davindra Shaquille adijaya ,,, adalah seorang anak tunggal dari Narendra adijaya yang terkenal sebagai mafia kejam di seluruh jagat raya dunia hitam,
ia selalu menjadi anak kebanggaan ayah nya ,namun sejak ibu nya meninggal Narendra adijaya menikah lagi dengan seorang perempuan yang sudah memiliki satu anak , Gilbert Robert adalah saudara tirinya ,sejak saat itu kehidupan Davindra mulai berubah , kepercayaan sang ayah yang mulai memudar , kasih sayang sang ayah yang mulai luntur dan terbagi, membuat davindra tumbuh menjadi seorang yang keras kepala dan tidak mau mengalah ,,
di masa remaja nya ia menyukai gadis yang bernama
Aurora zahera ,gadis cantik dan manis yang membuat hari hari nya berwarna ,namun warna itu seketika hilang Ketika Aurora pergi dan pindah ke luar negeri ,,
mungkin kah mereka akan bertemu kembali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aurora Zahira
" Davin " panggil sang ayah
Davin pun berhenti tanpa menoleh
" Davin ,papa harap kamu tidak membenci papa ,papa cuma mau kamu menghargai keputusan papa ,Davin ,papa tahu mama kamu tidak bisa tergantikan oleh siapapun di hati kamu ,tapi papa minta kamu hargai hati papa,"
" apa papa pernah menghargai hati saya pa, untuk apa saya menghargai orang yang tidak menghargai saya"
" Davin ,ini papa kamu ,nak , kenapa kamu jadi pembangkang seperti ini"
" papa sendiri yang menciptakan sikap pembangkang dalam diri saya, semuanya berubah sejak 10 THN lalu ,sejak mama pergi ,papa selalu sibuk mendengarkan apa kata istri papa, "
" Davin ,papa seperti ini karena papa gak mau kehilangan mama Sandra lagi ,papa sudah pernah cerita kan kalau mama Sandra itu"
" cinta pertama papa iya,papa sudah sering bilang itu, saya gak perduli pa, hati papa untuk siapa ,saya gak perduli papa cinta sama mama atau tidak ,tapi saya anak anda ,tapi seakan saya anak tiri anda , semua yang saya katakan salah , selalu salah, dulu cerita kita sangat indah pa ,tapi sekarang dan sejak saat mama pergi semuanya berubah, kasih sayang papa buat saya juga berubah "
" papa sayang sama kamu nak,walau bagaimanapun kamu anak papa,papa gak ber maksud usir kamu"
" kalau kamu mau ,kamu bisa taro koper kamu kembali ke kamar ,kita mulai lagi ya ,kamu mau kan terima mama Sandra?"
" jangan berharap " ucap Davin ,ia pun berlalu pergi ,
" Davin " teriak pak Adi jaya ,namun Davin tak menghiraukan
" pa,,sudah ya , mungkin Davin butuh waktu " ucap Bu Sandra
" maafin aku ya sayang ,aku belum bisa yakin kan anak itu "
" iya , gak apa apa "
" yaudah yuk masuk udah malam ,"
" iya ma"
Mereka pun masuk ke dalam rumah mewah itu
Davin berjalan menuju mobilnya dan tak lama suara mobil masuk pun terdengar
" itu dia si brengsek itu"
Davin langsung menghampiri Gilbert adik tirinya itu
" keluar lho " kesal Davin
Gilbert pun keluar dari mobil
" mas Davin ,ada apa mas?" Tanya Gilbert
Gilbert keluar dari mobilnya dan langsung mendapat Bogeman mentah
bugggh!
tangan Davin langsung menonjok wajah Gilbert dengan beringas
" mas ,lho kenapa sih, kenapa lho pukul gue. " ucap Gilbert
" gak usah ,so pura pura gak tahu lho,lho udah bayar orang kan buat nembak gue kemarin ,jawab lho"
" mas ,gue bisa jelasin "
" gak usah gue mau lho ikut gue ke kantor polisi sekarang , karena gue punya bukti nya"
" mas,lho salah paham,gue gak pernah ngelakuin itu sama lho "
" lho gak usah bohong sama gue,ini buktinya"
Devan memberikan ponselnya dan memutarkan video saat seseorang mengobrol dengan si penembak itu
" mas ,ini bukan gue"
" masih bela diri lho ya"
" mas ,gue gak pernah sejahat itu sama lho"
"buh sit !
