NovelToon NovelToon
TERBUNGKUS Waktu RAHASIA Suamiku Season 2

TERBUNGKUS Waktu RAHASIA Suamiku Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berondong / Balas Dendam / Berbaikan / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:661
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Mandala, pemuda tampan berusia 24 tahun dari kampung di seberang kota, bekerja sebagai sopir pribadi di sebuah perumahan elit. Tanpa diketahui siapa pun, pekerjaannya bukan sekadar mencari nafkah melainkan jalan untuk menemukan jati dirinya.
Mandala menyimpan kebencian mendalam pada ayah kandung yang tak pernah ia kenal, pria yang ia yakini telah menghancurkan hidup ibunya hingga mengalami gangguan jiwa. Ketika ia ditugaskan mengantar Keyla, putri cantik seorang konglomerat, Mandala yakin takdir sedang memihak dendamnya. Keyla adalah anak dari pria yang ia sebut Ayah.
Cinta pun ia jadikan senjata. Mandala berniat membalas luka masa lalu dengan membuat Keyla jatuh cinta padanya. Namun seiring waktu, perasaan yang tumbuh tak lagi bisa dikendalikan, dan rencana balas dendam perlahan runtuh.
Saat Mandala hampir menuntut pertanggungjawaban, Kenyataan mengejutkan terungkap.

Bagaimana kebenaran tentang Mandala dan bagaimana kisah cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan niatnya

Mandala menggeleng pelan.

“Nggak apa-apa,” jawabnya ringan. “Aku ngerti.”

Mereka berjalan berdampingan menyusuri lorong kampus. Suara langkah kaki mahasiswa lain, obrolan ringan, dan derit pintu kelas menjadi latar yang kontras dengan sisa ketegangan yang masih menggantung di antara mereka.

Keyla melirik Mandala sekilas. “Aku nggak bermaksud ngerendahin kamu,” tambahnya, kali ini lebih pelan. “Cuma… itu cara paling cepat biar dia berhenti.”

Mandala tersenyum tipis. “Tenang aja. Aku nggak tersinggung.”

Itu bukan sepenuhnya bohong. Ia memang tak tersinggung setidaknya bukan pada Keyla. Kata sopir sudah ia terima sejak awal, bahkan sebelum ia benar-benar duduk di balik kemudi mobil itu. Yang terasa menekan justru hal lain: betapa mudahnya satu label bisa mengunci jarak di antara mereka, seolah posisinya memang tak pernah dimaksudkan untuk sejajar.

Keyla menghela napas. “Erga belakangan gampang marah. Aku juga capek.”

Mandala tidak langsung menjawab. Ia memilih mendengarkan.

“Kadang aku ngerasa,” lanjut Keyla, suaranya menurun, “dia lebih sibuk sama rasa curiganya sendiri daripada percaya sama aku.”

Mandala menoleh sekilas, lalu kembali menatap lurus ke depan. “Mungkin dia takut kehilangan,” ujarnya hati-hati.

Keyla tersenyum kecil, tapi senyum itu tak sampai ke matanya. “Atau mungkin dia cuma pengen punya kendali.”

Kalimat itu menggantung di udara beberapa detik.

Mereka berhenti di depan gedung fakultas. Mahasiswa mulai masuk ke kelas masing-masing. Di depan pintu, Keyla berhenti melangkah.

“Makasih ya,” katanya tiba-tiba.

Mandala mengernyit. “Buat apa?”

“Udah diem,” jawab Keyla jujur. “Nggak semua orang bisa nahan diri kayak kamu.”

Mandala tersenyum tipis. “Kadang diem itu pilihan paling aman.”

Keyla menatapnya agak lama, seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi urung. “Aku masuk dulu. Ketemu di kelas.”

“Iya,” jawab Mandala.

Keyla berbalik dan masuk ke dalam gedung. Mandala menunggu sampai punggungnya menghilang di balik pintu kaca, baru kemudian melangkah pelan ke arah kelasnya yang sama.

