NovelToon NovelToon
Sistem Perdagangan Dunia Paralel

Sistem Perdagangan Dunia Paralel

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:50.8k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

Alina Grace tumbuh sebagai putri keluarga Kalingga. Hidup dalam kemewahan, pendidikan terbaik, dan masa depan yang tampak sempurna.

Namun semua itu runtuh seketika begitu kebenaran terungkap.

Ia bukanlah anak kandung keluarga Kalingga

Tanpa belas kasihan, Alina dikembalikan ke desa asalnya, sebuah tempat yang seharusnya menjadi rumah, tetapi justru menyisakan kehampaan karena kedua orang tua kandungnya telah lama meninggal dunia.

Dari istana menuju ladang, dari kemewahan menuju kesunyian, Alina dipaksa memulai hidup dari nol.

Di tengah keterpurukan, sebuah Sistem Perdagangan Dunia Pararel terbangun dalam dirinya.

Sistem misterius yang menghubungkan berbagai dunia, membuka peluang dagang yang tak pernah dibayangkan manusia biasa.

Dengan kecerdasan, kerja keras, dan tekad yang ditempa penderitaan, Alina perlahan bangkit, mengubah hasil bumi desa menjadi komoditas bernilai luar biasa.

Dari gadis yang dibuang, ia menjelma menjadi pemain kunci dalam perdagangan lintas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuat Marah Keluarga Kalingga

Bukannya menimbulkan masalah baru untuknya. Keberadaan keluarga Kalingga justru membuat hidup Alina menjadi lebih berwarna.

“Sungguh menyenangkan membuat mereka emosi dan semakin tertekan,” gumam Alina sembari melihat keluarga Kalingga yang kembali di siang hari, disaat ia baru selesai dengan pekerjaan di ladang.

Martha dan Rafael mengantarkan Elena masuk ke dalam rumah, sementara Hendra dan Raziel menghampiri Alina yang baru saja selesai cuci tangan dan kaki.

“Ada apa?” tanya Alina datar.

“Mulai hari ini kamu yang bertanggungjawab atas segala keperluan Elena, termasuk membersihkan pakaian dan menyiapkan makanan untuknya!” ucap Hendra, “anggap saja itu balasan atas apa yang selama belasan tahun ini kami berikan padamu!” lanjutnya.

“Maksud Tuan Hendra, disini aku harus menjadi pelayan buat putri Tuan?!” ujar Alina.

“Orang Desa sepertimu memang pantas menjadi pelayan untuk adikku!” ucap Raziel sembari tersenyum sinis.

“Oh, kalau begitu, tolong kembalikan seluruh uang yang kalian gunakan dari apa yang diwariskan Nenek padaku!” pinta Alina, “jangan pikir aku tidak tau berapa banyak yang sudah kalian ambil dari apa yang seharusnya menjadi milikku!”

“Apa yang kamu ambil adalah milik kami, dan kau sama sekali tidak berhak meminta kembali semua itu dari kami!” tegas Raziel.

“Oh, jadi semua itu milik kalian? Kalau begitu, seharusnya kalian tidak akan takut kalau aku membawa kasus ini ke ranah hukum?!” Alina tersenyum, sebuah senyuman yang terlihat menyebabkan di mata Hendra dan Raziel.

Kalau sampai permasalahan itu dibawa ke ranah hukum, sudah pasti mereka bakalan merugi, dan nama baik keluarga Kalingga juga akan tercoreng.

“Kau benar-benar tak tau diri! Setelah apa yang kami berikan padamu selama belasan tahun, apa seperti ini balasan yang kau berikan ke kami?!” teriak Hendra.

