NovelToon NovelToon
Dendam Paras Kembar

Dendam Paras Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Tumbal / Balas dendam pengganti / Balas Dendam
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: RETAKNYA SINGGASANA

BAB 10: RETAKNYA SINGGASANA

Pagi di Mansion Raisinghania tidak lagi diawali dengan ketenangan yang angkuh. Sejak kejadian penyerangan di apartemen Anjali, atmosfer di rumah besar itu berubah menjadi dingin dan mencekam. Tara dikurung di kamar utama dengan penjagaan ketat, sementara Deep menghabiskan malamnya di kantor, mencoba meredam potensi skandal yang bisa menghancurkan reputasi bisnisnya.

Di sisi lain, Aarohi tidak membiarkan satu detik pun terbuang sia-sia. Ia tahu bahwa luka di hati Deep harus segera ditaburi garam agar tidak pernah sembuh. Dengan bantuan akses yang diberikan Deep sebagai "kompensasi" atas ketakutannya, Aarohi datang ke mansion dengan alasan ingin mengambil beberapa dokumen bisnis yang tertinggal saat makan malam sebelumnya.

"Tuan Deep sedang ada rapat di ruang bawah, Nona Anjali. Beliau meminta Anda menunggu di perpustakaan," ucap seorang pelayan dengan sopan.

"Terima kasih. Aku tahu jalannya," jawab Aarohi dengan senyum ramah yang menipu.

Begitu pelayan itu pergi, Aarohi tidak menuju perpustakaan. Ia justru menyelinap menuju ruang kerja pribadi Deep. Ia menggunakan sarung tangan tipis transparan agar tidak meninggalkan sidik jari. Di tangannya, ia membawa sebuah botol kecil berisi racun arsenik dosis rendah dan beberapa pucuk surat palsu yang ia tulis dengan gaya tulisan tangan Tara—yang sudah ia pelajari dengan sangat detail selama di penjara.

Aarohi menyisipkan surat-surat itu di antara tumpukan berkas rahasia Deep. Surat itu berisi rencana "Tara" untuk meracuni minuman Deep secara perlahan agar Tara bisa mengambil alih seluruh kekuasaan Raisinghania sendirian.

"Kau ingin menjadi ratu, Tara? Aku akan membantumu mendapatkan mahkota berduri itu," bisik Aarohi dengan tatapan yang sangat tajam.

Tiba-tiba, suara teriakan melengking terdengar dari lantai atas. Itu suara Tara. Tampaknya obat penenang yang disuntikkan semalam sudah mulai hilang reaksinya. Aarohi segera keluar dari ruang kerja dan berpura-pura baru saja tiba di lorong saat Deep muncul dari arah tangga dengan wajah yang sangat lelah dan frustrasi.

"Anjali? Kau sudah di sini?" tanya Deep, mencoba mengatur napasnya.

"Aku baru saja sampai, Deep. Suara apa itu? Apakah Nyonya Tara... masih tidak stabil?" Aarohi bertanya dengan nada bicara yang penuh kekhawatiran palsu, tangannya menyentuh lengan Deep dengan lembut.

Deep memijat keningnya. "Dia kehilangan akal sehatnya. Dia menuduh setiap orang di rumah ini adalah musuhnya. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa padanya."

"Mungkin dia merasa tertekan, Deep. Atau mungkin... ada sesuatu yang dia sembunyikan sehingga dia menjadi begitu paranoid?" Aarohi memancing reaksi Deep dengan cerdas. "Kemarin, saat dia menyerangku, dia menggumamkan sesuatu tentang 'mengambil alih semuanya'. Aku tidak mengerti maksudnya saat itu, tapi sekarang aku mulai merasa takut padamu, Deep."

Mata Deep menyipit. "Apa maksudmu?"

"Aku takut dia tidak hanya ingin mencelakaiku, tapi juga ingin mencelakaimu agar tidak ada lagi yang bisa mengontrolnya. Kau harus berhati-hati dengan apa yang kau makan atau minum, Deep. Orang yang sedang gila bisa melakukan apa saja," kata Aarohi, suaranya sangat halus, terdengar seperti bisikan malaikat pelindung di telinga Deep.

Deep terdiam. Kata-kata Anjali meresap ke dalam pikirannya yang sedang kacau. Saat itulah, asisten keamanan Deep berlari menghampiri. "Tuan, maaf mengganggu. Kami menemukan sesuatu yang mencurigakan saat membersihkan ruang kerja Anda pagi ini."

