NovelToon NovelToon
My Devil Possessive

My Devil Possessive

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:16.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: EvaNurul

XANDER FAMILY SERIES #1

[ Jangan lupa dukungannya dengan Follow, Like, Vote dan Komennya ya! dukung terus cerita ini✔ ]

[ Cerita tamat! Revisi hanya part 1-5 sisanya gak niat di revisi ]

[ Masih banyak kesalahan karna ini novel pertama! mohon kritik dan sarannya di kolom komentar jika menemukan kesalahan dalam tulisan ]


Maura Natalie

Perempuan beparas cantik itu memiliki kehidupan yang penuh lika-liku. Banyak drama yang ia lewati dengan segenap hati. Ia pun kadang mengeluh dengan takdir yang Tuhan berikan, entah apa yang direncanakannya. Hanya waktu yang dapat menjawab itu semua.

Banyak yang menatapnya remeh termasuk Ibu Tiri dan juga Adik Tirinya. Ayah kandungnya pun lebih berpihak pada sang Ibu Tiri, membuatnya semakin hari semakin terpuruk.

Tanpa diketahui semuanya, ia mencoba untuk bangkit. Bermodalan dengan bakat terpendamnya dan menutup semuanya dengan rapat-rapat.

Seketika Ayahnya menyuruhnya untuk menemui seorang pria dan pria itu menjelaskan tentang apa yang terjadi dengan sang Ayah.

Akankah ini awal takdir Maura bahagia? atau malah sebaliknya?

SELAMAT MEMBACA❤



Coppyright 2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EvaNurul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisa mencintai ku?

Sinar matahari mulai masuk kedalam sela-sela kamar kedua orang yang baru saja selesai memadu kasih pagi tadi. seorang wanita mengeliat pelan ketika merasa ada benda berat yang menimpa tubuhnya, dengan sigap wanita itu membuka perlahan matanya ketika mata itu sudah terbuka lebar ia pun mendapati wajah seorang laki-laki bak artis holywood dihadapannya.

Hah, lebih baik kau tidur seperti ini karna jika kau seperti ini tidak ada yang akan mengira jika dirimu orang kejam!

Rara mencoba melepaskan dirinya dari tangan dan juga kaki Kenzo yang menimpa tubuhnya seperti memeluk. namun nihil ketika Rara mencoba menggeser tubuhnya Kenzo malah mempererat pelukannya pada Rara. tuan mudanya itu nampak tenang dengan mata yang masih menutup rapat lain dengan Rara yang sudah merasa engap karna pelukan erat dari laki-laki ini. dengan segala cara ia mencoba melepaskan tubuh mungilnya ini dari tubuh Kenzo. ketika sudah mencoba berulang kali akhirnya Rara menyerah karna tenaganya saat ini masih terlalu lemah untuk menjauhkan diri dari pria kejam dihadapannya apalagi badannya juga masih merasakan ngilu karna perbuatan Kenzo semalam.

Jika aku mati karna kehabisan nafas tolong hukum saja pria ini tuhan

Ketika nafas nya sudah mulai menipis tak berselang lama akhirnya Kenzo melepaskan pelukan eratnya dari Rara dan berbalik tidur memunggunginya. ia bisa bernafas lega karna tidak jadi mati kehabisan oksigen.

Rara pun bangun dari tempat tidurnya dan mengambil handuk dilaci yang berada disampingnya. setelah mendapatkan nya ia lantas melilitkan handuk itu di badannya untuk menutupi tubuh polosnya.

Dengan perlahan Rara berjalan menuju kearah kamar mandi, ia berniat membersihkan tubuh kotornya ini walaupun dengan mandi tidak akan mengembalikan kesuciannya tapi ia bisa menghapus jejak-jejak tubuh Kenzo di badannya. setelah sampai di kamar mandi, ia pun membuka pintu itu dan masuk kedalam tak lupa juga Rara mengunci pintu tersebut.

"Banyak sekali" Rara melihat tubuhnya yang dipenuhi bercak merah di cermin. Rara menghela nafas gusar bagaimana ia menutupi tanda ini lagi? kemarin saja ketahuan Hazel dan juga kemarin kamar ini sudah di semprot cairan membasmi nyamuk oleh Maid suruhan Hazel. jika Hazel melihat tanda ini lagi Rara harus menjawab apa? masa iya menjawab nyamuk sebenarnya itu adalah Kenzo?.

Dari pada memusingkan hal itu akhirnya Rara berjalan menuju bath up, ia menekan kran yang mengalirkan air hangat dan menaburkan sabun di bak itu.

