NovelToon NovelToon
Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova

Status: tamat
Genre:Duda / One Night Stand / Beda Usia / Tamat
Popularitas:9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Desy Puspita

Spin Off Tawanan Cinta Pria Dewasa.

Dua kali gagal dalam pernikahan, Justin Anderson menganggap semua wanita itu sama. Sebatas mainan dan hanya merepotkan, bahkan tidak ada wanita yang membuat dia betah.

Hingga, takdir justru mempertemukannya dengan seorang gadis cantik yang terjebak keadaan. Agny Tabina, gadis belia yang dipaksa terjun ke dunia malam akibat keserakahan pamannya.

"500 juta ... tawaran terakhir, berikan gadis itu padaku." - Justin Anderson.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perseteruan Pagi

Tidak hanya posisi, makanannya harus diperhatikan, Justin.

Mendadak Justin terpikir akan ucapan Keny tadi malam, niatnya ingin membuat Agny hamil tampaknya memang sudah benar-benar setulus itu. Secepat mungkin Justin memberikan bubur miliknya untuk Agny segera.

"Heh?"

"Kamu masih dalam masa pertumbuhan, jadi harus makan banyak," ucap Justin kemudian seraya mengacak rambut halus Agny, rambut yang biasanya membuat Justin selalu berdesir setiap Agny menggerainya dan menutupi pundak mulusnya.

"Tapi aku sudah kekenyangan," ucap Agny jelas-jelas menolak karena memang dia merasa perutnya sudah terasa padat dengan bubur ayam itu.

"Belum, Agny ... jangan khawatir berat badanmu bertambah karena aku semakin suka."

Tidak hanya sekadar berucap, Justin juga berkedip dan hal itu membuat Agny mengerjap seketika. Justin terlalu baik atau bagaimana, padahal dia saja belum makan sedikitpun dan rasanya tidak mungkin perut pria itu terasa kosong.

"Bukan masalah itu, tapi memang eeeuugghh ... tuh dengar sendiri, kenyang, Justin."

Untuk perkara ranjang mungkin saja bisa dipaksa, akan tetapi jika sudah perkara makanan bagaimana rasanya mulut Agny jika harus menerima semangkuk lagi tanpa Justin kurangi sedikit saja. Hingga sendawa itu tidak dapat dia tahan dan keluar begitu saja lantaran Justin terus memaksanya untuk menghabiskan bubur itu.

"Justin? Kamu panggil aku apa? Justin? Ck, jangan bercanda. Usia kamu terlalu jauh untuk menyebutku dengan panggilan seperti itu," tolak Justin sedikit risih jika Agny memanggilnya hanya dengan sepotong nama saja, pria itu lebih nyaman jika Agny memanggilnya seperti biasa karena dengan itu dia merasa berkuasa atas diri Agny.

"Om tidak punya rencana ya hari ini? Kerja atau pergi kemana begitu? Ini sudah siang loh," ucap Agny berusaha menyadarkan siapa tahu Justin lupa.

"Ada tentu saja, aku masih butuh uang untuk menghidupi kamu ... setelah ini aku siap-siap, kamu tidak ada niat ikut kerja begitu?"

"Ngapain ikut kerja, aku bukan anak kecil."

"Ya bantu aku kerja, pijat punggung atau kepalaku, cari nafkah itu melelahkan, Agny," ungkap Justin hiperbola padahal sama sekali tidak ada perjanjian bahwa dia harus menafkahi Agny sebagaimana dia maksudkan.

Modus-modus para pemain mulai tercium dan Agny paham seratus persen jika pijatan dipunggung akan berujung panjang dan hal itu tidak dapat Agny pungkiri, terlebih pria yang bersamanya ini adalah Justin Anderson.

"Sepertinya tidak bisa, Om ... aku juga ada urusan hari ini, jadi sepertinya aku juga akan keluar nanti siang."

"Hm? Kenapa baru bilang? Keluar kemana memangnya?"

"Aku mau ambil semua barang-barang di rumah Om-ku, aku tidak punya apa-apa di sini ... bra yang Om beli kemarin ukurannya tidak ada yang pas, kebesaran semua."

Sejujur itu dia mengutarakan alasan keluar rumah karena memang apa yang Justin beli kemarin hanya menerka dan membayangkan dengan mata.

"Nanti ukurannya pas sendiri, percaya padaku. Firasatku tidak pernah salah, Agny."

"Oh iya? Om tahu dari mana?" tanya Agny belum sama sekali menyadari kemana arah pembicaraan Justin.

"Biasanya begitu ... Oh iya, aku tidak izinkan kamu pergi sendiri, akan kutemani tapi nanti malam saja ya," ucap Justin yang kini tampaknya mengalah dan mulai memasukkan sesuap demi sesuap bubur itu ke dalam mulutnya.

"Aku sendiri bis_"

"No, jangan membantah ... kamu harus bersamaku, kita pergi setelah makan malam, paham?"

Ini adalah sebuah perintah, sifatnya mutlak dan tidak dapat digugat. Justin memahami bagaimana kegilaan paman Agny, jelas saja dia tidak akan membiarkan wanita itu pergi sendirian entah apapun alasannya.

.

.

.

- To Be Continued -

1
Tama Mbul
selalu suka karya kak desy
ayu cantik
suka
Irham Maulana Ananta Nur
kocak banget... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Irham Maulana Ananta Nur
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
SNN 💠
bagus 🎀
Cipika Cipiki
indah sekali persahabatan yang menjadi saudara 🥰
Cipika Cipiki
woww aku suka caranya menghilangkan jejak 😍 udah kayak mafia nih Justin 😄
Cipika Cipiki
ya Allah kocak banget ceritanya 🤣🤣
Linda Febri
selalu bagusss
Diyah Saja
sayng nya aku baru tau karya mbak Desi di awal tahun 2026 gara2 nopel nya bang faas😁
Diyah Saja
malah besanan bang Entin sama bang Evan 🤣🤣
Diyah Saja
wehh yg katanya wanita itu ribet wkkwwk 😁😁😁
Mei Saroha
fabian anaknya aruni bukan sih ini? aruni bukannya nanti anak nya renaga ya?
Diyah Saja
wkwkwkwkw 🤣🤣🤣🤣
Diyah Saja
hahahahahastaga🤣🤣🤣
Diyah Saja
aman duda tajir itu mah
Diyah Saja
bakalan lucu ini ntar😁
Mei Saroha
serah lu aja dah Justin, yg ada di depan mata samber aja
Ayu Rinjani
candu pokoknya sm novel kk..
ttep semngat ya ka menulis certa2 bru selnjutnyaa ..
Ayu Rinjani
ya Allah ya Allah babang justin.. 😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!