seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 23
" nyonya Nadila sudah melewati masa kritis nya. Dan sekarang masih dalam tahap observasi. Setelah kondisi nya dinyatakan stabil kami akan segera memindahkan di ruang rawat. Silahkan siapkan ruangan yang dibutuhkan. " Ucapnya
Mereka yang mendengar itu jadi legah.
Lalu Jhon bersujud syukur lalu berkata
" Terima kasih atas segalanya ya Allah,,, Nadila ku kembali.. Nadila ku sayang.." ucapnya
Mendengar ucapan Jhon itu Ardhana jadi kesal ..
" Dia bukan Nadila mu Jhon... Dia milikku. Ibu dari anak-anakku. Enak saja mau mengakui Nadila milikmu..," ucap Ardhana dengan Nada ketus. .
" Ahkk ma maaf kan saya tuan muda.. saya hanya terlalu gembira dengan kabar ini jadii maaf" ucapnya lalu segera pergi dari sana agar tuan mudanya itu tidak makin kesal.
Tuan Wirya melihat itu semua jadi legah.
Diapun mendekati Ardhana dan menepuk pundaknya lalu berkata
" Ayo kita siapkan ruangan untuk Nadila dan si kembar. "" Ucapnya lalu bergegas ke meja resepsionis.
" Sus siapkan ruangan VVIP untuk pasien atas nama nyonya Nadila, " ucapnya
" Baik tuan. " Resepsionis itu mengetik lalu melihat kearah tuan Wirya." Sudah tuan. Disini tertera segala sesuatunya. Silahkan tanda tangan disini pasien bernama nyonya Nadila siap di pindahkan " ..
" Baik terima kasih , kami permisi " ucapnya
" Ardhana, beli semua perlengkapan bayi dan juga kebutuhan Nadila sekarang, minta Jhon menemani mu " tegasnya..
" Baik papi, " jawabnya datar
Ardhana pun menghubungi Jhon
Tutttt tutttt tutttt
Telpon terjawab
(Iya a tuan muda")
" Temani saya untuk membeli kebutuhan Nadila dan anak anak ku"
( Semua kebutuhan mereka sudah lengkap tuan muda, sebelum kami kesini sudah disiapkan oleh non Nadila)
" Bagus kalau begitu, segera antar kan ke ruang Nadila, dia di tempat kan diruang delima nomor tiga kosong satu ruang VVIP"
Klik'
Tanpa menunggu jawaban Jhon , Ardhana langsung mematikan telepon nya.
Jhon di sebrang sana hanya bisa menggerutu dengan kelakuan tuan mudanya itu.
Ardhana pun menghampiri tuan Wirya...
" Sudah papi. Tinggal tunggu jhon membawa semua keperluan Nadila. Kita tunggu saja diruang Nadila nanti ," ucap Ardhana sambil berjalan bersisian dengan tuan Wirya
" Bagus. Ayo kita ke ruang bayi. Temui mami , dia pasti akan bahagia dengan kabar ini" ucapnya
""""..
Di ruang rawat Nadila
Nadila membuka mata lalu melihat sekeliling.
Terakhir yang dia ingat. Telah melahirkan bayi kembar nya dengan selamat. ..
Lalu dia tidak sadarkan diri.
Diapun menoleh ke suster yang menemani nya saat itu
" Sus, bagaimana dengan kondisi anak anak saya sus?" Tanyanya dengan suara lemah.
" Alhamdulillah, mereka baik baik saja. Sekarang masih diruang bayi. Setelah nyonya di tempat kan diruang rawat maka nyonya bisa melihat mereka berdua. " Ucapnya lembut.
" Alhamdulillah " lirihnya
Pintu terbuka
Dokter yang menangani Nadila pun masuk.
" Kita periksa dulu Yah Bu" ucapnya ramah
Nadila hanya mengangguk sebagai jawaban
Dokter itu pun segera memeriksa kondisi Nadila
Selang beberapa waktu diapun selesai.
" Kondisi ibu sudah membaik, sekarang bisa di pindahkan di ruang rawat, untuk pemulihan" ucapnya lalu keluar
Pintu terbuka
Keluarga tuan Wirya pun menghampiri dokter tersebut.
" Bagaimana dok . Apa Nadila baik baik saja dok. Tidak terjadi sesuatu pada Nadila kan dok." Tanya Ardhana tidak sabar.
Dokter yang melihat itu hanya senyum menanggapi pertanyaan Ardhana.
" Semua baik Baik saja nona Nadila sudah boleh dipindahkan di ruang rawat untuk pemulihan. " Ucap ramah " mari tuan muda masih banyak pasien yang harus saya periksa,x" dokter itupun berlalu dari sana setelah berpamitan dengan keluarga ruang Wirya
" Ayo , kita tunggu Nadila di ruangan saja. Suster tolong bawa si kembar diruang rawat Nadila. " Ucap mami Masayu
" Baik nyonya, " suster pun segera keruang bayi untuk menjemput bayi kembar Nadila.
