Semua orang di Stockholm tahu bahwa tidak ada seorang pun yang akan menikahi Lea Atkinson, yang telah dicampakan oleh tunangannya yang ternyata sudah bersekongkol dengan saudara tirinya untuk mengusir Lea dari Keluarga Atkinson.
Sebagai anak bungsu dari istri simpanan Tuan Atkinson, dia harus mencari yang terbaik untuk menemukan seseorang yang mau menikahinya. Namun ketika akhirnya ia berhasil, sayangnya suaminya tidak memiliki apa-apa, tidak ada harta benda, tidak ada mobil, tidak ada tabungan.
Lea menjadi pembicaraan di kalangan sosialnya. Namun di luar dugaan semua orang. Tiba-tiba saja suaminya berubah menjadi seorang CEO Foster Group. Seorang taipan keuangan Eropa yang terkenal dan orang penting yang sangat kaya dan berkuasa.
Lea terkejut dengan hal ini, akankah Lea menerima semua kebohongan yang dibuat suaminya itu atau sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3,2,1
Dengan senyuman sombong dan merendahkan, Claudia menutup presentasinya. Semuanya bertepuk tangan. Claudia kembali ke kursinya, gilliran Lea untuk mempresentasikan program yang dia usung untuk permainan anak berkebutuhan khusus.
Samuel baru saja mendorong kursi nya ke belakang, untuk berdiri maju, Tapi, Will malah menahan bahu nya, dan malah dia yang menggantikan Lea untuk menjadi operator presentasi Lea. Pada saat ini Eddie Baker baru saja tiba untuk melihat pertarungan hari ini.
Lea berdiri di depan memandangi para pemegang saham yang hadir.
Lea menghela napas panjang seraya mengingat perkataan Tuan Mortgage, “sebuah presentasi akan efektif apabila kau tahu dan paham satu poin yang paling penting dari materi yang ingin disampaikan.”
Will memahami jika Lea sedang merasa gugup, dia pun menggenggam tangan Lea, seakaan ingin menyalurkan kepercayaan diri kepada Nona kedua Atkinson itu. Merasakan sebuah tangan hangat Will, Lea pun tersenyum lalu menegakan kepalanya untuk mulai presentasinya.
Untuk awal Presentasi, Lea tidak memulai dengan data statistik. Tapi, dia memulainya dengan menceritakan sebuah kisah yang dia lihat dan alami selama di desa waktu itu. Semua orang suka dengan cerita. Dan presentasi yang memiliki cerita di dalam nya akan selalu dikenang siapa saja yang mendengarnya.
Alasannya sederhana, cerita mudah diingat, jadi Lea saat ini tidak sedang menjelaskan sekedar alat untuk bermain. Lea lebih memilih untuk menceritakan produk permainannya sebagai “ Permainan berhadiah yang ada di saku pelanggan, yang bisa dimainakan di mana saja, bahkan ketika di toilet.”
Dalam presentasi yang Lea bawakan, dia memasukkan sendiri produk permainan yang berukuran seperti sebuah ponsel tersebut ke dalam saku blazernya. Lea ingin cerita yang kemudian beredar tentang sebuah alat permainan edukatif yang bisa dimasukan ke saku.
Lea menoleh kepada Will seraya berkata, “Tunjukan slidenya kepada mereka.”
Sebuah slide pun muncul di layar datar besar yang ada di ruangan. Sesuai arahan will, Lea membuat slide yang sederhana, tepat sasaran, dan membantu yang hadir menangkap dengan cepat gagasan yang ingin disampaikannya.
Lea menggunakan slide-slide yang sangat sederhana.
Slide tersebut hanya berisi gambar dengan sedikit kata-kata dan juga berisi angka yang ditulis sangat besar. Meskipun sederhana, slide tersebut memiliki kekuatan visual. Lewat gambar yang tepat, Lea mampu menggugah imajinasi para pemegang saham yang hadir untuk membayangkan apa yang sedang dia ceritakan.
Will tersenyum bangga ketika melihat Lea dengan penuh percaya diri memperkenalkan produk mainan yang dia usung itu. Lea tidak membaca slidenya baris per baris seperti yang dilakukan Claudia.
Lea menjadikan slide sebagai alat pendukung visual dari cerita yang sedang dia sampaikan. Hebatnya lagi, Lea tidak membuat perhatian para pemegang saham tertuju kepada slide itu sendiri. dia membuat para pemegang saham yang hadir bisa memahami dengan cepat slide yang tampil untuk kemudian memusatkan perhatian pada apa yang dia sampaikan sebagai pemberi materi.
Ketika menjelaskan apa itu produk permainan terbaru Atkinson, dia tidak menceritakan terlalu banyak hal yang bisa membuat orang bingung. Dia merangkumnya sebagai sebuah alat bermain berbentuk ponsel revolusioner yang memiliki tiga fungsi: Sebuah alat yang menghibur sekaligus bisa sebagai ponsel cerdas, dan menjadi sebuah alat komunikasi internet yang hebat.