Namun langkahnya melambat.

Kata-kata Keyla barusan terus terngiang di kepalanya. Takut kehilangan. Kendali. Ia mengenal pola itu lebih baik dari siapa pun ia tumbuh dengan bayangan laki-laki yang menghilang, meninggalkan ibunya dalam kehancuran yang tak pernah benar-benar pulih.

Bayu Pratama.

Nama itu kembali muncul, seperti bayangan yang tak pernah mau pergi.

Mandala mengepalkan tangan sebentar, lalu melepaskannya.

“Fokus,” gumamnya lagi, lebih tegas dari semalam.

Ia masih berada di tahap awal. Terlalu awal untuk menarik kesimpulan. Terlalu awal untuk membiarkan perasaan lain mengaburkan niatnya.

Namun satu hal mulai ia sadari dengan jujur semakin dekat ia pada keluarga Pratama, semakin sulit baginya menjaga jarak yang ia rencanakan.

Dan Keyla… tanpa ia minta, tanpa ia rencanakan, sudah berdiri tepat di garis yang paling berbahaya itu.

Mandala melangkah masuk ke kelas. Ia sekilas menoleh pada Keyla yang sudah duduk bersama temannya di bangku belakang Mandala.

Tak lama Erga masuk, ia masuk dengan tatapan tak seperti biasa pada Mandala.

Erga masuk ke kelas dengan langkah yang sedikit lebih berat dari biasanya. Kursi-kursi sudah hampir terisi, suara obrolan mulai mereda ketika dosen belum juga datang. Namun perhatian Mandala tertarik pada satu hal tatapan Erga.

Tatapan itu tidak lagi sekadar marah.

Ada sesuatu yang lebih gelap di sana.

Erga berhenti sejenak di ambang pintu, matanya menyapu ruangan, lalu berhenti tepat pada punggung Mandala. Rahangnya mengeras. Bibirnya menegang seolah menahan kata-kata yang tak sempat ia lontarkan di luar tadi.

Mandala merasakannya.

Ia tidak menoleh, tapi ia tahu. Ada tekanan samar di tengkuknya, sensasi familiar yang muncul setiap kali seseorang menatapnya bukan sebagai manusia, melainkan sebagai masalah.

Erga akhirnya melangkah masuk, duduk dua baris di belakang Mandala tepat di samping Keyla.

Kursi itu kosong sebelumnya.

Keyla menoleh sekilas, lalu kembali memfokuskan diri ke depan. Tidak ada senyum. Tidak ada sapaan. Jarak yang ia ciptakan kali ini terasa sengaja.

Mandala menarik napas pelan.

“Tenang,” batinnya. “Ini kampus. Bukan medan perang.”

Dosen masuk. Kelas dimulai. Slide presentasi menyala di layar. Suara pena dan ketukan laptop memenuhi ruangan.

Namun konsentrasi Mandala tak sepenuhnya utuh.

Ia bisa merasakan Erga di belakangnya gelisah, bergerak sedikit terlalu sering, sesekali mendesah keras. Beberapa kali, Mandala menangkap bayangan gerakan di sudut matanya. Seperti seseorang yang ingin diperhatikan, tapi juga ingin dilihat berbahaya.

Saat dosen menjelaskan materi manajemen strategi, Mandala mencatat dengan rapi. Tangannya bergerak otomatis, pikirannya setengah hadir.

Ia datang ke sini untuk tujuan besar. Untuk kebenaran. Untuk satu nama yang terus menghantuinya.

Namun sekarang, ada lapisan lain yang mulai membungkus niat itu emosi orang-orang yang tak ia rencanakan, reaksi yang tak ia perhitungkan.

Dan Erga… jelas salah satunya.

Bel istirahat berbunyi.

Mahasiswa mulai berdiri, beberapa keluar kelas, beberapa tetap duduk. Dosen keluar lebih dulu.