“Memangnya apa yang kalian berikan padaku?” tanya Alina, “kalau uang, bukannya apa yang kalian ambil dariku jauh lebih besar? Soal kasih sayang, selama ini bukan kasih sayang yang kalian berikan padaku, tapi itu adalah tuntutan, tuntutan supaya aku menuruti seluruh aturan kalian, tak peduli apa aku bahagia atau tidak!~”

“Kalau di hitung-hitung, kalian sama sekali tidak memberikan apa-apa padaku, jadi jangan harap aku bersedia melayani putri kalian! Kalau memang dia masih ingin tinggal disini, suruh dia melakukan semuanya sendiri, dan jangan sekali-kali mengusik hidupku!”

Alina mengeluarkan semua unek-uneknya, membuat dua pria di hadapannya kehabisan kata-kata, sampai akhirnya mereka memilih pergi dengan menahan amarah dan kekesalan.

“Nona sangat luar biasa! Mereka memang pantas diperlakukan seperti itu!” ucap Luna yang keberadaannya hanya bisa dilihat oleh Alina.

“Kalau saja mereka masih bersikeras menyuruhku menjadi pelayan putrinya, saat ini juga bakalan aku tendang mereka satu-satu keluar dari rumahku,” ungkap Alina disambut tawa cekikikan Luna.

“Aku akan membantu Nona menendang mereka, tapi saat ini ada pesan dari Dunia Aetherion, salah satu Dunia Sihir yang ada di Dunia Paralel.”

“Ini kali pertama aku mendengar nama Dunia itu. Sebaiknya aku segera memeriksa pesan mereka!”

Alina segera membuka pesan dari Dunia Aetherion.

“Untuk Pedagang Dunia Biru~”

“Aku Althea Lunaris, Putri Kekaisaran Aetherion, Kekaisaran penguasa Dunia. Ngomong-ngomong aku juga pemilik Sistem bernama Vivi.”

“Melalui pesan ini aku ingin menyampaikan keinginan membeli peralatan modern dari Dunia Biru. Vivi menyampaikan padaku kalau di Dunia Biru ada yang disebut dengan Ponsel, Motor Listrik, Kompor Listrik, dan segala peralatan yang menggunakan listrik.”

“Jual padaku 10 benda uang dikatakan sebagai peralatan elektronik! Nantinya aku akan memberikan 100.000 Poin Sistem padamu! Sungguh aku sempat bingung karena memiliki miliaran Poin Sistem, tapi akhirnya aku bisa menggunakannya begitu bisa terhubung ke Dunia Paralel.”

“Begitu kamu membaca pesan dariku, segera kirim apa yang aku perlukan!”

“Salam sayang dari Putri Althea yang cantik!”

 

“Luna, sepertinya Vivi ini dulunya pernah tinggal di Dunia ini,” ujar Alina.

“Vivi bisa dianggap sebagai adikku, tapi kekuatan yang ia miliki hanya setara secuil kekuatanku!”

“Beberapa tahun lalu dia juga adi di Dunia ini, tapi setelah Tuannya gugur dalam perang, ia memilih pindah ke Dunia lain dan akhirnya tiba di Dunia Aetherion.”

Alina menganggukkan kepala mengerti, dan segera ia membalas pesan Althea, dimana ia membutuhkan waktu sehari untuk membeli 10 jenis peralatan elektronik.

Bagaimanapun saat ini ia ada di desa, perlu waktu untuk pergi ke kecamatan, tempat dimana ada cukup lengkap keberadaan barang-barang elektronik.

Selesai membalas pesan Althea. Alina pergi bersih-bersih karena siang ini juga ia akan pergi ke kantor kecamatan, tapi sebelum pergi dia Alam menyimpan semua barang di kamarnya ke dalam ruang penyimpanan Sistem, hanya menyisakan tempat tidur dan lemari pakaian biasa, sama sekali tak ada barang penting yang tersisa.

Alina sengaja melakukan itu karena yakin akan ada yang membobol kamarnya saat ia pergi.

Jadi daripada dibobol dan membuat pintu kamarnya rusak. Begitu selesai bersih-bersih dan siap pergi ke kecamatan, ia tidak mengunci pintu kamarnya, biar saja orang-orang yang ada di rumah masuk ke dalam kamar yang sama sekali tak ada barang penting di dalamnya.

