Sebuah kisah dimana seorang jenderal Demonic gugur di era kehancuran, namun keberuntungan membuat dirinya bereinkarnasi dan kembali ke masa lalu.
Bagaimana perjalanannya?
Staytoon terus yah!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 - Mata Indah!
Didalam perjalanan menjalankan misinya bersama Lin Zhou, Qionlin, dan Tang Rui. Lin Chen akhirnya berhasil melewati perbatasan wilayah klan Lin dan memasuki wilayah pegunungan dan hutan yang luas.
Lin Chen menyuruh Qionlin untuk beristirahat karena kudanya sudah mulai kecapean dan hari jiga sudah mulai gelap.
Sebenarnya perjalanan malam pun Lin Chen lalui tapi melihat kondisi kudanya yang butuh istirahat membuat Lin Chen untuk beristirahat.
Akhirnya Lin Chen pun berhenti dan menemukan tempat yang pas untuk mendirikan tenda dan berniat untuk beristirahat malam itu juga.
Setelah mendirikan tenda, Lin Chen bergegas untuk mencari makanan di hutan yang bisa diolah menjadi makanan.
Walaupun dilarang oleh Lin Zhou karena kekhawatirannya, namun Lin Chen tetap pergi mencari makanan.
Lin Chen bergegas menyusuri hutan dan menemukan seekor burung hutan yang besar dan jarang ditemukan di daerah pemukiman manusia.
Lin Chen mengejarnya sampai masuk ke hutan yang dalam dan berhasil mengenai sebuah lemparan pisau ke burung itu.
Walau berhasil, akan tetapi Lin Chen terjatuh disaat melompat dan tidak memperhatikan jalan didepannya.
Memang Lin Chen saat itu terlalu fokus karena jarang sekali menemui burung hutan tersebut. Hingga menyebabkannya tidak fokus memperhatikan jalannya karena memang hari sudah gelap.
"Untung saja aku tidak mendapatkan cedera! Sialan ini tinggi sekali," ucap Lin Chen berdiri dengan keadaan lusuh.
"Ini ada dimana? Aku tidak mengingat ada tempat seperti ini di kehidupanku dulu," ucap Lin Chen melihat di sekitarnya banyak pohon lebat dan tinggi.
"Aku harus kembali ke kakak Zhou, tapi..." Lin Chen melihat tebing itu begitu tinggi bahkan dengan kekuatannya sekarang masih tidak bisa untuk terbang ataupun menggunakan teknik meringankan tubuh.
"Ah sial gara gara burung ini membuatku bertindak ceroboh, ah Lin Chen ingat umur jiwamu yang sudah dewasa!" Lin Chen memaki maki dirinya sendiri karena dengan hal kecil seperi itu saja tidak diperhatikan dengan baik.
Lin Chen terpaksa harus menyusuri hutan itu dan mencari sebuah tempat yang aman agar dirinya dapat istirahat serta memulihkan lukanya.
"Sepertinya ini tempat yang pas!" Lin Chen melihat sebuah tempat yang cocok untuk digunakan sebagai tempat istirahat.
"Untung saja aku membawa pil pembentuk tubuh yang dapat aku gunakan memulihkan kembali tubuhku," ucap Lin Chen kemudian mengeluarkan pil pembentuk tubuh untuk memulihkan nyeri nyeri yang ada di tubuhnya.
Lin Chen menelan pil itu dan fokus duduk untuk memulihkan keadaannya.
Beberapa menit kemudian akhirnya Lin Chen sudah hampir pulih sepenuhnya, tinggal beristirahat yang cukup membuat tubuhnya dapat berenergi kembali seperti sebelumnya.
Saat Lin Chen beristirahat dan duduk tiba tiba dimalam yang hening itu sebuah anak panah melesat dengan cepat ke arah Lin Chen.
Lin Chen yang sedang duduk dan merasakan kecepatan panah itu tiba tiba melihat dan reflek.
Namun Lin Chen tidak sempat menghindar karena kecepatan anak panah itu melesat dengan sangat cepat.
"Aghhh.!" Lin Chen merasa kesakitan karena panah itu mengenai tubuhnya. Dan untung saja anak panah itu mengenai bahunya dan tidak mengenai titik vitalnya.
