NovelToon NovelToon
Obsessi Tuan Billionaire

Obsessi Tuan Billionaire

Status: tamat
Genre:Berondong / CEO / Selingkuh / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pasha Ayu

AWAS, BUCIN!!

Kisah Laluna Kasih yang rela menjadi istri Casanova demi menguak misteri hilangnya Lira Winara sang Kakak.

Entah naas atau beruntung, sebab kedatangannya ke Jakarta justru membuat dirinya harus bertemu dengan Presdir Tengil nan muda yang memiliki obsesi untuk memilikinya.

Kenapa naas? Masalahnya adalah, Luna sudah bergelar sebagai istri ke dua Mike Lorenzo.

Dijadikan Obsessi Tuan Billionaire yang bukan suaminya, lalu bagaimana dengan suami sahnya yang juga menyimpan rahasia di balik kehangatannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jemputan romantis

Sesuai agenda yang sudah ditentukan, Brian tak pulang malam ini. Kaesang juga harus pergi ke tempat di mana kekasihnya bekerja.

Selain kabur dari rumah, ia juga perlu memastikan kondisi Luna tidak dalam ancaman ayahnya.

Kemarin Luna sempat bilang, dalam satu Minggu ke depan, akan kebagian shift dua, yang berarti berangkat siang pulang malam.

Untuk kendaraan, tidak mungkin Kaesang membeli mobil, ia perlu berhemat untuk bisa bertahan hidup beberapa bulan ke depan.

Mungkin uangnya cukup kalau hanya untuk memiliki motor saja, tapi bagaimana dengan surat-menyuratnya, sampai detik ini Kaesang belum punya kelengkapan apa pun.

Selain cincin berlian, sendal branded, dan jam tangan yang kemarin dipakainya, Kaesang tak membawa apa pun dari rumahnya.

Tak ada mobil, tak ada motor, maka sepeda milik Brian pun jadi, bukan tak mampu membayar sewa taksi.

Kaesang hanya penasaran saja dengan alat transportasi yang dianggapnya mainan masa kecil.

Dipandu oleh GPS, Kaesang menuju rumah sakit.

Mengayuh sepeda cukup menyenangkan baginya. Lama sudah Kaesang mendamba sebuah kebebasan.

Meninggalkan rumah ayahnya, rasanya seperti terbang ke alam liar, semua yang dilakukannya tanpa ada aturan.

Sebagian besar orang tak menyangka, jika Kaesang putra pewaris tahta, harus bergumul dengan polusi udara yang melingkupi jalanan ibukota.

Tiba di rumah sakit, segera Kaesang memarkir sepeda milik Brian. Ia lantas berjalan sedikit cepat memasuki bangunan.

Ciuman manis dan pelukan hangat sang kekasih, akan dijadikan obat penghancur rindu yang kian menggebu-gebu.

Punggung Kaesang berlalu masuk, sementara Alula dan Valerie masih setia mengawasi dari balik kaca jendela mobilnya.

Yah...

Sudah berjam-jam lamanya Alula Humaira mengikuti kegiatan sang putra. Tak seperti dirinya yang khawatir, sepertinya Kaesang begitu baik.

"Kita masuk yuk Tante!" Valerie merengek pada calon mertuanya. Yang mama membuat Alula menghela napas secara dalam.

Sepanjang perjalanan Valerie terus meracau, Alula dibuat pening mendengar gerutuan calon menantu kesayangannya.

Gadis itu selalu menampilkan kecutnya wajah yang tak pernah nampak di hadapan Alula.

"Kita tunggu saja di sini Valey, untuk sementara waktu, Om Rafael mu nggak kasih izin Tante ketemu Kaesang," tegas Alula.

Valerie merengut. "Tapi kalo Kaesang item, dekil, kulitnya bentol-bentol gara-gara polusi gimana? Masa Tante biarin anaknya gitu ajah di luaran sana sih?" rutuknya.

"Mana cuma pake sepeda lagi, pasti Kaes bau matahari, bau asap knalpot, bau tukang tambal ban dan bau bau rakyat jelata lainnya," imbuhnya.

Alula mengernyit heran, inikah Valerie yang dia kenal lembut dan berbudi luhur?

"Rakyat jelata juga manusia Valey, adanya perbedaan status sosial bukan berarti kamu harus memandang remeh yang lebih rendah penghasilannya," tuturnya sinis.

