aryan adiwilaga adalah anak semata wayang penerus perusahaan keluarganya,aryan mempunyai istri yang cantik tapi tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga tersebut
kakek meminta arya untuk berpoligami,
dan menikahi seorang gadis cantik bernama anya,tapi saat melahirkan anya meninggal dunia karena pendarahan
setelah beberapa tahun naura istri pertama aryan pergi meninggalkan rumah,mereka kembali bersama karena kegigihan aryan mengejar cintanya kembali
tapi naura tidak mau tinggal bersama keluarga aryan,naura lebih memilih hidup sederhana di sebuah kontrakan yang jauh dari rumah keluarga aryan
maura memberikan syarat,jika aeyan kembali padanya mereka tidak akan kembali ke rumah keluarga aryan,naura mau membuktikan uang bukan lah segalanya
apakah mereka bisa melalui kehidupan yang serba kekurangan?
apakah aryan akan setia kepada naura setelah sebelumnya melakukan poligami?
apakah kisah cinta naura dan aryan akan kembali di usik orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sapu ijuak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
wanita berkebangsan india
naura masuk keruangan menggendong rindu masih memakai selimut bayi berwarna merah muda
"kamu naik apa kesini nau,sepagi ini sudah sampai kesini" jawabku masih dengan mata sembab ku
"aku pinjam mobil teman mas,kalau naik motor kasihan rindu" jawab naura sambil meletakkan rindu di atas sofa
perawat datang memasuki kamar,kami segera membawa jenazah kakek pulang untuk pemakaman
aku mengiringi perawat membawa banker kakek ke lobi,memasukan kakek ke dalam mobil ambulance,hanya mama menemani jenazah kakek,aku memakai mobil yang di bawa naura
sesampai di rumah jenazah kakek di baringkan di ruangan lepas,para tetangga dan kerabat sudah banyak yang datang,banyak dari mereka yang ikut membaca yasin
papa menelpon penggali kubur memastikan kalau pemakaman kakek sudah siap,jenazah kakek segara di mandikan dan di kafani
setelah semuanya selesai kami semua membawa keranda kakek ke pemakaman keluarga terdekat,kakek di makankan di sebelah makam anya
setelah kakek dimakamkan semua orang sudah pada pergi dari pemakaman
"nau ayo kita pulang" kata ku menggandeng tangan naura
"sebantar mas aku mau ngirim doa untuk anya" jawab naura sambil berjalan ke sebelah makam anya
aku hanya diam mengikuti naura dan berdiri di samping naura
"anya terimakasih banyak kamu sudah memberikan ku putri tercantik,aku sudah tidak marah lagi padamu,semoga kamu tenang dinalam sana,akan ku jaga putri mu seperti aku menjaga nyawaku sendiri" lalu naura membaca alfatihah
aku dan naura beranjak menuju mobil yang sudah terparkir di bawah pohon yang rindang,kami menuju rumah mama dan akan beristrirahat beberapa hari disana
***
jam sudah menunjukan jam sebelas malam,tetangga yang takziah sudah pulang ke rumah masing masing
rasa kantuk sudah menyerang mata ku,aku rindu dan naura memasuki kamar yang dulu kami tempati
saat memasuki kamar naura hanya berdiri di depan pintu memandang foto aku dan anya sewaktu di rumah sakit,di foto anya masih memakai baju hijau rumah sakit beberapa menit sebelum anya meninggalkanku
"mas melihat foto kalian kok dada ku rasanya sesak banget,aku merasa masih berada di beberapa tahun yang lalu" kata naura yang masih mematung di depan pintu
"oh maaf naura jika kamu tidak nyaman dengan foto itu kita pindah ke kamar lain saja,maafkan aku naura hanya itu foto ku dan anya satu satunya,selama aku bersama dengan nya kami tidak pernah foto bersama" jawab ku sedikit merasa bersalah pada naura
"apakah dia sangat bahagia bersama dengan mu mas" jwwab naura yang nasih memandang foto yang terpajang di dinding
"kamu masuk dulu kita bicara di dalam,aku akan menceritakan semuanya naura,agar di antara kita tidak lagi terjadi pertengkaran" kata ku menggandeng tangan naura masuk ke kamar
