Bercerita tentang dua gadis muda dengan kepribadian yang berbeda dalam satu keluarga.
Cathy gadis blasteran berusia 18 tahun, Gadis bar-bar yang memiliki kemampuan beladiri dan menyetir yang handal. Cathy yang mencintai Asisten Sang Daddy bernama Kennan. Dengan usia yang terpaut 19 tahun. Bagaimana perjalanan cinta Cathy dalam mengejar cinta Om Kennan?
Kayla gadis cantik berusia 18 tahun saudara perempuan Cathy dari ibu sambungnya. Kay menjalin asmara dengan Gara, anak musuh Daddy-nya. Gadis pendiam yang memiliki kemampuan bak Hacker profesional.
Mungkinkah cinta Kay dan Gara akan bersatu?
Dan berhasilkah Cathy merebut hati Om pujaannya?
Ikuti kisahnya. antara kebaperan dan kegokilan yang mengocok perutmu. Nggak nyesel deh buat baca.
O iya, cerita ini adalah sequel dari dicerai karena dekil. Kisah anak Malvin dan Embun.
Jangan lupa like, komen dan dukungannya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Embun membuka matanya, dia merasa pusing. Mata yang masih belum sanggup melihat dengan jelas itu menyipit, mencoba menyesuaikan cahaya.
"Dimana aku? " batin Embun.
Embun bangkit dari tidurnya. Embun duduk dan mengedarkan pandangannya berkeliling.
"Dimana ini? Aku belum pernah kemari. Apa yang sebenarnya terjadi? " pikir Embun lagi.
Embun berusaha mengingat-ingat. Samar bayangan saat dia mencari kay dan seseorang membekap mulutnya hingga tak sadarkan diri.
"Astaga!" Apakah aku di culik? Siapa? Kenapa?" batin Embun membekap mulutnya.
"Tasku!"
Embun meraba mencari tasnya, namun tak dia temukan.
"Pasti jatuh di sana. Bagaimana ini? Bagaimana caraku menghubungi mereka?"
Terdengar suara orang di balik pintu. Dengan jantung berdegub kencang Embun menatap pintu itu.
("Sudah kau dapatkan?")
("Bagus.")
("Dia benar-benar istri Malvin kan?")
Jantung Embun terpacu mendengar nama suaminya disebut.
("Benar! Tidak salah lagi tuan.")
("Bagus! Buka pintunya, biar kulihat seperti apa wajah istrinya.")
Jantung Embun semakin berdetak kuat.
"Kenapa mereka menyebut Malvin? Apakah dia salah satu pesaing bisnisnya? " pikir Embun mulai ketakutan.
KRIIIEEEETTT....
Pintu di buka, Daniel berjalan mendekat dengan beberapa orang dibelakangnya. Daniel menatap wajah Embun yang tegang. Daniel terdiam, matanya membulat sempurna. Tubuhnya serasa kaku.
"Hana!"
****
####
Setelah melakukan pencarian selama beberapa saat. Akhirnya Kay menemukan lokasi ibunya.
"Dad, ibu ada di wilayah X, jalan B, di rumah nomor 123."
"Kita kesana!"
Malvin mengambil langkah cepat. Kedua putrinya mengikuti dibelakang. Malvin menoleh begitu dia membuka pintu mobil.
"Kalian kembalilah bersama Jo. Dan tunggu dirumah."
"Tidak mau! Kami harus ikut." tolak Catty cepat.
"Tidak! Kembali. Ini berbahaya."
"Daddy tau lokasi mommy juga berkat Kay meretas. Kami harus ikut!"
Catty dan Malvin saling pandang dengan mata yang sama. Dengan tekat yang sama.
"Baiklah! Masuk!" ucap Malvin akhirnya.
Malvin membuka pintu disampingnya dan memasukkan diri kedalam mobil. Caty dan Kayla mengambil duduk di jog belakang.
"Ken! Kelokasi yang Kay sebutkan."
"Baik. Saya sudah menghubungi beberapa orang kita."
"Bagus..... Astaggaaaa!!!" Malvin terkaget dan menoleh kebelakang.
"Catty! Apa-apaan kau ini?"
