NovelToon NovelToon
Cloudet : Kenangan Masa Lalu Sang Hellhound

Cloudet : Kenangan Masa Lalu Sang Hellhound

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Romansa Fantasi / Cinta Terlarang / Obsesi / Perperangan / Dark Romance
Popularitas:833
Nilai: 5
Nama Author: HOPEN

Apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu, hingga Calix sangat menyayangi Cloudet dengan obsesi menyimpang. Hingga dia rela bersekutu dengan kegelapan agar tidak satupun yang dapat merebut Cloudet darinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HOPEN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama Langit

Cloudet, yang sedari tadi hanya terkulai lemas seperti boneka kain, tiba-tiba mulai menggeliat. Tubuh mungilnya memberontak, tangan kecilnya mendorong-dorong dada Calix dengan gerakan acak, menuntut untuk segera diturunkan ke lantai marmer yang dingin.

Namun, Calix tidak sudi melepaskannya begitu saja. Pengalaman "berburu" Cloudet di atas pohon ek tadi sudah cukup menguras stok kesabarannya pagi ini. Jika bocah ini dilepaskan dan menghilang lagi ke dalam celah mansion yang luas, Calix bersumpah akan benar-benar meledak.

"Diamlah, Cloudet!. jangan menggeliat begitu!" geram Calix, mencoba menyeimbangkan gendongannya.

Tapi Cloudet tetap bersikeras. Ia mulai mengeluarkan suara rengekan kecil yang tajam, tanda bahwa ia benar-benar tidak suka dikekang. Pemberontakan kecil itu adalah tetes terakhir bagi emosi Calix yang sudah tipis sejak fajar tadi.

Dengan gerakan gusar, Calix mencengkeram ketiak Cloudet dan mengangkat tubuh bocah itu tinggi-tinggi ke udara—tepat di depan wajahnya. Ia memaksa Cloudet untuk melakukan kontak mata secara langsung.

Cloudet kini tergantung di udara, kedua kakinya menggantung lemas. Namun, alih-alih takut atau menangis karena diangkat secara kasar, ia justru memasang ekspresi yang sangat antiklimaks.

Wajahnya tampak sangat malas. Matanya yang kuning besar meredup separuh, memberikan tatapan yang luar biasa datar dan tidak peduli. Karena posisinya yang tergantung dan kepalanya yang sedikit ditekuk ke bawah, lemak lehernya yang mungil mencuat lucu—menambah kesan "imut namun menyebalkan" secara bersamaan. Ia menatap Calix seolah-olah kakaknya itu adalah gangguan paling tidak penting di pagi hari ini.

“Memangnya kau mau ke mana, hah? Jawab aku, bocah!” gertak Calix, wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari hidung Cloudet.

“Satu kali lagi kau menghilang dari jangkauanku, aku akan mengikatmu di kaki meja!"

Cloudet tetap terdiam. Tidak ada suara, tidak ada pembelaan. Ia hanya terus menatap Calix dengan tatapan malas yang legendaris itu, sesekali berkedip pelan seolah sedang menghitung berapa lama lagi kakaknya akan terus berteriak. Kepolosan yang bercampur dengan sikap masa bodoh itu membuat aura Calix yang tadinya meledak-ledak mendadak terasa sia-sia.

Calix mendengus kasar, urat di pelipisnya berdenyut. Menghadapi Roland yang gila kekuatan itu sulit, tapi menghadapi Cloudet yang malasnya luar biasa ternyata jauh lebih menguras kewarasan.

"Kau benar-benar punya bakat untuk membuat orang kehilangan akal sehat, ya?"

gumam Calix pasrah, akhirnya menurunkan Cloudet kembali ke dekapannya daripada terus mengangkatnya seperti trofi yang tidak berguna.

Pada akhirnya, Calix menyerah pada tatapan malas dan menggemaskan itu. Dengan gumaman tak ikhlas, ia membawa Cloudet melintasi lorong menuju sisi timur mansion—sebuah area yang dikenal sebagai taman kaca tersembunyi, tempat Irina sering melepas kupu-kupu sihir hasil eksperimen alkimianya.

