Bagaimana seorang kakak terpaksa menjebak adiknya untuk tidur bersama suaminya di malam pertama mereka, sampai ia harus melahirkan seorang anak !!!!
Dan untuk menjaga hati sang kakak, ia bertekad untuk pergi sejauh mungkin..
Aluna Sanjaya gadis cantik yang pintar berumur 22 tahun memiliki sifat baik hati dan ceria.
Aloni Sanjaya gadis cantik berumur 22 tahun kembaran Luna yang memiliki ambisi yang tinggi serta menyukai tantangan.
Brian Vandermon Subrata pria tampan yang dingin dan kejam ia adalah pemilik dari perusahaan Subrata corp. Sebuah perusahaan raksasa yang memiliki anak cabang yang tersebar di seluruh dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ibun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 27
"LUNA"
Luna memutar kepalanya dan melihat ke belakang,
"Kakak?? kak Loni" seketika Luna bangkit dari duduknya dan langsung memeluk sang kakak, Loni pun turut membalas pelukan adiknya itu, kakak Luna rindu,
"kapan kakak pulang? kenapa tidak memberi kabar?"
Luna mulai melepaskan pelukannya dan "MAAF" Loni kembali memeluk erat tubuh adiknya,
Penyesalan selalu datang di akhir.
"Huhuh..huhu..kakak, Luna sayang kakak..."
"huhu.. kakak juga sayang sama Luna" mereka berpelukan dalam tangis yang panjang"
Hampir 20 menit mereka habiskan untuk melepas rindu.
"Luna gimana kabar kamu dan si bayi??" Loni mengusap lembut perut adik nya yang sudah membesar, alhamdullilah baik kak, Luna pun menggiring Loni untuk duduk di sebuah bangku panjang yang di sediakan di pemakaman itu.
"Luna apakah kamu masih marah sama kakak? kakak tahu kakak banyak membawa penderitaan untukmu".
"Jangan ngomong seperti itu kak, semua manusia pasti mempunyai salah , Luna juga punya salah sama kakak dan ayah" kembali air mata itu menetes di pipi Luna.
"Bukan Lun, seharusnya dari dulu kakak tidak menyalahkan kamu atas meninggalnya bunda".
"Hmmmm makasih ya kak, karena akhirnya kakak maafin Luna" Loni mendekap tubuh sang adik dengan sayang..
"tidak dek kamu tidak pernah salah ..ka-kak yang salah Luna hu..hu..hu", Loni kembali menangis.
Seketika Luna menghapus air mata yang membasahi wajah cantik kakak nya itu,
" Tersenyum kak!!! ini waktunya kita untuk tersenyum, gak boleh lagi ada air mata di keluarga kita kak", sungguh Luna merasa bahagia akhirnya setelah melewati banyak halangan dan rintangan yang menghadang iya bisa memiliki keluarganya kembali.
"Hmmm.. kapan kakak pulang??
maaa-s, ..maksud aku kak Brian sudah merindukan kakak"
entah kenapa hati Luna terasa sakit sesudah bertanya seperti itu.
"Hemm,, aku juga sangat merindukan Brian lun" bak di sambar petir, hati Luna kembali sakit, bahkan lebih sakit, "sadar Luna jangan sakit hati ini memang yang harusnya terjadi mas Brian bukan milik kamu" lirih Luna di dalam hati.
"Makasih ya Lun, karena kamu sudah mau gantiin kakak selama ini, makasih untuk semua pengorbanan kamu selama ini, kakak gak tahu harus gimana membalas kebaikan kamu"
Loni kembali memeluk tubuh sang adik, dan tanpa sadar air mata itu mengalir tanpa bisa di tahan.
"Apa kakak akan berubah untuk kak Brian?" Luna enggan melepaskan pelukan itu.
"Iya lun, kakak akan berubah untuk Brian, karena kakak sangat mencintai nya dan kakak juga tahu Brian sangat mencintai kakak, tapi apa dia mau memaafkan kakak ya Lun?"
"Kak Brian udah maafin kakak kok, karena dia sangat mencintai kakak, tapi aku harap kakak jangan mengkhianati kak Brian lagi kak!!" Luna melepas pelukan itu dan memandang tajam mata Loni.
"Benarkah?? pasti Lun, kakak akan berhenti dari dunia model, dan hanya fokus untuk menjadi istri yang baik untuk Brian".
"Tapi kakak harap untuk masalah kita berdua Brian tidak perlu tahu ya Lun?? aku takut Brian akan kembali marah dan meninggalkan kakak, kakak rasanya memilih mati aja kalau sampai Brian meninggalkan kakak".
Luna mencoba untuk menahan gemuruh di dalam hatinya walau dia merasa ingin berteriak yang kencang mengeluarkan tangisnya yang tertahan.
"Baik kak lah kak aku akan menutup mulut ku dengan rapat, tapi aku mempunyai satu permintaan".
"Apa itu lun?? katakan lah"
"Biarkan Luna pergi membawa anak ini kak, Luna janji tidak akan pernah memperlihatkan wajah Luna di depan kak Brian" pegangan tangan itu mengerat, Luna sangat memohon untuk itu,
"Tapi apa kah kau bisa menjadi ibu tunggal untuk anak mu lun, dan bagaimana dengan masa depan mu??"
"Masa depan Luna adalah anak ini kak ..ayah pernah bilang akan membantu Luna untuk melanjutkan kuliah ke OXFERD yang terletak di negara UJ setelah Luna melahirkan, dan Luna akan memulai semuanya kelak di sana"
"Baik lah kalau itu pilihanmu, kakak akan selalu mendukung mu"
"Lebih cepat lebih baik kita kembali ke posisi kita kembali kak"
vote buat mu