NovelToon NovelToon
Pesona Si Kembar (Ada Cerita Di Balik Gerbang Sekolah)

Pesona Si Kembar (Ada Cerita Di Balik Gerbang Sekolah)

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Genius / Anak Kembar / Teen School/College / Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin / Tamat
Popularitas:818.3k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season 2 dari Novel "Anak Genius Milik Sang Milliarder"

Rachel dan Ronand telah beranjak remaja, kini usianya sudah menginjak 17 tahun. Rachel yang tak ingin selalu dibandingkan dengan kejeniusan Ronand, memilih untuk menyembunyikan identitasnya sebagai saudara dan orang kaya.

Semua siswa di sekolahnya, tidak ada yang mengetahui jika Rachel dan Ronand adalah saudara kembar. Justru mereka dirumorkan sebagai pasangan kekasih karena beberapa kali terlihat dekat.

Akankah keduanya berhasil menyembunyikan identitas mereka sampai lulus sekolah? Atau semua rencana itu gagal, seiring dengan kisah percintaan mereka yang terjadi di sekolah itu?

Temukan jawabannya hanya di NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Pacarku!

"Memang mirip dari wajahnya, Ma. Tapi beda, tetap saja berbeda,"

"Dulu kan waktu kecil sama dengan Rachel sifat dan sikapnya. Nggak suka sekolah, masa iya dia bisa ikut olimpiade. Biasanya sekolah mengirimkan perwakilannya itu yang siswa rajin," ucap Ronand sambil menggelengkan kepalanya.

"Terus yang ikut olimpiade berasal dari SMA di kota ini. Seharusnya siswa berasal dari sekolah di kota ini, itu nggak mungkin. Achel nggak pernah cerita kalau dia sudah pulang dari luar negeri. Itu artinya dia belum kembali dan sekolah di negara ini," lanjutnya.

"Hush... Jangan meremehkan oranglain, Ronand. Dulu memang dia malas sekolah, tapi kan nggak tahu kalau sekarang." ucap Chiara menegur Ronand.

Ronand merasakan keanehan pada jantungnya. Entah mengapa jantungnya seperti berhenti berdetak saat melihat seseorang yang mirip dengan teman masa kecilnya. Teman? Ya mungkin, hanya saja ia memang ia tak terlalu dekat. Namun saat dia pergi dan memberikan sebuah hadiah, ada sesuatu yang hilang dari dirinya.

"Bukan dia, Ma. Aku yakin itu," ucap Ronand dengan tegas.

"Sepertinya memang bukan,"

"Kalau memang itu dia, sudah pasti akan menemui Rachel terlebih dahulu. Atau mungkin Rachel emang nggak cerita?" ucap Chiara yang kemudian menggandeng tangan Ronand.

"Ronand, siapa perempuan yang ada di sampingmu itu? Apakah perwakilan dari keluargamu?" tanya guru pembimbing olimpiade, Pak Bekti.

"Benar, Pak. Perkenalkan ini Mama saya," jawab Ronand memperkenalkan Chiara saat sudah berhadapan dengan guru pembimbingnya.

Semua siswa, lebih tepatnya anggota OSIS yang hadir sebagai pendukung Ronand sangat terkejut. Melihat Mama dari Ronand ternyata masih sangat muda dan cantik. Apalagi melihat tas dan mobilnya, sudah pasti mereka berpikir jika Ronand berasal dari keluarga kaya.

"Ternyata Ronand selama ini cuma pura-pura kismin," bisik salah satu anggota OSIS bernama Muti.

"Bukan pura-pura kayanya, tapi emang Ronand mau jadi orang yang sederhana dan nggak ingin jadi pusat perhatian. Jadi ke sekolah pakai motor butut," ucap temannya dengan pelan.

"Saya Chiara Jane, Mama dari Ronand. Salam kenal, Pak." Chiara menyapa dengan sedikit menundukkan kepalanya.

"Salam kenal, Bu Chiara." Pak Bekti terlihat menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

"Onand siap-siap dulu, Ma." pamit Ronand yang kemudian melangkah pergi dari sana bersama Pak Bekti. Namun langkahnya terhenti karena mendengar suara yang dikenalnya.

Tak...

Dung... Dung...

Tak...

Dung... Dung...

Tiba-tiba saja kegaduhan terjadi saat Ronand dan Pak Bekti hendak pergi menuju aula gedung tempat diadakannya olimpiade. Di sebuah halaman gedung, terlihat empat orang tengah memainkan perkusi drum band. Sontak saja pemandangan itu membuat heboh semua yang ada di sana.