Malvin memprotes Caty yang asal membuka baju toga-nya. Juga, kutubaru yang melekat ditubuhnya. Hanya menyisakan singlet hitam dan celana jeans.
"Apa sih Dad, reaksinya biasa aja kali."
"Jangan asal membuka bajumu didepan Kenan."
"Daddy aku tidak berada didepannya."
"Cattyy... Dimana rasa malumu ada serigala disini." Malvin menekankan ucapannya sambil melirik Ken yang masih fokus menyetir.
"Daddy, serigala ini tak akan berani menubruk ku didepan mu, Dad."
Malvin menggeram keras.
"Daddy sudahlah. Catty juga bukannya telanjang bulat. Dia masih pakai baju." ucap Kayla yang juga melepas baju toga-nya. Dia masih mengenakan gaun dibalik baju toga.
Malvin melirik Kayla, yang membela saudaranya itu. Malvin mengangkat tangannya dan menunjuk Catty.
"Kau! Daddy masih akan membuat perhitungan padamu."
Malvin berbalik dan duduk dengan benar. Ken melirik ke jog belakang sekilas melalui spion.
"Kau, Jangan melihat kebelakang! Itu putri-ku!"
Ken tersenyum canggung dan fokus pada jalanan.
***
###
"Hana...."
Haa-naaa.."
Daniel semakin mendekat dengan wajah setengah tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Tidak mungkin."
"Hana! Ini aku Kak Niel."
Embun menatap Daniel dengan wajah takutnya. Embun terus merangkak mundur karena takut. Hingga tubuhnya terpentok kepala ranjang.
"Hana.... Jangan takut aku tak akan menyakitimu."
"Kenapa orang ini? kenapa menyebut Hana? Apakah dia kerabat Hana?"
Nafas Embun memburu, keringat dingin dengan bebasnya membasahi kulit dan pori-porinya.
Daniel semakin mendekat.
"A-apa maumu?"
"Jangan mendekat! Suamiku tidak akan melepaskanmu jika kau berbuat semakin jauh."
Daniel masih mendekat dengan tak percaya. Dia masih terpengaruh oleh wajah Hana.
Embun meraba sekitarnya. Dia mendapati jam meja dan asal melemparkannya ke muka Daniel.
Pletaak!"
Benda itu mengenai tepat di dahi Daniel. hinggi keluar darah dari sana. Daniel menyekanya.
Walau terkejut Embun juga merasa bersalah.
"A-aku memperingatkanmu. Aku bisa melukaimu jika kau mendekat."
"Tuan!" Laos mendekat. Daniel menoleh pada Laos.
Laos berbisik ditelinga Daniel, seketika mata pria itu menyipit tajam.
"Kita pindahkan dia dulu." Daniel mendekat dan mengangkat tubuh Embun.
"Apa-apaan kamu! Lepaskan! Lepaskan!" Embun meronta dan memukul punggung Daniel.
Daniel tak bergeming. Dia terus melangkah membawa Embun serta.
***
###
"Disini tempat nya?"
Malvin segera keluar dari mobil dan berjalan menuju gerbang vila tua itu.
Malvin menoleh sebentar melihat Caty dan Kay sudah berdiri disamping mobil Kenan.
"Ken! Awasi mereka. Jangan sampai melibatkan diri."
"Baik."
Caty tersenyum, dia melirik Kay dan bicara melalui matanya.
"satu-dua- tiga!"
Catty dan Kayla berlari bersama memutari bangunan ke arah pintu belakang.
"Hey! Berhenti! Apa yang kalian lakukan?"
Ken ikut berlari mengejar.
Caty dan Kay sampai di samping tembok yang bisa terlihat pintu belakang dari sana. Tepat saat itu melihat beberapa mobil terparkir dan siap tancap gas.
"Berhenti!" teriak Catty berlari menyusul. Namun mobil-mobil itu sudah bergerak menjauh.
"Shiiittt!" umpat Caty menendang udara tepat di pintu belakang.
Caty menoleh pada Kay.
"Plat nomor xxx."
Di sana menyusul Kenan.
"Om pinjam laptopmu! Aku akan melacak." ucap Kay segera.
_____^_^_____
Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
Salam___
😊
ngakak aku nya kk thor