NovelToon NovelToon
KEISTIMEWAAAN AZAM

KEISTIMEWAAAN AZAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Horror Thriller-Horror / Matabatin / Hantu / Mata Batin
Popularitas:223
Nilai: 5
Nama Author: Alfrelen

kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Si tuyul menghela napas karena kanendra membantu tuyul agar tidak tertangkap lagi.

" raden, sebenarnya ada sesuatu yang mengikat aku agar menuruti perintahnya " ucap Tuyul

" apa yang membuat kamu menuruti perintahnya " kata Kanendra

" ada benda yang jadi penghubung antara aku dengannya agar menututi perintahnya " ucap Tuyul

" berarti seperti perjanjian kontrak " kata Kanendra

Tuyul membenarkan ucapan kanendra. ada benda bulat dan pipih seperti bentuk token. Azam yang memperhatikan pak santo yang terpental, tak jauh dari sana Azam menemukan seperti koin. azam kemudian mengambilnya.

Pak santo begitu geram dengan si tuyul, lalu bangkit lagi. " udah mulai berani sekarang kamu ya gundul, kamu gak akan bisa kemana mana, ingat karena aku punya benda kontrak kita "

si tuyul yang mendengar hal itu jadi gemetaran, karena kalau sampe pak santo mengeluarkan benda itu si tuyul akan terikat dengan sendirinya.

sambil merogoh sakunya pak santo menyeringai kejam. tapi pak santo malah terdiam, karena tidak mendapati apa yang ada di sakunya.

" kemana tokennya kok tidak ada ? " pak santo terus mencarinya tapi tetap tidak ada.

Azam yang tidak melihat pak santo, malah tetap fokus sama benda yang dia dapat. " ren, ini apa ? kamu tahu gak ? "

" aku gak tahu apa itu zam " geleng Rendi

Azam menggarukan kepalanya, lalu menoleh ke tuyul dan menanyakan ke tuyul apa dia tahu. " ndull, kamu tahu apa ini " sambil memperlihatkan benda di tangannya

si tuyul melongo kaget karena token itu ada di tangan Azam. " zam, i...itu kamu dapat darimana ? "

" nemu tadi di sono ndull " ucap santai Azam

" zam, kamu pegang benda itu, jangan kasih ke bapak itu ya, kalau gak aku bisa khekkhh..." sambil meragakan tangan memotong leher

Azam menganggukan kepalanya sambil tertawa dengan tingkah konyol tuyul. pak santo yang masih mencari tokennya, tanpa sadar melihat ke azam, dengan kagetnya dia melihat token itu ada di tangan azam.

" kenapa benda itu bisa di tangannya, aku harus merebutnya " gumam pak santo. " heii bocah, serahin benda itu kepadaku "

" lah ini kan Azam yang nemuin, ngapain azam kasih ke bapak " kata Azam

" cepat serahkan ...kalau gak ku pukul kamu nanti " paksa Pak Santo

" azam gak mau kasih, kalau bapak pukul Azam, bakal Azam bilang sama ayah Azam " kata Azam

pak santo langsung geram, tidak mau lama lama lagi pak santo langsung menerjang Azam untuk merebut. seperti biasanya, lagi lagi pak santo terpental, seluruh badannya terasa sakit semua, karena tidak mau kejadian lagi, pak santo pergi meninggalkan Azam.

Rendi yang sedari tadi hanya diam terpaku karena azam dan bapak itu seperti bicara sendiri dan tidak ada siapa siapa.

" Ren, kamu kenapa kok diam aja " ucap Azam

" zam, ta...tadi itu kalian kenapa ngomong sama siapa di sebelah sana " sambil tergagap

Azam paham kalau Rendi sedari tadi kebingungan karena dia tidak bisa melihat hal hal ghaib. " udah nanti aja aku ceritain ya, kamu udah lupa ya kalau aku bisa liat setan "

" owhhh, tadi kamu ngomong sama setan, terus setannya kek gimna zam " penasaran rendi

" kapan kapan aku ceritain ya,,,yok kita pulang nanti kena marah aku sama ibu " ucap Azam

mereka melanjutkan perjalanan pulangnya , setelah Azam sampai rumah. sang ibu menyuruh Azam ganti baju karena basah.

pak santo yang berjalan kesakitan akibat terpental tadi. " heran aku kok bisa aku terpental terus ya, apa jangan bocah itu ada yang jaga " gumam pak santo

" aku harus merebut token itu apa pun caranya " katanya lagi

di sebuah penginapan Mbah Pono memanggil Juber dan juga Tandil. untuk merencanakan kembali merebut benda pusaka.