Dengan mengendarai motornya, Alina bersiap pergi meninggalkan rumah, dan semua itu tentunya diketahui oleh keluarga Kalingga.

Ada berbagai macam tatapan yang ditujukan ke arah Alina yang ingin pergi, tapi ada yang berbeda dengan tatapan Rafael dan Raziel, dimana keduanya melihat jelas sosok Alina yang tumbuh semakin cantik, berkali-kali lebih cantik dari adik kandung mereka.

“Ayah, Ibu, Kak Rafael, Kak Raziel, mumpung dia pergi, kita bisa mencari barang-barang penting yang ada di kamarnya!” ucap Elena.

“Kamu benar~. Kalian bertiga, cepat paksa pintu kamar itu terbuka!” perintah Martha.

Tanpa banyak bicara mereka bertiga segera mencoba membuka pintu kamar Alina, tapi Rafael yang memegang gagang pintu, ia iseng menariknya ke bawah, dan seketika pintu kamar itu terbuka, membuat mereka semua terkejut sekaligus senang karena ternyata pintu kamar tak dikunci oleh Alina.

“Sepertinya dia lupa mengunci pintu! Ini keberuntungan kita, dan cepat kalian semua cari barang-barang penting milik anak itu!” ucap Martha.

“Usahakan jangan merusak tatanan kamarnya supaya ia tak curiga!" ungkap Hendra.

Kedua putranya menganggukkan kepala mengerti, dan cepat saja mereka memeriksa setiap bagian dari kamar Alina, tapi setelah hampir seperempat jam mencari, mereka tidak menemukan apa-apa di dalam kamar itu selain barang-barang pribadi Alina yang jauh dari kata berharga.

“Mungkinkah dia selama ini tidak menyimpan barang-barang pentingnya di rumah ini?” ujar Raziel.

“Kakak, aku curiga dia menyimpan barang-barang itu di tempat Raka!” ucap Elena.

“Sial! Sepertinya dia bukannya lupa mengunci pintu kamar, tapi dia sengaja melakukannya sebab tau sudah tidak ada lagi barang penting di kamarnya,” ungkap Rafael.

Rasa semangat yang sebelumnya mereka rasakan seketika berubah menjadi rasa kecewa.

‘Alina! Tunggu saja, aku pasti bisa menghancurkanmu!’ batin Elena penuh kekesalan.

1
Fahreziy
nexk
Lala Kusumah
ish selalu saja ketemu sama keluarga toxic itu ya Alina, hajar saja kalau mereka macam macam 😡😡💪💪
ラマSkuy
haiya thor tanggung banget ini udah abis aja, masih belum puas aku bacanya 😁
Lala Kusumah
good job Raka 👍👍👍
ラマSkuy
lanjut thor
Fahreziy
nexk
ラマSkuy
waduh gatal gatal selama seminggu lagi 🤣🤣🤣
ラマSkuy
jangan bilang Raka ini jodohnya Alina ya thor
ラマSkuy
wah ternyata Raka pun menyembunyikan identitas aslinya ya, keren thor makin banyak rasa penasaranku tentang alur ceritanya 👍
saniscara patriawuha.
sikatttttt aeeee mangggg....
🔵SENJA
salah orang capernya 🤭
Lala Kusumah
kereeeeeennn Alina 👍👍👍😍
🔵SENJA
shania bukannya robot ya 😳🤭
🔵SENJA
owalaaah ibumu korban perjodohan lin 🤧
saniscara patriawuha.
mau dong ikut memandikan...
Lala Kusumah
wah jadi Alina dan Caca sepupuan kalo gitu ya ....
ラマSkuy
haha sistem warisan ya dari ayah 😁
Fahreziy
nexk
ラマSkuy
sebuah rahasia antar dunia pararel kah 🤔
ラマSkuy
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!