NovelToon NovelToon
Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Nikahkontrak / Perjodohan / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 3.8
Nama Author: Isna Imut

Hi ☺️

BELUM DI REVISI DAN MASIH BANYAK TYPO
Seorang gadis yatim piatu yang mencintai kakak angkatnya yang bernama Ismail Marzuki.

Cinta mereka di uji ketika Pak Pandu mengancam Ismail Marzuki untuk menikahi anaknya yang bernama Zilla untuk menutupi aib anaknya yang hamil di luar nikah. Di sebabkan Pak Pandu tidak merestui Zilla menikah dengan Asril. Laki-laki yang kanan kiri otak perempuan dan jauh dari agama.

Ikuti kisah kelanjutannya Bagaimana cinta mereka apakah Ismail akan bersama dengan Uswa ataukah Ismail akan bersama dengan Zilla?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Sholat Maghrib akan segera di mulai, Uswa dan Bu Sukma masing-masing sudah mengenakan mukenanya. Sholat Maghrib yang akan dilakukan malam ini di imami oleh Ismail Marzuki laki-laki satu-satunya yang berada di dalam rumah itu. Ismail juga sangat merindukan sholat Maghrib berjamaah dengan bersama keluarganya.

Selama Ismail berada di kota Bu Sukma dan Uswa melakukan sholat masing-masing dan tidak berjamaah namun sesekali mereka melakukannya ke masjid.

Sholat Maghrib telah selesai kini saatnya Ismail menjabat tangan Ibunya dan mencium tangannya. Lalu Uswa juga melakukan hal yang sama apa yang dilakukan Ismail kepada Bu Sukma.

Ismail mengambil kotak cincin yang berada di saku bajunya dan langsung menghadap ke arah Uswa dengan membuka kotak cincinnya.

"Apa itu Ismail? Tanya Bu Sukma

"Ini cincin kawin Bu" Jawab Ismail

"Cincin kawin. Kamu mau melamar siapa? Tanya Bu Sukma

"Ismail mau melamar orang yang ada di hadapanku saat ini Bu" Jawab Ismail

"Apa? Ucap Bu Sukma menutup mulutnya dengan kedua tangannya

"Iya Bu. Aku akan melamar Uswa" Jawab Ismail

"Uswa ini untuk mu" Ucap Ismail meletakkan cincin kawin di hadapan Uswa

"Lagi-lagi Uswa tidak menjawabnya. Uswa hanya mampu menganggukkan kepalanya"

"Uswa jawab pertanyaan Ibu. Apa kamu juga menyukai Ismail, Nak? Tanya Bu Sukma

"Uswa menganggukkan kepalanya"

"Apa? Ucap Bu Sukma terkejut melihat Uswa yang menganggukkan kepalanya

"Apa kamu yakin, Nak dengan pilihanmu? Apa kamu sudah memikirkannya terlebih dahulu? Tanya Bu Sukma

"Ibu jangan memberikan pertanyaan begitu banyak kepada Uswa" Sambung Ismail

"Kenapa? Ini soal hati, Nak. Mungkin saja Uswa punya pikiran lain. Mana mungkin kita tau" Jawab Bu Sukma

"Bu. Kita sudah membicarakan soal hubunganku dan Uswa. Uswa juga sudah menyetujuinya kita sudah membahasnya" Ucap Ismail

"Kalian sudah membicarakan hal ini dari hati ke hati. Kenapa baru sekarang kalian memberitahu kepada Ibu Ismail. Tega sekali kalian menyembunyikan hal baik seperti ini kepada Ibu mu sendiri Ismail" Jawab Bu Sukma

"Maaf Bu" Ucap Ismail

"Yasudah. Pakailah cincin itu di jari manis Uswa!" Perintah Bu Sukma kepada Ismail

"Iya. Bu" Jawab Ismail

"Uswa sini ku bantu memakai cincin itu di jari manismu" Ucap Ismail dan Uswa langsung menjulurkan tangannya, Ismail langsung memakainya

