NovelToon NovelToon
Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Dark Romance
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Menikahi ku atau melihat ayahmu membusuk di penjara?"

Elena tidak punya pilihan. Demi melunasi utang yang dijebak oleh Arkan—pria masa lalunya yang kini menjadi penguasa angkuh—ia setuju menjadi istri di atas kertas. Namun, di balik kemewahan rumah Arkan, Elena bukanlah nyonya, melainkan budak. Ia dijambak, diludahi, bahkan dipaksa melayani selingkuhan suaminya sendiri.
​Setiap hari adalah neraka, hingga Arkan melampaui batas dengan menyentuh satu-satunya alasan Elena untuk hidup.

​Di saat Elena hampir menyerah, sosok pria dari masa lalu yang menghilang selama lima tahun kembali. Ia bukan lagi pemuda desa yang miskin, melainkan putra mahkota dinasti mafia yang haus darah.

​"Siapa pun yang menyentuh milikku, hanya punya satu tempat: liang lahat."

​Pembalasan dendam dimulai. Ketika Sang Mafia menjemput ratunya, istana emas Arkan akan berubah menjadi abu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: Penerbangan Menuju Neraka

Deru mesin pesawat jet pribadi milik Eros terdengar seperti geraman monster yang siap menelan apa pun di jalannya. Di dalam kabin yang sangat mewah—dengan kursi kulit berwarna gading dan aksen kayu mahoni—suasana justru terasa lebih menyesakkan daripada gudang bawah tanah Arkan.

​Elena duduk di dekat jendela, menatap sayap pesawat yang membelah awan hitam di atas cakrawala. Ia masih mengenakan kemeja flanel Eros, namun kini ditambah dengan jubah wol mahal yang diberikan anak buah Eros. Tangannya yang masih memar menggenggam secangkir kopi yang sudah dingin. Pikirannya terus berputar pada kotak beludru itu. Jari manis Ayah. Cincin usang itu. Semuanya terasa seperti pisau yang terus mengiris waras nya.

​Eros duduk di hadapannya, sibuk dengan tablet di tangan dan beberapa dokumen bersandi. Wajahnya terlihat sangat keras, garis rahangnya menegang setiap kali ia membaca laporan intelijen. Ia adalah pria yang bisa menghentikan dunia demi Elena, namun saat ini, ia adalah pria yang membawa Elena masuk ke pusat badai.

​"Makanlah sedikit, El. Perjalanan ke Moskow masih panjang," ucap Eros tanpa mengalihkan pandangan dari dokumennya. Suaranya rendah, mencoba terdengar tenang tapi gagal menyembunyikan getaran kecemasan.

​Elena menoleh perlahan. Matanya yang sembab menatap Eros dengan pandangan yang sulit diartikan. "Apa kamu pernah berpikir, Eros... kalau kita tidak pernah bertemu di desa itu, mungkin Ayah masih akan memiliki jari-jarinya yang lengkap sekarang?"

​"Mungkin saja," jawab Eros jujur. "Tapi aku tidak bisa mengubah masa lalu, El. Yang bisa kulakukan sekarang adalah memastikan orang yang melakukan itu padanya membayar dengan nyawa mereka. Setiap senti rasa sakit yang Ayahmu rasakan, akan ku balas seribu kali lipat pada mereka."

​"Darah lagi," bisik Elena hampa. "Selalu darah. Aku pergi dari Arkan karena aku tidak mau menjadi objek kekerasannya, tapi sekarang aku malah menjadi alasan kenapa kekerasan itu terjadi pada orang lain."

​Eros berdiri, berpindah duduk ke kursi di samping Elena. Ia menarik tangan Elena dan mencium jemarinya satu per satu. "Di dunia ini, Elena... tidak ada kebebasan yang gratis. Arkan membeli mu dengan uang, tapi aku menebus mu dengan nyawa. Dan sekarang, mereka ingin mengambil mu dariku karena kamu adalah satu-satunya hal yang membuatku menjadi 'manusia'."