"Aku akan berendam sebentar deh" gumam Rara.

Setelah bak itu penuh dengan air Rara pun masuk dan merebahkan dirinya disana. karna merasakan tubuhnya yang hangat Rara pun memejamkan matanya menikmati sensasi hangat dari air ini.

Kenzo membuka matanya ketika merasakan sinar matahari yang mengenai wajahnya. ia membalikan tubuhnya kearah samping, merasa seperti tidak ada orang disampingnya Kenzo pun meraba sampingnya. Kosong itu yang Kenzo lihat saat terbangun dari tidurnya.

Dimana wanita itu?

Ia pun terbangun dari tidurnya dan melebarkan pandangannya keseluruh ruangan ini. namun nihil pandangannya tidak menangkap satu orang pun disini namun telinganya menangkap suara air mengalir dari dalam kamar mandi.

Kenzo pun meraih handuk di laci dan berjalan melangkah menuju kamar mandi.

TokTokTok!

"Hey! kau didalam?" teriak Kenzo dari luar namun tidak ada suara apapun yang menjawabnya.

Dengan sigap ia membuka knop pintu itu tapi sepertinya pintu kamar mandi ini terkunci dari dalam.

"Hey! mengapa dikunci?"

"Kau sedang apa didalam!"

"Buka atau aku dobrak pintu sialan ini?"

"Hey mengapa kau tidak menjawabku!"

Karna tidak mendengar suara apapun akhirnya Kenzo mencoba mendobrak pintu ini.

Brug!

Dengan sekali gebrakan pintu itu pun terbuka lebar sekarang, dengan cepat Kenzo masuk kedalam kamar mandi ini, ia melihat wanitanya sedang berada di bak mandi dengan memejamkan matanya.

Kekhawatiran seketika muncul dibenak Kenzo. ia pun segera menghampiri Rara.

"Hey! bangun" ucap Kenzo dengan menepuk kedua pipi wanita ini.

Tak lama orang yang didepannya ini pun mulai membuka matanya.

"Aaaaaa! mengapa tuan disini?" jawab Rara dengan tangan yang ia silangkan didada, sebenarnya tanpa ditutupi pun sama saja tidak akan terlihat karna sekarang bath up itu dipenuhi oleh busa putih.

Kenzo yang melihat Rara membuka mata pun bernafas lega, ia kira wanita itu mencoba membunuh dirinya atau pingsan.

"Percuma kau tutupi itu, aku sudah melihat seluruh tubuhmu" ucap vulgar Kenzo yang membuat wajah Rara memanas.

"Tuan mengapa tuan disini?" sahut Rara mencoba mengalihkan pembicaraan Kenzo mengenai ini karna ia tau pasti wajahnya sekarang sudah merah seperti tomat.

"Ck! aku kira kau mencoba bunuh dirimu dikamar mandi ini"

Rara membulatkan matanya mendengar jawaban dari tuan mudanya, mengapa pria ini menyimpulkan dirinya akan bunuh diri? lagian bukannya dirinya yang tadi hampir membuat Rara kehabisan oksigen.

Bagaimana tuan bisa masuk? bukannya aku mengunci pintu itu sebelumnya?

"Maaf tuan aku hanya ingin mandi bukan bunuh diri"

"Baguslah aku tidak ingin jika kau mati disini, bisa-bisa nanti kau bergentayangan dikamar mandi ku" setelah mengucapkan itu, Kenzo pun keluar dan membiarkan Rara membersihkan diri

Jika aku mati aku akan menggentayangi mu terlebih dahulu tuan!

Rara pun mulai membersihkan dirinya di bak itu.

Setelah selesai membersihkan diri akhirnya Rara pun keluar dari kamar mandi ini, namun sesuatu aneh terlihat didepannya sekarang.

"Loh pintu nya ko bisa rusak gini" gumam Rara.

"Kau ini menggoda ku huh" ucap Kenzo yang berdiri dihadapan Rara, berhubung Rara hanya memakai handuk selutut dan menampilkan pundak mulusnya itu Kenzo pun menatapnya dengan pandangan yang entah dimengerti Rara.

"Hah?" ucap Rara.

Menggoda apa maksudnya?

"Sudahlah minggir aku mau mandi, kau ini mandi lambat sekali!" seketika Kenzo langsung masuk kedalam kamar mandi, Rara yang masih berdiri di belakang pintu kamar mandi itu pun segera keluar dan menutup kencang pintu ini.

"Hey! kau ini pelan-pelan bisa tidak!" terdengar suara dari dalam kamar mandi, Rara yang mendengar itu pun kaget.