Mandala merapikan bukunya, bersiap berdiri, ketika sebuah suara terdengar rendah dari belakang.

“Mandala.”

Nada itu datar. Terlalu datar.

Mandala berhenti bergerak. Ia menoleh perlahan.

Erga sudah berdiri, jaraknya hanya satu langkah. Wajahnya tenang, tapi matanya menyimpan sesuatu yang bersembunyi di balik senyum tipis yang dipaksakan.

“Ada apa?” tanya Mandala singkat.

Keyla ikut berdiri, refleks. “Erga...”

“Tenang,” potong Erga tanpa menoleh padanya. “Aku cuma mau ngobrol.”

Mandala menatap Erga lurus. Tidak menantang. Tidak menunduk. Sikap netral yang ia pelajari sejak lama untuk bertahan.

“Ngobrol di sini?” Mandala bertanya.

Erga melirik sekeliling. “Atau kalau kamu mau… di luar.”

Beberapa pasang mata mulai melirik. Situasi yang terlalu familiar untuk berubah jadi rumor.

Mandala mengangguk kecil. “Di luar aja.”

Keyla langsung menahan lengan Mandala. “Man...”

Mandala menoleh padanya, memberi senyum tipis yang menenangkan. “Nggak apa-apa.”

Keyla ragu, tapi akhirnya melepas tangannya.

Di lorong luar kelas. Suara mahasiswa lalu lalang menjadi latar yang ramai, namun justru memberi jarak aman.

Erga berhenti di dekat jendela, menyilangkan tangan.

“Kamu tahu kan,” katanya akhirnya, “kenapa aku kesel.”

Mandala diam sejenak sebelum menjawab. “Kalau soal Keyla, dia sudah jelasin.”

Erga terkekeh pelan. “Iya. Versi dia.”

Tatapannya kembali tajam. “Sekarang versi kamu.”

Mandala menatapnya tenang. “Nggak ada versi lain. Aku sopirnya. Teman kampus. Itu aja.”

Erga mendengus. “Kamu pinter ya, pura-pura polos.”

Mandala menghela napas pelan. “Aku nggak pura-pura apa pun.”

Beberapa detik berlalu. Ketegangan menggantung.

Erga mendekat setengah langkah. Suaranya diturunkan. “Dengerin gue baik-baik. Jaga jarak sama Keyla.”

Mandala mengangkat alis tipis. “Aku nggak punya niat lebih.”

“Bagus,” sahut Erga cepat. “Karena dunia kamu sama dunia dia beda.”

1
Wanita Aries
akhirnya lepas jg dr erga si egois
Wanita Aries
keyla jg jd cewe bodoh
Wanita Aries
sbnenarnya mandala ini tahu gak sih kl reno bukan ibunya. aku agak puyeng bacanya. dan hubungan ma bayu sbnrnya apa
Dina Sen: siap kak aku perbaiki dah 😉
total 3 replies
Wanita Aries
apa sih erga gaje
Wanita Aries
lucu erga cemburu sama mandala lah dia ma nara
Wanita Aries
penasaran
Wanita Aries
mampir thor
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh kira² apa yang akan terjadi yaa jika Keyla lihat foto nya Erga dengan cewek lain? semoga secepatnya Mandala cerita dahh greget sama Erga 😡😡

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu🥰🤗💪
Dina Sen: siap say, terimakasih untuk hadirnya selalu 🤗
total 1 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh knp Mandala blm tunjukkan foto ke Keyla yaa biar kapok si Erga 😡😡
Sharah ArpenLovers Khan: Betul banget Sayyy biar greget juga 😆😆
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Erga jahat banget pukul Mandala dari belakang sama teman²nya 😡😡
rasain tuh Keyla bela Mandala 😡😡
Erga stresss tuhh dia yg selingkuh dia yg gk Terima Keyla dg Mandala 😡😡

