NovelToon NovelToon
CINTA PERTAMA DAN TERAKHIR

CINTA PERTAMA DAN TERAKHIR

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:457.8k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Novel ini lanjutan dari BU GURU CANTIK UNTUK TUAN MUDA, jadi biar nyambung di harapkan baca kisah RAQILA dulu🙏🙏



Rama Edrik Abraham merupakan putera sulung dari Raffa dan Aqila, saat ini Edrik sedang berada diusia pubernya. Edrik tumbuh menjadi anak yang berbeda, masuk geng motor, urakan, pergaulan bebas, membuat kedua orang tuanya pusing tujuh keliling menghadapi sikap keras Edrik.


Berbeda dengan Kakaknya, Rakka Endro Abraham merupakan anak yang penurut, pendiam, dan lebih kalem.


Kehadiran Alisya Anggun Almira yang merupakan murid baru di sekolah mereka, membuat kehidupan kedua Kakak beradik itu jungkir balik. Wajahnya yang cantik membuat semua orang jatuh cinta kepadanya termasuk Edrik dan Raka.

Siapa yang nantinya akan di pilih oleh Alisya, apakah Edrik pria sombong dan tak terbantahkan? ataukah Raka, pria kalem dan baik hati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 ( Berita Duka )

🎒

🎒

🎒

🎒

🎒

"Cha, kamu mau kemana?" teriak Rima yang ikut mengejar Icha.

Brrruuukkkk....

Icha menabrak seseorang...

"Maaf-maaf Kak ga sengaja."

"Icha kamu kenapa? kok nangis?" tanya Zaki merasa cemas.

"Maaf Kak, aku harus segera pergi Ayah aku kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit."

"Apa? ya sudah ayo aku antar kamu ke rumah sakit."

"Aku ikut Cha," seru Rima.

"Aku juga," sambung Amar.

"Ya sudah, kita ke rumah sakit sekarang," sahut Zaki.

Mereka berempat dengan cepat-cepat masuk ke dalam mobil Zaki dan Zaki segera melajukan mobilnya meninggalkan kampus.

"Icha kenapa, kok nangis gitu?" gumam Riana yang tidak sengaja melihat dari kejauhan.

"Woi, bengong aja."

"Guys, barusan gue lihat Icha pergi diantar sama teman-temannya dan Icha nangis," sahut Riana.

"Apa? dia kenapa?" tanya Raka.

"Gue juga ga tahu."

Raka segera menghubungi ponsel Icha tapi sayang Icha tidak mengangkatnya.

"Sial, Icha ga angkat telponnya," kesal Raka.

"Terus bagaimana dong?" tanya Juna.

"Kita susul Icha."

"Ya sudah yuk, gue khawatir banget terjadi sesuatu sama Icha," sahut Riana.

Raka dan yang lainnya pun memutuskan untuk menyusul Icha.

Sementara itu di dalan mobil Zaki, Icha tak henti-hentinya menangis di pelukkan Rima.

"Kamu tenang Cha, mudah-mudahan Ayah kamu baik-baik saja," seru Rima.

"Aku takut Ayahku sampai kenapa-napa, Rima."

"Kita do'akan saja yang terbaik Cha," sahut Zaki.

Tidak lama kemudian, mobil Zaki pun sampai di rumah sakit dan ternyata itu adalah rumah sakit dimana Dr.Rizky bekerja.

Icha dengan cepat keluar dari mobil Zaki dan berlari menuju resepsionis untuk menanyakan keberadaan Ayahnya. Setelah tahu dimana Ayahnya berada, Icha langsung menuju ke ruangan itu dengan deraian airmata.

Sesampainya di ruangan operasi, seorang suster sedang menunggu kedatangan keluarga pasien.

"Suster, bagaimana keadaan Ayah saya?" tanya Icha panik.

"Apa Mbak anaknya pasien?"

"Iya, saya anaknya."

"Tunggu sebentar saya panggilkan Dokternya dulu."

Suster itu masuk ke dalam ruangan operasi dan memanggil Dokter yang menangani Ayah Icha.

"Loh Icha, Zaki, ngapain kalian ada disini?" tanya Dr.Rizky.

"Apa Dr.Rizky yang menangani Ayah Icha?" tanya Icha panik.

"Jadi Pak Bayu itu Ayah kamu Cha?"

"Iya Dokter."

"Cha, Ayah kamu harus segera di operasi benturan keras dikepalanya membuat kepala Pak Bayu mengalami pendarahan jadi saya harus segera mengoperasi beliau," seru Dr.Rizky.

"Lakukan saja yang terbaik Dokter, Icha mohon."

"Baiklah, tolong kamu tanda tangani dulu prosedurnya."