Begitu mereka menginjakkan kaki di padang rumput pendek yang dikelilingi bunga-bunga bercahaya, sikap malas Cloudet menguap seketika.

Calix menurunkan bocah itu ke tanah. Cloudet berdiri mematung sejenak, matanya yang kuning melebar menangkap pendaran sayap transparan yang beterbangan di antara kelopak bunga.

Seketika, insting hellhound nya bereaksi secara visual. Meski masih dalam wujud manusia, telinga hitamnya yang mencuat di sela rambut hitam itu mengepak-ngepak liar—seperti sedang mencoba menangkap frekuensi sihir dari kupu-kupu tersebut.

Tidak hanya itu, ekor hitamnya yang mungil tiba-tiba mencuat keluar, bergoyang-goyang dengan ritme yang sangat cepat hingga menimbulkan suara wush-wush halus di udara.

"Mmuu...!"

Cloudet mengeluarkan suara kecil yang penuh kegembiraan. Ia mulai melompat-lompat pendek, berusaha menggapai salah satu kupu-kupu sihir berwarna biru safir yang terbang rendah di depannya.

Setiap kali tangannya hampir menyentuh sayap cahaya itu, Cloudet akan memekik tertahan dan ekornya akan bergoyang makin gila. Wajahnya yang tadi malas kini bersinar terang, pipinya merona merah dengan senyum lebar yang memperlihatkan deretan gigi kecilnya yang putih. Ia tampak begitu murni, begitu bebas dari segala beban takdir mereka yang begitu gelap.

Calix berdiri beberapa langkah di belakang, awalnya dengan tangan bersedekap dan wajah yang masih ditekuk sisa emosi tadi.

Ia berniat untuk tetap bersikap dingin sebagai seorang “kakak sekaligus pengawal" yang tegas. Namun, pemandangan di depannya—seorang anak yang hanya menginginkan kegembiraan sederhana dari seekor serangga sihir—mulai meruntuhkan tembok pertahanannya.

Tanpa ia sadari, otot-otot wajah Calix yang kaku mulai mengendur. Sorot matanya yang tajam melembut saat melihat Cloudet terjatuh di rumput lalu tertawa sambil berguling mengejar kupu-kupu yang menghindar.

Dan entah sejak kapan, sebuah senyum tipis yang tulus—bukan senyum sarkas atau senyum malaikat maut—terukir di bibir Calix. Ia terkekeh rendah, sebuah tawa yang hanya ditujukan untuk dirinya sendiri.

"Hah... dasar bocah bodoh. Kau hanya perlu hal seperti ini untuk bahagia, ya?" gumam Calix lembut.

Ia tetap berdiri di sana, membiarkan sinar matahari pagi menyiram mereka berdua, menjaga sang adik dalam keheningan yang paling damai yang pernah ia rasakan.

...----------------...

Di kamar utama yang masih menyisakan aroma ketegangan pasca-tamparan di taman, Irina duduk membelakangi pintu. Ia sedang berpura-pura sangat sibuk merapikan tumpukan kain sutra di meja riasnya, meskipun sebenarnya pikirannya masih dipenuhi bayangan wajah menyebalkan suaminya yang tertawa setelah ditampar.

Pintu terbuka tanpa suara.

Roland masuk dengan langkah yang sengaja diseret, seolah-olah ia sedang memikul beban seluruh dunia di pundaknya. Ia tidak langsung bicara. Ia berdiri di tengah ruangan, menghela napas panjang yang sangat berat—terlalu berat untuk ukuran pria sehat—agar Irina menoleh.

Irina tetap pada posisinya. Ia tahu ini adalah awal dari pertunjukan sandiwara suaminya.

"Ah..." Roland memulai dengan nada suara yang bergetar hebat, seolah ia sedang membacakan naskah tragedi di panggung teater.

“Betapa malangnya nasib sang penjelajah ini. Pulang dari lautan yang ganas hanya untuk menemukan bahwa hatinya telah hancur berkeping-keping oleh tangan wanita yang paling ia puja."

Irina memutar matanya, namun sudut bibirnya mulai berkedut.

Roland tiba-tiba menjatuhkan diri berlutut di atas karpet bulu, sekitar dua meter di belakang Irina. Ia menempelkan punggung tangannya ke dahi, kepalanya mendongak ke langit-langit dengan dramatis.