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetp semangat sayyy quuu🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy 🤗
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh kira² apa yg akan di lakukan Mandala 🥲 jgn sakitin Keyla 🥲🥲
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu🥰🤗 tetap semangat Sayyy 💪💪
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh gmn Reaksi Mandala jika tau yg sebenarnya🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Berani nya Erga ancam Mandala😡😡
padahal dia yg salah selingkuh dg sahabat Keyla 😡😡
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh Mandala... knp nama Bayu selalu muncul di kepala mu yaaa 😌
Bayu bukan ayah mu Mandala 😌😌
duhh Erga yg pura-pura siapa coba? qm yg pura-pura bukan Mandala pakai suruh Mandala jaga jarak dg Keyla, lalu perselingkuhan mu dg sahabat nya Keyla??
greget sama Erga 😌😌😄😄

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪🐱
Sharah ArpenLovers Khan: Ntar tak bawain getok tuh si Erga biar kapok tahu rasa 😄😄
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Mandala.... Bayu Pratama bukan Ayah mu 😌😌
kau harus cari tau kebenarannya Mandala 😌😌
waduhhhh Erga cemburu gk tuh Keyla jalan dg Mandala 😆😆
Erga gk tau malu dia yg selingkuh dg Sahabat nya Keyla, dia pula cemburu Keyla dg Mandala 😌😌
penasaran...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyy quu 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan: Habis nya Erga bikin greget tuh org mka nya tak palu 😆😆
total 5 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieeee Diam² Mandala lihat Keyla di balik tirai sampai berdebar-debar 😁😁
duhhh jangan² Mandala jatuh cinta dg Keyla tapi blm sadar 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Mandala...
qm bukan anak nya Bayu Pratama gk pantas qm panggil Ayah 😁😁
seandainya Mandala tau yg sebenarnya pst kecewa sama Alira. tapi jgn dulu tau yaa, nnt cepat tamat pula 😄😄
duhh ternyata Pak Arifal itu tetangga rumah nya sama Bayu Pratama.. ?? kebetulan sekali.
Mandala pun bertemu dg Pak Arifal di bengkel....
duhh akhirnya Mandala tinggal dg Pak Hermawan...
gmn yaa selanjutnya..
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu🥰🤗 tetap semangat Sayyy quuu🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan: Mandala yg gk tau sebenarnya pun percaya perkataan Emak nya 😥
emaknya pengen tak palu biar sadar tuh biar gk makin stress dan msh ngira Mandala anaknya Bayu 😆😆😆
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Mandala jadi tinggal dg Pak Hermawan, deket ma Keyla dong 😁😁
gmn yaa reaksi Bayu nnnt jika tau siapa Mandala 🤔🤔
duhhh jgn² Bengkel yg Pak Arifal maksud sama dg bengkel nya Keyla dongg...
gmn yaa reaksi Pak Arifal jika tau siapa Mandala 🤔🤔
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan
Akhirnya Bayu dan Sekar ketemu dg Mandala. ekspresi Mandala sangat bingung kelihatan nya
akhirnya Mandala di Terima kerja jadi sopir nya Keyla...
duhhh Keyla ada² saja Mandala tinggal sama Pak Hermawan dekat rumah nya.
gmn klo Bayu dan Sekar tau siapa Mandala?

penasaran....
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyy quuu🐱🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy sayyy🤗
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh perhatian banget Keyla sampai antar Mandala pulang. 🤗
duhh dalam perjalanan, Keyla curhat ke Mandala dong 🤗
waduhhh Mandala mau jadi sopir nya Keyla?? duhh gmn nnt jika Mandala ketemu Bayu Pratama🤔🤔
Keyla chat Mandala dan blg Ayahnya mau ketemu dg Mandala dong...
penasaran gmn nnt nya Mandala ketemu dg Bayu 🤔🤔
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu🤗 tetap semangat sayyy quuu🐱🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy sama² 🤗🐱
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!