NovelToon NovelToon
Ilove 100 Kg

Ilove 100 Kg

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Karir / Persahabatan / Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Cewek Gendut
Popularitas:64
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

- Berawal dari benci -

Akhh!
"Lo, kalau jalan pakai mata! "
"Maaf, kak "
"Ck, cewek gendut kaya lo mending pergi deh dari sini! "
" Baik ka! "
"Gendut amat sih! "


- berakhir di pelaminan -

"Apa nikah sama dia?, what! "
" Dewa bangun! "
" Akh, mama dewa ngga bisa nikah sama dia! "
" Harus bisa! "



- love 100 kg -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 35 Takut

"Apa, latihan menembak? " Ulang ilona kala alex mengajaknya. Untuk latihan menembak, alex hanya mengangguk kan kepalanya. Membiarkan gadis berkuncir kuda itu, menimang-nimang. "Kenapa, lo ajak gue dari sekian banyak nya manusia? " Tanya ilona matanya memicing seolah, ingin merobek kepala alex dan mencari tahu. Kenapa lelaki itu berbaik hati, untuk mengajaknya latihan alex menghela napas kasar.

"Dari jutaan, manusia yang gue temui lo doang yang paling kasihani wajahnya! " Cemooh alex membuat, bibir ilona mangap "bener-bener!, ya lo lex! " Kesal ilona. Sembari melempar Bantal ke arah alex namun, namanya alex masternya menangkap masa nangkap. Bantal sofa doang ngga bisa!, "bodo lah, jadi lo mau ikut apa ngga?. Kalo ngga mau yaudah gue pergi sendiri aja! " Sahut alex acuh. Ia sibuk memainkan ponselnya, ilona berdecak sebal melihat tingkah lelaki tersebut. "Lo sendiri, jomblo menyedihkan lo sengaja kan. Ajak gue karena lo ngga ada pasangan lagi! " Ejek Ilona

Alex, langsung menatap tajam gadis tersebut. Tatapannya begitu dalam lebih, mirip tatapan maut membuat ilona langsung Membuang pandangannya ke arah lain. " Enak aja, Tuh mulut!. Gue gini-gini Laku!, alex yang tampannya selangit, itu idola para manusia!. Jadi karena gue baik hati, makanya lo gue ajak lo salah satu gadis beruntung yang bisa. Liat gue latihan! " Kata alex penuh percaya diri, membuat ilona tertawa geli. "Kalo mimpi tuh, jangan Pagi-pagi !. Malam aja mending nanti jatuh lagi!. Kan Sakit say! " Ejek ilona sembari menggeleng kan kepalanya,

"Dasar, cerewet! " Sengit alex

"Eh, lo ya yang cerewet udah tau lo minta tolong di temanin sama. Si ilona cantiknya kaya bidadari jatuh dari kayangan!, make ngehina lagi nyebelin! " Dengkus ilona ia beranjak dari duduknya, " Lo sih, lebih ke mirip bidadari jatuh dari genteng, terus nyebur di comberan! " Ledek alex lalu terkekeh. Membuat gadis tersebut menatapnya, penuh dendam ia pun berlalu ke kamar mandi. "Na, kalo mandi cepet gue ngga mau. Buang-buang waktu gue yang berharga karena nungguin, lo yang mandi kaya orang semedi! " Teriak alex.

Bunga, berkerut dahi kala melihat Irsyad yang terkesan buru-buru jogging bersama nya. Entah kenapa Ia merasa, Irsyad kini berbeda " Jadi, ini kan baru jam delapan pagi. Kenapa tiba-tiba banget kamu suruh, kita udahan jogging nya? "Tanya bunga dengan suara penuh keingin tahuan, Irsyad tersenyum lembut namun yang di rasakan bunga hanyalah kehampaan. Kala melihat senyuman tersebut,

" Sudah, jam delapan bunga waktunya sarapan habis itu kamu lanjut erobik kan? " Sahut Irsyad dengan penuh perhatian, menatap gadis berbalut pakaian berwarna biru muda. Yang nampak manis sekali,

"Kamu tahu, ngga sih bang aura berat badan nya udah turun 10 kg dalam. Dua minggu ini! , progres nya cepat banget!, " Cetus bunga membuat Irsyad tersenyum samar. "Ya gimana, ngga turun kan gym tiap hari! " Sahut Irsyad terkekeh geli kala membahas nya, bunga menatap dalam lelaki tersebut. Ia melihat manik Irsyad berbinar, " Oh ya, bang aku mau tau sebenarnya bang dewa sama Aura itu, Saling suka ngga sih? "Tanya bunga tetiba membuat Irsyad mengangkat bahu nya acuh,

" Dek, udah jam segini mending sarapan yuk! Sebelum. Magh kamu kambuh! " Kata Irsyad mengalihkan pembicaraan bunga pun tersenyum manis, "yaudah terus, kita mau sarapan apa? " Tanya bunga menopang dagunya dengan tangannya, "hmm! " Irsyad celingak - celinguk, melihat sekeliling taman tersebut. " Gimana kalau, bubur ayam? " Tawar Irsyad bunga menganggukkan kepalanya. "Ayo! " Tanpa sadar, Irsyad menggandeng tangan bunga. Membuat bunga tersipu malu Irsyad menuntun nya, ke penjual bubur yang berada di dekat ia dan bunga duduk tadi.