"gue gak percaya sama lho,dari dulu dan sampai kapan pun lho akan tetap jadi musuh gue"
" mas ,gue tahu kita tidak sedarah ,tapi gue perduli sama lho ,gue gak mungkin ngelakuin itu sama lho"
" ini ada bukti nya ,dan lho gak bisa ngelak lagi"
" mas gue gak pernah ngelakuin itu sama lho ,lho harus percaya sama gue ,gue tuh sayang sama lho mas,gue gak mungkin ngelakuin hal keji seperti itu"
" terus ini apa?"
" mas coba lho perhatikan lagi video ini ,ini sama sekali gak mirip sama gue "
Davin memperhatikan ulang video itu
" mas lho harus percaya sama gue"
" gue akan cari bukti yang lebih kuat lagi dan gue pastikan Lho gak bisa lolos " ucap Davin dan pergi
" mas lho mau ke mana ?"
" pulang kampung " jawab Davin dan akhirnya pergi membawa mobil nya
" hei ,lho udah pukul gue ,dan gue gak sempat ngelawan lho " teriak Gilbert
Davin sama sekali tidak mendengarkan ucapan Gilbert ,dia melajukan mobilnya,
di tengah jalan tiba tiba ia merasa sedih dan teringat gadis masa kecil nya itu
" Ara ,di Mana pun kamu berada saya akan tetap nunggu kamu ,dan saya yakin kamu ada di sekitar saya" monolog nya
" saya yakin kamu lagi gak baik baik saja, perasaan saya selalu gak enak jika ingat kamu" batin nya
tiba tiba terdengar suara seseorang minta tolong
" tolong!
" tolong!
Teriak seseorang di sebrang sana
" lepaskan saya "
" pergi kalian ," teriak seorang gadis
Davin yang melihat kejadian itu langsung menghampiri mereka
" hei, lepaskan dia" teriak Davin
" siapa lho " teriak para preman
" lho gak perlu siapa gue ,tapi gue mau lho lepasin gadis itu"
" gadis ini milik bos kami ,jangan ikut campur lho"
Bugggh!
Davin mendarat kan pukulan ke salah satu preman itu
" sialan lho" preman itu pun tidak terima
" maju lho ,dasar cacing cacing kremi " teriak Davin
" kurang ajar lho "
Bugggh!
Preman hendak memukul Davin namun Davin berhasil menghindar
bugggh!
Bugggh!
Davin berhasil menghajar dua preman itu
" lari cepat " teriak preman satu pada preman satunya lagi
" tapi , kalau bos marah gimana?"
" ntar aja ,gue gak mau bonyok sama dia, ayok cepat " preman itu pun menarik tangan temannya dan berlari
setelah kepergian preman itu Davin mencari gadis yang tadi di Tolong nya ,ia memutar pandangannya ,dan ternyata gadis itu bersembunyi di balik pohon besar
" hemmm,ia tersenyum getir
"itu dia orang nya"
Davin mendekat ke arah pohon dan berkata
" lho aman , preman itu udah kabur ", teriak nya
Seorang gadis cantik muncul dari balik pohon besar itu dan Davin pun terkejut melihat siapa gadis itu
" Ara" ucap nya
" thanks " ucap gadis itu
" Ara ,ini kamu?"Davin menatap mata gadis itu dan tetap sama di mata nya
" sorry ,saya buru buru"
" Aurora , tunggu "tahan Davin
" saya buru buru dan saya bukan orang yang kamu maksud "
" tidak ,kamu Aurora,kamu Ara" Davin mencoba menjelaskan
" mungkin kamu salah orang " gadis itu pun pergi dan Davin mengejar nya
" Aurora Zahira" teriak Davin
Gadis itupun berhenti dan terdiam
" kenapa kamu menghindari saya ,saya Davin,kita dulu"
" cukup,saya gak tahu anda ,dan gak usaha manggil saya lagi "
Davin menarik tangan gadis itu
" Ara saya yakin ini kamu ,ada apa dengan kamu Ara,kamu bahkan tidak bilang ke saya kalau kamu sudah berada di kota ini,kamu tidak kasih kabar saya"
" lepaskan saya,atau saya teriak "
" Ara , please , jangan seperti ini,kamu janji sama saya , kalau kamu pulang ,kamu akan temui saya "
" saya bilang lepaskan saya,saya gak kenal sama kamu" Aurora mendorong tubuh Davin dan berlari pergi
" Aurora ,saya akan temukan kamu lagi,kali ini kamu boleh pergi tapi tidak nanti ,saya pastikan akan Menemukan kamu lagi dan saya tidak akan melepaskan kamu "teriak davin
"aku gak akan pernah maafin kamu Davin,kamu jahat" ucap Aurora Zahira