Akibat kalah taruhan dalam balapan liar, Kaisar harus kehilangan motor sport kesayangannya dan dihabisi oleh teman genk motornya karena meraup kerugian yang besar. Mereka pun membiarkan Kaisar Tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Untungnya Kaisar ditemukan oleh Syahla kemudian dibawa pulang ke rumah dan dirawat sampai pulih. Sayangnya, keberadaan Kaisar di rumah Syahla membuat Gus Faris (tunangan Syahla) naik pitam dan langsung memutuskan pertunangan mereka.
Untuk menghindari fitnah yang menyebar, akhirnya Syahla pun dinikahkan oleh Kaisar. Bagaimana kehidupan Syahla dengan Kaisar setelah menikah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AdindaRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KDRT
Jika saat sholat dzuhur dan Ashar Syahla tidak mendengarkan suara Kaisar membaca surat pendek, saat sholat maghrib ia mulai terpukau mendengar suara Kaisar yang mengalun sangat indah.
Nadanya membuat Syahla hampir menitikkan air mata saking merdunya. Bacaan Kaisar juga sangat fasih, seperti imam sholat yang ada di Mekah dan Madinah.
Seperti biasa, selepas sholat Syahla mencium tangan Kaisar dan Kaisar membalasnya dengan mengecup ubun-ubun kepala Syahla.
"Mas Kaisar!" panggil Syahla yang mulai membiasakan dirinya untuk dekat dengan Kaisar.
"Iya sayang, ada apa?" tanya Kaisar sambil mengusap pipi istrinya.
"Syahla gak nyangka kalo suara Mas Kaisar indah banget kayak imam Mekah. Syahla sampe berasa kayak lagi sholat di depan kabah loh mas!" puji Syahla membuat Kasir tersipu malu.
"Kamu nih lagi ngeledek mas ya?!" tanya Kaisar sambil mencolek dagu istrinya.
"Suara mas masih jauh lah kalo dibandingkan sama imam Mekah, sayang."
Kaisar pun langsung beranjak dari sajadahnya dan melipat nya tepat di depan wajahnya untuk menutupi wajahnya yang mulai memanas akibat pujian yang dilontarkan oleh Syahla.
Beberapa hari sebelum menikah dengan Syahla, Kaisar memang terus berlatih mengolah suaranya dengan berpaduan murottal dari Imam Sudais Yang ada di Mekah.
Suaranya memang sangat merdu, tapi karena ia sudah lama membaca Al-Qur'an dengan bersuara yang cukup keras mau tidak mau Kaisar terus berlatih agar Syahla sendiri tidak khawatir menjadi jamaah sholat dari mantan Preman sepertinya.
"Bukan ngeledek mas, Syahla ngomong serius loh!" tutur Syahla sambil melepaskan mukena nya.
"Tadi aja Syahla sampai mau nangis dengernya. bikin hati Syahla bergetar!" lanjut Syahla yang semakin gencar memuji suaminya.
Kaisar terus saja memalingkan wajahnya yang memerah dari pandangan Syahla yang terus menatap ke arahnya.
Hal ini membuat Syahla langsung paham jika Kaisar sedang tersipu malu saat mendapatkan pujian darinya.
"Ciee, Mas Kaisar kok jadi malu-malu gini sih? Lucu banget loh mas, ada preman yang malu-malu kucing kayak gini!" Syahla mulai berani meledek suaminya membuat Kaisar tidak bisa lagi menyembunyikan wajahnya yang merah merona dari Syahla.
Grab! Tangan Kaisar langsung melingkar memeluk Syahla dan mendekapnya dengan erat agar Syahla tidak bisa lagi memandangi wajahnya.
"Istri Mas sekarang udah berani ngeledek yaa! Mas baru tahu loh kalo kamu secerewet ini sayang!" tukas Kaisar membuat Syahla terkekeh pelan.
"Abis ternyata wajah mas lucu banget kalo lagi malu gituh! Kayak kepiting rebus!" balas Syahla.
Dengan gemas Kaisar menggendong tubuh Syahla ala koala dan membawanya duduk ke sofa besar di kamarnya.
"Duuuh! Mas Kaisar mau bawa aku kemana?" tanya Syahla sambil melingkarkan tangannya di leher Kaisar.
"Mau Mas hukum bibirnya yang udah bikin wajah Mas jadi kepiting rebus!" balas Kaisar sambil duduk di sofa dan memangku istrinya.
"Dih, masa baru berapa jam nikah, Syahla harus dapet hukuman sih?! Itu namanya KDRT Mas! Kekerasan Dalam Rumah Tangga!"
"Tapi hukuman dari Mas bakal bikin kamu ketagihan kok! Kan Mas Kaisar mau hukum pake bibir Mas juga!"
Blush!
Wajah Syahla kini gantian yang berubah menjadi merah merona. Ia langsung memalingkan wajahnya dari Kaisar.
Namun secepat kilat Kaisar menangkupkan kedua tangannya di pipi Syahla agar istrinya tidak berpaling.
"Ini namanya memang KDRT, sayang. Kehangatan Dalam Rumah Tangga!" bisik Kaisar tepat di telinga istrinya sampai membuat bulu kuuk Syahla meremang.
