Scarlet adalah gadis yatim piatu yang kuliah sambil berkerja. Pada suatu hari dia kesandung masalah memecahkan Guci antik dan disuruh mengganti dengan uang seratus juta tunai.
Dalam kebingunannya akhirnya Scarlet ke Club malam dan menjual kegadisannya dengan pemilik Club. Karena merasa terhina Scarlet tidak mau menerima uang dari pemuda itu.
Tapi pemuda yang bernama David itu malah jatuh cinta kepada Scarlet, dan mulai membantu keuangan Scarlet secara diam-diam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIDAK TERGODA
Scarlet melotot kaget, kalimat yang dilontarkan Andrian membuatnya sangat terhina. Tidur denganku katanya? dasar laki-laki iblis. Meski tidak dapat melihat, nyatanya pikiran mesum tetap berjalan lancar di otak besarnya. Kurang ajar!"
"Kenapa diam, apa bedanya aku dengan David?" tegurnya tajam.
Scarlet mengepalkan tangannya, ingin dia menampar laki-laki itu dan menendangnya sejauh mungkin. Tapi dia berusaha diam. Scarlet menghela nafas dalam berusaha menggali sedikit kesabaran.
"Lebih baik sekarang mandi, aku akan menyiapkan keperluanmu."
"Aku tidak mau!" sahutnya ketus.
"Sudah sore, pasti kamu belum makan. Bukankah besok aku harus ikut bekerja?" ucapku sesabar mungkin. Dia diam, tapi napasnya terlihat tak beraturan.
"Mari, aku akan menyiapkan air hangat." Scarlet berada di depannya dan membantunya bangun. dia tidak menolak saat Scarlet menarik lengannya dan menuntunnya menuju kamar mandi. Selesai menyiapkan keperluan mandi, Scarlet bergegas mau melangkah keluar. Tapi, suara beratnya menginterupsi gerakanku.
"Aku minta kamu memandikanku."
Scarlet meringis tidak berkutik saat perintah itu menghujam seperti pisau menusuk dadanya.
"Aku harus menyiapkan pakaian dan makan malam untukmu."
Scarlet melangkah meninggalkan Andrian sendirian di dalam kamar mandi. Biasanya selama ini dia bisa melakukannya sendiri, jadi kenapa tiba-tiba dia meminta dimandiin. Dasar genit.
Sesampainya di dapur, para pelayan sudah menyiapkan semuanya di atas baki. Scarlet membawa makanan itu ke kamar. Makanannya sederhana sekali, tidak seperti makanan David yang terkesan mewah.
"Siapa yang menyuruhmu pergi, sudah kubilang jangan pergi tanpa izinku!" bentaknya berang.
"Aku tidak pergi hanya mengambil makanan. Biasanya bisa mandi sendiri."
"Apa hubunganmu dengan David, apa benar kalian sudah menikah."
"Kamu ... jangan menggoda dia! Dia akan bertunangan, lagi pula kamu tidak mungkin di terima oleh Papa, Mamanya. Mereka orang kaya dan terhormat."
"Siapa juga yang mau menggoda dia. Dia saja yang tidak bisa lepas dariku.
"Baguslah! Mana pakaianku?" tanyanya datar.
Scarlet bergegas membuka lemari mengambil pakaian tidur lengkap dengan pakaian dalamnya dan menyerahkan pada Andrian yang menunggu sambil berkacak pinggang.
Tokk...tokk..tokk
Suara ketukan pintu membuat Scarlet segera berdiri, dia menyeret kakinya kedepan untuk membukakan pintu. Andrian langsung menariknya untuk mundur.
"Ada apa Sardon?"
"Ada sepupu Tuan ingin bertemu." Degg!! dada Scarlet berdegup. Ntah mengapa lututnya lemas, tangannya bergetar seirama dengan jantung yang berdebar-debar. Dia ketskutan seandainya David yang datang.
"Katakan aku tidak ada, jangan kasi orang masuk. Bila perlu panggil sepuluh orang polisi untuk menjaga rumahku."
"Baik Tuan." sahut Sardon lalu pamit mohon diri.
*****
David menghapus darah yang mengalir di sudut bibirnya. Dia duduk terpekur dengan nafas memburu. Papanya mondar mandir tidak karuan di depannya. David pasrah ketika Papanya marah bak singa liar.
"Tidak tahu malu, dimana kamu taruh nama keluarga. Aku tidak mengerti jalan pikiranmu. Tidakah kamu sadar bahwa Andrian anak Tantemu."
"Maaf aku Paa... tadi aku sangat emosi, Andrian terlalu pongah...." sahut David tidak melanjutkan perkataannya. Dia takut Papanya akan menghina Scarlet yang datang dari Panti Asuhan. Walaupun keluarganya tidak terlalu fanatik tapi, untuk menyetujui hubungannya dengan Scarlet rasanya mustahil.
