Nggak rekomend novel ini, silahkan bisa baca yang deretan bawah, terimakasih 🙏
Ini adalah kisah tentang Julia,seorang gadis yang mendapatkan kebahagiaan bersama dengan penderitaan dan pengkhianatan sang suami.
5 tahun kemudian,seseorang datang padanya dan mengatakan."aku bilang aku mencintaimu,dan apapun itu mengenai dirimu aku akan menerimanya,bahkan Jihan pun aku akan menerimanya,jadi Julia,apa kau menerimaku?"
Apa yang akan dilakukan Julia,agar dia bisa mendapatkan kebahagian untuknya dan putri kecilnya?
Kisah cinta dari seorang wanita yang pernah dikhianati oleh cinta,dengan seorang pria muda berstatus pelajar.
cover from google edited by din din
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Aku sudah sampai dikantor Laura setelah kembali dari pemakaman,karena masih sore,jadi Laura belum selesai bekerja.
Aku melihat kota itu dari kantor Laura,di gedung yang menjulang tinggi dan berada ditengah kota,aku dapat melihat seluruh kota,kota ini masih nampak seperti 5 tahun lalu,hanya ada beberapa gedung baru disekitar gedung tempat kerja Laura.
"Julia,aku sudah selesai,aku juga sudah menghubungi orang itu,kita langsung ketempat janjian aja."Laura terlihat sudah membereskan pekerjaannya.
"Baiklah,tapi kak,tempat yang akan kita datangi,sudah bisa dipastikan tidak akan bertemu pria itu kan?"Aku khawatir bila bertemu Ken lagi,bagaimana pun setahuku selain di fashion dan perhiasan,perusahaan ayahku juga berjalan di bidang properti.
"Tenang saja,aku sudah pastikan,tempat yang akan kita datangi tidak ada sangkut pautnya dengan pria itu."
"Baguslah."Aku bisa sedikit lega.
Restoran
Saat kami sampai direstoran itu,aku sudah bisa melihat seorang pria tua,umurnya mungkin kisaran 50-55 tahun,dia nampak sudah menunggu kami.
"Pak Edward,apa anda sudah menunggu lama."Sapa Laura.
"Tidak juga."Pria itu berdiri.
"Dia?"Pria itu menunjuk padaku.
"Oh ya,ini adalah Julia,putri tuan Kevin."Laura memperkenalkanku.
"Halo,saya Julia."Aku memperkenalkan diri.
"Kau sudah besar,terakhir aku melihatmu saat kau berumur 10 tahun."
"Apa?"Aku terkejut pria itu ternyata pernah melihatku saat kecil,dan aku sudah lupa.
"Duduklah dulu,aku akan menjelaskan semuanya padamu."Pak Edward mempersilahkan kami duduk.
Kami pun duduk,lalu pak Edward menjelaskan serta memberitahu maksut nya mencariku.
"Aku dan ayahmu sudah kenal sejak lama,kami kenal saat kami masih kuliah,termasuk ibumu,jadi bisa dibilang kami adalah teman lama,ayahmu adalah orang baik,dia tidak bisa melihat kesusahan pada orang lain,asal dia bisa dia pasti akan membantu,seperti aku ini,aku yang sekarang kalau bukan karena ayahmu mungkin aku tidak akan berdiri disini melihatmu,saat aku tau ayahmu meninggal,aku langsung datang kesini,tapi aku tidak bisa menemukanmu,mereka bilang kau sudah pergi,5 tahun mencari akhirnya aku bisa melihatmu,putri kesayangan temanku."Pak Edward menjelaskan.
Mendengar perkataan pak Edward,membuatku ingin menangis,terlebih itu tentang ayahku.
"Jadi tuan,sebenarnya apa yang ingin anda sampaikan padaku."
"Panggil aku paman,bagaimanapun aku juga pernah menggendongmu saat kecil."
"Baiklah,paman."Meski agak canggung,tapi aku merasa dia orang baik.
"Oh iya,ini soal saham ayahmu yang ada ditanganku,Beberapa bulan sebelum ayahmu meninggal,dia menemuiku,dan menyerahkan 10 persen saham miliknya untuk aku jaga,dia menitipkannya untukmu,dia berpesan jika suatu saat nanti dia pergi,ayahmu ingin kau memiliki saham itu."
"Tapi paman,aku benar-benar sudah tidak ingin saham itu,sekarang aku sudah memiliki kehidupan yang baik,lebih baik dari masalalu,ayahku ingin aku bahagia,dan aku sudah bahagia,jadi aku sudah tidak mau berurusan dengan masalalu lagi,aku harap paman mengerti."Aku menjelaskan,dan ini memang keinginanku,karena aku tidak ingin mengorek masalalu,aku tidak ingin ada dendam dihatiku juga putri kecilku.