"Apa kamu menyukai cincin yang ku belikan? Tanya Ismal

"Suka Bang. Terimakasih" Jawab Uswa

"Sini Nak peluk Ibu Uswa! Perintah Bu Sukma. Dengan begitu Uswa langsung memeluk Bu Sukma

"Terimakasih iya, Nak. Sudah mau menjadi bagian dari keluarga sederhana ini. Sekarang kamu juga menjadi menantuku" Ucap Bu Sukma mencium pipi kanan Uswa

"Terimakasih juga untuk Ibu dan Abang yang sudah berbaik hati menerima ku berada di rumah ini" Jawab Uswa

"Oh iya Ismail. Mana cincin yang untuk mu? Apa kamu hanya membeli satu cincin saja? Tanya Bu Sukma

" Tidak Bu" Jawab Ismail memperlihatkan tangan kirinya yang terlihat jelas sebuah cincin kawin yang melingkar di jari manisnya

"Kamu sudah memakainya terlebih dahulu, Nak" Ucap Bu Sukma tersenyum kepada Ismail

"Iya Bu" Jawab Ismail

"Kalian berdua tega iya membuat Ibu menangis terharu seperti ini" Ucap Bu Sukma

"Sengaja Bu. Ismal juga tidak memberi tahu Uswa kalau Ismail sudah membeli cincin kawin" Ucap Ismail

"Apa yang dikatakan Ismail benar Uswa? Tanya Bu Sukma

"Benar Bu" Jawab Uswa

"Hemm... Kalian ini bisa saja. Yasudah ayo kita makan malam Ibu sudah lapar" Ajak Bu Sukma kepada Ismail dan Uswa

"Ayo, Bu. Uswa siapkan makanannya terlebih dahulu iya" Ucap Uswa

"Iya. Nak" Jawab Bu Sukma

Uswa terlebih dahulu sampai di ruang makan untuk menyiapkan makanan. Sedangkan Bu Sukma masih membereskan tempat yang habis untuk sholat. Setelah Uswa sudah selesai menyiapkan makanannya. Terlihat Ismail lebih dulu ke ruangan makan.

"Masak apa untuk makan malam hari ini? Tanya Ismail

"Ini Bang. Uswa hanya memasak cumi asam manis. Duduklah aku akan ambilkan nasinya" Jawab Uswa

"Ibu duduklah" Ucap Uswa saat melihat Bu Sukma dan langsung menarik kursi

"Terimakasih Uswa" Jawab Bu Sukma

"Sama-sama Bu" Ucap Uswa sambil mengambil nasi untuk Ismail

"Abang ini nasinya" Ucap Uswa meletakkan nasi di depan Ismail

"Terimakasih calon Istriku" Jawab Ismail

"Abang" Ucap Uswa tersenyum

"Sini Bu piring Ibu! Biar Uswa yang ambilkan nasi untuk Ibu! Perintah Uswa dan Bu Sukma memberikan piringnya

"Terimakasih, Nak" Ucap Bu Sukma

"Iya Bu" Jawab Uswa

Mereka menikmati makan malam dengan menu masakan cumi asam manis special karena Uswa yang memasaknya. Sesekali mereka tertawa bahagia di selang makan malamnya.

"Bu aku pamit dulu iya. Mau ke masjid sekalian sholat isya berjamaah di masjid" Pamit Ismal kepada Ibunya

"Iya, Nak. Kalau sudah selesai sholat isya segeralah pulang dan jangan mampir-mampir lagi" Ucap Bu Sukma

"Iya Bu. Ismail pergi dulu" Jawab Ismail meninggalkan Bu Sukma dan Uswa yang masih membereskan sisa makan malamnya

"Bu istirahatlah. Biyarkan Uswa yang menyelesaikannya!"Ucap Uswa

"Biyarkan Ibu bantu, Nak. Pasti kamu sudah lelah bekerja seharian" Jawab Bu Sukma

"Tapi aku masih muda dan sehat Bu. Sebaiknya Ibu istirahat jangan lupa minum obatnya iya Bu" Ucap Uswa

"Iya sudah. Ibu pergi ke kamar dulu" Jawab Bu Sukma meninggalkan Uswa yang masih di dapur

.

