~••\\Seorang pemuda tampan yatim piatu yang setiap harinya terpaksa memulung barang bekas hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari di tengah kota metropolitan yang keras akan kehidupan ini
Namun entah keberuntungan apa yang menimpanya itu sehingga dia mendapatkan sebuah sistem yang akan mengubah hidupnya 1000°
[Jadi sosok pemuda tampan sekali : [✓]
[Kekayaan Ribuan Triliun atau kuadriliun : [✓]
[MC Tidak Naif : [✓]
[Memiliki Banyak Hypercar kelas dunia : [✓]
[Jadi tokoh puncak pilar dunia : [✓]
[Buat Negara Sendiri : [✓]
POV END ↓↓
Sosok asli dibalik sistem adalah seorang bidadari? dan berasal dari alam keabadian?
lalu bagaimana bisa dia berhubungan dengan teknologi dan alam fana manusia?
Cuzz simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon “~Cold Boys*”, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8. Beli Gedung The Tower
*
“Sistem kirimkan video konten yang ku buat tadi ke hp ku,”
[Ding! Baik Host]
Ting~
Keivano pun membuka video yang dikirim sistem ke hpnya
“Hmm seingat ku gak kayak gini deh bikin konten tadi.. apa kamu yang mengeditnya sistem.. Gila pengambilan videonya keren kali,”
[Ding! Ya. sistem yang mengeditnya]
“Baguslah dengan proses pengambilan video yang keren seperti ini.. lain kali kalau buat konten lagi.. kamu yang mem video kannya,”
[Ding! Siap Host]
“Nanti pukul 2 sore aku ada pertemuan di cafe Starbuck.. untuk melakukan transaksi jual beli gedung the tower yang akan di jadikan kantor pusat perusahaan,” mengecek jam yang tertera di layar hpnya yang menunjukkan pukul 12 siang lewat
“Lebih baik aku gunakan waktu 1 jam ini buat tidur siang.. sistem bangunkan aku kalau sudah pukul 1,”
[Ding! Perintah di terima]
Saat hendak mau naik ke kasur empuknya, Keivano di kejutkan dengan kehadiran 2 bocah yang di anggap nya itu menyebalkan
“Tu.. an ini kita lagi buat kue bolu ama es mochi.. tolong di makan ya.. awas kalau kagak di makan! Hmphh.. nanti kita berdua gigit leher tuan,” ancam Neko
“Benarkan imouto Chan,”
“Heum benar,” angguk Ao Bao dengan kedua tangannya megang nampan berisi kue bolu ama es mochi
“Dasar aneh.. siapa suruh kalian buat.. itu bukan urusanku,” kata Keivano
“Tuan ihh!! Sebel sebel sebel!... tuan menyebalkan sekali.. masa gak peka,” seru Neko mencak mencak tidak jelas
“Tuan.. kita tuh buat ini sebagai tanda ucapan terimakasih dari kita, karena tuan mau berbelanja bareng dengan kita,” jelas Ao Bao dengan lembut
“Oh begitu,” ucap Keivano singkat dan padat
“Au ah tuan gak peka,” ujar Neko bersedekap dada
“Udah jangan pake ngambek segala.. ini aku ada hadiah buat kalian semua,” membuka nakas lemari kecil mengambil 11 botol kaca indah berisi cairan warna ungu
“Bagikan minuman ini ke saudari kalian, masing masing dari kalian dapat satu,” meletakkan di atas nampan yang di bawa Ao Bao yang sebelumnya berisi es mochi dan kue bolu
“Ini minuman apa tuan? Kok warna ungu,” tanya Ao Bao penasaran
“Iya aneh sekali.. jangan jangan minuman itu ada obat perangsang nya ya,” tuduh Neko
“Jangan berpikiran yang aneh aneh.. ini wine yang tidak mengandung alkohol dan rasanya enak sekali apalagi di beri es batu.. aku sudah meminumnya tadi,” bohong Keivano
“Sudah bawa sana, aku mau istirahat jangan ganggu aku,” ujar Keivano
