seorang mahasiswi cantik, bernama queeneira wijaya, yang tinggal bersebelahan dengan seorang pemuda tampan lulusan Akpol.
hati kewanitaannya mulai bergerak untuk meluluhkan pria pendiam dan dingin itu
mungkinkah gadis periang itu bisa mencuri perhatian seorang aska prayoga.???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tanpa dia
malam semakin larut, sisa rintik rintik hujan masih saja turun membasahi segala yang ada di bawahnya.
baru jam delapan lewat 20 menit, tapi mata aska sudah terasa berat untuk terbuka.
sedangkan queen masih ingin di temani untuk bicara.
"ck.. emang mas semalem pulang jam berapa sih? jam segini udah ngantuk aja." queen cemberut saat aska kembali membuka mulutnya karena rasa kantuk.
"saya pulangnya belum tengah malam ra.. tapi nggak tidur sampe subuh" queen menyipitkan matanya, rasa tak percaya dengan jawaban aska.
"ngapain enggak tidur, ada ada aja sih"
"karena kamu. pintu kamu nggak di kunci, takut ada apa apa jadi saya tungguin."
queen tertawa mendengarnya. "aku mah emang jarang kunci pintu mas kalo di rumah. haha... " bahagia nya queen mendengar jawaban aska yang tersiksa karena dirinya.
"jangan gitu ra.. kamu perempuan. harus jaga diri" aska sedikit kesal karena kelakuan ceroboh gadis kesayangannya.
"ngapain juga, kan udah ada yang jagain aku"queen tersenyum bangga.
"dasar kamu.." aska mencubit gemas hidung queen. sampai queen kesakitan dan mengaduh. "sakit tau mas..." ucapnya setelah aska melepaskan cubitannya.
hidung mancung queen yang tadi nya berwarna putih, berubah menjadi merah di sudut atas nya. membuat aska semakin gemas. ingin mencubitnya lagi, tapi ia urungkan karena rasa kasihan.
queen masih saja sibuk memainkan gadget nya , membalas pesan masuk dari arya. aska melirik tajam ke arah layar ponsel queen. setelah melihat queen selesai membalas pesan, aska merebutnya, mematikan ponsel queen dan meletakkannya di atas meja.
"mas.. apaan sih?" queen kesal tak terima dengan sikap aska yang tiba tiba.
"bisa nggak, malam ini kita berdua aja. jangan ada yang lain.." jawab aska sambil menatap lekat manik mata queen. sorot matanya terlihat tegas dan meminta. membuat queen hanya diam tak menjawab.
baru kali ini aska terlihat begitu serius, dan posesif. melihat itu awalnya queen merasa takut, tapi sejurus kemudian ada sesuatu trik yang terbesit di benak queen.
queen memajukan bibirnya dengan ekspresi kesal. "emang nggak bisa apa ngomong baik baik."
"iya... maap maap ya ira..." aska membujuk queen, melihat gadis kesayangannya terlihat kesal.
"nggak." jawab queen tegas. "katanya mas sayang sama aku apa ada nya, liat aku chat ama arya aja udah nggak suka"
"bukannya gitu sayang... iya dah saya minta maap nggak akan ngulangin lagi. boleh?" queen masih enak dengan posisinya yang berbaring di atas pangkuan aska.
tangan aska juga masih setia membelai lembut rambut queen.
"boleh... tapi aku mau minta satu hal, gantinya aku nggak mainin handphone." senyum queen seperti menyembunyikan sesuatu.
aska menjawab dengan ragu. "apa?" takut queen meminta hal yang aneh aneh.
"hehe...." queen tertawa, menggantungkan jawabannya, yang mana malah membuat aska semakin penasaran. "apa ira?"
"kiss nya dong...." pinta queen dengan wajah memelas.
tapi , cowok itu malah diam. dengan ekspresi datar dan tanpa jawaban. membuat queen yakin bahwa cowok di hadapannya menolak keinginan queen itu. queen mendengus kesal. memilih memutuskan pandangannya dan memiringkan tubuhnya menghadap kearah lain. pandangannya ia tujukan ke lantai bawah.
"yang lain aja. jangan yang itu" akhirnya suara aska terdengar, sambil mengusap pipi queen dengan ibu jarinya.
"enggak. aku cuma mau itu" rengekan queen persis seperti anak kecil yang meminta di belikan permen .
"ra... jangan aneh aneh deh" aska mulai kehabisan kesabaran.
"yaudah aku pulang aja. minta sama arya" queen beranjak bangun. ketika ia menyebut nama arya, sengaja ia tekankan di hadapannya aska.
"ra." aska menarik kencang tangan queen. "jangan ngerusak suasana deh" lanjut aska yang hampir kehilangan kesabarannya.
"aku nggak. mas nya aja yang ngerusak, awas aku mau ketemu arya aja." queen menepis kasar tangan aska, dan mengambil ponsel milik nya.
aska kembali menarik tangan queen, membuat queen kembali menghadap nya.