"Maaf tuann maaf aku tidak sengaja" teriak Rara namun tidak dibalas oleh Kenzo.

Dengan cepat Rara mengganti pakaian nya dengan dress bewarna abu putih yang terlihat pas ditubuhnya ya siapa lagi yang membuat dress itu kalo bukan dirinya sendiri?

Setelah memakai pakaiannya Rara pun duduk dipinggir kasur, ia teringat ucapan dari tuan mudanya harus turun bersama jika ingin turun dan akhirnya mau tak mau Rara harus menunggu pria itu selesai dari mandinya.

Cukup lama akhirnya pintu itu pun terbuka menampilkan Kenzo dengan handuk yang dia lilitkan di pinggang, Lagi-lagi mata Rara menangkap pemandangan indah itu.

Astagfirullah sadar Ra masih pagi gaboleh khilap

Rara membuang mukanya kearah lain, ia tak boleh menatap Kenzo saat ini.

Kenzo yang sudah keluar dari kamar mandi pun menangkap tubuh Rara yang terduduk di pinggir tempat tidur.

"Kau ini sedang apa disini? menunggu ku mandi heh?"

Rara mengalihkan pandangannya kearah Kenzo lagi, namun kali ini pandangannya terarah pada mata Kenzo.

"Aku menunggu tu..an untuk turun bersama"

"Kau ingin turun bersama ku?" ucap Kenzo dengan senyum menggoda menurut Rara.

"Kan tuan yang bil-"

"Ya aku tau pasti perempuan seperti mu ingin turun berjalan dan memegang tanganku ketika turun nanti kan? ya aku tau"

Rara mengerutkan bibirnya, percaya diri sekali tuan mudanya ini. lagian juga bukan nya Kenzo yang memerintahkan seperti itu apa dia lupa? mana mungkin pria setampan ini bisa lupa? faktor umur kali ya pikir Rara.

"Dia sendiri yang bilang kalau aku lama padahal dia juga lama!" gumam kecil Rara dengan pandangan menunduk.

"Apa kau bilang!?" Rara yang mendengar itu menggelengkan kepalanya, ternyata telinga tuannya ini tajam sekali tapi mengapa ingatannya kurang?

"Tid..ak tuan"

Kenzo berjalan mendekati Rara masih dengan handuk yang melekat ditubuhnya, Rara yang melihat itu mengidik ngeri apa tuannya mendengar ucapan nya tadi? apa tuannya akan menghukumnya lagi?

"Maaf tuan aku tidak bermaksud mengatakan itu maaf tuan" Kenzo yang mendengar ucapan dari Rara hanya menaikan sebelah alisnya, ia duduk disamping Rara yang sepertinya sudah bergetar.

"Mengatakan apa maksudmu?"

"Mengatakan i..tu"

"Itu apa?"

Apa tuan tidak mendengarnya ya? syukurlah

"Tidak jadi" ucap Rara pada Kenzo dengan pandangan yang masih menunduk.

"Ck! kau ini, mana bajuku?"

Rara menaikan wajahnya itu memandangi Kenzo dihadapannya "Di lemari kan tuan?" ada apa dengan tuannya ini kenapa menanyakan baju pada Rara, memangnya Rara tukang baju apa, tapi memang benar sih Rara berjualan baju dibutiq nya itu.

"Kau lupa aku tidak punya baju disini!"

Rara ingin sekali tertawa mendengar ucapan tuan mudanya namun tatapan tajam Kenzo yang mengurungkan niatan tertawanya.

"Mengapa kau memasang muka seperti itu?!"

"Tidak tuan"

"Cepat ambilkan aku baju" Dengan sigap Rara berjalan menuju lemari kamar ini, dia tau sekarang tuan nya ini pasti ingin diambilkan baju olehnya, padahal jarak lemari dan juga kasur tidak terlalu jauh.

Ketika ia mebuka lemari itu, tiba-tiba ada suara yang membuatnya ingin mengurung diri saja dikamar mandi.

"Hahaha kau mau mengambilkan pakaian mu itu padaku?"

Rara lupa jika mereka berada dikamarnya sekarang bukan dikamar Kenzo.

"Ingatan mu itu kurang sekali ckckck, faktor umur mungkin ya?" Kenzo masih setia duduk di pinggiran kasur, menatap Rara yang masih berpegangan pada lemari itu.

Bales dendam kali ya? padahal aku ngatain dia didalem hati loh

"Maaf tuan, aku akan mengambil baju dari kamar tuan sebentar" setelah mengucapkan itu Rara pun langsung pergi membuka pintu dan melangkahkan kakinya menuju kamar Kenzo yang tak jauh dari kamarnya.