Komunikasi internet yang Lea tergetkan adalah komunikasi mencakup terapi dengan metode visual dan fonik yang merupakan sebuah metode mengajar membaca yang berkaitan dengan bunyi. Dimana huruf ini terdiri dari huruf vokal dan konsonan yang digabung menjadi suku kata dan kalimat.
Lea menutup presentasinya dengan cemerlang, semua yang ada di sana bertepuk tangan dengan sangat kencang karena memuji ide dari Nona Kedua Atkinson ini. Dalam penutupan presentasinya, Lea memberikan angka statistik penghitungan profit yang bisa Atkinson grup dapatkan. Dan, juga cara menggabungkan metode marketing tradisional dan media sosial seperlunya saja.
Melihat penghitungan margin yang di ilustrasikan oleh Lea, benar-benar membuat yang hadir suka dengan apa yang Lea sampaikan. Pada akhirnya Voting pun dimulai, untuk menentukan program marketing siapa yang akan dipakai.
Lea duduk dan terlihat gugup, Will pun meletakan lengannya di kursi, lalu menundukan kepalanya dan berkata, “Tenanglah, kau tampil dengan sangat sempurna tadi.”
“Benarkah?” tanya Lea seraya memandang kepada Will.
“Tentu saja, untuk apa aku berbohong!” imbuh Will seraya sedikit mencubit hidun Lea karena merasa gemas.
Pada saat ini Eddie, menyesap kopinya dengan hati masam. Rasa manis kopi itu tiba-tiba saja menghilang dari lidahnya ketika melihat Lea dan Will terlihat mesra seperti tadi. Claudia memperhatikan ini merasa jika hati Eddie mulai terpaut kepada Lea.
“Aku mau ke toilet dulu,” ujar Lea kepada Will.
“Tidak perlu mengantar,” ujar Lea seraya menekan bahu Will agar kembali duduk ke kursinya ketika dia ingin berdiri juga.
Keluar dari toilet, ponsel Lea berdering, melihat nama yang tertera di layar Elliot Foster, dia pun segera menjawabnya, Itu adalah panggilan untuk mengajak Lea bertemu lagi, Merasa jika dia sudah menjadi wanita yang menikah maka dengan sopan dia menolaknya.
“Maaf Tuan Foster, sepertinya tidak bisa, karena aku sekarang saat ini sudah menikah.”
“Kalau pun aku pergi menemuimu, maka itu artinya aku akan membawa suamiku,” jelas Lea.
Pada saat ini Lea tidak sadar jika ada seseorang yang menguping pembicaraan dia dengan Elliot Foster. Selesai melakukan percakapan di ponsel, Lea pun kembali masuk ke dalam ruang pertemuan, hasil voting masih belum keluar.
Claudia juga baru masuk kembali ke ruang pertemuan. Mereka semua masih menunggu pengumuman yang sebentar lagi akan diumumkan.
Lampu di ruang pertemuan pun padam kembali. Semua menatap serius ke depan layar datar besar yang sedang terpampang, menunggu dengan rasa penarasan nama siapa yang akan keluar sebagai pemenang grup kompetisi hari ini.
Muncul sebuah angka besar di layar datar itu, penghitungan mundur pun dimulai dari 3.2.1 lalu keluarlah nama pemenang.
Samuel adalah orang pertama yang bertepuk tangan sambil berdiri senang, ketika nama yang muncul adalah Lea Atkinson.
Lea juga sama senangnya dan langsung memeluk Will yang ada di sebelahnya, Lampu pertemuan pun menyala dan terlihatlah kedua orang itu sedang berpelukan dan terlihat semakin mesra saja. Lea melepaskan pelukannya ketika beberapa pemegang saham memberi selamat kepadanya.
Nenek Atkinson juga merasa bangga dengan pencapaian Lea, itu artinya Lea akan memegang kuasa penuh untuk ikut menyumbangkan keputusannya di dalam menjalankan operasional Atkinson grup.
Mood Eddie Baker benar-benar hancur melihat adegan mesra tadi. Claudia yang mengetahui ini mulai mencari cara untuk menejelekan nama Lea kembali. Mengetahui jika Lea beberapa kali bertemu dengan Elliot foster semakin membuat hatinya geram, mengetahui hal yang tadi baru saja di dengarnya juga maka dia akan menjadikan ini sebagai senajata menyerang Lea, membuat tajuk ‘isitri berselingkuh karena suami miskin’
Elliot pekerja keras, circle pertemananya jg orang² lurus.. sedangkan Abe.. culas dan circle pertemananya gak jelas.. si kakek Foster bakal nyesel sudah memasukkan Abe kedalam keluarga Foster.. /Awkward//Awkward/
penasaran gitu... 😅
ternyata bagus banget ya..