"Mang, bubur nya Pesan dua yang satu jangan pedas jangan pakai kacang!. Yang satunya Pedas! " Pinta Irsyad langsung diangguki oleh, penjual bubur tersebut. Sedangkan bunga ia duduk di kursi plastik yang di sediakan, di tukang bubur ayam tersebut.

Tring!

Tring!

Tring!

Irsyad, segera merespon kala mendengar ponselnya bergetar. Bunga tidak pernah melihat irsyad, se sibuk itu kala membalas pesan. Ada rasa takut dan ketidak percayaan kala orang yang ia sudah kenal lama, lambat laun sifatnya berbeda drastis. Seperti ada yang retak tapi bukan kaca, tapi hati bunga kali ini.

Aura

𝘒𝘢 𝘪𝘳𝘴𝘺𝘢𝘥!

𝘏𝘢𝘣𝘪𝘴 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢?, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘬𝘢𝘬𝘢 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯!

𝘒𝘪𝘵𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪, 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘯?

𝘒𝘢!

𝘑𝘢𝘥𝘪, 𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴 𝘴𝘢𝘳𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘰𝘵𝘸 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘯𝘢!.𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘦, 𝘥𝘦𝘸𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘵𝘢𝘩𝘶, 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪. 𝘉𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶, 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬!

𝘚𝘪𝘱!

Irsyad menoleh sejenak, ke arah bunga yang nampak asik memakan bubur ayamnya. Seraya menonton anime kesukaannya, "kenapa abang, melihatku seperti itu? " Tanya bunga mengangkat pandangannya. Dari layar ponsel ke lelaki tersebut, " Kamu serius, sekali nonton apa? " Bunga tersenyum mendengarnya, " Anime, abang juga mau nonton? Gimana kalau. Kita sama-sama nonton? " Ajak bunga sembari memperlihatkan layar ponselnya. "Tentang apa? " Tanya irsyad tergelitik untuk menanya,

"Pengusir iblis, Demon slayer : kimetsu no yaiba judulnya seru tahu! " Sahut bunga dengan antusiasme namun. Irsyad tidak menangkap kesan spesial yang, bunga ceritakan " Dek, " Irsyad ragu untuk berkata. Namun mau bagaimana lagi, dia sudah terlanjur janji apalagi saat mangkuk bubur bunga masih penuh. Ia lupa kalau bunga makan dua puluh kali mengunyah,

"Kenapa bang? " Bunga menghentikan suapaan, ke lima nya sudah lebih dari dua jam tapi baru lima suap?. Sedangkan irsyad sudah habis dari satu jam yang, lalu " Kamu, makan sendiri ya abang ada urusan penting!. " Izin irsyad tangan bunga, mematikan ponselnya menatap binggung irsyad. Ia berkerut dahi melihat perubahan irsyad, dulu irsyad paling tidak pernah meninggalkan nya. Saat sedang makan! Bukan hanya itu, irsyad juga akan setia menunggu nya selesai makan. Walaupun makannya lama sekali,

"Yaudah, abang pergi aja sana! " Dengkus bunga membuat irsyad menghela napas berat.

"Ya sudah, kamu jangan lupa habiskan makan kamu!, habis itu pulang jangan kelayapan!, jangan Erobik habis makan!, minum air putih jangan kebanyakan minum kopi hitam, jangan Terlalu keras sama tubuh kamu!, jangan lupa minum air putih di jam-jam yang sudah abang kasih list nya!, kalau capek tidur! Kalau lapar makan!, jangan kebanyakan makan pedas kamu punya riwayat magh!, kalau baju basah langsung ganti biar ngga masuk angin! " Cerocos irsyad,

membuat bunga merasa jadi anak kecil. Yang hendak di tinggal sang papa seminggu lamanya, " Udah ngomong nya? "Tanya bunga tersenyum tipis.

" Abang, bayarkan makanannya! " Ia bergegas membayar makanan tersebut. " Ingat, pulang habis ini!. Kalau capek tidur jangannya main piano!, jangan main hp lama-lama nanti rabun. Abang pergi dulu! " Irsyad mengusap pelan kepala bunga, membuat rona di pipi bunga timbul.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!