.

.

"Sholat Isya sudah selesai, namun Ismail tak kunjung pulang. Di mana Ismail? Kenapa dia belum pulang?" Tanya Batin Bu Sukma

Bu Sukma masih menunggu Ismail di ruang tamu. Sesekali Bu Sukma menganggukkan kepalanya kalau bertanda Bu Sukma sudah sangat mengantuk tapi tak mengurungkan niatnya untuk menunggu Ismail pulang dari masjid. Sedangkan Uswa masih belum tidur, Uswa setelah selesai sholat melanjutkan dengan membaca Al-Qur'an.

Ismail yang baru saja sampai rumah memarkirkan motornya di halaman depan rumahnya. Ismail mendengarkan orang yang sedang membaca Al-Qur'an.

"Suara siapa itu? Batin Ismail

"Sudah malam. Masih ada orang yang membaca Al-Qur'an. Apa itu suwara Uswa? Tanya batin Ismail dengan melangkah kakinya menuju pintu rumahnya dan setelah di bukanya suara itu sudah tidak bisa di dengarkannya lagi

"Kamu sudah pulang Nak" Ucap Bu Sukma yang mengagetkan Ismail

"Ibu. Ibu sudah mengagetkan Ismail saja" Jawab Ismail menyalakan lampu ruangan tamu

"Dari mana saja, Nak. Ibu sudah menunggumu dari tadi? Tanya Bu Sukma

"Maaf Ismail ketiduran di masjid" Ucap Ismail mengaruk kepalanya yang tidak terasa gatal

"Apa boleh Ibu berbicara dengan mu? Tanya Bu Sukma

"Berbicara soal apa" Jawab Ismail

"Soal hubunganmu dengan Uswa" Ucap Bu Sukma

"Boleh Bu" Jawab Ismail

"Kemarilah duduk di sebelah Ibu!" Perintah Bu Sukma

"Apa kamu yakin dengan keputusanmu untuk menikahi Uswa? Tanya Bu Sukma

"Ismail yakin Bu. Ismail sudah pikirkan hal itu matang-matang Bu" Jawab Ismail

"Berarti kamu akan meninggalkan pekerjaanmu yang berada di kota" Ucap Ismail

"Tidak Bu" Jawab Ismail

"Kenapa? Tanya Bu Sukma

"Karena pekerjaanku saat ini sangat menjanjikan. Aku di minta Pak Pandu untuk bekerja di kantornya" Jawab Ismail

"Bagaimana dengan Uswa? Tanya Bu Sukma

"Meskipun nantinya kita akan menikah Uswa tetap akan berada di sini untuk menjaga Ibu" Jawab Ismail

"Ketika kamu tidak mengajak Uswa bersamaanmu? Tanya Bu Sukma

"Tidak bisa begitu Bu. Kalau Uswa ikut dengan ku siapa yang akan menjaga Ibu di sini" Jawab Ismail

"Ibu bisa sendiri, Nak" Ucap Bu Sukma

"Ibu sudah tua Bu. Ismail khawatir dengan keadaan Ibu kalau Ibu tinggal di rumah sendiri" Jawab Ismail

"Ibu minta setelah kamu menikah tetaplah tinggal di rumah ini dan mencari pekerjaan di sini. Ibu tidak ingin berjauhan dengan kalian" Ucap Bu Sukma

"Tidak bisa begitu Bu. Aku akan tetap bekerja di kota dan sesekali di hari minggu aku akan menjenguk kalian" Jawab Ismail