"Ugh sialan, siapa kau! Tunjukkan dirimu!" Ucap Lin Chen teriak kesakitan dan baru kali ini merasakan sebuah anak panah dengan kecepatan yang luar biasa melesat.
Namun sia sia saja Lin Chen teriak, sosok yang mengenainya menggunakan panah tidak muncul dan masih tetap bersembunyi.
"Jangan jadi pengecut disitu dan tunjukkan dirimu!" Ucap Lin Chen teriak agar sosok itu muncul.
Di dunia persilatan, ada pendekar yang sangat dibenci oleh seluruh pendekar di dunia persilatan bahkan para faksi jahat pun sangat benci dengan pendekar itu.
Pendekar tersebut merupakan pendekar dengan bersenjatakan sebuah panah, dimana pemanah memiliki keunggulan lebih besar karena bisa menyerang dari jarak jauh dan sekali menyerang dapat membunuh seseorang ataupun membuat seseorang terluka parah.
Namun hal ini sangat berbeda daripada di kehidupan sebelumnya, kekuatan dari anak panah ini dirasakan Lin Chen memiliki energi yang begitu kuat serta energi yang terpancar seperti energi pendekar suci.
"...."
Sosok yang berada di kegelapan itu dan tersembunyi memiliki mata yang sangat indah berwarna biru,
Lin Chen yang kesakitan berusaha mencabut anak panah itu. Namun tiba tiba saat Lin Chen berusaha mencabut anak panah tersebut tiba tiba kepalanya merasakan pusing.
"Ra... racun?"
Lin Chen berhasil mencabut anak panah itu namun matanya dan kesadarannya perlahan lahan memudar.
Namun di sela sela itu, Lin Chen memiliki sedikit energi mengambil sebuah pill penawar seribu racun dan melemparnya ke mulutnya.
Untung saja, berkat pill itu Lin Chen akhirnya tersadar kembali, akan tetapi efek racun yang ada di tubuhnya masih ada walaupun kesadarannya sudah mulai kembali tetapi tubuhnya masih belum bisa digerakkan.
Di kejauhan di dalam kegelapan.
"Bagaimana tuan putri?" Ucap seorang pria dengan ciri ciri kulit berwarna putih dan wajah cantik yang menggunakan pedang.
"Sepertinya orang asing itu sudah pingsan, ayo kita pergi kesana," ucap seorang wanita muda dengan ciri ciri telinga yang lancip dan wajah lebih cantik dibandingkan pria itu serta bersenjatakan sebuah panah.
"Tapi tuan putri?" Ucap pria itu yang masih ragu ragu.
"Tidak apa apa, aku yakin racun itu pasti membuatnya pingsan dan lumpuh untuk sementara waktu."
Wanita itu kemudian berjalan menuju ke arah tubuh Lin Chen bersama dengan pria itu serta dengan kewaspadaan yang tinggi.
"Tuan putri, sepertinya racun itu telah bekerja sepenuhnya, apa yang akan anda lakukan kepada manusia asing ini?" Tanya pria itu kepada tuan putrinya.
"Ikat dan bawa dia ke kediaman kita," ucap tuan putri memberi perintah kepada bawahannya.
"Tapi tuan putri.. apakah tidak berbahaya jika membawa manusia asing ini ke wilayah kita?" Tanya sang bawahan masih ragu ragu karena baru kali ini pertama kali seseorang bisa masuk ke wilayah mereka tanpa izin.
"Tidak, aku yakin dia tidak akan bergerak dengan racun pelumpuh tubuh sementara itu, dan aku yakin dengan ikatanmu membuatnya tidak akan bisa lepas semudah itu, dan aku melihat dia seperti bukan seorang kultivator melainkan seorang manusia yang hanya pandai menggunakan pedang," ucap tuan putri menbuat bawahannya menuruti permintaannya.
"Baik tuan putri."
malah di buat kek gini
skip lah
emang gak ada ya waktu itu...?
lanjuttt up nya dongg. lg seruuu
di novel toon ampir 90% rata2 penulis di novel toon GK ada yg kelar ntah knpa kendala yg di hadapi penulis sampe sekarang banyak karya pada GK kelar jdi sayang liat nya