Valerie menciut, ia lupa kalau Alula Humaira juga berasal dari rakyat jelata. "Maaf Tante, Valey cuma khawatir, ini karena Valey cinta,"

"Kamu cinta orangnya, apa status sosialnya sih? Kenapa bisa membedakan rakyat jelata segala?" Alula merutuki calon menantunya.

...---------π---------...

Luna baru saja menyelesaikan jam kerjanya, seragam putih yang ia kenakan dibalut dengan long parka hitam miliknya.

Rambut hitam panjang terurai lurus, Luna memiliki penampilan baru setelah bosan dengan rambut ikalnya.

"Pulang sendiri Lun?"

Luna menoleh kejut pada lelaki itu. Rupanya sambutan berupa senyum hangat ia dapati dari dokter muda nan tampan rupawan.

Luna membalas senyum. "Iya Dok," jawabnya.

Beberapa hari ini dokter Kiandra lah yang selalu menjadi pemerhati dirinya. Dokter ahli bedah terbaik, dewasa, jomblo pula.

"Aku antar pulang mau? Kita satu arah kan? Sekalian aku mau tanya soal apotek yang ibu mu rencanakan untuk mu," kata Kian.

"Boleh," angguk Luna. Lagi pun, mereka memang perlu membahas mengenai projek apoteknya.

"Mari," baru saja Luna mengiringi langkah Kiandra, langkah terhenti dengan mata bulat yang mengerjap beberapa kali.

Di depan sana, Kaesang berdiri tegak dengan wajah kerasnya. Setelah kemarin ia menolak, masih berani Kaesang mendatanginya.

"Kaes?" Tak mengindahkan keluhan Luna, Kaesang menarik paksa gadis itu.

Kiandra sempat ingin bertanya, namun ia urung bulat-bulat setelah sadar siapa yang menggerek tangan Luna.

Hampir semua dokter hebat mengenal Kaesang, Kiandra mematung di tempat, membiarkan Luna berteriak.

"Sakit Kaes!" Kaesang hanya melonggarkan sedikit cengkraman tangannya. Namun tetap melanjutkan langkah menuju parkiran.

Pada jendela mobil yang entah milik siapa, punggung Luna disudutkan. Wajah masam Kaesang baru pertama kalinya Luna lihat.

Rambut indah Luna yang baru saja berganti gaya, berhasil menaikan kadar kecemburuan pemuda itu. Sedikit ia tarik ke bawah demi membuat sang empunya mendongak.

"Apa-apaan ini Kaes?" pertanyaan Luna dibungkam oleh kecupan lembut yang merayapi kening, hidung, bibir hingga turun ke area lehernya.

"Kaes," rintihan Luna diiringi dengan lenguh serak yang mencelos tanpa sengaja.

Luna tahu Kaesang cemburu pada Kiandra, dan entah kenapa, ia sangat menyukainya.

"Kamu membuat ku marah," bisikan laknat itu berhasil menegangkan sekujur tubuh Luna.

Sekuat yang Kaesang bisa, ia memberikan cap merah pada leher gadisnya. "Jadi ini alasan mu menolak lamaran ku, hmm?"

"Ahh." Meremas tengkuk Kaesang, Luna terpejam lemah, sesekali membuka sedikit matanya sekedar melihat raut kesal Kaesang saat mengacak-acak pipi, telinga bahkan rambutnya dengan bibir kecemburuan.

Punggung Luna melekat pada kaca mobil, wajah Kaesang berada sejajar dengan dada empuknya. Ujung hidung itu, menyisir belahan indahnya.

"Emmh," desah Luna terus mengudara, tak peduli pada sekitar yang mungkin merekam aksi mereka.

Mendapat desah dan pasrahnya sang kekasih, murka Kaesang runtuh. "Ck!" decaknya, lalu berpaling menjauh.

Perlahan Luna membuka mata, ia tatap wajah Kaesang dengan deru napas yang masih sanggup menaik turunkan dadanya. "Kenapa berhenti? Sudah selesai?" tanyanya.

Kaesang menarik kepala Luna, untuk di letakkan di belahan dadanya. "Kamu terlalu manis untuk aku hukum," katanya.

Luna tersenyum. "Kamu di sini?"

"Tentu saja, kekasih ku masih bekerja sampai larut malam, apa aku harus tidur nyenyak di rumah?" ketus Kaesang.

