NovelToon NovelToon
LOTUS YANG TERASING

LOTUS YANG TERASING

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Wanita perkasa / Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:25.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.

*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"

*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"

*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"

*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"

*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?

*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?

*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34: Zhao Kun Si-alan!!!

***

Langkah Yuexin dan si bocil, berhenti tepat di depan gerbang desa Mingxien.

Beberapa anggota AN terkejut, saat melihat bocil yang digandeng oleh Yuexin.

"Eh ... eh, Nona Yuexin?! Siapa yang Nona gandeng itu? Anak siapa yang nyasar sampai ke sini?" tanya salah satu penjaga dengan wajah terkejut.

"Aku menemukan dia diatas gunung, dipinggiran mata air itu. Dia lagi sendirian, dia bilang, dia disana sudah tiga hari ..." jawab Yuexin sambil tersenyum.

Bocil itu menggenggam jari Yuexin dengan tangan mungilnya, matanya mengamati lingkungan sekitarnya, penuh rasa ingin tahu yang kuat.

"Ibu Kakak Yuexin ada dimana?" tanya bocil itu dengan wajah polos.

"Ibu aku ada di rumah. Kamu tenang, ya? Ibuku pasti mau menerima kamu ... Ibu aku itu sangat baik sekali!" jawab Yuexin dengan nada ceria.

Saat itulah suara sistem informasi Yuexin bergema di dalam benaknya.

[TULIT]

[IDENTIFIKASI SELESAI]

[Peringatan level atas! Identititas subjek terkonfirmasi!]

[Subjek berusia tiga tahun. Struktur tulang dan jiwa: Jiwa Kosong Alami/Natural Void Soul.]

Mata indah Yuexin membeliak sempurna, saat mendengar laporan sistemnya.

[Apa itu, Sistem?! Sepertinya terdengar sangat tidak normal sekali!]

[Memang tidak normal, Nona! Jiwa Kosong Alami adalah sebuah wadah jiwa murni, yang tidak terikat dengan hukum reinkarnasi biasa.]

[Tidak memiliki jejak masa lalu, tidak memiliki karma dan nilai kebajikan, dan dapat menjadi media resonansi takdir tingkat tinggi.]

Yuexin menelan salivanya, saat mendengar penjelasan sistemnya.

[Penjelasan singkatnya apa?]

[Jika Nona membesarkan dan mendidiknya dengan baik, maka anak ini akan berpotensi menjadi titik pusat perubahan dunia.]

Yuexin refleks menundukkan kepalanya, dan menatap si bocil polos yang ada disampingnya.

Wajah bocil itu terlihat senang, saat melihat beberapa kincir angin yang sedang berputar.

"Kak, lihat! Itu mutel-mutel! Lucu sekali!" serunya sambil menunjuk ke arah baling-baling kincir angin.

Yuexin menatap horor bocil itu.

"Ini bocah, normal gak sih?! Baling-balinglah dibilang lucu?! Anak ini sebenarnya bahaya atau berkah buat desa ini? Kalau bahaya, harus aku buang jauh-jauh nih bocil!" monolog Yuexin dalam hatinya.

[TULIT]

[Tubuh Jiwa Kosong Alami sangat langka. Biasanya mereka diperebutkan oleh Sekte besar di dunia kuno ini, untuk dijadikan wadah, atau dihancurkan sebelum dewasa.]

Mendengar informasi tambahan dari sistem miliknya, wajah Yuexin langsung mengeras sempurna.

[Itu artinya ...]

[TULIT]

[Benar apa yang Nona pikirkan. Jika identitas ini tercium oleh pihak luar, maka desa Mingxien akan menjadi target mereka yang serakah diluar sana.]

Yuexin langsung menguatkan tekadnya untuk membesarkan bocil ini di dalam Keluarga Duxi.

"Jika berbahaya untuknya di luar sana, maka dia akan menjadi milik desa Mingxien selama hidupnya!"

Sementara itu di alun-alun desa Mingxien, Mingye dan Han yu baru saja kembali.

Wajah mereka masih terlihat tenang, sampai sebuah tekanan besar, jatuh dari atas langit.

BOOOM!

Angin berhembus liar di sekitar alun-alun desa, debu-debu berterbangan, dan langit cerah mendadak gelap, tertutup oleh beberapa bayangan besar.

