Kaira Luna adalah seorang wanita yang hampir memasuki usia seperempat abad itu pun selalu disuruh menikah oleh ibu tirinya karena dia ingin memanfaatkan Kaira agar memiliki kehidupan yang mewah.
Tak disangka dia bertemu dengan seorang pria dengan cara yang tidak mengenakkan bahkan membuatnya kesal. Namun, siapa sangka dia akan terlibat dengan pria itu seumur hidupnya?
Dia adalah Eren William, Seorang tuan muda sekaligus CEO dari perusahaan William yang terkenal dingin dan kejam, serta memiliki kekuasaan tiada tara bahkan tak seorang pun bisa melawannya. Namun, siapa sangka dia adalah pria playboy kelas kakap?
Akankah pernikahan Kaira dan Eren bertahan hingga akhir hayat mereka? Atau pernikahan kontrak ini berakhir ditengah jalan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajeng Rizqita Bukowski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Frustasi
Selama seminggu lamanya, Eren mencari Ara-nya ke tempat manapun yang pernah dirinya dan Kaira kunjungi. Dia bahkan telah bertanya pada teman-teman Kaira dikantor bahkan teman-temannya dari sekolah dulu. Namun, tak satupun dari mereka yang mengetahuinya. Hingga satu orang yang belum dia tanyai, yaitu Rayhan.
Hubungan Eren dan Rayhan hari-hari ini kurang begitu baik. Mereka tentu saja tidak bertengkar apalagi dihadapan Kaira, mereka masih menginginkan untuk menjaga perasaan wanita itu.
"Halo Rayhan" Ucap Eren diujung telepon sana
"Hmm" Rayhan hanya menimpalinya dingin. Jujur saja, dia malas menerima telepon dari pria tak bertanggung jawab itu. Kaira berkali-kali terluka saat berada disisinya. Namun, kaira tidak benar-benar bercerita padanya
"Apa kamu mengetahui dimana kakakmu berada?"
"Tidak, bukankah itu istrimu? Bagaimana bisa dia menghilang begitu saja?" Tanyanya dingin
"Dia kabur dari rumah sakit dan aku telah mencarinya dalam beberapa hari ini"
"Bagaimana istrimu bisa kabur dari rumah jika kamu tidak melakukan apapun padanya. Ingatlah, kakakku sangat mencintaimu hingga rela berkorban apapun demi kamu. Jika kamu tidak dapat menemukannya dalam dua puluh empat jam, aku tidak akan membiarkan kakakku kembali ke sisimu" Rayhan menutup teleponnya
"Rayhan, Rayhan..."
Sial pria itu. Apa benar Ara tidak ada padanya? Lalu, kemana Ara pergi? Ara, ku mohon kembalilah. Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu...
Eren sudah benar-benar frustasi kali ini. Dia memutuskan untuk pulang dan beristirahat dirumah. Dia telah mencari kemanapun tetap saja tidak menemukannya, bahkan bertanya pada Rayhan pun tidak membawakan hasil baginya.
Eren memutuskan untuk pergi ke club ternama di ibu kota. Dia benar-benar tidak bisa berpikir kali ini. Dia hanya menginginkan untuk mabuk dan bersenang-senang saja.
............
Setibanya di Club
Eren mulai memasuki Club dan melihat sosok yang dia kenal, sosok wanita yang menyebabkan hubungannya dengan Kaira hancur berantakan beberapa hari ini.
"Hai Eren. Sendirian aja nih" Sapa Clara
Tch, kenapa gue harus bertemu dengan wanita ini disini? Kali ini Eren merasa jengah padanya. Dia benar-benar muak melihat wajah Clara, seseorang yang selalu dia rindukan. Saat ini, dia hanya merasakan rasa rindu dengan Kaira. Dia pernah sakit dan hampir gila karena kehilangan Clara yang meninggalkannya begitu saja, apakah kaira akan melakukan hal tersebut lagi padanya?
"Ayolah Eren. Kenapa kau menatapku begitu? Apa salahku?"
"Bisakah kau menyingkir dari hadapanku. Aku muak melihatmu" Ucap Eren kasar.
"Satu" Bartender itu sudah paham dengan apa yang disukai oleh Eren. Semua pekerja, pelayan bahkan pemiluk club' juga mengetahuinya. Pasalnya, club itu juga milik sahabatnya
Setelah pesanannya jadi, Eren meminumnya dengan cepat.
"Tch tch tch. Apa yang kamu lakukan? Kau mengusirku hanya tidak menginginkan aku melihatmu mabuk begini? Sebenarnya, ada apa sih?"
"Ara marah padaku" Suara Eren begitu lembur dan kasihan. Dia benar-benar sudah tak tahu lagi harus berbuat apa. Dia benar-benar takut kehilangan sosok yang selama ini menemaninya itu
"Apakah itu karena ku?" Eren menjawabnya hanya dengan mengangguk.