"Wahai langit! Lihatlah wajah ini!"

Roland menunjuk pipi kanannya yang memang masih sedikit merah.

“Tanda cinta ini terasa sangat panas, membakar hingga ke lubuk jiwaku! Apakah ini akhir dari perjalanan sang Magus Agung? Mati karena rindu yang dibalas dengan hukuman fisik yang begitu... ah, begitu manis?"

"Roland, hentikan. Itu memalukan," gumam Irina, masih berusaha menahan tawa.

"Memalukan?" Roland merangkak maju sedikit, gerakannya dibuat-buat seperti prajurit yang terluka parah di medan perang.

“Jika mencintaimu adalah sebuah rasa malu, maka biarlah aku menjadi pria paling memalukan di seluruh kekaisaran!. Irina, lihatlah aku!. Tataplah mata pria malang yang hampir pingsan akibat kecantikanmu yang meledak-ledak!"

Roland kemudian melakukan gerakan konyol: ia merebahkan tubuhnya di lantai, berguling pelan ke arah kaki Irina, lalu mulai memeluk ujung gaun istrinya itu sambil merengek pelan seperti anak anjing yang meminta ampun.

"Maafkan aku... aku hanya pria masokis yang terlalu bahagia bisa melihatmu lagi,"

isaknya dengan nada suara yang sangat dibuat-buat, namun ia menyelipkan kedipan nakal saat Irina akhirnya menoleh.

Irina menatap sosok suaminya yang sedang berguling-gulang di lantai—sosok pria yang ditakuti dunia bawah, namun sekarang terlihat seperti kucing gila yang menagih perhatian.

Pertahanannya runtuh total.

"Pfft—" Irina menutup mulutnya, namun tawa itu akhirnya meledak juga.

“Hahaha! Roland! Kau benar-benar sudah gila! Bangunlah, kau terlihat seperti orang bodoh!"

Melihat Irina tertawa hingga matanya menyipit, Roland langsung bangkit dengan kecepatan kilat. Wajah tragisnya menghilang, berganti dengan senyum kemenangan yang tulus. Ia segera duduk di samping Irina, merangkul bahunya, dan menariknya ke dalam pelukan.

"Nah, begitu lebih baik,"

bisik Roland lembut, kali ini tanpa nada drama. Ia mengecup pipi Irina yang masih memerah karena tawa.

“Aku lebih suka melihatmu tertawa daripada melihatmu menyiapkan mantra penghancur untukku."

Irina menyandarkan kepalanya di dada Roland, sisa-sisa tawanya masih terdengar.

“Aku tidak tahu bagaimana bisa aku jatuh cinta pada pria sekonyol ini."

“Aku tahu….aku ini memang konyol” ucap roland tersenyum lembut

Bersambung

1
Im_Uras
🤭🤭
Im_Uras
😍
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
lucu itu.. namanya juga masih masa pertumbuhan🤭🙏
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
wah.. pasti cakep banget
j_ryuka
namanya juga anak-anak
Tulisan_nic
ikut aku aja cloudet
Tulisan_nic
unyu banget,🫣
chrisytells
Kalau nggak keras, bukan kepala namanya 🤭😄
chrisytells
Udah otot kawat, tulang besi dari sononya nih si Cloudet
chrisytells
Gimana rasanya tuh, ditempelin? 🤣
Panda%Sya🐼
Benar kamu harus tumbuh jadi kuat
Diem Lu Move On Ege!
Cloudet masih masa pertumbuhan dan bimbingan orang dewasa, dan seusia dia lagi Lucu-lucunya
Vanillastrawberry
kasian nggak tau wajah ibunya 😥
Mentariz
siapp ntar kamu akan jatuh hati padanya😁
Mentariz
Kekuatannya emang gak main-main yaa 😂
Mentariz
Wuuiihh pasti cantik banget nih cloudet😄
j_ryuka
nyebelin tapi lucu
chrisytells
Iseng banget sih🤣
chrisytells
Udah nakutin, body shaming lagi😄
chrisytells
Nggak kebayang gimana karakternya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!