NovelToon NovelToon
MAFIA CILIK PENCURI HATI

MAFIA CILIK PENCURI HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Anak Genius / Ibu Pengganti / Angst
Popularitas:92.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kemilau Senj@

Bukankah setiap makhluk hidup yang bernama anak kecil itu selalu lucu dan menggemaskan? Sikapnya, cara bicaranya, tubuh mungilnya, semua nya menggemaskan.

Tapi bagaimana jika anak kecil itu adalah putra seorang Bos Mafia yang paling di takuti dunia? Beranikah kau menyentuhnya?

Hera, gadis manis yang terpaksa menjadi ibu sambungnya. Harus mengurus segala hal yang berhubungan dengan anak kecil tersebut.

Bisakah Hera bertahan menjadi ibu sambung dan hidup di tengah dunia mafia? Bagaimana dia menjalani hidupnya bersama anak sambung dan suami mafia nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kemilau Senj@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. HARI YANG INDAH

Pagi ini mentari bersinar terang. Menyinari dunia, dan memberi kehangatan untuk setiap yang merasakannya. Hera tengah membantu Tuan mudanya bersiap seperti hari-hari biasanya.

"Kenapa kau baik sekali Hera?" Tanya Deon tiba-tiba sambil menangkup wajah Hera dengan tangan mungilnya.

Hera menatap Tuan mudanya dengan bingung. Memangnya apa yang sudah dilakukan nya? Kenapa Deon mengatakan kalau dia baik?

"Maksud Tuan muda?"

"Kau sangat baik, dan juga cantik. Apa kau keturunan bidadari?" Deon bukannya menjawab pertanyaan Hera, malah memberikan pertanyaan lagi yang semakin membuat Hera tidak mengerti. Kenapa Deon tiba-tiba menanyakan hal itu? Apa dia sudah berbuat kesalahan? Sungguh Hera jadi khawatir sekarang.

"Tuan muda, apa saya sudah membuat kesalahan?" Hera khawatir ini adalah bentuk kemarahan Deon padanya.

"Tidak. Kau tidak salah. Kau hanya terlalu baik Hera." Jawaban Deon semakin membuat Hera tidak mengerti, apa yang sebenarnya sudah dilakukan nya?

"Jangan terlalu di pikirkan. Tidak ada apa-apa." Deon berusaha menenangkan Hera dengan senyuman semanis madu miliknya.

Deon mengerti Hera merasa kebingungan karena ucapannya. Tapi dia juga tidak menjelaskan apa maksud dari ucapannya tersebut.

Hari ini semua berjalan lancar. Semua orang kembali menjalani aktivitas nya masing-masing. Begitupun dengan Hera, Deon, dan juga Tuan Tama.

Jika Tuan Tama sedang sibuk dengan urusan kantor nya, maka Deon tengah sibuk dengan berbagai latihan fisiknya. Dan Hera sebagai pengasuh Deon, selalu setia menemani sang Tuan muda.

Waktu berlalu begitu saja saat mereka semua sedang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Kini senja telah menjelang. Deon telah menyelesaikan Latihan nya untuk hari ini. Meskipun nanti dia masih harus tetap belajar bisnis dan memperbanyak penguasaan bahasa asingnya. Yang penting sekarang dia sudah bisa beristirahat hingga makan malam usai.

"Apa sangat melelahkan?" Tanya Hera pada Tuan mudanya.

"Tidak juga. Aku sudah biasa. Lagi pula aku harus jadi hebat dan kuat agar bisa melindungi mu di masa depan kelak." Terang Deon. Tentu saja Hera merasa berbunga-bunga di perlakukan seperti itu. Andai Deon seumuran dengannya, mungkin Hera yang akan lebih dulu mengungkapkan perasaan nya kepada Deon. Sungguh dia sangat mencintai sosok kecil di hadapannya ini.

Sayangnya Deon hanyalah bocah Lima tahun, dan Hera telah menganggapnya sebagai putranya sendiri. Meski itu tak pernah terucap dari bibir merah delima nya.

Hera membantu Deon bersih-bersih dan bersiap untuk makan malam. Hari ini Tuan Tama tak lagi meminta Hera memasak. Mungkin karena dia sudah mendapatkan apa yang di inginkan nya sebelumnya.

"Makanlah sendiri! Kau sudah besar dan bisa makan sendiri. Lagipula dia juga harus makan." Ucapan yang keluar dari mulut Tuan Tama sukses membuat pasangan beda generasi Deon dan Hera menjadi kebingungan.

Deon bahkan ragu kalau yang makan malam bersama nya adalah ayahnya sendiri. Dia khawatir kalau kepala ayahnya habis terbentur benda keras, yang membuatnya berbeda dari biasanya.

Tapi sepertinya Tuan Tama tidak peduli dengan apa yang di pikirkan oleh putranya. Dia tetap makan dengan santai tanpa rasa bersalah sama sekali.