"AAH!! APA ITU?!!!" teriak warga desa Mingxien, panik.

Raut wajah Mingye mengeras, dia mendongakkan kepalanya dan pupil matanya menyempit.

"Ada empat orang berkekuatan tinggi di atas sana. Siapa mereka? Dan ada urusan apa ke desa Mingxien?" tanya Mingye kepada Han Yu.

Han Yu menggeretakkan geliginya, tangannya terkepal erat disamping tubuhnya.

"Sepertinya ini adalah level Panatua Inti dalam sebuah Sekte, Tuan Muda!" jawab Han Yu.

"Sekte mana lagi yang datang?" tanya Mingye.

"Saya juga tidak tahu ..." jawab Han Yu.

Tidak berapa lama kemudian, empat sosok pria berjubah biru tua turun perlahan dari udara, mereka berdiri tegak diatas sebuah bilah pedang terbang yang berkilau tajam.

Sebuah simbol awan emas tersulam di bagian dada mereka.

"ITU PANATUA INTI SEKTE AWAN BIRU!" seru salah satu warga dengan tubuh gemetar ketakutan.

TAP!

Salah satu pria paruh baya turun dari atas pedang terbang itu, dan melangkah perlahan ke arah kerumunan warga desa.

Wajahnya sangat dingin dan angkuh!

"Siapa yang bernama ... Anlian?" tanya pria itu dengan nada dingin.

Suara itu bergema kuat, penuh dengan Aura tekanan Qi murni.

Membuat tanah disekitarnya retak halus perlahan.

KRAAK!

Mingye maju ke depan tanpa rasa takut sedikitpun.

"Ada keperluan apa? Ibuku sedang tidak ingin menerima tamu! Jika kalian ingin membuat masalah ..."

Sebelum Mingye sempat menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba ...

BLAM!

Sebuah energi Qi kuat menghantam ke arah Mingye.

Namun, sebelum energi itu menyentuh tubuhnya ...

CRACK!

Sebuah lapisan pelindung transparan langsung menyelimuti tubuh Mingye, menahan serangan itu sepenuhnya.

Keempat Panatua terkejut, saat melihat kejadian itu.

"Apaa??!!! Pelindung diri murni??!! Siapa anak kecil ini?"

Salah satu Panatua itu menyipitkan matanya, dia tertarik dengan Mingye dan ingin menjadikan dia murid tertutupnya.

"Hmm ... Menarik!"

Tidak berapa lama kemudian, terdengar suara langkah kaki mantap dari arah belakang mereka.

TAP! TAP! TAP!

Anlian muncul dengan raut wajah dingin nan tegas.

Hanfu hitam corak emas favorit, berkibar pelan.

Rambutnya diikat ekor kuda tinggi, memperlihatkan sosok anggun bagai seorang Dewi Kematian.

"Ada keperluan apa kalian datang mencari saya? Kalau tidak salah, kalian adalah empat Panatua Inti dari Sekte Awan Biru, kan?" ujar Anlian dengan nada dingin.

Tatapan tajam Anlian menatap mereka satu-persatu, seolah-olah sedang menargetkan mangsanya.

"Apakah Sekte Awan Biru sudah miskin 'Etika', sampai-sampai mengirim kalian untuk menekan sebuah desa, hah?!" lanjut Anlian dengan nada sinis.

Salah satu Panatua itu mendengus kasar, saat mendengar nada sinis Anlian.

"Hmph! Wanita Barbar, kami datang untuk menuntut keadilan!" ujar Panatua itu.

Anlian memutar bola matanya, malas.

"Keadilan?! Keadilan apa maksud Anda?" tanya Anlian dengan wajah datar.

"Kami mendapat laporan dari Zhao Kun, murid luar Sekte kami, jika dia dipermalukan dan dipukuli di depan umum oleh Anda!" ujar Panatua lainnya dengan nada membentak.

"Zhao Kun si-alan! Apa dia tidak mengakui kesalahannya kepada kalian semua? Kenapa dia sampai saya pukul?" tanya Anlian dengan nada rendah menakutkan.

Anlian menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Sepertinya dia tidak mengakui kesalahannya, ya? Baiklah, saya beritahu kalian. Dia sudah berani mengeluarkan niat membunuh kepada anak perempuan saya! Dia itu adalah tamu di desa kami, tidak sepantasnya dia memprovokasi seseorang di desa ini! Apakah ajaran kalian seperti itu di dalam Sekte? Bisa seenaknya memprovokasi dan membuat masalah di tempat lain?" ujar Anlian dengan nada penuh penekanan.