Setelah semuanya beres, Dr.Rizky pun segera melakukan operasi. Icha duduk di kursi tunggu dengan Rima, Zaki, dan juga Amar.

Tiba-tiba Raka dan yang lainnya datang...

"Icha..."

"Riana.."

Icha langsung memeluk Riana dengan deraian airmata.

"Ayah Ri, Ayah gue kecelakaan," seru Icha.

"Iya, kita tahu soalnya barusan kita ke rumah lo tapi ternyata tidak ada, dan tetangga lo barusan ngomong katanya ada orang yang datang le rumah lo memberitahukan kalau Ayah lo mengalami kecelakaan," sahut Riana.

Satu jam sudah, Ayah Bayu berada dalam ruangan operasi. Tidak lama kemudian pintu ruangan operasi pun terbuka, Dr.Rizky keluar dengan menundukkan kepalanya.

"Dok, bagaimana keadaan Ayah Icha?" tanya Icha.

"Maaf Cha..." lirih Dr.Rizky.

"Maksud Dokter apa?"

"Pendarahan diotak Ayahmu terlalu banyak dam ternyata pembuluh darahnya sudah pecah, jadi---"

Semua orang membelalakkan matanya..

"Jadi apa Dokter?" tanya Icha dengan bibir bergetar.

"Maaf Cha, saya tidak bisa menyelamatkan Ayah kamu," sahut Dr.Rizky dengan menundukkan kepalanya.

Riana dan Rima menutup mulutnya karena terkejut, begitu pula dengan Raka dan yang lainnya.

"Tidak..tidak mungkin Dok, Dokter jangan bercanda ini tidak lucu," seru Icha dengan deraian airmata.

Raka mulai mendekat dan mencoba menenagkan Icha.

"Lo yang sabar."

"Raka, tolong bilang kalau ini ga benar, tolong bilang kalau Dr.Rizky hanya bercanda," bentak Icha.

Raka memeluk Icha dengan erat, airmatanya pun ikut menetes.

"Raka tolong bilang ini ga benar."

"Sabar Cha."

Riana mendekat dan ikut memeluk Icha yang saat ini sedang menangis histeris semuanya hanya bisa diam tidak tahu harus bicara apa melihat Icha.

Sebuah blankar yang membawa jenazah Ayah Bayu keluar dari kamar operasi. Icha langsung tersentak dan menghampirinya, dengan tangan bergetar Icha membuka kain putih yang menutup wajah Ayah Bayu.

Seketika tangisan Icha pecah dan memeluk jenazah Ayah Bayu.

"Ayah jangan tinggalkan Icha, kalau Ayah pergi Icha dengan siapa Yah, Ayah bangun."

"Cha jangan begini," seru Riana yang memeluk Icha dari samping.

"Gue beresin dulu administrasinya, kalian tolong jaga Icha," seru Raka.

Raka pun pergi menuju Administrasi, sedangkan Icha terus saja histeris membuat semua orang yang ada disana tidak tega melihat Icha.

Tiba-tiba pandangan Icha menggelap..

Bruuuuggghhh...

Icha jatuh pingsan tak sadarkan diri..

"Icha..." teriak Riana dan Rima bersamaan.

Zaki segera mengangkat tubuh Icha..

***

Dikediaman Icha, semuanya sudah berkumpul termasuk Cyra, Mommy Aqila, dan Daddy Raffa pun sudah ada disana.

Icha masih belum sadarkan diri ditemani Mommy Aqila, Cyra, Riana, dan juga Rima. Tiba-tiba tangan Icha yang digenggam oleh Mommy Aqila pun bergerak.

"Sayang, kamu sudah sadar Nak."

"Ayah..Ayah..."

Icha langsung terbangun dan kembal menangis histeris, Mommy Aqila dengan cepat memeluk Icha.

"Kamu yang sabar sayang, ini semua sudah menjadi takdir dari yang maha kuasa, kita tidak bisa menghalang-halanginya."

"Tapi Icha hanya punya Ayah di dunia ini Tante, sekarang Ayah sudah tidak ada, Icha tidak sanggup menjalani semua ini seorang diri."

"Kata siapa kamu sendirian, masih ada Kak Cyra, dan Mommy Aqila jadi kamu tidak akan sendirian," seru Cyra.

"Iya Cha, lagipula masih ada kita juga lo jangan merasa sendiri karena kita akan selalu ada untuk lo," sambung Riana.

Icha kembali menumpahkan semua tangisannya didalam pelukkan Mommy Aqila.

Waktu pun berjalan dengan cepat, setelah acara pemakaman semuanya pun kembali berkumpul dirumah Icha.

Icha tampak melamun dengan deraian airmata duduk ditempat tidur, Mommy Aqila menghampiri Icha dan menggenggam tangannya Icha.