Aku bisa melihat paman Edward mengerutkan dahinya,"Baiklah kalau kau menginginkan seperti itu,jika suatu saat kau berubah pikiran,kau bisa mencariku,bagaimanapun saham itu tetaplah milikmu,dan ini,ini adalah hasil dari 5 tahun ini,aku harap kau mau menerimanya."Paman Edward menyodorkan buku tabungan beserta kartu atm ke arahku.
Aku menatap itu,aku tidak tau apa aku harus menerimanya.
"Jangan menolak itu,walau kau tidak membutuhkannya sekarang,tapi aku harap kau tetap meneriman itu."
Aku melihat kearah Laura,dia nampak mengangguk,hingga akhirnya aku menerimanya.
"Baiklah paman,aku menerimanya,terimakasih atas kebaikan paman."
"Jangan seperti itu,aku sudah berjanji pada ayahmu akan ikut menjagamu,dan hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu,ayahmu pasti bangga punya seorang putri yang sangat sabar dan penyayang seperti mu."
Mendengar perkataan paman Edward,aku malah merasa bersalah pada ayahku,bagaimana pun juga,kalau aku dulu tidak bersikeras minta untuk menikah dengan Ken,mungkin ayah masih hidup sampai sekarang,dan bila mengingat itu lagi,maka benar akulah penyeban kematian ayahku sendiri.Saat ini detik ini,ingin rasanya aku menangis,dadaku terasa sesak,bahkan aku merasa sangat sulit bernafas.
Setelah itu,paman Edward tidak membahas soal ayah lagi atau masalalu,kami hanya membahas soal keseharian dan juga apa yang aku lakukan sekarang,paman Edward terlihat sangat begitu ramah dan baik.
Setelah perbincangan yang cukup lama,akhirnya paman Edward pamit undur diri.
"Julia,aku harap bisa bertemu lagi denganmu,istriku sangat ingin bertemu denganmu,Mungkin jika suatu saat kau luang,kau bisa datang kerumah kami,dia pasti akan sangat senang melihatmu."
Aku merasa sangat senang,ternyata masih ada orang yang mengharapkan kehadiranku.
"Tentu paman,aku pasti akan menjenguk anda dan bibi saat ada waktu luang."
"Baiklah,aku pamit dulu,kau jaga kesehatanmu,dan jaga diri baik-baik."
"Terimakasih paman."
Setelah paman Edward pergi,aku dan Laura pun bersiap pergi.
"Kak,bisakah tunggu sebentar,aku mendadak ingin pergi kekamar kecil."
"Baiklah,aku tunggu didepan,aku akan ambil mobil dulu."
"Baiklah,aku akan cepat"
Aku berjalan kearah toilet,dan Laura ke arah keluar.
Setelah beberapa menit,akhirnya aku merasa lega,aku mencuci tanganku,hingga aku mendengar suara yang aku kenal.
"Ternyata itu benar kau."
Aku terkejut,aku melihat kearah kaca,aku rasanya ingin berteriak,aku tidak percaya dia ada disini,di toilet wanita,dan kenapa aku harus bertemu dengannya,aku membalikan badanku,aku berusaha bersikap tenang.
"Apa yang kau lakukan disini?"
"Apa yang aku lakukan disini?Seharusnya aku yang bertanya,apa yang kau lakukan disini,istriku?"
"Ap,apa maksutmu,istrimu?Kau gila,apa kau sudah pikun Ken?" Ya,itu adalah Ken,akub tidak menyangka dia bisa tidak begitu malunya masuk ketoilet wanita,dan juga sudah seperti itu dia masih memanggilku 'istri'.Istri dalam mimpinya.
"Tidak,kau memang masih berstatus istriku."Ken mendekat kearahku,dan aku mulai bersikap siaga.
"Kau gila Ken,jelas-jelas aku sudah menandatangani surat perceraian itu,dan diantara kita sudah berakhir 5 tahun lalu."
"Benarkah?Tapi asal kau tau saja,aku belum menandatangani surat itu,dan sampai sekarang kau masih berstatus istriku."Ken begitu dekat denganku,membuatku hampir tidak bisa bernafas.
"Kau gila."Aku mencoba pergi melewatinya,tapi dia menarik tanganku dan menahanku disana,aku benar-benar tidak tau,apa sebenarnya yang dia mau lagi dariku.
sngt menghibur👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