Kesya Agreta terpaksa bekerja di salah satu perusahaan terbesar di kota itu untuk membayar pengobatan ayahnya, Kesya memupus harapannya begitu saja untuk melanjutkan kuliah setelah mengetahui papanya sakit keras.
Kesya akhirnya mendapatkan pekerjaan di perusahaan Herlambang Group-salah satu perusahaan raksasa yang selalu menjadi incaran para pekerja yang menginginkan gaji besar. Beruntung sekali karena Kesya langsung bisa diterima bekerja di perusahaan sebesar ini walaupun hanya menjadi office girl saja.
Hari pertama Keysa bekerja dia langsung mendapatkan ciuman paksa dari seorang lelaki mabuk yang kebetulan satu lift dengannya. Kesya yang masih polos memutuskan untuk berhenti bekerja. Tapi disaat yang sama Indah-Kakak tirinya mengancam tidak akan pernah membiarkan Kesya menemui Papanya jika tidak membawa uang.
Hingga akhirnya Kesya tahu jika lelaki yang menciumnya adalah Tuan Geovan-pemilik perusahaan Herlambang Group.
Simak kisah seru mereka dan follow Ig khairin_junior
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman Mesra Geovan
Kini Geovan menatap Kesya dengan sangat tajam, seolah pria itu hendak mencabik-cabik tubuh gadis di depannya sekarang. Bahkan tatapan tajam itu seolah menyulitkan gadis di depannya untuk mencari jalan keluarnya sendiri.
Kesya menatap Geovan dengan wajah memuja, seolah cairan merah di tubuhnya telah terserap sepenuhnya oleh tatapan tajam pria di depannya sekarang.
“Apakah kamu Kesya?” pertanyaan ini lebih seperti ancaman.
Lidah Kesya terasa keluh hingga suara itu tak keluar dari tenggorokannya dan gadis itu hanya menganggukkan kepalanya pelan sambil menghela nafas penuh kefrustasian.
Geovan langsung mencengkram pergelangan tangan Kesya seolah laki-laki itu hendak mematahkan semua tulang di pergelangan tangan gadis itu. Kesya mengernyit, namun hal itu tidak membuat Geovan merasa kasihan padanya, justru pria itu semakin marah padanya. Rahang Geovan yang mengeras menunjukkan emosi, bahkan wajahnya mulai memerah karena marah.
Kesya lebih memilih menundukkan kepalanya karena sang gadis tak ingin melihat kilatan api yang seolah membakar tubuhnya dari sorot mata tajam sang pria.
"Beraninya kau berbohong padaku! Kau menipu Andi dan sengaja mendekatiku! Apa karena Andi tidak kaya sepertiku." Tudingan Geovan membuat hati Kesya sakit, namun gadis itu tidak punya pilihan selain tetap diam dan menerima apa yang dikatakan pria di depannya dengan rasa sakit yang tertahan di balik air matanya.
"Mengapa diam saja?" Geovan bertanya sambil memukul setir dengan keras, membuat Kesya terkesiap kaget.
Tubuh gadis itu gemetar ketakutan, tetapi dia tidak bisa mundur karena dia sudah menyetujui persyaratan ini. "Saya perlu uang." Suara gadis itu bergetar di ujung lidahnya, menahan rasa sakit dan hinaan yang keluar dari mulut Geovan saat ini.
Kesya tidak ingin banyak bicara karena apapun yang dikatakannya akan membuat Geovan semakin salah paham dan lebih baik diam. Apa pun yang dipikirkan pria itu tidak akan pernah memengaruhi hidupnya karena Kesya tidak perlu disukai atau kasihani orang lain, dia hanya butuh uang dan tidak ada yang lain.
Geovan langsung menarik tangan Kesya hingga gadis itu merintih kesakitan sambil memegangi pergelangan tangannya yang mulai memerah. “Sudah kuduga kamu gadis murahan. Kamu hanya butuh uang, oke, aku akan memberikannya kepadamu,” kata Geovan dengan nada sinis di mata pria yang kini memandangi tubuh gadis cantik dihadapannya itu.
"Tuhan, kau tahu aku melakukan semua ini untuk Papa. Tolong lindungi aku dari pria kejam ini." Doa tak henti-hentinya, Kesya panjatkan dalam hati.
"Aku tidak akan pernah membiarkan kau mempermalukanku. Dan ketika kamu berada di pesta, kamu tidak perlu berbicara, kamu hanya perlu tersenyum dan ingat bahwa kita harus bertindak seperti sepasang kekasih." Setelah berbicara, Geovan menyalakan mobilnya lagi.
