Bryona Martinez, seorang gadis yang sangat tidak percaya diri dengan penampilannya, terutama bagian dadanya yang terlalu besar. Ia selalu diejek dan dilecehkan. Hal itu membuatnya menutup diri dengan memotong pendek rambutnya, serta membebat tubuhnya, sehingga ia akan terlihat seperti laki-laki bertubuh tambun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pansy Miracle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#27
Bryona sebenarnya ingin menampar mulut Luna yang hanya mengatakan kebohongan. Namun, Freya mencegahnya berbuat hal yang justru akan menjatuhkan imej-nya.
Setelah acara selesai, Bryona berjalan mendekati Tuan Oscar Gerardo. Ia akan meminta secara khusus karena sepupunya telah berkata lancang kepada petinggi G-Corp itu, perusahaan besar yang menaungi AR Group.
“Maaf Tuan Gerardo, apa saya bisa berbicara sebentar?” pinta Bryona dengan wajah yang sedikit menunduk. Ia merasa malu dengan perbuatan Luna.
“Tentu saja, katakanlah,” kata Oscar setelah berdiri sedikit menjauh dari sahabat-sahabatnya.
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas semua yang telah dikatakan oleh sepupu saya. Saya akan menerima hukuman apapun,” Bryona meremas kedua tangannya, masih dengan menunduk. Sejak dulu ia sudah terbiasa dengan hukuman. Jika ia melakukan kesalahan, maka ia akan dihukum. Hal itulah yang selalu didoktrin oleh Thomas dan Dorothy pada dirinya.
“Aku tidak akan menghukummu dan aku tidak menyalahkanmu. Jika kita tidak melakukan hal tersebut dan tidak bersalah, berdirilah tegap dan tunjukkan wajahmu,” Bryona masih menunduk karena saat ini ia masih belum bisa menatap ke arah Oscar.
“Angkat kepalamu,” pinta Oscar.
“T-tapi Tuan.”
“Angkat. Aku ingin melihat wajahmu. Aku seperti pernah melihatmu. Katakan siapa namamu …”
“Bryona, Bryona Martinez,” jawabnya.
“Bryona Martinez … Martinez,” Oscar mengenal seseorang bernama Martinez, tapi keluarga itu telah meninggal dalam kecelakaan bertahun-tahun yang lalu. Tidak mungkin gadis ini ada hubungannya. Ia ingin bertanya, tapi ia tak ingin salah. Lebih baik ia mencari tahu sendiri.
“Baiklah Bryona, aku menerima maaf darimu. Kadi sekarang tenanglah dan nikmati acara ini. Bukankah ini menjadi acara perdanamu?” tanya Oscar dengan senyum di wajahnya. Bryona menganggukkan kepalanya. Ia sungguh berterima kasih karena Tuan Oscar Gerardo tidak marah padanya.
Sepertinya aku harus segera membuat perhitungan dengan Luna. - batin Bryona.
**
Luna yang telah membuat kekacauan di acara launching produk AR Group di bawah ke kantor polisi. Leo langsung membawanya ke sana dan meminta mereka untuk mengurungnya terlebih dahulu karena gadis itu telah membuat kekacauan. Leo pun menyertakan bukti-bukti berupa rekaman CCTV di tempat kejadian.
“Keluarkan aku!! Yang seharusnya kalian tahan itu adalah Bryona, gadis pengganggu!!” Luna berteriak sambil menendang jeruji besi dengan kaki kanannya. Ia benar-benar kesal karena kini ia berada di tempat yang menyeramkan dengan orang-orang yang menatapnya seakan ingin mengulitinya.
“Diamlah!” teriak salah seorang tahanan yang sedang duduk di atas sebuah tikar tipis yang hanya satu-satunya alas di dalam sel tersebut.
Luna menoleh dan melihat seorang wanita dengan rambut yang berantakan dan terikat. Wajahnya terlihat sangat kotor dan menyeramkan. Salah satu kakinya dilipat sebagai tumpuan tangan yang sedang memilin rambutnya.
“Apa yang kamu lihat, hah?!” gertak wanita itu.
“Tidak! Tidak! Aku tidak melihat apa-apa,” ada rasa ketakutan di dalam diri Luna ketika melihat wanita itu. Tubuhnya seperti ditelanjangi dan ditusuk langsung ke jantungnya. Luna langsung duduk di pojok dekat jeruji. Ia melipat kakinya ke dada seperti membentengi dirinya.