Tiga orang perempuan yang tak lain adalah Rachel, Mika, dan Mama Martha. Ditambah seorang laki-laki yaitu Raffa dengan raut wajah datar dan tertekannya tengah menabuh drum kecil. Rachel meniup pianika dan Mika juga Mama Martha membawa bendera bergambar Ronand.

"Uncle Onand yang paling tampan dan cekci. Cemangat... Cemoga dilancalkan lilimpiadena," seru Mika seperti tengah mengucapkan yel-yel untuk memberi semangat Ronand.

"Olimpiade, Mika." Mama Martha memperbaiki ucapan dari Mika yang belepotan.

"Iya itu makcudna Mika," ucap Mika tanpa rasa bersalahnya.

Dung... Dung...

Tak... Tak...

Pimm... Pimm...

Prett... Prett...

Hahaha...

"Kok kaya cuala kentut," gumam Mika saat mendengar tiupan dari alat yang dibawa oleh Rachel.

"Mika, lagi dong. Masa diam aja," ucap Rachel meminta Mika untuk berteriak lagi.

"Keling ini tendolokanna Mika. Ndak dikacih es jeluk dulu apa?" Mika sepertinya kesal karena sedari tadi disuruh oleh Rachel. Namun gerutuan itu tak digubris oleh Rachel.

Abang Onand yang ganteng, semangat.

Achel sayang sama Abang Onand,

Cieeee...

Sweet banget sih,

Ternyata kamu tidak berubah dari dulu, Chel.

***

"Astaga... Achel, Mama, dan Mika." gumam Chiara sambil menggelengkan kepalanya.

Chiara sampai shock melihat penampilan Mika, Mama Martha, dan Rachel. Ketiganya memakai pakaian yang sama, kostum cheerleaders dan kacamata hitam. Sedangkan Raffa sebagai penabuh drum juga memakai kacamata hitamnya.

Tak lupa dengan Pak Bekti dan beberapa anggota OSIS yang berada di sana, melihat penampilan Raffa membuat mereka hampir pingsan. Tak percaya dengan sikap Raffa yang asyik menabuh drum sebagai pengiring yel-yel. Ternyata ketua OSIS mereka bisa juga diajak acara begini.

Oma Chiala...

"Tolongin Mika. Capek, haus, dan lapal kalna diculuh teliak mulu cama Onty boncel." seru Mika saat melihat kehadiran Chiara. Bahkan mata Mika sudah berkaca-kaca sambil merentangkan kedua tangannya.

Pim... Pim...

"Heh... Belum boleh makan ya. Ini kita masih harus kasih semangat Uncle Ronand," tegur Rachel pada Mika kemudian membunyikan pianika yang dibawanya.

Tak... Tak...

Dung... Dung...

"Cucuku Ronand, yang semangat. Kamu memang rajin dan pintar nggak kaya si Rachel. Kerjaannya bolos sekolah dan jajan terus,"

"Semangat mengerjakan testnya. Semoga kamu bisa menang," seru Mama Martha yang membandingkan Rachel dengan Ronand sambil mengayunkan benderanya. Hal itu membuat Rachel mengerucutkan bibirnya kesal.

Pimmmmmmm...

"Kuping cetar membahananya Oma seksoy," serunya saat tiba-tiba Rachel meniup pianikanya di dekat telinganya.

Hahaha...

Perdebatan dan seruan itu menimbulkan gelak tawa di depan halaman gedung tempat diadakannya olimpiade. Sebuah pertunjukan yang tak terkonsep dengan jelas namun membuat para peserta olimpiade terhibur. Setidaknya untuk mengurangi ketegangan sebelum mengerjakan test.

"Ndak mau lagi diculuh cama Onty boncel dan nenet dayung," rengek Mika yang kini berlari ke arah Chiara dan memeluk kakinya.

"Capek ya?" Chiara mengelus rambut Mika yang basah oleh keringat dengan lembut.

"Banet. Butuh matan bakco, nasi doleng, telul dulung, cilok, dan es teh dumbo." seru Mika dengan rengekannya.

"Bawa Mika ke restorant depan aja, Ma. Kalian bisa tunggu di sana sekalian makan," suruh Ronand yang kasihan juga melihat keponakannya lemas.