"Apa kamu tidak sayang dengan Ibu, Nak. Tetaplah di sini hidup bahagia di desa ini" Ucap Bu Sukma

"Kalau aku tetap di sini Bu. Aku tidak bisa berkembang seperti yang lain. Aku juga ingin memiliki usaha sepertinya yang lainnya. Aku tidak ingin hidup miskin terus-terusan" Jawab Ismail dengan nada tinggi

"Ismail" Ucap Bu Sukma

"Kenapa Bu. Aku juga ingin sukses, sudah lah Bu ikuti saja apa perkataanku. Uswa dan Ibu di sini sedangkan aku kerja di kantornya Pak Pandu" Ucap Ismail

"Ibu tidak setuju dengan ucapanmu Ismail" Ucap Bu Sukma

"Kenapa Bu?" Tanya Ismail

"Apa kamu pikir menikah dengan Uswa dengan caramu seperti itu tidak akan membuat Uswa bahagia. Uswa akan merasa tertekan status sebagai Istri tetapi seperti pembantu" Ucap Bu Sukma

"Pembantu maksud Ibu? Tanya Ismail

"Mana mungkin ada istri yang mau hidup berjauhan dengan suaminya. Apa yang akan Uswa pikiran ketika kamu di kota bertemu perempuan lain" Jawab Bu Sukma

"Aku ke kota hanya untuk bekerja mencari nafkah Bu untuk istri dan anakku nantinya. Kalau aku sudah sukses dan memiliki modal aku akan balik ke desa ini hidup bahagia bersama Uswa, Ibu, dan anak-anakku" Ucap Ismail

"Ibu tidak habis pikir, Nak. Kalau kamu tega berbuat seperti itu kepada Uswa" Jawab Bu Sukma

"Ini yang terbaik untuk aku dan Uswa Bu. Aku tidak mau hidup susah seumur hidupku" Ucap Ismail dengan suara lantang membuat hati Bu Sukma yang mendengarkannya merasa tersakiti

"Istighfar, Nak. Apa yang sudah kamu ucapkan, jadi selama ini kamu menyesal hidup miskin bersama Ibumu. Ibu sudah memberikan yang terbaik selama hidupmu. Tapi apa ucapanmu hari ini membuat hati Ibu tersakiti dan selama ini kamu tidak pernah meninggikan suaramu, namun hari ini kamu meninggikan suaramu kepada Ibumu ini. Maafkan Ibu yang tidak biasa memberimu apa-apa seumur hidupku ini. Aku Ibu tidak berguna, aku tidak tau ternyata selama ini anakku tidak bahagia hidup bersamaku" Jawab Bu Sukma menangis

"Jadi jangan larang keputusan Ismail Bu. Ismail ingin kaya Bu seperti orang lain yang sukses" Ucap Ismail

"Kamu bukan anakku. Kamu bukan Ismail kan pergi dari tubuh Ismail sekarang juga. Pergi..." Teriak Bu Sukma memukul dada Ismail dengan menangis histeris

"Bu Stop" Teriak Ismail pergi ke luar rumah dengan perasaan jengkel dan sangat marah

"Ismail, anakku. Kenapa kamu seperti itu, Nak? Maafkan Ibu nak. Ma... Aff" Ucap Bu Sukma lirih tubuhnya jatuh di atas lantai dengan begitu saja selama ini Bu Sukma tidak memberi tahu tentang penyakitnya kepada Ismail dan Uswa

.

.

.

Uswa yang mendengarkan suara keributan dari dalam kamarnya. Iya melihat ke bawah dari lantai atas di lihat Bu Sukma tergeletak di ruang tamu. Uswa yang melihatnya berteriak Ibu...

Uswa menuruni anak tangga dengan sangat cepat. Ia ingin segera sampai dan melihat Bu Sukma apa yang sudah terjadi kepada Bu Sukma. Sampai di bawah Uswa membaringkan kepala Ibunya di pangkuannya dan memeluknya.