"Ayolah tuan muda William. Untuk apa kamu bersedih hanya untuk seorang gadis. Bukankah yang selama ini kamu inginkan adalah aku? Aku ada disini. Mari kita bermain" Eren menyetujui ajakannya. Dia dan Clara menari bersama dan berdansa. Mereka benar-benar menggila bersama. Bahkan mereka sesekali berciuman seperti saat dulu mereka masih berpacaran.
Di lain sisi, Kaira sedang mencemaskannya. Setelah dia menenangkan diri, wanita itu memutuskan untuk pulang ke rumah Eren karena dia sangat merindukan suaminya. Bagaimana pun, Eren masih lah suami sahnya dan itu tidak baik untuk pergi terlalu lama darinya. Namun, tidak sesuai ekspektasi yang dia harapkan. Eren pergi keluyuran entah kemana bahkan hingga larut malam pun dia tak kunjung pulang
Duhh mas Eren kemana sih? Kata bibi dia mencariku kok malah sekarang dia ga ada kabarnya sama sekali sih?
Kaira mondar-mandir layaknya setrikaan. Dia menggenggam ponselnya. Dia telah menelepon Eren berkali-kali tak ada jawaban apapun dari suaminya.
Hingga beberapa saat kemudian...
Ting tung... Suara bel pintu rumah Eren berbunyi. Kaira berlari kecil menuju pintu dan membukanya.
"Tuan, tuan kenapa?" Tanya Kaira yang langsung mendekatkan diri pada Eren. Dia merebut Eren dari tangan Clara.
"Biasa aja kali mbak. Sakit tau"
"Terima kasih, sekarang silahkan anda pulang" Ucap kaira yang setengah mengusir wanita itu
"Emang lu siapa? Lu itu hanya pengganti bagi Eren, pengganti gue. Atas dasar apa lu bisa ngusir gue? Pokoknya, gue mau disini" Clara terus saja ngeyel dan bahkan dia akan masuk tanpa permisi. Namun dengan sigap, kaira menghalangi jalannya
"Mau kemana huh? Saya tahu saya hanya pengganti, tapi disini saya adalah istri sah dari Tuan Muda William, sedangkan kamu? Kamu hanyalah masa lalunya yang meninggalkannya. Ingat ya, dimana-mana istri sah selalu menang" Wajah kaira nampak sinis dan kejam. Ingin sekali dia menampar wanita itu dan mendorongnya keluar, tapi dia tidak menginginkan hal sama terulang lagi untuk kedua kalinya. Dia tidak menginginkan untuk membahayakan janin yang ada dalam kandungannya
"Clara, pergilah" Akhirnya Eren membuka suara dan mengakhiri perdebatan diantara mereka. Dia benar-benar sudah pusing saat ini dan tidak mau mendengarkan keributan apapun sekarang.
"Tuh denger. Pergi sana" Usir Kaira. Kaira menjulurkan lidahnya dan mengejeknya. Dengan perasaan yang kesal, Clara pun meninggalkan kediaman Eren
Awas saja ya kamu, kaira. Aku ga yakin bila Eren akan selamanya bersamamu. Dia akan menjadi milikku lagi. Aku akan merebut Eren kembali setelah berhasil merebut harta si tua bangka itu dari istrinya. Batin Clara.
Kaira memapah Eren dan mendudukkannya di kursi
"Astaga mas. Kamu habis darimana sih? Kenapa bisa-bisanya kamu sama wanita itu?" Tanya Kaira bertubi-tubi. Eren mengangkat kepalanya dan mempertemukan tatapan mereka. Dia menatap lekat Kaira ada rasa khawatir sekaligus cemburu dari matanya. Sedangkan, ada rasa bersalah serta rindu dari mata Eren
"Ara hiks hiks hiks" Eren memeluknya dan menangis dalam dekapannya
"Kamu tahu, aku sangat merindukanmu. Aku tidak selera makan dan aku juga tidak bisa tidur. Pekerjaanku bahkan menumpuk hanya demi mencarimu.Aku tahu aku salah dan aku pantas mendapatkannya. Tapi, bisakah kamu mengampuniku? Ku mohon jangan hukum aku lagi seperti ini. Aku akan mati tanpamu"
Cihh gombal
"Bodoh" Ucap Kaira.
Kaira melepaskan pelukannya dan menakup wajahnya seraya berkata
"Jika aku tidak memaafkanmu, untuk apa aku kembali kemari? Bagaimanapun kamu masihlah suamiku. Aku menyayangimu Tuan" Ucap kaira sambil mencium kening Eren. Kaira mendekapnya lagi. Eren merasa sangat tenang saat ini hingga dia tertidur dalam dekapan istrinya itu. Kaira membiarkannya dan dia pun terlelap dalam posisi duduk dan mendekap suaminya
DONE YA