"Dan saya hanya menghentikan dia, bukan langsung membunuhnya ..." lanjut Anlian dengan wajah mengeras.

Salah satu Panatua tertawa sinis, saat mendengar ucapan Anlian.

"Bah! Sombong sekali Anda! Baru punya sedikit kekuatan saja, langsung memukul orang! Apakah Anda pikir, Anda bisa menantang kekuatan sebuah Sekte ternama di Dinasti ini?!" ujar Panatua itu dengan raut wajah sinis.

Keempat Panatua itu langsung mengeluarkan Aura gabungan mereka secara bersamaan.

BOOOM!

Bangunan di desa itu bergetar, membuat para warga desa panik.

Namun, yang tidak mereka sangka adalah ... wanita itu tidak menunjukkan sedikitpun rasa takut!

Anlian malah maju selangkah dengan perlahan.

Dan tiba-tiba ...

DHUAR!

Aura membunuh layaknya binatang purba pun meledak seperti gelombang tsunami ke arah empat orang itu.

Aura dimana Anlian sudah benar-benar dipuncak emosinya!

Aura itu membuat keempat Panatua tersebut langsung terdorong mundur satu langkah dengan wajah terkejut.

"Apa-apaan ini?!"

"Aura liar apa yang wanita itu keluarkan?! Ini bukan aura yang keluar dari energi spiritual!"

"Ini adalah Aura Iblis Pembantai Neraka! Dia ingin membantai kita semua!"

Keempat Panatua itu ramai bergumam sendiri dengan mata terbeliak tidak percaya.

Anlian menatap tajam mereka dengan wajah tanpa emosi.

"Saya tidak pernah berniat untuk menantang Sekte kalian, karena saya hanya memberi peringatan keras terhadap murid kalian yang sok kuat itu!"

Setelah mengatakan itu, mata Anlian menyipit penuh bahaya.

"Tindakan kalianlah yang akan menentukan ... Apakah Sekte Awan Biru itu masih bisa berdiri esok hari!" lanjut Anlian aura intimidasi yang kuat.

"Jika kalian hanya ingin 'Pamer' kekuatan, kalian salah datang ke desa Mingxien ini ..."

"Tidak ada seorangpun yang tahu, seberapa kuat keluarga Duxi saya. Hanya Kaisar Agung yang tahu, seberapa kuat kami, jika sudah ada yang berani memprovokasi kami!"

"Jika kalian masih sayang nyawa, tolong ... Jangan pamer kekuatan di depan saya! Jika saya bergerak, pihak Kekaisaran hanya bisa melihat, tanpa bisa bertindak!" ujar Anlian panjang kali lebar kepada mereka berempat.

Dalam keheningan yang absolut, keringat dingin mengalir deras di pelipis para Panatua itu.

Saat mereka ingin bicara, tiba-tiba ...

"Kakak Yuexin, itu Ibu Kakak, ya?"

Suara bocil yang polos dan cadel memecah ketegangan yang ada.

Yuexin muncul dari arah belakang kerumunan warga, sambil menggandeng seorang bocah usia tiga tahun dengan riang.

"Benar! Itu Ibu Kakak! Ayo, kita mendekat!" jawab Yuexin dengan nada riang.

"Ibu ... Ibu! Aku menemukan seorang anak di lereng gunung!" seru Yuexin dengan nada ceria.

Anlian dan Mingye langsung mengusap pelipis mereka, pelan.

Empat Panatua itu langsung menoleh ke arah datangnya suara, dan tatapan mereka langsung terpaku ke arah bocah yang digandeng oleh gadis itu.

Wajah mereka langsung berubah drastis.

"A--aura itu ...!"

"Ini ... Aura pemilik Jiwa kekosongan!"

Tanpa sadar, salah satu Panatua berteriak kencang ke arah Yuexin.

"LEPASKAN! JANGAN SENTUH ANAK ITU!"

Anlian langsung berdiri di depan Yuexin dan bocah itu dengan tangan terangkat.

Satu jarinya mengarah ke semua Panatua itu.

"Kalian berani menyentuh anak-anak saya, maka Sekte Awan Biru akan lenyap dari catatan sejarah malam ini ... Jika tidak percaya, silahkan Anda membuktikannya!"