"Maaas,..."
Kaisar langsung melayangkan kecupan mesra yang singkat tepat di bibir ranum istrinya.
"Ada apa sayang?" tanya Kaisar sambil menaik turunkan alisnya.
"Jangan kayak gini dong!" protes Syahla sambil menundukkan kepalanya.
"Memangnya kenapa? Malu yaaa?" tanya Kaisar dengan nada menggoda Syahla.
Kali ini mau balas dendam dengan istrinya yang sudah membuatnya tersipu malu.
Syahla pun menganggukkan kepalanya dan Kaisar justru menarik tengkuk leher istrinya dan kembali mendaratkan ciumannya.
Ciuman Kaisar kali ini terasa begitu hangat dan Syahla benar-benar tidak ingin mengelak dari pagutan suaminya. Ia benar-benar menikmati ciuman Kaisar yang membuat tubuhnya bergetar hebat seperti terkena setruman.
Dan saat Kaisar mulai melepas pagutannya, Syahla langsung salah tingkah. Terlebih ketika Kaisar mengusap bibirnya yang basah.
"Manis banget, kayak buah cerry!" ucap Kaisar.
"Massaaaa sih?!" balas Syahla sambil mencoba untuk beranjak dari pangkuan Kaisar.
"Mau kemana sih sayang?" Kaisar menahan tubuh istrinya agar tidak pergi. "Kayak belut gini sih gak bisa diem!"
"Aku mau duduk sendiri aja Mas. Gak nyaman kalo lama-lama dipangku begini!" balas Syahla membuat Kaisar langsung menundukkan kepalanya dan melihat sarungnya sendiri.
"Ooooh, karena ini ya?" tanya Kaisar sambil menunjuk ke arah miliknya yang sudah tegak berdiri.
"Iiiiiih, Mas Kaisar nih m35um banget sih!" gerutu Syahla yang langsung beranjak dari Kaisar dan langsung berlari ke arah kamar mandi.
Kaisar hanya tersenyum melihat istrinya tersipu malu seperti itu. Ia pun langsung mengusap dadanya pelan sambil mengatur nafasnya yang sebenarnya sudah tidak beraturan setiap berada di dekat istrinya.
"Ternyata menikah itu seindah ini yaaa. Sesak nafas aja rasanya enak banget, malah inginnya sesak aja terus tanpa berhenti!" gumam Kaisar sambil merapikan sarungnya yang sedikit berantakan.
"Ini juga nih pake acara berdiri di waktu yang tidak tepat. Jadi lari kan istriku!"
Sambil menunggu Syahla keluar dari kamar mandi, Kaisar pun melepas sarungnya dan menggantinya dengan celana pendek.
Tak lama kemudian pintu kamar mandi pun terbuka dan Syahla keluar dengan wajah yang sudah dibasuh dengan air wudhu.
"Loh, kok udah wudhu? Kan waktu isya masih sepuluh menit lagi!"
"Masih ada waktu kan buat kita bermanja-manja, sayang!" tutur Kaisar.
Namun, ia cepat-cepat meralatnya. "Eh, gak papa deh. Sepuluh menit untuk persiapan sholat isya, biar malam pertamanya nanti bisa lama!"
"Tunggu mas wudhu dulu ya sayang!" Kaisar pun langsung masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Syahla kini harus menghela nafasnya panjang.
"Huuuh, maksud hati pingin lepas dari godaan Mas Kaisar, ini kok malah kayak aku yang kasih waktu buat malam pertama yang panjang!" gumam Syahla sambil meraih mukena nya dan memakainya.
"Emmm, gimana yaa biar Mas Kaisar gak ngajakin ehem ehem dulu. Masa' iya sih baru sholat isya langsung tancap gas!"
"Astaghfirullah Syahla, kamu mikirin apa sih!" rutuk Syahla pada dirinya sendiri.
"Mau sholat isya malah jadi mikirin yang enggak-enggak gini!"
Syahla pun menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Kini ia mula merasa tenang tepat saat Kaisar keluar dari kamar mandi.
Kaisar sama sekali tidak membahas tentang Kemesraan mereka berdua sebelumnya. Ia justru tampak sangat berwibawa dengan tetesan air wudhu yang membasahi mukanya.
"Sayang, mukena nya dibetulin dulu tuh! Rambutnya masih ada yang kelihatan."
Syahla pun langsung menghadap ke meja rias dan membetulkan mukenanya.
"Makasih banyak ya Mas, udah di ingetin."
"Sama-sama sayang!"
Keduanya pun mengerjakan sholat isya berjamaah dengan khusyu'.
💞💞💞
Sambil menunggu cerita selanjutnya, mampir yuk ke Novel bestie aku
jgn kumat lg ya gus faris
Sok Suci kali nihhh
karena dr penjelasan syauqi sdh bisa ditebak sifat tdk bijaksana'a...
ga pantas menyandang gelar GUS
ilmu agama darimana dptkwn nih si GUS,dan main tuduh tanpa ada bukti...
kgn nama Gus Faris tp aGUS aja...
bikin ribet agama aja