Jawab anggota disana.

"Mudah-mudahan di lancarkan segalanya Mas Gi. Hatiku ngenes sekali lihat bumil." Gumam Papa Seno yang ikut memantau keadaan Bang Noven.

"Aamiin Mas Sen."

.

.

.

.

1
ren_iren
keren
Sari Ana
Thor,,,kisah putrinya Kapten Seno ada ngga ya???
Kirana Putri
karya karya kak naray keren semua
Kirana Putri
Luar biasa
Si Memeh
menarik jalan cerita nya thor..komplit
fhittriya nurunaja
Luar biasa
Imaz Ajjah
jd ikutan nangis bacanya Thor...
Surabaya Honda
next Thor 😊👍
Surabaya Honda
next Thor, interesting
Surabaya Honda
awesome,, interesting Thor 😊👍
Julia sweet
tumben niy Thor biasanyà cerita ttg militer, army ganti anak santri..
Nor Mala
Luar biasa
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Nama irene nya diambil dr sebelah mana nya ya slnya namanya Diandra Sasikirana 🤔
Rahmah Rahmah
gk jelas
Surabaya Honda
Interesting Thor 👍
aurel chantika
aku mampir mak
aurel chantika
sabar bang🤣🤣🤣
salamah@dede
hhee.. 😂
salamah@dede
kayak nya seru ni..

saya mampir.... thor
🙏
Rahmah Rahmah
blm apa² udh lucu,tpi agak sedikit susah memahami bahasa nya,tpi gpp lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!