**
Keesokan harinya, kedua orang tua Luna, yakni Thomas dan Dorothy Alberto, mendatangi kantor polisi, tempat di mana Luna berada.
“Mana putriku? Apa yang kalian lakukan padanya, hah?!” Dorothy sangat marah hingga ia menggebrak meja salah satu anggota kepolisian.
“Tenang … tenang …,” Thomas berusaha menenangkan istrinya karena jika ini terus terjadi, maka pihak kepolisian akan mempersulit mereka.
“Bagaimana aku bisa tenang kalau putriku berada di dalam sana. Aku tidak tahu bagaimana keadaannya,” gerutu Dorothy sambil terus berteriak.
Brakkk!!!
“Bisakah anda diam, Nyonya?” tanya seorang polisi yang mulai jengah dengan sikap Dorothy yang tidak bisa menghargai orang lain.
Dorothy akhirnya diam, meski mulutnya terus komat-kamit dengan gerutuan yang tidak terdengar lagi. Mereka dipersilakan masuk ke dalam suatu ruangan, di mana hanya tersedia 1 buah meja dengan 4 buah kursi.
“Silakan anda tunggu sebentar di sini,” Dorothy yang sedang khawatir, mengetukkam jari-jarinya di atas meja, membuat suasana menjadi riuh dan tidak kondusif.
“Bisakah kamu menghentikkan itu?” tanya Thomas dengan gusar. Ia sedang stres dengan kenyataan bahwa putrinya harus ditahan. Hal ini akan membuat malu dan aib bagi keluarganya.
Pintu terbuka dan tampak Luna yang dibawa oleh salah seorang polisi, “Dad! Mom!”
“Waktu kalian hanya 20 menit!” Polisi itu kemudian meninggalkan mereka di dalam ruangan dan memerintahkan polisi penjaga untuk mengawasi mereka dari luar ruangan.
“Apa yang kamu lakukan, sayang? Apa kamu tidak berpikir sebelum bertindak?” tanya Dorothy yang merasa Luna telah salah langkah.
“Aku benci, Mom! Aku benci! Bagaimana bisa anak yatim piatu itu menjadi seorang model? Bahkan ia bisa berdekatan dengan Nicholas Gerardo. Seharusnya aku yang berada di sana Mom, akuu!!” Luna mengeluarkan semua uneg-uneg dan kebenciannya pada Bryona di hadapan kedua orang tuanya.
“Mom juga membencinya, tapi kita harus pintar, tidak boleh grasak-grusuk seperti caramu. Kamu lihat sendiri apa yang terjadi jika kamu menyerangnya secara frontal, bukankah itu malah merugikanmu dan membuat namamu menjadi buruk. Seharusnya kamu bermain cantik, tusuk dia dari dalam. Itu akan lebih terasa sakit,” jelas Dorothy yang sudah mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.
“Keluarkan aku dari sini, Mom! Dad! Di sini sangat menyeramkan, aku tidak suka. Di sini panas, kotor, dan bau, aku tidak kuat lagi,” Luna berusaha memohon agar kedua irang tuanya mau mengeluarkannya dari sana.
“Cepat kamu mengurusnya! Aku tidak mau putriku menginap di tempat seperti ini. Jika mereka minta uang, berikan saja!” Kata Dorothy. Sementara Thomas yang mendengarnya merasa kesal karena istrinya ini semakin lama semakin seenaknya saja menyuruhnya. Ia bahkan disuruh untuk menyuap pihak kepolisian, padahal saat ini kondisi keuangan mereka sedang tidak baik.
“Aku keluar dulu,” ujar Thomas.
“Cepat! Cepat sana!” Thomas langsung keluar dari ruangan tersebut dan bertanya siapa yang harus ia temui untuk menjamin putrinya keluar dari sana.
Sementara itu di kediaman Gerardo,
“Leo, coba kamu periksa model untuk iklan liptint tadi siang. Aku ingin semua informasi lengkap mengenai dirinya,” perintah Oscar.
“Baik, Tuan!” Leo segera keluar dari ruang kerja Oscar dan mencari informasi mengenai Bryona. Leo akan selalu menyelesaikan pekerjaannya hari itu juga, karena ia tak suka menunda-nunda pelerjaan, apalagi jika pekerjaan itu langsung diberikan oleh Tuan Oscar.
🌹🌹🌹
lihatlah luna hancur leticia hancur dengan sendirinya dan si thomas jadi berengsek karna ketamakannya juga.
kemakan omongan sorangan.
akhirnya m-tec kembali pada pemilik nya.
akhirnya nic di maafkan.