"Tolong jaga putriku, dia tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini."
Kata yang terucap dari bibir pria tua renta yang menjadi korban kecelakaan karena dirinya.
Keenan Pradipta seorang pria yang baru saja menyandang gelar dari studi yang di gelutinya harus rela menikah dengan seorang gadis sebatang kara karena kecelakaan yang menewaskan sang ayah.
Kecelakaan yang bukan hanya merenggut nyawa tetapi juga kebahagiaan dan ingatan seorang gadis cantik dan lembut membuatnya harus bertanggung jawab sepenuhnya pada Kinanti Aurelia yang kini mengalami amnesia permanen.
Pernikahan yang tidak berdasarkan cinta tetapi kebohongan dan tanggungjawab, menjadikan Keenan tidak pernah menganggap Kinanti sebagai istrinya.
Akankah Kinanti memaafkan Keenan jika dirinya tahu bahwa suaminya lah yang menjadi alasan kepergian sang ayah dan hilang ingatan yang dialami oleh nya?
Tidak update setiap hari tapi di usahakan ✨
Follow Instagram aku Alfianaaa05_
Happy Reading Everyone 🐙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Tanpa terasa hubungan Keenan dan Kinanti sudah jauh lebih baik, mereka sudah selayaknya pasangan suami dan istri meski belum melakukan hal yang biasa dilakukan pasangan pada umum nya.
Ingat dengan ajakan bulan madu yang Keenan katakan tempo hari? hari ini Keenan dan Kinanti sudah mulai bersiap untuk pergi ke negeri surga nya tropis. Sebuah negara kepulauan yang terkenal akan keindahan laut dan pulau nya.
"Excited banget mau kesana ya?" tanya Keenan melihat istrinya berkemas.
"Iya, aku lihat disana banyak tempat bagus yang cocok untuk bulan madu." Jawab Kinanti senang.
"Kalo bulan madu berarti….," Ken menggantung ucapan nya.
"Apa?" tanya Kinanti mengerutkan kening nya.
"Siap di Unboxing." Bisik Keenan diakhiri dengan meniup telinga istrinya.
"Sayang!!!!" teriak Kinanti kemudian mengejar Ken yang asik meledeknya.
"Hahahaha." Suara tawa Keenan asik meledek istrinya terdengar di seluruh kamar.
"Ken, berhenti membicarakannya sekarang." Pinta Kinanti menekuk wajahnya.
"Oke, kita bicara setelah sampai dan melakukan list durasi ya," balas Keenan masih asik menggoda Kinanti.
Kinanti mencebikkan bibirnya, ia tidak mau ambil pusing dan memilih tidur untuk mempersiapkan diri besok sebelum berangkat.
Keenan bergegas berbaring di sebelah Kinanti, ia peluk tubuh istrinya sebelum ia juga ikut masuk ke alam mimpi indah bersama.
Bandara Internasional Soekarno-Harta, dengan diantar oleh kedua orangtua dan adik mereka. Keduanya saling memberi salam pisah selama kurang lebih dua minggu.
"Hati hati disana ya, pulang dari sana bawa kabar baik." Tutur Harun pada sang putra.
"Beres, Pa. Kan udah dapat rumusnya dari Papa," balas Keenan bergurau.
"Telepon Mama jika Keenan menyakitimu, ya?" titah Sandra dengan lembut.
"Iya, Ma. Jangan khawatir," balas Kinanti kemudian memeluk ibu mertuanya.
"Kakak ipar, jangan lupa oleh-oleh khas bulan madu." Goda Kiara mengedipkan sebelah matanya pada Kinanti.
"Ma, Pa. Sepertinya kalian harus mengecek otak gadis ini, dia begitu paham soal orang dewasa." Desis Keenan menyentil kening Kiara.
"Sakit, Kak!" protes Kiara mengusap dahinya.
"Ken!!" panggil Harun penuh ancaman karena telah mengganggu putri kesayangan nya.
"Sudah sudah, pesawat kalian sebentar lagi berangkat. Bersiaplah," lerai Sandra serya mengibaskan tangannya seperti mengusir anak ayam.
Kinanti dan Keenan segera masuk ke pintu Gate, mereka melambaikan tangan sebelum petugas bandara meminta mereka untuk cepat masuk.
"Semoga ada kabar baik ya, Sayang." Ucap Harun mengusap bahu istrinya.
"Aku takut kebahagiaan ini hancur karena kebohongan yang kita lakukan, Mas." Ujar Sandra menatap nanar ke arah pintu gate meski anak anaknya sudah tak terlihat.
"Kita doakan, Ma. Semoga setelah Kak Kinanti mengetahui segalanya, ia akan memaafkan kita." Sahut Kiara menggandeng tangan sang Mama.
***
Kinanti duduk di dekat jendela, ia melihat dengan seksama bagaimana indahnya ciptaan Tuhan jika dilihat dari atas. Hamparan laut biru yang seakan mengelilingi daratan dan pemandangan awan yang terlihat menarik untuk di potret.
Kinanti meraih ponselnya, ia memotret pemandangan dari atas, Keenan memperhatikan istrinya dengan senyuman.
"Diatas ketinggian empat puluh tiga ribu kaki, aku Keenan Pradipta Adiguna mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu Kinanti Pradipta Adiguna." Ucap Keenan menatap mata Kinanti dalam.
"Ken." Lirih Kinanti begitu terharu mendengar ucapan Keenan yang sederhana tetapi begitu berarti.
"Aku mencintaimu, Kinan." Ungkap Ken menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Kinanti.
"Aku juga mencintaimu, Keenan." Balas Kinanti kemudian memeluk Keenan erat.
Keenan menciumi kepala Kinanti, ia dengan sadar mengatakan itu semua karena kini perasaan nya pada Kinanti bukan sebuah kepura-puraan lagi, melainkan rasa yang nyata. Entah sejak kapan, Keenan sendiri tidak menyadari nya.
VISUAL PEMERAN
Kinanti Aurelia
Keenan Pradipta Adiguna
GIMANA VISUAL, COCOK GAK??
BERSAMBUNG..................