​Elena menarik napas panjang. Ia tahu Eros benar dalam logikanya yang gelap. Di mata mafia Rusia, Eros yang jatuh cinta adalah Eros yang punya kelemahan. Dan cara terbaik untuk menghancurkan seorang raja adalah dengan menguliti kelemahannya di depan matanya sendiri.

​"Siapa mereka, Eros? 'The Great Council' yang kamu sebutkan tadi?" tanya Elena, mencoba memahami musuh yang akan mereka hadapi.

​"Tujuh keluarga penguasa. Mereka yang menetapkan hukum di dunia bawah Rusia. Saat aku mengambil alih organisasi lima tahun lalu, aku menyingkirkan beberapa orang kesayangan mereka. Mereka menyebutku pengkhianat karena aku tidak mau tunduk pada aturan kuno mereka yang kotor," jelas Eros.

"Vanya... dia adalah putri dari salah satu anggota dewan itu. Itu sebabnya dia bisa bergerak bebas di pelabuhan kemarin."

​Logika cerita mulai terjalin. Elena menyadari kedatangan Vanya kemarin bukan sekadar bantuan, melainkan peringatan terakhir. Vanya mencoba menyelamatkan Eros dengan caranya sendiri, tapi Eros memilih untuk membawa Elena bersamanya—sebuah tindakan yang dianggap sebagai deklarasi perang bagi dewan mafia.

Tiba-tiba, pesawat berguncang hebat karena turbulensi. Kopi di meja Elena tumpah, tapi ia tidak bergeming. Ia hanya menatap noda hitam yang meresap ke dalam karpet pesawat yang mahal, mirip dengan noda darah di vila tadi.

​"Tuan," seorang pramugara yang juga merupakan anggota tim keamanan Eros mendekat dengan wajah tegang. "Kami baru saja menerima pesan melalui jalur satelit pribadi Anda."

​Eros mengambil perangkat komunikasi itu. Layarnya menyala, menampilkan sebuah video singkat. Eros ragu sejenak, tapi Elena sudah ikut melihat.

​Di layar itu, terlihat Ayah Elena duduk di sebuah kursi besi di dalam ruangan beton yang gelap.

Wajahnya pucat, tapi dia masih sadar. Seorang pria bertopeng berdiri di belakangnya, memegang sepucuk surat kabar hari ini untuk menunjukkan waktu. Di samping mereka, terlihat sebuah meja dengan peralatan bedah yang mengkilap.

​"Tiga hari, Eros," suara pria di video itu terdengar terdistorsi. "Jangan coba-coba mendarat di bandara umum. Kami tahu setiap langkahmu. Datanglah ke titik koordinat yang kami kirimkan. Dan jangan lupa... bawa 'perhiasan' kesayanganmu itu."

​Video berakhir. Elena menutup mulutnya, menahan jerit tangis yang ingin meledak. Ayahnya masih hidup, tapi dia sedang berada di tangan iblis yang jauh lebih profesional daripada Arkan.

​"Mereka ingin aku, kan?" tanya Elena tiba-tiba, suaranya kini terdengar sangat dingin dan datar.

​Eros menoleh tajam. "Jangan pernah berpikir untuk menyerahkan dirimu, Elena. Itu tidak akan terjadi."

​"Tapi itu satu-satunya cara agar Ayah tetap hidup! Kamu lihat alat-alat itu, Eros! Mereka akan memotongnya lagi jika kita terlambat!" Elena berdiri, emosinya meluap. Keputusasaan membuatnya berani menentang pria paling berbahaya di pesawat itu.

​Eros menarik pinggang Elena, memaksanya duduk kembali dan mengunci pergerakannya. "Dengarkan aku baik-baik! Jika kamu menyerahkan diri, mereka akan membunuh Ayahmu, membunuhku, dan menjadikanmu budak selamanya. Mereka tidak punya kehormatan! Satu-satunya cara memenangkan permainan ini adalah dengan menghancurkan papannya!"