"foto itu adalah permintaan terakhir anya beberapa menit sebelum dia meninggal,aku tidak pernah memperlakukan dia dengan baik,semua hanya sebatas kewajiban saja,karena hatiku masih milikmu,mungkin hari hari nya bersama dengan ku sangat menyakiti hatinya,karena aku selalu membahas tentang mu" jawab ku pada naura yang masih memperhatikan aku menjelaskannya
"kita pindah kamar saja mas,aku memang sudah memaafkannya,aku hanya tak ingin saat melihat foto mu dengannya membuat luka itu berdarah lagi mas"
aku dan naura tidur di kamar tamu malam ini
***
tiga tahun kemudian
"bunda ayo kita berangkat aku sudah siap" kata rindu karena saat ini hati pertama dia masuk taman kanak kanak
"iya bentar sayang bunda lagi mempersiapkan bekal untuk mu" jawaban naura sampai terdengar ke kamar
sekarang kami sudah tidak tinggal di rumah petak yang kecil lagi,aku sudah di izinkan naura masuk lagi ke kantor setahun yang lalu
aku juga membeli sebuah rumah kecil tapi sangat nyaman untuk di tinggali kami bertiga
"mas ini bekalmu aku akan mengantarkan rindu dulu kesekolah,aku pakai motor ya" kata naura sedikit teriak
"iya hati hati" jawabku juga sedikit teriak,karena hanya aku yang bangun terlambat
"dasar wanita kalau sama anak pasti lupa dengan suami" kata ku ngerocos sendiri di dalam kamar
karna memang saat aku kembali bersama naura,naura lebih mengutamakan rindu,sebenarnya hatiku sangat senang jika naura menyayangi putri tirinya,kadang dia juga suka lalai dengan kewajibannya padaku
aku mengambil bekal di dapur dan sedikit berlari ke garasi,aku mengemudikan mobil menuju kantor tempat aku bekerja
selain bekerja di kantor aku juga membuka warung bakso,sebenarnya hari hari ku lebih banyak di warung dari pada di kantor,aku ke kantor hanya sebagai pengganti papa jika dia berhalangan untuk datang
aku kaget melihat seorang ibu dan anak laki laki se usia dengan rindu berada di tengah jalan,aku langsung menginjak rem dan memutar setir ke arah kanan agar mereka tidak tertabrak
setelah mobil berhenti aku segera turun menghampiri mereka untuk meminta maaf,sebelum aku meminta maaf,ibu itu sudah menangis sambil marah marah padaku
"kenapa hah kenapa kamu tidak tabrak saya saja,kenapa kamu menghindar" kata wanita berkebangsaan india memukul dadaku dan menangis laku berjongkok di aspal
"heh kamu kenapa sih ,aku tidak mau kalau aku masuk penjara gara gara kamu bunuh diri di mobil ku" jawabku melepaskan wanita ini yang memegang kakiku
aku mengajaknya masuk ke dalam mobilku bersama anak laki laki yang duduk di pangkuannya
"sekarang kamu cerita deh apa masalah mu sebenarnya,dan kebapa nekat untuk bunuh diri bersama anak yang tidak berdosa ini" kata ku melirik mereka yang duduk di bangku sebelah sopir
" suamiku pergi dengan wanita lain membawa semua harta yang ku miliki,dia meninggalkan aku dan anakku terlantar di sini,aku mau pulang ke negaraku tapi aku sudah tidak mempunyai uang"katanya masih menangis
"lalu apakah yang bisa ku bantu" jawabku masih melihat dia menangis di sebelah ku
dia hanya menangis menutup mata dengan kedua tangannya
wanita ini berumur sekitaran 28 tahun jauh lebih muda dariku,dan mempunyai hidung yang mancung dan kulit sedikit gelap
"apakah kamu bisa mengadopsi anak ku ini,aku tidak mau membawanya ke negara ku,karena keluargaku tidak tau aku sudah menikah,jika aku membawanya ke negaraku maka aku akan di usir dari rumah" jawabnya sedikit tegar dan menghapus air mata di pipinya
"kita bicara di sana saja" jawabku mulai mengemudikan mobilku
aku berhenti di sebuah rumah makan padang,aku memesan kan makanan dan minuman untuk ibu dan anak ini
pikiranku mulai liar kembali aku menginginkan wanita ini tapi bagaimana caranya,sementara aku sudah berjanji tidak akan berpoligami lagi pada naura,aku juga tidak ingin lagi kehilangan naura
hasrat ku memuncang melihat kemolekan tubuh wanita yang ada di depanku saat ini,aku mendehem untuk menjernihkan pikiranku
mohon maaf thor kalau memang gak di lanjut saya agak menyesal bacanya karena saya masih terngiang ngiang dengan kisahnya naura.setiap hari saya cek sudah beberapa bulan tapi up terbarunya gak pernah muncul
Dimohon thor untuk kelanjutan novelnya pliss🙏