Nathan menjadi duda setelah menikah untuk ke dua puluh kalinya. Semuanya berakhir di saat malam pertamanya. Dia tak bisa melakukan kewajibannya pada istrinya hingga membuatnya mendadak untuk kesekian kalinya.
Jovita seorang gadis yang menikah dengan Deon karena suatu perjodohan dan tanpa ikatan cinta di antara mereka. Di malam pertamanya setelah menikah, Deon bersama wanita lain untuk menghabiskan malamnya.
Karena sering diabaikan oleh Deon, Jovita akhirnya mencari kesenangan sendiri. Secara tak sengaja dia bertemu dengan Nathan.
Awalnya hubungan mereka hanya teman biasa. Namun Nathan menaruh rasa pada Jovita yang mempunyai paras mirip seperti Cinta Pertamanya yang telah meninggal.
Bagaimanakah kelanjutan kisah cinta mereka? Apakah mereka bisa bersatu atau hanya sekedar menjadi teman saja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 27 Merebut Jovi
“Nona kau kasar sekali pada pelanggan mu.” pria tadi berkata dengan berterus terang yang membuat Jovi menautkan kedua alisnya. “Tuan, tolong aku benar-benar tidak mengerti maksud perkataan dari anda. Tolong jangan ganggu waktu ku.” Jovi mulai merasa risih dengan pria itu dan secara tegas menolaknya agar tidak terus mengganggunya.
Dengan sikap Jovi yang ketus pria tadi bukannya kesal atau sebal namun malah sebaliknya, pria itu justru tertantang untuk menaklukkan Jovi. Orang bilang sesuatu yang susah didapat akan terasa manis sekali saat berhasil mendapatkannya.
“Nona kau jangan pura-pura begitu. Kau tak perlu malu-malu padaku.” pria tadi menyentuh dan memegang tangan Jovi yang ada di meja. “Kau minta room mana ? Superior atau deluxe ?” ucap pria tadi menambahkan.
Jovi yang awalnya bisa sedikit bersabar kali ini sudah tak bisa mentolerir nya lagi, apa lagi pria itu sembarangan menyentuh dan memegang tangannya.
“Tuan tolong singkirkan tanganmu itu.” Jovi berkata dengan tegas dan menarik tangannya seketika.
“Sepertinya gadis ini jinak-jinak merpati. Agak susah menaklukkannya.” pria tadi diam sejenak kemudian menatap ke sekitar dan berpikir. Ia tahu jika ia terus bicara maka Jovi akan terus menyanggahnya dan itu tak akan berakhir sedangkan dia sudah tidak sabar lagi.
Pria itu melihat salah satu petugas yang berjaga di cafe dan melambaikan tangannya padanya. Tak lama setelahnya petugas tadi datang menghampiri pria tersebut.
“Ada apa tuan, apa anda perlu bantuan dariku ?” ucap seorang lelaki pada pria tadi. “Ya aku butuh bantuan mu.” pria tadi kemudian berdiri dan berbisik di telinga petugas. “Aku sedikit kesulitan mengatasi gadis ini, tolong kau bantu aku.”
Di cafe itu disediakan beberapa petugas, seorang lelaki yang bertugas untuk menjaga keamanan di sana juga membantu para customer yang mungkin saja mengalami kesulitan atau kesusahan saat melakukan negosiasi, membuat janji dengan newbie di sana yang biasanya sulit seperti Jovi.
“Baik, tuan ingin aku membawanya ke room berapa ?”
“Room 67.” jawab pria tadi masih berbisik.
Seketika petugas tadi menghampiri Jovi dan menarik tangannya yang membuat gadis itu berdiri.
“Nona ikutlah denganku ke room 67 bersama tuan ini.” ucapnya masih dengan nada yang ramah dan tenang. “Tidak... lepaskan aku. Aku tidak tahu siapa kalian ini. Aku hanya pengunjung baru di sini bukan gadis penghibur di sini.” Jovi membantah dan menolak dengan tegas ajakan dari petugas tadi.
“Nona aku sudah meminta dengan baik. Tapi jika kau terus menolak seperti ini maka jangan salahkan aku untuk bertindak kasar.” karena Jovi masih tidak menurut juga pada ucapannya setelah ia kembali mengulanginya untuk yang kedua kalinya maka petugas tadi menyeret paksa Jovi untuk berjalan mengikutinya dan membawanya ke room yang sudah dipesan pria tadi
“Kalian mau membawaku ke mana ? Lepaskan aku !” teriak Jovi dengan keras dan mencoba membebaskan dirinya. “Tolong... siapa saja yang ada di sini tolong aku !” tetiak Jovi lebih kencang lagi saat pria itu terus menariknya dan ia tak bisa melepaskan diri dari cengkraman petugas tadi.
Dari kejauhan Nathan yang sedari tadi terus mengawasi Jovi seketika berdiri dari tempat duduknya saat mendengar gadis itu berteriak minta tolong dan tak ada seorangpun yang bergerak untuk menolongnya.
“Hey tunggu !” Nathan berlari dan menghampiri mereka bertiga. “Lepaskan dia !” Nathan menarik tangan petugas untuk melepaskan tangan Jovi. “Dia adalah gadis ku.” Nathan memegang tangan Jovi.
Sementara Jovi hanya diam saja, menurut saja pada Nathan sambil menatap pria itu dengan intens.