"Sayang, dengarkan Tante dulu nasib Tante juga sama seperti kamu ditinggalkan oleh Ayah Tante seorang diri, makannya Tante bisa merasakan apa yang kamu rasa bahkan saat itu Tante merasa sangat hancur tapi Tante berpikir buat apa terus menangisi Takdir yang sudah dituliskan, kamu tidak perlu bersedih kamu bisa tinggal bersama Tante kalau kamu mau," seru Mommy Aqila.

"Iya, bahkan kalau kamu bersedia tinggal dirumah Kakak, Kakak akan sangat senang," sambung Cyra.

"Terima kasih Tante, Kak Cyra kalian sudah baik sama Icha."

"Sama-sama Sayang, ya sudah Tante tinggal dulu ya."

Icha pun hanya sendirian dikamar, mereka sengaja membiarkan Icha untuk sendiri dulu. Sedangkan diruang keluarga, Raka tampak kesal karena dari tadi nomor yang dihubungi Raka tidak aktif.

"Bagaimana Raka?" tanya Mommy Aqila.

"Nomor Bang Edrik tidak aktif, Mom."

"Astaga, tuh anak tengil kemana? disaat Icha membutuhkannya dia susah dihubungi, setidaknya meskipun dia tidak ada disini dengan mendengarkan suaranya saja, Icha pasti akan sangat senang," kesal Cyra.

"Lo kemana sih Bang," batin Raka.

Tidak terasa waktu pun sudah malam, semuanya sudah pulang kecuali Riana dan Rima, mereka memutuskan untuk menginap menemani Icha.

"Cha, kamu makan ya soalnya dari tadi pagi kamu belum makan," seru Rima.

"Tidak Rima, aku tidak lapar."

"Cha, gue tahu bagaimana perasaan lo tadi kita semua sudah berusaha menghubungi Bang Ed, tapi nomor Bang Ed tidak aktif mungkin Bang Ed sedang sibuk," seru Riana.

Tes...

Icha kembali meneteskan airmata, entah kenapa mendengar nama Edrik disebut hatinya begitu sangat sakit.

Riana langsung menghambur memeluk Icha..

"Jangan nangis terus dong Cha, gue yakin Bang Edrik akan ngehubungi lo," seru Riana.

Icha hanya bisa menangis...

Tanpa terasa karena kelamaan menangis, membuat Icha akhirnya tertidur. Riana dan Rima hanya memperhatikan dengan tatapan iba.

"Riana, boleh aku tanya sesuatu?"

"Mau tanya apa?"

"Memangnya pacarnya Icha kemana?"

"Dia lanjutin kuliah di Amerika."

"Kasihan ya Icha, padahal disaat terpuruk kaya gini biasanya wanita ingin berada dekat dengan orang yang kita sayangi tapi Icha malah harus merasakan kesedihannya tanpa orang yang dicintainya."

"Ya begitulah Rim."

Rima dan Riana pun memutuskan untuk tidur menyusul Icha.

***

Keesokkan harinya...

"Cha, kita pulang dulu ya soalnya kita mau ke kampus," seru Riana.

"Iya, kamu ga usah masuk dulu nanti biar aku yang bilang sama Dosen."

"Iya, makasih ya Rima, Riana, kalian sudah mau menemani aku disini," sahut Icha.

"Tidak usah sungkan sama aku Cha, kalau butuh apa pun kamu bilang saja aku akan siap membantumu selama aku mampu, kita kan sahabatan," seru Rima.

Icha, Riana, dan Rima pun saling berpelukkan, Icha sangat beruntung mempunyai sahabat seperti mereka walaupun mereka berasal dari keluarga berada tapi mereka tidak pernah membeda-bedakan Icha.

"Nanti pulang kuliah, gue kesini lagi ya sama anak-anak," seru Riana.

Icha pun menganggukkan kepalanya..

"Kita pulang dulu, jangan nangis terus ya."

"Iya."

Riana dan Rima pun akhirnya meninggalkan Icha sendirian di rumah. Sebenarnya hari ini Icha tidak enak badan, kepalanya sangat pusing tapi Icha tidak mau membuat sahabatnya khawatir.

Icha berusaha berdiri, dia ingin pergi ke kamar Ayahnya dia ingat omongan Dr.Rizky kalau disaat Ayahnya baru sampai di rumah sakit dan dalam keadaan kritis, Ayahnya sempat ngomong kalau nanti anaknya datang tolong kasih tahu kalau dia menyimpan uang dan tabungannya dibawah tempat tidur.

Dengan langkah gontai, Icha membuka pintu kamar Ayahnya. Pertama kali yang Icha lihat saat masuk kamar itu adalah foto dirinya bersama Ayah dan Ibunya sungguh sangat menyayat hati.