Luna terdiam hening, nyatanya ia tak mampu menolak Kaesang lebih jauh.

"Papi mengusir ku karena memilih mu," lanjutnya lirih. "Sekarang, apa kau juga mau mengusir ku?" imbuhnya bertanya.

Luna mengurai pelukan, menatap dan meraba pipi bersih kekasihnya, lembut. Luna cukup tersanjung dengan pengorbanan pemuda ini.

"Kamu terlalu keras kepala Kaes, kamu akan kesulitan setelah ini," peringatnya.

"Tidak sesulit itu," geleng Kaesang. "Kau tahu, aku bisa mengingat sendiri tanpa Virza, Derry dan Amas, aku bahkan bisa tidur nyenyak di tempat yang sempit, aku mampu naik sepeda dari kost sampai ke sini, dan itu semua just for you!" dinginnya ketus.

Luna tersentuh, yah ia benar-benar melihat betapa serius kekasihnya. "Terima kasih untuk semuanya. Tapi tetap saja, orang tua masih segalanya Kaes," tuturnya.

Kaesang paham betul jargon itu, tapi berjuang untuk pendamping hidup, juga perlu.

Kaesang yakin, Luna pilihan terbaik. Buktinya, gadis itu menurut meski langkahnya di bawa menuju sepeda pinjaman.

Kaesang melangkah menaiki kendaraan bawaannya. Melilitkan jaket miliknya pada tongkat top tube sepedanya.

Setidaknya Luna tidak terlalu sakit meski duduk pada besinya. "Aku antar pulang, tapi naik sepeda, mau kan? Ini lebih romantis dari pada naik mobil."

"Boleh." Luna terkekeh sembari menaikkan pantat pada besi top tube, kakinya menyilang ke depan, dan yah, kedekatan mereka cukup intens.

Punggung, pipi, bahkan hampir semua bagian atas tubuhnya melekat, bertautan dengan kekasihnya.

Kaesang mulai mengayuh sepeda. Dan untuk sesekali Luna memberi kecup singkat pada pipi kekasihnya.

Tanpa bicara i love you, Kaesang tahu, Luna juga memiliki perasaan yang sama padanya.

Sepasang bola mata legam masih mengamati keduanya. Alula Humaira tergagu melihat betapa manisnya sikap Luna pada putranya.

Rupanya ini yang membuat Kaesang tak mau beralih, perlakuan Luna memang semanis itu.

1
Suroyya AlGadrie
❤️❤️❤️
Deswita
😄
Deswita
🙏🤗
Ria Ningroem
Wuaaaa udah habis aja../Whimper//Whimper/
semua happy cuma mike yg merasakan buah dr keserakahannya..
Makasih ya kk Acha.../Kiss//Kiss/🙏
Ria Ningroem
Waahhhh ternyata Marco punya kk kembar
🤭🤭
Ria Ningroem
kamu kuat Lanie jangan mau diremehkan.
💪💪
Ria Ningroem
Egois kali kamu Mike.
coba Luna juga sodara tiri Lira. bisa jdi 33 mau tetap dijadikan istri../Smug//Smug/
Ria Ningroem
Padahal mah bisa langsung gaspolll yaa🤣🤣🤣
Ria Ningroem
Nah kan Brian...🤭🤣🤣
Ria Ningroem
Duarrrr kaget yaa Mike..🤭🤭

jangan2 Brian adalah pewaris tunggal yg sedang menyamar😄😄
Ria Ningroem
Ciyeeeee....
kawiin..kawiinnn.. nanti malam Kaes kawin...🤭🤣🤣
Ria Ningroem
Boleh nangis kan boleh ngeluhkan...
Tapi habis itu lanjut lagi jalani hidup..
Ria Ningroem
benar2 plot twist yaa..
Ria Ningroem
suasana memanas...
Ria Ningroem
Sekalinya kebongkar serentak siaran langsung..
Ria Ningroem
Ngotot kek keturunan miller🤣🤣🤣
Ria Ningroem
hayooo apa maunya Kaes...🤭🤭🤭

kuberi 1 permintaan..🤣🤣
Ria Ningroem
yaolooo mulutmu Kaes. bawa2 rahim../Chuckle/🤣🤣
Ria Ningroem
Maksa banget ya Kaes kencannya🤣🤣🤣
Ria Ningroem
bibit2 pebinor🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!