"Ibu... Ibu..." Panggil Uswa

"Ibu kenapa? Tanya Uswa melihat Bu Sukma yang tidak sadarkan diri

"Ibu... Jangan tinggalkan Uswa sendiri. Uswa takut Bu! Siapa yang sudah membuat Ibu seperti ini" Ucap Uswa menangis sesenggukan

"Uswa..." Ucap Bu Sukma lirih

"Ibu bertahanlah. Aku akan menelepon Abang dan menyuruhnya untuk segera membawa Ibu ke rumah sakit secepatnya" Jawab Uswa

"Tidak usah, Nak. Ibu sudah tidak kuat lagi" Ucap Bu Sukma

"Ibu jangan berbicara seperti itu Bu" Jawab Uswa menangis dengan tersedu-sedu

"Ibu minta maaf, Nak. Tidak bisa menjadi Ibu yang terbaik untukmu. Tolong jagakan Ismail" Ucapan terakhir dari mulut Bu Sukma sebelum meninggal

"Ibu... Ibu..." Teriak Uswa dengan sangat kencang

"Ibu. Apa Ibu meninggal" Ucap batin Uswa dan Uswa mengecek nafas Bu Sukma

"Inalilahi wainalilaihi rojiun" Ucap Uswa

Bersambung... ✍️

1
Rahmatul
Zila zila
Rere🌺🌺
Sukses buat othor yaa
Mr.Jasa🐺
P E N I PU CK
æ⃝᷍𝖒🐰🐰 A̮g̮r̮a̮ 🐇🐇𖣤​᭄
wah uswa mw dijebak sm aira
abjdefghij: terimakasih kk. sudah menyelesaikan hingga episode 81
total 1 replies
æ⃝᷍𝖒🐰🐰 A̮g̮r̮a̮ 🐇🐇𖣤​᭄
jahat bgt si pak pandu jd berasa nonton sinetron di tv
abjdefghij: hi kk ☺️
hi kk ☺️
hi kk ☺️. jangan lupa baca novel ku yang lainnya iya
total 1 replies
Embun Pramista
ini yg dimaksud Bapak Uswa itu Bapak Zulkarnain kan? kenapa gak disebut Bapak Zulkarnain aja langsung yaaa.... 🤔. kenapa harus Bapak Uswa dan Ibu Uswa...
IMHA IMHA
kasian si Asril.. klw jodohau d apaian.... sabar Asril
~🌹eveliniq🌹~: mampir kk ke karya aku Find the Perfect Love 💕
total 2 replies
Anezaki Igarashi Ricky ⍣⃝కꫝ 🎸
jangan lupa mamlir di karya ku jg ya thor..

My Little prince dan VCPD 🤩
Anezaki Igarashi Ricky ⍣⃝కꫝ 🎸
mapir memenuhi undanganmu thor
ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠QUEN_LION🦁👑🤺
jangan lupa mampir dikarya ku juga ya kak😀 saling suport biar lebih semangat lagi...
"vampir yg sangat lembut" ditunggu kakak
Qiana
Salam Sayang Paling Disayang
7in1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💜💜💜💜
Qiana
Salam Sayang Paling Disayang
7in1
💗💗💗💗💗💗💗
Qiana
Salam Sayang Paling Disayang
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕♥️♥️♥️
Qiana
Salam Sayang Paling Disayang
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕
Qiana
Salam Sayang Paling Disayang
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕
Qiana
Favorit ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
7in1
Salam Sayang Paling disayang 😱😱
💜💜💜💜💜💜💜💜
Qiana
Favorit ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
7in1
Salam Sayang Paling disayang 😱😱
💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Qiana
Kami mencoba hadir, walaupun internet sedang eror
7in2
Rate ⭐⭐⭐⭐
Dania
7in1

kembali
💜💜💜💜💜
Dania
7in1

kembali
🖤🖤🖤🖤🖤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!