Ketika sudah sampai didepan kamar Kenzo, ia pun membuka pintu tersebut namun sebelum masuk Rara mendengar suara yang mengurungi niatan Rara untuk masuk.

"Heh! Kak Kenzo dimana?"

Rara berbalik dan melihat wanita yang tak lain sepupu dari suaminya ini. Agnes sekarang memandangi nya dengan pandangan tak suka seperti biasa.

"Kaka bertanya padaku?" ucap Rara.

"Bodoh, ya iya lah siapa lagi"

Rara yang mendengar jawaban dari sepupu iparnya pun tersenyum "Hazel udah ngasih tau nama ku kan ke kaka waktu itu, namaku itu bukan heh"

"Ck! dimana Kenzo sekarang!" sahut Agnes namun tidak didengar oleh Rara, sekarang Rara harus mengambil pakaian Kenzo karna takut jika laki-laki itu masuk angin tapi dia berpikir kembali memangnya laki-laki kejam sepertinya bisa masuk angin? angin saja sepertinya takut padanya.

Rara berbalik dan masuk kedalam kamar Kenzo diikuti Agnes.

"Kau tuli ya tidak mendengarkan ku"

Rara membuka lemari tuan mudanya dan mengambil beberapa pakaian untuk dikenakan nya hari ini "Kalo aku tuli aku tidak mungkin menjawab pertanyaan kaka"

Agnes yang mendengar itu kesal, sepertinya wanita ini berani sekali padanya.

"Kau benar-benar ya! harus kau ingat Ka Kenzo itu cuma mencintai satu wanita saja. tidak mungkin ka Kenzo bisa mencintai wanita lain seperti mu yang sudah jelas berbeda level" Agnes tersenyum sinis ketika menyatakan omongannya tadi ya walaupun sebenarnya hatinya berkata lain.

"Kaka lupa jika tuhan bisa membolak balikan semuanya? bisa saja tuan Kenzo bisa mencintai ku? dan melupakan wanita yang dicintai nya dulu?"

Apa tuan Kenzo bisa mencintaiku?

▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫

Kira-kira mereka bisa saling jatuh cinta karna pernikahan hutang piutang ini tidak ya?

Tunggu kelanjutannya!❤

1
mety
roti kempit namanya 🤭
mety
wessss namanya juga bos...ngak ngerti sama ojol 😄🤭🤣🤣
mety
sekuel bawang merah bawang putih 🤣
christina paya wan
kenapa selalu watak utamanya selalu di buat bodoh ya
Shifa Burhan
ini novel semua kelakuan pemeran utama wanita mereka bela dan benarkan

*rara tidak peduli perasaan suaminya dia dengan enteng melawan kata2 suaminta tapi dengan lelaki lain dia begini peduli bahkan lelaki itu berbuat jahat saja dia sok pengertian dan sedih

dan parahnya novel ini malah membenarkan kelakuan rara

miris
Ryan Jacob
semangat Thor ditungggu karya-karyanya
Susi Khayla
kenzo kta nya tak tersentuh ma wanita...gmn thorrr
Susi Khayla
iya manggil nya tuan ..jdi gmn gtu..kesannya kaku bgt..pdhal kenzo dah prnh manggil syg lho
Susi Khayla
mang kadar ketampannya sprti apa c thor..kyk oppa2 korea gtu hheeh
Ananda
🤣🤣🤣
AnysMentari
......
evita19
Thor maa mama kenziumur nya baru mau kepala empat, sedangkan kenzi umur 28, mama nyabikah umur berapa donk
halimah abdul hayes
Maura bodoh…udah tau status masih lagi istri kenzo…tidak perlu rapat dengan pria lain
Hasnah Siti
capek oiiii punya suami ganteng Plus kaya
Hasnah Siti
lanjut lg
wati
sakit hati aku Thor💔
Ayu Fani
kok gaada?
Jue
Alah apa bezanya dengan Kenzo berserta bekas kekasihnya
Ira Wati
terlalu panjang
Widia Arya
Alur cerita nya bagus dan enak dibacanya juga, gak bikin bosen malahan jd pengen trs baca krn penasaran cerita selanjutnya Sampe lupa waktu 🤭😂
kosakata nya juga baik dan alur cerita nya tidak fullgar dibagian yg untuk 17+ 🤭👍
semangat terus ya author 💪🥰 dengan cerita nya yg lain ...
Bunny🥨: aaaa makasi loh atas pujiaannya, terimakasii juga atas dukungannyaaa!😍❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!