" nanti malam tepat jam 12 malam kita kembali ke sana, dan untuk tugas kalian berjaga jaga sekitar rumah itu " ucap Mbah Pono

" baik mbah,,,tapi mbah itu rumah ada penunggunya " kata Juber dan mengingatkan kembali

" iya mbah,,penunggu rumah itu sadis mbah " timpal Tandil

Mbah pono yang mendengar itu hanya tersenyum mengejek ke anak buahnya. " kalian kira aku itu sama dengan kalian ? hheh aku punya jimat, gak akan ada yang berani penunggu itu dengan ku "

" macam betul aja orang tua kupret ni,,sok keras kali, nanti nangis kalau kena jitak, liat aja nanti malam " geram juber mendengar mbah yang meremehkan peringatan darinya.

Azam sudah selsesai dengan mandi dan makan siangnya. Azam kini berada di kamarnya dan di sana ada tuyul dan kanendra.

" ndull, ini barang mau di apain ? " tanya Azam

" zam kalau bisa kamu bakar aja, biar aku terbebas dari kontrak perjanjian " kata Tuyul

" oke lah ndull,,nanti aku bakar ya " ucap Azam

Tuyul senang azam mau membantu memusnahkan perjanjian kontraknya. jadi dia bisa bebas tanpa ada yang memerintahkan untuk ambil uang lagi.

" ndull, nanti aku bantu kamu untuk memperingati majikan kamu itu agar tidak mencarimu lagi " sahut Kanendra

" terimakasih raden sudah bantu aku " kata Tuyul senang

malam harinya seperti janji Kanendra kepada tuyul, Kanendra sudah tiba di rumah pak santo. di rumahnya, pak santo lagi duduk di kursi dengan memikirkan gimana caranya merebut kembali token miliknya.

Kanendra kemudian menampakkan wujudnya di depan pak santo. pak santo sontak kaget dan menggigil karena tiba tiba saja muncul Kanendra.

" ka...kamu siapa, kenapa kamu muncul di sini " ucap Pak Santo ketakutan

" aku peringatkan kamu, jangan lagi kamu mengganggu anak itu dan juga bocah gundul itu atau gak aku patah patahkan seluruh badan kamu " acam Kanendra tanpa basa basi

Pak santo pun menggigil ketakutan mendengar ancaman kanendra. dia membayangkan saja sudah ngeri apa lagi beneran.

" Ba...baik a...aku berjanji, tidak akan mengganggu lagi, ampuni saya tuan " jawab pak santo tergagap dan gemetar ketakutan.

mendengar pernyataannya, Kanendra menghilang dan di susul dengar suara saja. " ingat janjimu ,,kalau ingkar aku akan patahkan semuanya "

pak santo menelan ludahnya karena ngeri dapat peringatan suara lagi tanpa ada wujud. pak santo terduduk lemas sambil mengingat peringatan dari Kanendra.

tepat tengah malam ada sepeda motor dengan tiga penumpang, siapa lagi kalau bukan Mbah Pono, Juber dan Tandil. Tandil yang membawa sepeda motor, Mbah Pono di tengah dan Juber di belakang.

" mbah kenapa mesti naik motor sih mbah, mending naik mobil aja gak dempet dempetan gini mbah " keluh Juber

" kok ngatur ngatur kamu sekarang ber ? emangnya kenapa kalau naik motor ? kan bisa irit juga pengeluaran anggaran aku " ucap Mbah Pono

juber hanya diam aja, karena kalau di lanjut lagi bisa panjang urusannya.

" gedegghh juga lama lama aku, di kasih saran enak malah cari yang ribet, mana dia di tengah lagi, tau gini mending aku yang bawa, ku cekek juga ini lama lama orang tua " gumam juber yang emosi

tak lama kemudian mereka sampai di tujuan target mereka yaitu rumah Azam.

1
Andri Ristianto
seperti nya bagus nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!