Kesya menatap jalan dengan sesekali mengedipkan mata agar cairan bening itu tidak lepas dari singgahsanannya. Kesya seharusnya tidak terlihat lemah, dia harus terlihat kuat di depan pria sombong seperti ini dan setelah mendapatkan uang, Kesya tidak akan mau dekat dengan pria di sebelahnya sekarang.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya mobil berhenti ketika sampai di tempat tujuan. Kesya hendak membuka pintu mobil, namun Geovan langsung menarik lengannya dengan kasar hingga gadis itu menggigit bibir bawahnya untuk mengurangi rasa sakit akibat cengkeraman kasar Tuan Geovan
Sorot mata penuh peringatan dan intimidasi terpancar jelas di mata pria itu. "Kamu harus ingat, jangan pernah mempermalukan aku!" Kata-kata Geovan lebih seperti ancaman yang tidak bisa diabaikan. "Kita harus bersikap seperti kekasih jika kamu gagal melakukan pekerjaanmu, maka aku akan membuat hidupmu sulit setelah hari ini." Usai mengucapkan kata-kata ancaman itu, Geovan langsung turun dari mobil.
Wajah Kesya menjadi lebih pucat, tetapi dia harus terus melakukan apa yang telah dia mulai dengan sangat baik. Setelah merasa tenang, Kesya mulai turun dari mobil, lalu gadis itu melangkah dengan sangat hati-hati, heels ini hampir membuatnya jatuh beberapa kali namun, hal tersebut tidak membuat Kesya langsung menyerah, gadis itu berjalan menuju Geovan dengan wajah datar.
Setelah berdiri di samping Geovan Kesya langsung menghentikan langkahnya. Pria itu tersenyum manis kearah Kesya sembari berkata, "Tersenyumlah, tidakkah kamu melihat banyak kamera yang melihat kita berdua sekarang," gumam Geovan lirih dengan masih tersenyum manis.
"Senyumannya itu lebih mirip seperti suatu ancaman yang membuat aku hampir gila. Baru saja di dalam mobil dia marah kepada saya, tetapi lihat bagaimana sikapnya sekarang seperti seorang kekasih yang sangat mencintai pasangannya dan juga menginginkannya. untuk menjaganya setiap saat, aku benar-benar merasa tidak enak ketika melihat pria ini tersenyum bohong", gumam Kesya di balik senyum manis yang terukir di bibirnya.
Geovan perlahan melemparkan beberapa helai rambut Kesya ke belakang telinganya dan langsung ditangkap wartawan pencari berita. Kesya sebenarnya merasa jijik saat melihat sorot mata pria di hadapannya sekarang, namun Kesya hanya bisa tersenyum manis.
Kini Geovan mulai menatap ke depan, begitu dan begitu juga dengan Kesya. Pria itu langsung memeluk pinggang Kesya dengan sangat romantis hingga melelehkan setiap orang yang melihatnya. Selain itu, kecantikan Kesya membuat mata setiap pria seolah betah berlama-lama, memandangnya beserta lekuk tubuh yang indah itu dan juga dua gunung kembar itu seolah membuat beberapa pria menelan ludah seolah penasaran dengan isiannya.
“Aku tidak menyangka gadis ini begitu cantik bahkan semua pria memandangnya sampai dia tidak berkedip. Dan akan aku tunjukkan pada Santi jika wanita sialan itu sudah tidak berharga lagi, persetan dengan cintaku” kata Geovan. Dia bergumam dalam hatinya saat dia memasang senyum termanis yang bisa dia kumpulkan, lakukan sekarang.
Kesya hampir terjatuh namun, Geovan buru-buru meraih pinggang gadis itu erat-erat lalu pandangan mereka bertemu. "Sayang kalau jalan hati-hati," kata Geovan kepada Kesya sambil memeriksa senyum bohong yang tampak nyata bagi yang melihatnya.
"Aku mungkin kehabisan oksigen jika terus melihat senyum bohong itu," kata Kesya dalam hati. "Tidak aku sangka dia jago berakting kenapa tidak jadi aktor saja."
"Tentu sayang," jawab Kesya. Gadis itu sengaja menekankan kata 'sayang' ketika melihat semua orang di sekitarnya masih memperhatikan interaksi mereka.
"Lain kali, hati-hati jika kamu jatuh dan kakimu patah." Geovan berbisik di dekat telinga Kesya.
Tubuh Kesya langsung menegang saat mendengar ancaman Geovan. Tentu saja hal ini disadari oleh pria di sebelahnya yang membuat Geovan menghela napas seolah frustasi melihat kepolosan gadis di sebelahnya sekarang.
Ingin sekali Kesya langsung kabur dari pesta terkutuk ini, tapi dia tidak berani melakukannya atau Geovan akan membunuhnya dengan satu kali jentikan jarinya.
DASAR KK TIRI IBLIS.