IG : Srt_tika92
Adrian Putra Haidar adalah Pria tampan berprofesi sebagai sutradara terkenal, dia pria yang memiliki banyak kekasih. Tidak sedikit wanita yang mengejarnya demi popularitas.
Dunianya berubah saat menikahi gadis cantik akan kesederhanaan nya yaitu Elsa yang baru di kenalnya. Pernikahannya terjadi karena suatu kesalahan.
Akankah pernikahan mereka berjalan semestinya?
Apakah cinta akan tumbuh di antara mereka?
Ini karya ke 2 ku
Baca juga karya pertama ku yang berjudul Cinta Pertama Ceo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epilog
Umar sudah bersiap untuk mengajak Karin jalan jalan hari ini, sesuai janjinya kemarin malam.
Ketika Umar keluar rumah bersiap menjemput Karin, Umar di kejutkan melihat Karin yang baru saja turun dari mobilnya di antar oleh supirnya.
Karin ternyata datang lebih cepat datang kerumah Umar, karena Karin dari tadi malam sudah tidak sabar menemui Umar.
Dan Karin sengaja tidak membawa mobilnya agar bisa naik motor berboncengan dengan Umar.
" Karin, padahal aku mau jemput kamu. " ucap Umar.
" Hehe.. gak apa. "
" Emm.. tapi jalan sama aku pake motor gak apa kan? aku belum punya mobil. " ucap Umar.
" Iya Umar, aku lebih senang pake motor biar bisa lebih dekat sama kamu. "
" Yaudah, mau jalan sekarang atau mau masuk ke dalem dulu. " tanya Umar.
" Emm.. jalan sekarang aja deh.. "
Mereka berdua pun jalan menaiki motor Umar menuju suatu tempat. Karin dengan begitu manjanya melingkarkan kedua tangannya di perut Umar dengan alasan takut jatuh, padahal hal itu sudah dia rencanakan sedari awal. Dari yang tidak membawa mobil untuk bisa berboncengan dengan Umar dan memeluk tubuh Umar.
Karin begitu bahagia saat bersama Umar, meski tidak ada kemewahan yang biasa dia nikmati. Cukup bersama dengan Umar membuat Karin senang tiada tara.
Cukup lama Umar melakukan perjalanan, hingga motor Umar berhenti di suatu tempat.
" Karin, kita udah sampai. " Umar melepaskan helmnya.
" Oh.. " Karin pun turun dari motor.
Umar membantu melepaskan helm yang di pakai Karin. Tidak lupa membantu merapihkan rambut Karin yang terlihat berantakan karena memakai helm.
" Maaf ya rin jadi berantakan. Kamu jadi kepanasan naik motor. " ucap Umar.
" Iikkhh.. aku senang kok Mar, "
" Ayo.. " Umar mengajak Karin dan menggandeng tangannya untuk mengikuti langkahnya menuju sebuah saung dengan pemandangan Danau di depannya.
Karin sangat senang melihat Umar menggandeng tangannya.
" Rin, gak apa kan kita kesini. disini tempat paling asik buat ngobrol. aku belum bisa ajak kamu ke tempat yang mahal. " ucap Umar.
Karin menghentikan langkahnya yang membuat Umar segera membalikan tubuhnya menghadap Karin. " Umar, jangan ngomong gitu lagi, aku suka kok kemana pun kamu bawa aku. sekali pun kamu bawa aku ketempat paling sederhana di dunia ini. "
Umar tersenyum mendengar perkataan Karin. " Iya Rin, terimakasih. "
Mereka duduk di sebuah saung dan menikmati pemandangan sebuah Danau buatan yang terlihat sangat indah, banyak sekali burung burung yang berterbangan di sekitarnya, membuat suasana semakin asri.
" Rin, kamu suka tempat ini? " Umar.
" Aku suka, adem banget disini. "
" Syukur deh kamu suka. aku jadi gak nyesel ngajak kamu kesini. "
" Makasih ya Mar, udah ngajak aku ke tempat ini. " Karin.
Umar mengangguk. Umar yang begitu dekat dengan wajah Karin terdiam sejenak, mengagumi wanita cantik yang ada di hadapannya sekarang. Ada rasa yang berbeda ketika berdekatan dengan Karin yang membuat jantungnya berdebar lebih cepat.
Begitu juga dengan Karin yang juga merasakan hal itu, setiap kali dekat dengan Umar dirinya merasakan debaran jantung yang sangat cepat.
" Umar, boleh aku ngomong sesuatu sama kamu. " ucap Karin.
" Ngomong apa? "
" Sepertinya aku menyukai mu. " ucap Karin tanpa malu.
Umar terkejut dengan pernyataan Karin. Dirinya pun merasakan hal yang sama, namun Umar tidak berani mengungkapkan perasaannya, karena merasa dirinya tidak pantas untuk Karin.
Karin dan dirinya sangat berbeda jauh, kehidupan Karin begitu berbanding balik dengan kehidupan Umar.
Umar takut kalau tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk Karin dan membuat Karin mengalami kesusahan dalam menjalani hidup dengannya.
Karin yang tadinya semangat, terlihat murung ketika Umar tak kunjung membalas cintanya dan hanya diam tanpa berkata sepatah kata pun.
" Rin, "
" Cukup! aku gak mau denger lagi. aku tau jawaban mu. " ucap Karin dengan wajah yang sudah terlihat sedih.
" Maaf. " lirih Umar.
Karin tak kuasa menahan air matanya. " Aku tau, kamu gak mau sama aku kan! karena status ku yang jan-- "
" Sssttt... " Umar menutup mulut Karin dengan telunjuknya. " Jangan ngomong kaya gitu. aku gak masalah dengan status mu itu. aku hanya takut gak bisa buat kamu bahagia dengan keadaan aku. " ucap Umar.
" Umar, aku bahagia sama kamu, bahagia akan kesederhanaan kamu. aku gak masalah hidup seperti kamu. " ucap Karin.
Umar membawa Karin kedalam pelukannya. " Terimakasih Rin, aku janji, aku akan hidup lebih baik untuk membahagiakan kamu. "
" Aku mencintaimu Karin. " ucap Umar.
" Beneran? " ucap Karin.
" Iya. aku mencintaimu. "
" Kamu gak bohong kan, gak cuma bikin aku seneng doang kan? " Karin.
" Bener Karin. " Umar.
Karin terlihat senang dengan jawaban Umar. Dia senang akhirnya cintanya terbalaskan.
Cup. Karin tiba - tiba mengecup bibir Umar.
Saat Karin ingin melepaskan kecupannya, dengan cepat Umar menarik tengkuk Karin dan menahannya. Umar pun tidak tinggal diam dan melummat bibir Karin.
Kali ini Umar tidak mau kehilangan kesempatan nya, kebiasaan Karin yang mengecupnya tiba - tiba membuat Umar siap siaga menyambutnya.
" Berarti kita resmi jadian nih. " ujar Karin dengan wajah yang merona.
Umar mengangguk disertai senyuman manisnya.
" Asik.. " ucap Karin kegirangan.
Umar terkekeh melihat tingkah Karin.
" Jadi aku boleh dong manggil kamu mas kaya Nisa. " ucap Karin malu malu.
" Boleh, "
" Mas.. "
" Hem. "
" Mas Umar.. "
" Iya ada apa? "
" Gak cuma pengin manggil aja. mas Umar... "
Mereka berdua pun saling tertawa bahagia.
End..
*
*
*
Lanjut lagi gak nih..???
Kalau kalian mau lanjut baca cerita ini,
komen ya di bawah.... Author dengan senang hati melanjutkan kisah cinta mereka.