"Siapa gadis itu?" tanya Mamanya tiba-tiba muncul. David sangat kaget, apalagi dia tahu Mamanya punya rencana dasyat, akan menjodohkannya dengan
"Dia penjual bunga." sahut David, dia sengaja tidak mengatakan bahwa Scarlet anak Panti Asuhan.
"Lepaskan dia, kamu sudah punya tunangan. Kami tidak akan mentoleril apa yang kamu akan lakukan. Pikirkanlah!!"
"Maa...aku mencintainya, aku tidak bisa hidup tanpanya." akhirnya David mengeluarkan isi hatinya.
"David, siapkan dirimu dua minggu lagi, kami memajukan rencana ini. Kalau kamu nekad silahkan, tapi statusnya selir, bukan istri pertama." kata Mamanya lalu pergi di ikuti oleh Papanya, dia tidak memberi celah kepada David untuk menolak.
Iwan menghampiri bosnya dengan perasaan sedih, bagaimanapun juga bosnya adalah teman sejatinya. Dia sangat tahu betapa David menyesali perbuatannya kepada Scarlet. Bahkan semenjak kehilangan Scarlet David memutuskan untuk menutup diri dan pekerjaannya dia lakukan dari rumahnya.
"Bos, aku tahu kamu bersedih, saat ini tidak ada yang bisa dikerjakan selain menunggu, sampai Andrian lengah."
"Aku mau ke Barista." kata David.
"Masih siang bos, tapi kalau mau, tidak apa-apa main di klas VIV."
Iwan memacu mobilnya dengan tenang, dia melirik kepada David yang dari tadi termenung. Tumben David minta diatar ketempat Karaokenya, biasanya paling ke Bar sekedar minum, setelah itu pulang. Pengaruh Scarlet sangat besar bagi kehidupan David.
Sampai di Barista mereka langsung menuju menuju lantai 4 gedung ini. Gedung ini terdiri dari empat lantai. Lantai pertama, adalah cafe dan Resto, lantai kedua adalah ruangan karaoke, lantai ketiga merupakan sebuah diskotik dan lantai keempat disediakan kamar khusus untuk tamu yang ingin melepaskan hasratnya . Tempat yang sudah disediak?an untuk bercintà.
Rina dan Nancy adalah wanita yang siap melayani Iwan dan David. Kedua wanita ini berparas cantik bak artis Ibu Kota. Mereka sudah lima belas menit merayu kedua lelaki itu, tapi hanya Iwan yang berhasil ditaklukan sedangkan David hanya diam duduk mematung dengan sebotol Wine. Nancy mulai kesal dan panas, tatkala harus menyaksikan pergumulan hebat di depan matanya.
"Silahkan kalian berdua masuk kamar, jangan membuat aku panas dingin tidak karuan. Di sini bukan tempat untuk bercinta, apalagi harus di depan orang lain seperti ini.” kata Nancy gerah dan susah payah menahan panas yang sudah menjalar di sekujur tubuhnya.
“Maaf..maaf.. si bos main nyerang aja, aku nggak bisa menolak..." jawab Rina dengan suara sedikit tertahan sambil mengginggit bibir bawahnya.
“Ayo kita ke kamar Rin, supaya lebih privat." bisik Iwan menarik tangan Rina. Nancy mulai pindah ke sofa di sebelah David.
"Aku cuma ingin di temani minum." kata David tegas.
“Ya sayank....” jawab Nancy manja. Tangannya mulai menyetuh tangan David, dia berharap bos nya itu akan mengajaknya ke kamar. Selain akan mendapatkan bayaran fantatis, dia berharap bos nya tertarik kepada dirinya, walaupun hanya sebagai Selirnya saja. Dia juga sangat tertarik dengan tubuh David yang berotot kekar dan sexy.
“Apa bos tidak tertarik padaku, aku primadona disini dan memilih tamu. Tidak sembarang orang bisa dekat dan menyentuhku, kecuali aku suka padanya." tutur Nancy, dia mulai berani membuka kancing baju David Wanita itu juga menciumi bibir David dengan penuh gàirah dan terus mencari celah supaya David tergoda.
David mulai terbawa suasana. Pria itu hampir menarik Nancy kedalam pelukannya, tapi dia terbayang dengan wajah Scarlet. Tak sulit bagi David untuk membuat Nancy terbius dengan dirinya, tapi dia tidak mau melakukan itu.
David benar-benar tidak mau kalau lollipopnya tersentuh oleh siapa pun, apa lagi wanita bayaran seperti Nancy. Tidak!! pria itu tidak ingin miliknya diberikan dengan mudahnya kepada siapapun kecuali dengan Scarlet.
Nancy terus saja menggoda David, tapi David dingin. Dia kembali memeluk David, berharap bos nya mau mengajaknya ke kamar.
“Maaf, aku tidak berminat melakukan dengan siapa pun selain dengan istriku.” David berusaha melepaskan pelukan Nancy.
“Kenapa bos? Apa aku kurang cantik, aku pikir istrimu tidak sehebat aku." ucap Nancy merajuk.
*****
SEMOGA MAKIN SUKSES KARYA NYA
GOOD JOB👍👍👍