Deep, diikuti oleh Aarohi, masuk ke ruang kerjanya. Asisten itu menunjukkan surat-surat palsu yang sengaja disisipkan Aarohi tadi. Deep membaca surat-surat itu satu per satu. Wajahnya yang tadinya lelah kini berubah menjadi pucat pasi, lalu memerah karena amarah yang luar biasa.

"Dia ingin meracuniku?" desis Deep. Suaranya bergetar karena rasa tidak percaya dan pengkhianatan yang mendalam. "Setelah semua yang kulakukan untuk melindunginya? Setelah aku mengorbankan Aarohi untuknya?!"

Aarohi melihat kilatan kebencian yang murni di mata Deep. Ini adalah momen yang ia tunggu-tunggu. Selama ini, Deep dan Tara terikat oleh dosa bersama, namun sekarang, Aarohi telah memutus ikatan itu.

"Deep, tenanglah... mungkin ini hanya salah paham," Aarohi mencoba "membela" Tara, sebuah taktik psikologi terbalik agar Deep semakin yakin bahwa Tara benar-benar bersalah.

"Salah paham?! Tulisan tangan ini jelas miliknya! Dan lihat ini!" Deep mengambil botol arsenik yang juga sudah "ditemukan" oleh penjaga di bawah laci meja. "Dia ingin membunuhku perlahan, Anjali! Wanita itu adalah iblis!"

Deep berjalan menuju kamar Tara dengan langkah yang menggelegar. Aarohi mengikuti dari belakang, menjaga jarak agar tidak terlihat terlalu terlibat. Deep menendang pintu kamar Tara hingga terbuka.

Tara yang sedang duduk di tepi ranjang dengan rambut acak-acakan langsung berdiri. "Deep! Kau akhirnya datang! Kau harus percaya padaku, Anjali itu adalah—"

PLAK!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Tara hingga ia tersungkur ke lantai. Tara tertegun, memegang pipinya yang panas. Ini adalah pertama kalinya Deep menggunakan kekerasan fisik padanya.

"Berhenti menyebut nama Anjali dengan mulut kotormu itu!" teriak Deep. Ia melemparkan surat-surat palsu itu ke wajah Tara. "Kau ingin kekuasaan, Tara? Kau ingin membunuhku? Baiklah! Kau akan mendapatkan apa yang kau mau, tapi bukan di mansion ini. Mulai hari ini, kau akan dipindahkan ke rumah sakit jiwa di pinggiran kota. Tanpa kunjungan, tanpa telepon, tanpa siapa pun!"

"Tidak! Deep, ini fitnah! Aku tidak pernah menulis itu!" Tara berteriak histeris, merangkak memohon di kaki Deep. "Ini jebakan Aarohi! Dia ada di belakangmu! Lihat dia, Deep! Dia tersenyum!"

Deep menoleh ke belakang, tapi yang ia lihat hanyalah Anjali yang sedang menutup mulutnya dengan tangan, tampak syok dan ketakutan dengan air mata yang mulai menggenang. Deep kembali menatap Tara dengan rasa jijik yang tak tertahankan.

"Dia bukan Aarohi! Berhenti berhalusinasi! Bawa dia pergi sekarang!" perintah Deep pada para pengawalnya.

Saat Tara diseret keluar sambil berteriak-teriak gila, ia melewati Aarohi. Untuk sesaat, mata mereka bertemu. Aarohi tidak lagi bersembunyi. Ia memberikan senyum kemenangan yang sangat tipis, sebuah senyum yang hanya bisa dilihat oleh Tara.

Selamat menikmati nerakamu yang baru, Tara, batin Aarohi.

Setelah Tara pergi, rumah itu menjadi sunyi kembali. Deep jatuh terduduk di kursi ruang tamu, menyembunyikan wajahnya di telapak tangan. Aarohi mendekat, duduk di sampingnya, dan membiarkan Deep bersandar di bahunya.

"Aku di sini, Deep. Kau tidak sendirian," bisik Aarohi.

Malam itu, singgasana Raisinghania telah retak. Tara telah disingkirkan, dan Deep kini sepenuhnya berada di bawah kendali emosional Aarohi. Tahap pertama pembalasan dendam telah selesai dengan sempurna. Sekarang, tinggal menunggu waktu bagi Aarohi untuk menghancurkan Deep dari dalam hatinya sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!