"Nah... Ini balu Uncle kecayangan Mika. Peduli cama pelut kelonconganna Mika. Ndak kaya si Onty boncel,"

"Udah nyuluh-nyuluh teliak, ndak dibayal dan dikacih matan. Cungguh tegana," seru Mika yang kesal dengan Rachel membuat Chiara dan Ronand terkikik geli.

Rachel yang mendengarnya hanya bisa menghela nafasnya pasrah. Kan memang niatnya datang ke sini untuk memberikan dukungan pada Ronand. Bukan untuk jalan-jalan dan Mika pun sudah setuju. Namun namanya anak kecil, kepanasan dan kelaparan sedikit saja pasti rewel.

"Oma juga mau istirahat, capek." Mama Martha menyerah. Ia sudah berjoget ria dengan membawa bendera bergambar foto Ronand sambil berteriak. Tenaga tuanya sudah tak bisa bertolerir lagi.

"Mama, ayo makan di restorant depan dulu." ajak Chiara saat melihat mertuanya tampak kelelahan.

Iya. Nggak usah itu diajak si Rachel, pusing Mama.

Jangan tinggalin Achel dong. Achel kan juga lapar,

Hei... Mau kemana kamu? Tanggungjawab,

Tanggungjawab apa? Emangnya aku ngapain kamu? Hamilin kamu, larva?

Sembarangan. Udah bikin aku jadi tontonan orang banyak, tanggungjawab.

Pakai apa tanggungjawabnya, larva?

Jadi pacarku!

Hah... Gil4,

Wah... Si Raffa nikung sahabatnya sendiri,

1
ceuceu
selalu setia menunggu kisah si kembar/Drool/
Penulis Eli: sabar.. InsyaAllah minggu" depan 😬
total 1 replies
kalea rizuky
oalah jd Janice ini cucu nya trs mika ini cicitnya martha
Penulis Eli: iya, janice itu cucunya Oma martha. kalau mika, cicitnya 😊
total 1 replies
kalea rizuky
muka ini cucu nya martha apa cicit
Juli Restiarini
𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭
ParyaTi Cnil
makasih thor udah dilanjut episode 2🙏👍
Jelita
ahhhh,, gk sabarrr nunggu crta barunya..
Joe JV BITREXGO
👍👍👍👍👍🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
Maryam Renhoran
Alhamdulillah,,,,happy ending,,,
Mksih yaa Thor uda sajikan bacaan yg luar biasa, sllu penasaran di stiap episode n tertawa sendiri tengah malam, sampe subuhnya trlambat...😍🙏
Sativa Kyu
👍👍👍
Aniza
semua ny aja thooor disatuin ceritany satu judul aja
black secret
okeee, aku kumpulin point dulu👍🏻
Evy
setia menungguuuu...🥰
Elin Lina
ok kak othooorr.., di tunggu ya cerita barunya si kembar
Memyr 67
𝗁𝗆𝗆𝗆𝗁 𝖺𝗅𝗏𝖺 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺, 𝖺𝗅𝗏𝖺 𝗒𝗀 𝗇𝗀𝖺𝗇𝗀𝗀𝗎𝗄. 𝖻𝗂𝗄𝗂𝗇 𝗆𝖺𝗅𝖾𝗌 𝗄𝖺𝗒𝖺𝗄 𝗀𝗂𝗇𝗂. 𝖽𝖺𝗁 𝖺𝗁. 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒 𝗍𝗁𝗈𝗋
Penulis Eli: terimakasih sudah mampir 🙏
maaf kalau masih banyak typo dan ceritanya kurang sempurna 😊
total 1 replies
Memyr 67
𝗄𝖾𝖼𝗂𝖺𝗇𝗇𝖺 𝗉𝖺𝗉𝖺 𝖽𝗎𝗅𝗂𝖺𝗇 😄😄
Atze Atze
mulut besar mu ... Rachel... otaknya begoooo
Atze Atze
huh di bentak segitu aja takut..si Rachel.. bego
Sri Mulyani Yani
lanjutkan ceritanya jadi satu aja Thor biar seru
Penulis Eli: siap, bulan depan ya kaj 🙏🙈
total 1 replies
Atze Atze
kenapa diam saja mamanya Niko...tendang...pukul kepalanya..cakar wajah mantan suaminya...bego banget...jadi wanita kok lemah...kan punya tangan dan kaki..
Atze Atze
coba si Rachel.. belajar ilmu beladiri silat taekwondo...biasa di cerita lain.. begitu... semua pinter ilmu beladiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!