"udah saya bilang jangan bawa orang lain." mata aska terlihat sangat kesal. sepertinya kemarahan nya sudah di puncak, terdengar dari suaranya yang mulai meninggi.
queen diam terpana, rencana yang tadinya ingin membuat suasana menjadi lebih hangat, malah kebablasan menjadi situasi yang panas.
emosi queen ikut terpancing, mendengar suara aska yang tinggi seperti membentak dirinya. queen benar benar ingin pulang saat ini.
ia kembali melepaskan pegangan tangan aska yang dirasa nya semakin kuat.
ya, seperti biasa. aska tidak akan membiarkan queen pulang jika sedang emosi. seperti saat ini, aska lebih memilih mengalah. entah karena kasian terhadap queen, atau hasrat dalam dirinya yang mengalahkan logika nya.
aska menarik kembali tangan queen, membuat tubuh mereka hanya berjarak beberapa senti. ia menangkup dagu queen, dan menempelkan cepat bibir nya dengan bibir queen.
sambil memejamkan mata, aska merasakan getaran di hatinya, rasanya tidak ingin ia lepaskan. ciuman tanpa lumatan, bibir keduanya hanya menempel, tapi aska menekannya. menyalurkan segala hasrat di hatinya.
tidak lama aska melepaskan pelan bibirnya, menggantikannya dengan menyatukan kening mereka.
"maaf ra..." suara aska parau. dirinya seperti menyesali, tapi hati dan tubuhnya sangat menikmati.
queen diam tidak menjawab. masih syok, rasa tak percaya lelaki kaku di hadapannya saat ini, mau menuruti keinginan queen.
sadar dari lamunan nya, queen mengalungkan kedua tangannya di leher aska. berjinjit, mencoba menggapai bibir aska dan menyatukan nya kembali.
awalnya aska menolak. menarik tubuh queen untuk menjauh. tapi queen tidak menyerah begitu saja. ia berikan aska kecupan kecil sekali, melihat mata aska, dan memberika nya sekali lagi.
hingga aska merasakan sensasi lain di hatinya. bibir queen terasa seperti candu. ia balas kecupan kecupan kecil itu, hingga bibirnya tak lagi merasa puas hanya dengan kecupan.
perlahan ia ***** bibir bawah queen, berganti dengan yang atas. memutus ciuman singkat itu sebentar, kemudian melumatnya lagi dengan rasa yang lebih intens.
queen benar benar tak percaya, lelaki yang ia pikir selama ini kaku, ternyata mampu memberikan getaran di hatinya hanya karena lumatannya yang terasa dahsyat.
mengerti caranya memainkan lidah nya hingga masuk, mengabsen isi dalam mulut queen.
ciuman aska yang begitu memburu, membuat queen seperti kehabisan nafas.
queen memberikan kode dengan memukul pelan pundak aska. lelaki yang tengah menikmati ciuman panas itu, melepaskan pangutannya pelan, kemudian membuka matanya.
kening mereka tak lagi bersentuhan. tapi aska menjatuhkan dirinya di atas sofa dengan kasar.
wajah nya seperti menyesali kejadian yang tanpa di duga tadi.
queen bingung. padahal tadi ia yang mengintervensi.
"kenapa mas?" tanya queen yang juga duduk di sebelah aska, mengusap pelan bahu cowok itu.
"maafin saya ra....," ucapnya dengan lirih.
"kenapa minta maaf.. aku nggak papa ko." queen menenangkan.
"ini yang saya takutin s'lama ini. makanya saya nggak pernah mau cium kamu. saya takut nyakitin kamu"
mendengar itu, sebenarnya queen ingin sekali tertawa terbahak bahak.
apanya yang nyakitin, gue malah demen.... batin queen.
"aku nggak papa mas..." sekali lagi queen mencoba memberikan pengertian dengan mengusap halus pundak aska.
aska menatap manik mata queen , masih dengan sorot yang penuh penyesalan.
"tidur yuk, saya ngantuk" titah aska. yang tentu saja membuat queen terkejut.
apa????? jangan jangan..... dia mau ngelanjutin yang tadi.
ga mungkin banget, ini aja udah kaya ngebobol perawan. apalagi kalo ngebobol beneran. heuh... panik nya kaya apa nih orang.
queen berkutat dengan hatinya dalam lamunan.
aska menyadarkan lamunan queen. sekali lagi mengajak nya untuk menyudahi malam yang semakin larut ini.
"aku nginep lagi disini mas???" queen memastikan.
"kalo kamu mau... kalo nggak mau juga nggak papa kok " aska berkata sambil berjalan masuk kedalam ruangan yang biasa ia gunakan intyuk tidur. meninggalkan queen yang masih duduk di sofa mencerna ucapan aska.
menyadari aska sudah tidak ada di sebelahnya, queen stengah berlari menyusul aska yang sudah berbaring di atas kasur nya..
**semoga malam kalian menyenangkan ya aska dan queen..**
*oke... aku minta like dan komen kalian ya??
terlalu serakah nggak sih??? 🤔
🤭
🤭
❣️
❣️
sudah tamat atau masih lanjut Thor ?
koq sampai skarang nggak Up ?
Tolong diperhatikan Thor kalo buat cerita, jangan di gantung ceritanya 🤔🤔
kan penasaran Thor 🤭😁
Linduuuuuu MaMas Lana😢😢😢