Alesha Hanania, gadis kampung yang terpaksa berhenti kuliah karena ayahnya meninggal dunia dan ibunya sakit-sakitan.
Esha mulai mencari pekerjaan untuk bertahan hidup. Sampai pada suatu hari dia bertemu dengan Rosi, teman sekolahnya. Rosi menawarinya pekerjaan di Jakarta.
Setibanya di Jakarta, ternyata Rosi menipunya. Rosi membawa Esha ke sebuah klub malam untuk dijual kepada pemilik klub.
Malam itu menjadi malam yang bersejarah dalam hidup Esha. Malam yang merenggut kesucian yang selama ini ia jaga. Malam yang mempertemukannya dengan pria brengsek bernama Raffi Bastian Anggara ....
WARNING!!
Banyak mengandung bawang. Siapkan tisyu dulu yah sblm membaca... 😂
Budayakan untuk LIKE di setiap eps sbg bentuk dukunganmu terhadap penulis dan novel ini... TQ 🙏
Ig Author @_anita.rai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
Esha merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk melepas lelah setelah seharian menyetir dan membersihkan apartemennya.
Cling! Tiba tiba ponselnya berbunyi. Diraihnya ponsel yang ia letakkan di atas meja lalu membuka polanya. Ternyata pesan whatsapp dari Raffi. Esha pun membaca pesan itu.
{ Sayang, maaf aku baru bisa menghubungimu. Aku sedang berada di Maldives. Mama memaksaku untuk pergi bulan madu bersama Aulia. }
Esha hanya membaca pesan itu tapi tidak membalasnya. Dia merasa cemburu pada kebersamaan Raffi dan Aulia. Esha meletakkan kembali ponselnya di atas meja lalu memejamkan matanya. Dia mencoba untuk tidur tapi bayangan Raffi dan Aulia selalu mengganggu pikirannya.
Esha membolak-balikkan tubuhnya untuk mencari posisi yang nyaman, namun tetap saja ia tidak bisa tidur. Lalu seperti biasa dia mulai menghitung domba sampai ia terlelap.
***
Pagi itu setelah mandi dan sarapan, Raffi memasukkan baju-bajunya ke dalam koper. Dia berniat untuk kembali ke Indonesia hari itu juga. Raffi merasa tidak tenang, karena sejak semalam Esha tidak membalas pesan whatsapp maupun menjawab panggilan darinya.
"Kak Raffi mau kemana?" tanya Aulia dengan heran.
"Aku mau pulang," jawab Raffi.
"What? Pulang? Tapi kan paket honeymoon kita masih ada dua hari lagi Kak. Kenapa Kak Raffi tiba-tiba mau pulang sekarang?"
"Terserah kamu mau ikut atau enggak, kalau enggak aku tinggal!"
"Tapi Kak ...."
Raffi sudah selesai packing dan berniat keluar kamar membawa kopernya.
"Tunggu Lia kak, Lia ikut," seru Aulia. Dia pun bergegas mengambil kopernya lalu memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper tersebut.
Raffi menunggu Aulia di luar. Aulia merasa kesal karena paket honeymoon mereka yang seharusnya empat hari tiga malam jadi berantakan.
Setelah selesai packing, mereka pun beranjak ke resepsionis untuk check-out. Kemudian mereka berangkat menuju bandara Ibrahim Nassir dengan menaiki seaplane atau pesawat air.
***
Di tempat lain ....
Hari itu adalah hari Minggu. Tiba-tiba Esha teringat pada Bi Ijah dan Pak Rahmat. Sudah lama sekali rasanya dia tidak mengunjungi mereka. Karena tidak ada kegiatan, pagi itu Esha memutuskan untuk pergi ke villa Raffi di Cipanas.
Esha mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang melewati jalan tol Jogorawi. Perjalanan dari apartemennya ke villa memakan waktu selama lebih dari dua jam. Esha sampai di villa pada pukul dua belas tengah hari. Mendengar suara mobil, Bi Ijah dan Pak Rahmat keluar untuk melihat siapa yang datang.
Esha keluar dari mobil sambil membawa sesuatu di tangannya. "Assalamu'alaikum Bi Ijah, Pak Rahmat," sapa Esha seraya melemparkan senyuman kepada Bi Ijah dan Pak Rahmat.
"Wa'alaikumsalam Non Esha?" jawab Bi Ijah dan Pak Rahmat.
"Apa kabar Bi Ijah, Pak Rahmat? Maaf Esha baru sempat datang berkunjung," ucap Esha lalu mencium punggung tangan Bi Ijah dan Pak Rahmat secara bergantian.
"Alhamdulillah baik Non. Non Esha sendiri apa kabar? Tuan Raffi nggak ikut Non?" tanya Bi Ijah.
"Kak Raffi lagi sibuk Bi. Oh ya ini Bi, Esha bawakan kue brownies buat Bi Ijah dan Pak Rahmat," tutur Esha seraya menyodorkan sekotak kue brownies kepada Bi Ijah.