""""""
Di rumah keluarga al-Fatih
" Kabar terbaru apa yang kamu bawa untuk ku ?" Tanya nyonya Yasmin
.
." Ini semua tentang nona Nadila nyonya. " Jawabnya sambil menunduk..
" Tutup pintunya,jangan ada yang mendengar percakapan kita saat ini. " Ucapnya"
Lalu orang itu keluar sebentar dari ruang memeriksa keadaan apakah ada orang disekitar itu.
Setelah yakin dia pun masuk dan menutup pintu tak lupa dia mengunci pintu ruang itu
" Cerita kan ." Kata nyonya Yasmin datar
" Baik nyonya, Nadila sudah melahirkan dua bayi kembar, dia di bawa di rumah sakit xxxx dan n yang menanganinya adalah tuan Wirya Senjaya. Kondisi Nadila sempat drop dan kritis .namun sekarang ini kondisi nya stabil dan hanya menunggu untuk pemulihan " ucapnya panjang lebar sambil memperlihatkan beberapa foto
Nyonya Yasmin pun segera meraih foto tersebut lalu memperhatikan satu-persatu
" Cicit ku,,, ya Allah mereka sangat lucu" ucapnya dengan mata berkaca-kaca. " Kembali ke sana. Awasi terus Nadila lalu lapor kan padaku. Soal Hartawan biar jadi urusan ku." Ucapnya sambil mengibaskan tangannya
Orang suruhan nya itupun mengerti dan segera keluar.
Pintu terbuka
Orang yang ada dibalik pintu pun kaget.
.
" Apa yang kamu lakukan disini," tanyanya datar.
" Ma ,, ma,, maaf tua . Saya ,,saya mau membawa minuman untuk nyonya " ucapnya gugup. .
" Masuk Lah nyonya sudah menunggu di dalam. " Lalu bergegas pergi tanpa peduli dengan orang itu
Sebenarnya dari awal mereka mengetahui bahwa pembicaraan ada yang menguping.
Namun ruangan nyonya Yasmin kedap suara. Jadi segala pembicaraan mereka tidak terdengar dari luar.
Orang itu pun masuk membawa minuman untuk nyonya Yasmin.
" Ini nyonya, maaf saya terlambat" ucapnya gugup.
" Letakkan di situ,, oh iya hampir lupa bagaimana dengan kabar Inggrid hari ini. ?" Tanya nyonya Yasmin datar
Pelayan itu pun jadi gugup takut apa yang dilakukan oleh nya tadi ketahuan. Walaupun dia tidak mendengar ucapan mereka saat sedang diruang itu.
" Dia baik baik saja nyonya. Nyonya Inggrid sekarang fokus pada perusahaan. " Ucapnya sambil terus mengatur nafasnya agar nyonya Yasmin tidak curiga.
x" Bagus kalau begitu. Agar dia tidak makan gaji buta" ucapnya masih dengan Nada datar
Mendengar itu sang pelayan pun makin gugup.
" Kalau tidak ada lagi yang bisa saya lakukan, saya permisi nyonya. " Ucapnya sambil menunduk lalu buru buru keluar dari ruang kerja nyonya Yasmin
Setelah dia keluar. Diapun bernafas legah.
Piuh. Dia menghela nafas legah.
.
" Syukurlah tidak ketahuan. Saya harus memberikan tahu pada nyonya Inggrid. "
Diapun segera ketempat sepi agar bisa menghubungi nyonya Inggrid untuk melaporkan apa yang di lihat tadi. .
Tutttt tutttt tutttt
.
Inggrid melihat siapa yang menelepon nya segera meraih handphone nya Lalu menekan tombol hijau
."
" Halo , kata kan,"
!( Nyonya, tadi nyonya besar bertemu dengan orang baru yang saya lihat. Entah apa yang mereka bahas . Namun dengan itu seperti nya bukan orang yang bekerja di perusahaan. )
," Apa yang mereka bahas ? Apa kamu mendengar apa yang mereka bahas. Sehingga ibu membawa nya keruangan itu?"
( Maaf nyonya, saya tidak mendengar apa-apa. Karena pintu di tutup rapat , walau saya mencoba untuk menguping pembicaraan mereka diam diam)
," Baik terus awasi,,,,,, kalau bisa letak kan alat penyadap di ruangan ibu. Agar kita bisa mendengar percakapan mereka tanpa kamu harus menguping,"
( Baik nyonya)
Tanpa menunggu jawaban dari orang suruhan nya itu Inggrid mematikan telepon nya sepihak
Pelayan itu pun tidak menyadari kalau semua gerak geriknya di ketahui oleh nyonya Yasmin..
Nyonya Yasmin pun segera pergi dari saa. Agar pelayan itu tidak curiga .