Sedangkan Hera kebingungan, harus menuruti perintah siapa. Tuan Tama memintanya duduk dan makan bersama dengan pasangan ayah dan anak yang merupakan majikannya. Sedangkan biasanya dia akan menyuapi Deon setiap anak kecil itu makan.

Hera mencoba bertanya pada Deon, dia harus bagaimana? Karena sejujurnya berada di antara ayah dan anak itu membuatnya bingung. Mereka sama-sama majikannya. Jika dia melakukan perintah Tuan Tama, dia takut Deon akan kecewa padanya. Begitu pun sebaliknya, jika dia mengikuti perintah Deon, dia takut Tuan Tama akan marah lagi padanya. Dan yang lebih membuat Hera takut adalah jika Tuan Tama sampai memukulnya lagi dan memisahkan nya dari Deon seperti waktu itu.

"Makan saja! Biarkan dia belajar mengurus dirinya sendiri." Perintah Tuan Tama kepada Hera.

Deon benar-benar heran melihat perubahan sikap ayahnya. Bukankah sebelum-sebelumnya ayahnya sangat tidak menyukai Hera. Lalu kenapa sekarang dia jadi baik begitu. sangat mencurigakan. Meski begitu, Deon tetap mematuhi perintah ayahnya.

"Tidak apa, makan lah! Aku bisa makan sendiri." Sambil tersenyum Deon mencoba meyakinkan Hera kalau dia tidak apa-apa. Sebelum kedatangan Hera ke rumah Tuan Tama, Deon sudah terbiasa makan sendiri. Namun semenjak ada Hera, dia jadi agak manja. Meskipun itu wajar dilakukan oleh anak-anak seusianya.

Dengan ragu-ragu, Hera mengambil makanan untuknya sendiri. Dia cukup tau diri. Dia hanya mengambil sedikit nasi putih dan segelas air putih. Deon mengerti kekhawatiran Hera. Dia mengambil piring di depan Hera dan mengisinya dengan nasi yang lebih banyak, sayur, dan lauk pauk. Kemudian menyerahkan nya kembali kepada Hera.

"Makan ini. Kau bisa mati jika hanya memakan itu saja." ucap Deon. Agak berlebihan memang, tapi begitulah dia menyayangi pengasuh sekaligus ibu sambung nya itu.

"Lihat aku! Jangan pedulikan apapun. Cukup lihat aku dan nikmati makan malam romantis kita. Mengerti?" Deon sungguh sangat perhatian. Dia benar-benar memastikan Hera bisa makan dengan baik.

"Aku akan pergi. Nikmati makan malam kalian."

Ternyata Tuan Tama juga menyadari kecanggungan Hera. Dia memutuskan untuk langsung pergi menuju ruang kerjanya begitu makanan nya habis.

"Kau bisa makan dengan tenang sekarang." Ucap Deon begitu ayahnya berlalu dari sana. Hera membalas senyum manis Tuan mudanya dengan senyuman yang tak kalah manisnya pula. Dan mereka pun menikmati makan malam dengan penuh suka cita.

1
I Love you,
🤣🤣🤣 oh......h sayang...🥰🥰🥰 KK mu lgi mendidik mu biar mandiri
I Love you,
1 THN 1 X. Athor🤣🤣🤣😁😁😁
Kemilau Senj@: 🤭🤭🤭🙏🙏🙏
total 1 replies
Diana Silaen
itu ulah anakmu Tama
Cempaka Isaac
lanjut thor. 👍👍👍
Cempaka Isaac
Deon is the best dan genius 👍👍👍
Ucio
Tama Tama,,Banyak gengsi skx
rasain gk dpt Nasi Goreng
Ucio
Tuan Tama sok gengsi,wkwkwk
Nasgor Hera is the best
Ucio
tolol SI Tama,,tdk mau d slidiki dulu
I Love you,
he😱😳🙄 knp lgi sih tua Bangka tu🙄..kesel deh curiga dengan yg lain
I Love you,
lama woei🙄🙏🙏
taraawwcu
dari 2023-2025 kagak kelar" buset" penulisnya bocil kah?
Ucio
lanjut ko
I Love you,
mati kah...mati kah.....??!! Dava 😭😭😭😭???
Husna
ini ulah Deon bukan sih?
Queen AL
latarnya kenapa harus di Indonesia, gak banget cerita mafia2an di Indonesia
Kemilau Senj@: harap maklum kak... masih belajar 🙏🙏
total 1 replies
Mayzaro
lanjut ka ...
Mayzaro
lanjut ka penasaran 😂😂😂
Lovesekebon
Lanjutkan thor sukses selalu ya👍👍👍 💯❤❤❤
Ulona
🤣🤣🤣 ego mu terlampau besar... ngaku istri ajj kan aman
Lovesekebon
Makanyaa jujurlah Tuan Tama kamu sedang jatuh cinta❤❤💏 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!