"Terima kasih Non," jawab Bi Ijah dan Pak Rahmat. Bi Ijah pun menyambut brownies yang diberikan Esha. Lalu mereka pun masuk ke dalam villa. Bi Ijah dan Pak Rahmat langsung ke dapur untuk membuat minuman, sementara Esha masuk ke kamarnya.
Esha mengambil air wudhu lalu menunaikan sholat Dzuhur. Setelah itu dia pun menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Esha termenung memandangi langit-langit kamarnya. Tanpa disadari ada butiran air bening yang merembes dari sudut matanya.
Tok tok tok ....
Bi Ijah mengetok pintu kamar Esha yang terbuka. Esha menoleh ke arah sumber suara. Dengan cepat dia menyeka air matanya lalu duduk di tepi tempat tidur.
"Non bibi bikinin teh manis buat Non Esha," tutur bi Ijah.
"Makasih Bi," sahut Esha.
Bi Ijah masuk dan meletakkan nampan berisi secangkir teh manis ke atas meja dekat tempat tidur Esha. Bi Ijah mendekati Esha lalu duduk di sampingnya.
"Non Esha kenapa?" tanya Bi Ijah.
Tiba-tiba saja, Esha memeluk Bi Ijah lalu menangis di pelukannya.
"Sabar ya Non, bibi tau Non Esha pasti sedih karena tuan Raffi menikah lagi dengan Non Aulia," ucap Bi Ijah sambil mengusap punggung Esha dengan lembut.
"Seharusnya Esha nggak seperti ini Bi. Esha sudah janji nggak akan nuntut apa-apa dari kak Raffi. Tapi Esha nggak bisa membohongi perasaan Esha Bi. Setiap malam Esha membayangkan kak Raffi tidur bersama perempuan lain. Hati Esha sakit Bi," rintih Esha.
"Sabar Non, sabar ... Allah itu maha adil. Dia tidak akan menguji hamba-Nya melebihi batas kemampuannya," sahut B Ijah.
"Iya Bi." Esha merasa lebih lega setelah menangis di pelukan Bi Ijah. Segala kesedihannya ia curahkan kepada orang yang sudah ia anggap seperti ibunya itu.
***
Pesawat Garuda Indonesia yang ditumpangi Raffi dan Aulia mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul tujuh malam. Pak Imron datang untuk menjemput mereka. Dia memasukkan koper Raffi dan Aulia ke dalam bagasi mobil. Mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil. Pak Imron mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang menuju rumah.
Sampai di rumah, Raffi dan Aulia turun dari mobil. Mereka disambut oleh Bi Nanik dan Bi Fatimah, asisten rumah tangga mereka. Pak Imron mengeluarkan koper Raffi dan Aulia dari bagasi dan membawanya masuk ke dalam rumah.
"Selamat datang Tuan Raffi, Nyonya Aulia," sapa Bi Nanik dan Bi Fatimah.
"Bi, apa mama sama papa udah kembali ke Amerika?" tanya Raffi.
"Sudah Tuan, tadi siang Tuan Salman sama Nyonya Debby kembali ke Amerika. Ada meeting urgent katanya," jawab Bi Nanik.
Ada rasa lega di hati Raffi karena kedua orang tuanya telah kembali ke Amerika. Sementara Aulia sejak tadi pagi hanya cemberut saja. Sampai di rumah dia langsung masuk ke dalam kamar.
Raffi merogoh ponsel dalam saku celananya lalu mencoba menghubungi Esha. Dia menghubungi Esha berkali-kali tetapi tidak ada jawaban. Pikirannya semakin kacau. Dia pun keluar lagi menemui Pak Imron.
"Pak Imron, pinjam kunci mobilnya. Saya mau keluar sebentar," seru Raffi.
"Oh iya ini Tuan," sahut Pak Imron sambil menyodorkan kunci mobil ke arah Raffi. Raffi dengan cepat menyambut kunci itu lalu bergegas menuju parkiran. Dia pun naik ke dalam mobil kemudian mengemudikan mobil itu dengan ngebut menuju apartemen Esha.
Ting tong ting tong ....
Sampai di apartemen Esha, Raffi menekan bel pintu beberapa kali, tetapi tidak ada yang membukakan pintu. Lalu Raffi membuka pintu itu dengan kunci cadangan yang sudah dia bawa.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG .............................
Notes :
Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya**** setelah membaca!
Terima kasih ... 😊
Penulisnya cukup faham dalam Agama, sehingga tidak los kontrol.
Judul Kesucian Alesha dlm cerita ini ibu meligat tentang keiklasan hati dari Alesha, Amar ya sejak awal, disusul Raffi seyelah menikah siri dgn Aulia yg sederhana tp bisa mengetuk hati Raffi sbg suami untuk melakukan kebaikan dalam hidup termasuk Sholat n adab pd orang2 yang sdh berjasa mengurus dirinya, juga Aulia keiklasannya muncul saat tahu Raffi sangat mencintai Alesha apalagi tahu bgw mereka sdh menikah...
Semangat thor, sehat selalu, memang benar menulis tuh tidak mudah, mood nya harus bagus/Heart//Heart//Heart/