​Eros mencium bibir Elena dengan kasar, sebuah ciuman yang penuh dengan keputusasaan, obsesi, dan janji perlindungan yang gelap. Elena bisa merasakan rasa asin air matanya sendiri di antara tautan bibir mereka.

​Sementara itu, di bagian belakang pesawat, di ruang kargo, salah satu kotak peralatan besar tampak bergerak sedikit. Di dalamnya, Arkan yang telah diselamatkan oleh agen Rusia dan diselundupkan masuk ke dalam pesawat Eros sebelum lepas landas, sedang mengatur napasnya.

​Arkan bisa kabur karena fakta bahwa ada "orang dalam" di tim Eros yang telah dibeli oleh Rusia.

Arkan tidak kabur dari mobil tahanan; mobil itu sengaja diarahkan ke titik pertemuan di mana ia diselundupkan ke pesawat ini sebagai "senjata kejutan".

Arkan memegang sebuah botol gas saraf kecil di tangannya. Matanya yang merah menatap langit-langit kargo dengan dendam yang sudah mencapai titik gila.

​"Jika aku tidak bisa memilikimu di dunia ini, Elena... maka kita semua akan mati di langit Moskow," gumam Arkan pelan.

Pesawat jet itu terus melaju menembus malam menuju Rusia, tanpa Eros sadari bahwa ancaman paling nyata bukan hanya menunggu di Moskow, tapi sedang merayap tepat di bawah kaki mereka di dalam pesawat yang sama.

1
𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆ᴍᴜᴍᴜ
cetirinya menarik
gas up yng bnyk ka semoga makin sukses dikarya" nya aamiin 🤲
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
caeritanyabgus ka dan keren
smngat up kaka🤗
🧡⃟𝚉𝚑𝚘𝚞𝚔𝚎ͫ𝚌ᷴ𝚑ͫ𝚞ᷴ𝚗⁷
cerita bagus ka, penulisan juga rapi dan enak dipahami jdi gmpang kebawa isi novel
smngat up kaka🤗🤗
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
cerita luar biasa bagus ka
semangat cerita smpai pnjang dan semangat update juga kaka
novel kaka good
🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
bagus karyanya ,sukses selalu untuk kaka
semoga makin sukese disemua karya" nya
ceritanya bagus kak
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅͫᴏᷰᴜͫʙᷰᴇʟˢ🧡
ceritanya bagus, penulisan juga rapih
dan mudah dipahami
semangat kaka untuk update iya
❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳
semoga Elena bisa selamat dari dendam msa lali wkwkwk
🍁🧡⃟ᴍᴜᷟғᷰᴀᷟɴᷴᴅʏ❣️ѕ⍣⃝✰
aku mampir kak smeoga makin sukses skedepannya
Ma Em
Semoga Elena dan Eros selamat dan orang2 yg akan menghancurkan Eros bisa dikalahkan sama Eros .
Eve_Lyn: hehehe...nyaman bacanya bunda? baca novel aku yang judulnya gara2 biji kedondong aku menikahi tapir dong bund...itu komedi rumah tangga,,habis baca istri di atas kertas meluncur kstu sbgai penawar nya bund.hihihi
total 1 replies
Ma Em
Semoga Elena dan Eros selamat dari orang2 yg akan berbuat jahat pada Eros .
partini
penasaran lanjut Thor
Arin
Arkan ini sakit jiwa. Psikopat sebenarnya
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
lanjut thor
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
ni orang ya.. pengen ku lempar pakai kayu tuh mulut rasanya
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
ku tampol juga ya mulutmu arkan
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
sabar ya elena ngadepin arkan
Ma Em
Mampir Thor , tapi sepertinya ceritanya membuat hati sakit dan deg2 an dgn nasib Elena , semoga Elena bisa menghadapi cobaan dgn sabar tapi jgn diam Elena hrs bisa melawan .
Eve_Lyn: terimakasih Bunda...iya bund..alurnya bakalan berkembang kok..tapi aku bakalan bawa pembaca ngilu sama penderitaan elena dulu hehehe...sekali lagi makasih yaa bund..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!