Perlahan Icha menyingkap kasur tempat Ayahnya tidur, dan benar saja disana ada sebuah buku tabungan dan sejumlah uang. Dengan tangan bergetar Icha mengambilnya dan mendekapnya didalam dadanya.

"Ayah..hiks..hiks..hiks..."

Sementara itu Zaki yang ingat akan Icha, sebelum pergi ke kampus dia berinisiatif mampir terlebih dahulu ke rumah Icha.

Tok..tok..tok..

Icha yang mendengar pintu rumahnya ada yang mengetuk, Icha segera menghapus airmatanya dan menyimpan kembali buku tabungan dan uang itu.

"Ya ampun, kok kepala gue tambah pusing ya," gumam Icha dengan memegang kepalanya.

Disaat Icha hendak keluar, pandangan Icha kembali menggelap, Icha berusaha berpegangan tapi Icha malah menarik kain yang menjadi alas meja.

Praaaaannngggg...

Pas bunga jatuh bersamaan dengan tersungkurnya Icha ke lantai.

"Astagfirullah, Icha..Cha kamu kenapa?" teriak Zaki dari luar.

Zaki panik karena tidak ada jawaban sama sekali akhirnya Zaki pun masuk kebetulan pintunya tidak terkunci.

"Icha..."

Betapa terkejutnya Zaki saat melihat Icha yang sudah tersungkur dilantai.

"Cha, bangun Cha."

Zaki menepuk-nepuk pipi Icha...

"Ya ampun badannya panas banget."

Tanpa menunggu lama, Zaki pun mengangkat tubuh Icha dan membawanya ke rumah sakit.

🎒

🎒

🎒

🎒

🎒

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
Patrick Khan
.geser sini😃
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Asyik, lanjutkan🥰🥰
total 3 replies
Khusnul Khotimah
sangat bagus ceritanya
Semprong Lilis
Luar biasa
Enike Lape
sangat keren,, kisah cinta yg sangat luar biasa
sweetie belle
haa..suka deh bikin cerita smw berhub.an ama rahim n da tajir melintir eh ujung2ny cm 1 anak aja 🤦‍♀️🤦‍♀️
Jong Nyuk Tjen
edrick , kamu jahat sekali ya , kamu lbh baik mengingkari janji mu ke icha utk menepati janji kamu yg lain utk seseorang itu yg sementara ini kita blm tau siapa . Sakit hatiku thor
Jong Nyuk Tjen
ya begitulah alasan seorg laki2 kl ud selingkuh , padahal kan edrick bs berterus terang ke mereka keluarganya sendiri , ga msti tutupin itu rahasia yg berat sekalipun. Dasar aja edrick buaya bule
Jong Nyuk Tjen
Bener kan ternyata edrick itu selingkuh
Jong Nyuk Tjen
novelny bagus thor. Segala rasa ad d novel ini . Skrng ad bab sedihnya , aku smpe nangis thor , icha skrng sendiri secara selama ini cuma ad ayahnya yg sangat menyayangi icha , gmna coba perasaan icha skrng ? ud gitu s bule gila kyny selingkuh deh d sana ...
Jong Nyuk Tjen
ketawa sendiri aku thor baca novel mu
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Alhamdulillah kalau suka🥰
total 1 replies
Jong Nyuk Tjen
bagus thor ceritanya, seru2 lucu bha ...hahahaha
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Terima kasih🙏🥰
total 1 replies
Goesmalla Thee_wii 🐈💕
selalu ngakak tiap baca ini 🤣🤣🤣
Sri Ningsih
waaahhh berat berat. kok bisa ya thorr, berpikir masalah seperti ini? hhmmm,, emang penulis berbakat. kasus nya beda dari biasa. aku baca aja,, hati aku udah sakit, mau lanjut part demi part, aku takut sendiri. pa nih kelanjutan nya. aduh gimana nih.... serius ya,, ga bis ketebak alur nya. makasih ceritanya ya thorr. semoga thorr selalu sehat dan sukses 😉
Lila Susanti: thor ada lapak sendiri ga dr masing2 pasangan ?
total 2 replies
Sri Ningsih
😂😂😂😂😂😂😂 do'a ibu. thorr ide mu di luar nalar ku. dapat banget nih lawak nya
Sri Ningsih
iiiihhhhhh kerreeeeennnn ceritanya. suka lho kak Poppy.. semangat berkarya ya kak.😉
Oksi Astuti
8
Sumawita
Bagus sekali ceritanya
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽
hallo👋👋
Sumawita
Hadir Kak
Sumawita: Semangat kak 💪💪💪
total 4 replies
DiLa Raihan
hahahaaa ngakakk hbs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!