Bocil itu menatap Anlian dengan wajah polos penuh kekaguman.

"Ibu Kakak Yuexin sangat cantik sekali ..."

Blush!

Wajah Anlian langsung merona, saat mendengar pujian tulus itu.

Anlian mengusap kepala anak itu dengan lembut, namun matanya menatap tajam ke arah empat Panatua itu.

Di sisi keempat Panatua itu, mereka merasa, jika takdir sedang mengawasi mereka.

Dan saat ini, mereka merasa berdiri di sisi yang ... salah.

Apakah mereka bisa keluar dari Sekte Awan Biru dan bergabung dengan desa Mingxien?

Membuat Sekte sendiri?

Dan hidup damai bersama Penguasa Anlian?

Mereka bingung menentukan arah, dimana si 'Anak Takdir' ternyata sudah ditemukan.

♨♨♨

1
Dandelion
ada sin chan...upin ipin ...sptnya ka othornya penggemar film cartoon 😁
jgn lupa ninja hatori...nobita..
suneo...gian...chibi marukochan 😂
Dandelion
wahhh anlin bener2 ya...😁
dendam membara 😂
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Sangat pendendam dia orangnya, Kak ... 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Dandelion
ceritanya keren
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih bintangnya, Kak Dande ...🙏🏻😊💖💖💖💖
total 1 replies
Dandelion
oke ka othor 👌😁
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁🙏🏻🙏🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Dandelion
awal cerita yg bagus...
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih dukungannya, Kak Dande ...😊🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖
total 1 replies
Lala Kusumah
ide bagus Lingyuan 👍👍😂😂
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Lala Kusumah
wow Mingye dapat harta karun lagi nih, mantaaaaappp 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Makin banyak warisannya ya, Mak ...🫢🫢🫢
total 1 replies
Bey
Lanjut tor lanjut aduhhhhh aku penasaran 😍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ashiap, Kak Bey ... terima kasih dukungannya, kak ...😊🙏🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Yulianti Amiruddin
lanjutkan 💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih dukungannya, Kak Yulianti ... 🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
Lala Kusumah
good job Mingye 👍👍👍💪💪💪
Lala Kusumah: sami-sami 🙏🙏
total 2 replies
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ashiaaaaaap, Mak Lala 🫡🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
SAF.A.NAPIT
Thor jangan lupa mampir di novel terbaru ku juga yah
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Thank you, Kak Saf ... 🤗👌🏻🙏🏻
total 3 replies
Kusii Yaati
terlalu ekstrim nggak sih, hewan aja masih punya hati nurani.itu mah robot bukan manusia,karena sisi manusianya telah di musnahkan, malah jadi ngeri 😟
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Halusinasi, Kak Kusli ... jangan terlalu dibawa serius bacanya, dunia nyata saja banyak orang yang gak punya hati, tanpa harus minum obat apa-apa ...😁😁😁. Terima kasih atas dukungannya Kakak ...🙏🏻🤗😊✌🏻💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
penuh teka teki 🤔🤔🤔
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Malu aku diketawain sama Kak Lala ...🤭🤭🤭
total 3 replies
Lala Kusumah
wah Mingye ternyata adalah keturunan ras naga ya ..... hebaaaaaatt 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Wokehhh, Mak! Hati-hati dijalan, oke? Semoga hari ini pekerjaannya tidak banyak, and jangan lupa makan Mak! Semangat!!🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻👍🏻👌🏻😁
total 3 replies
Lala Kusumah
selamat ya klg Anlian, mantaaaaappp n kereeeeeennn nih 👍👍👍😍😍😍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Lala ... 🙏🏻😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
kriwil
memang kamu harus nerima si suami mu anlian dari pada sama orang yang cuma nanam.benih lalu menghilang🤣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Setuju ... 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Lala Kusumah
tegaaaanng juga ya 😵‍💫😵‍💫🫣🫣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Jangan tegang-tegang, Kak Lala ... nanti sakit lagi loh ...😂😂😂😂😂
total 1 replies
Linda pransiska manalu
pantasan, panjang sekali saat di baca.
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁😁😁
total 6 replies
Linda pransiska manalu
per bab jumkatnya berapa ya kak
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Kalau aku, 2000 kata Kak ... Kadang 1800 ... 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!