“Umm baiklah makasih banyak tuan,” seru kedua bocah itu, keluar dari kamar Keivano
Keivano menyantap kue bolu dan es mochi yang di bawa kedua bocah tadi
“Pandai sekali mereka memasak.. sungguh setiap masakan yang mereka buat semuanya enak sekali.. gak sia sia aku membeli mereka dari sistem,” gumam Keivano
*
*
*
[Ding! Warning! Warning! Warning! Di harapkan host Bangun]
“Astaga ada apa ada apa sistem,” sahut Keivano terkejut bangun dari tidurnya
[Ding! Tadi host menyuruh sistem untuk membangunkan host saat jam menunjukkan pukul 13.00]
“Huftt.. kupikir apa, sudahlah aku bersih bersih dulu persiapan pergi ke pertemuan,” beranjak dari kasur berjalan ke kamar mandi
*
*
“Eitss tuan mau kemana? kita ikut dong,” sahut Neko dan Ao Bao menghadang langkah Keivano
“Aku ada acara penting kalian berdua jangan ikut, cukup jaga rumah saja atau bermain di ruang permainan sana,” kata Keivano melanjutkan langkah kakinya menuju garasi bawah tanah
“JANGAN LAMA LAMA YA TUAN, NANTI KITA MAKAN MALAM BERSAMA,” teriak Ao Bao melihat kepergian Keivano
*
*
Wroomm... Wroomm....
Keivano mengendarai Kawasaki Ninja H2R nya dengan kecepatan lumayan tinggi menyalip setiap kendaraan di depannya
*
*
“Apakah disini tempat pertemuannya,” turun dari H2R memasuki cafe Starbuck
Keivano celingak celinguk ke sekitar mencari seseorang sambil lalu melihat jam di hpnya yang menunjukkan pukul 13.50
“Sepertinya aku terlalu awal datang deh,” memilih duduk di paling pojok dekat jendela kesukaannya
Tak lama kemudian datang 2 orang, sosok pria agak tua berpakaian kantoran dan seorang wanita yang mungkin sekretarisnya dengan membawa beberapa berkas di tangannya
“Hallo pak keivano saya sudah tiba di cafe Starbuck.. kalau boleh tau posisi anda dimana ya?,” ucap pria tersebut di telepon
“Saya ada di sebelah pojok kiri dekat jendela pak setiawan,” balas Keivano di telepon
“Oh ya baik baik siap pak keivano,” menutup telepon
Kedua orang itu berjalan menuju tempat dimana Keivano duduk di pojokan.. yang sialnya mereka di buat terkejut dengan sosok pemuda tampan bak idol artis Korea tengah duduk santai.. yah Keivano tidak memakai maskernya dengan tujuan untuk kemajuan perusahaanya yang akan dibangunnya itu
“Hallo Benar dengan pak keivano,” mengulurkan tangannya
“Ya benar dengan saya sendiri.. anda pak setiawan kan,” balas Keivano berjabat tangan
“Aha ya benar... saya tidak menyangka anda masih muda sekali apalagi sangat tampan, cocoknya jadi idol kpop yang lagi trend trendnya sekarang haha.. ,” guraunya
“suatu keberuntungan bisa bertemu dengan anda pak keivano,”
“Anda bisa saja,”
“Oh ya saya lupa memperkenalkan, ini sekretaris saya,”memberi isyarat untuk memperkenalkan diri
“Halo pak keivano saya suzi sekretaris pak setiawan di perusahaan,” mengulurkan tangan dengan tak lupa senyam senyum gak jelas
“Hmm.. saya Keivano,” membalas jabatan tangan
Mereka bertiga pun mulai membicarakan soal transaksi jual beli terkait Keivano yang ingin membeli gedung the tower
Setengah jam kemudian
“Baik, berapa no. Rekening anda pak setiawan,” ucap Keivano
Sekretaris pria itu menyodorkan sebuah berkas dokumen yang tercantum no. rekening dan hak pemindahan kepemilikan gedung the tower
Ting~
[Transaksi Berhasil! Anda telah mengirimkan Rp 2.650.000.000.000. ke Rek. 273*****6 a.n. Setiawan dari Bank ABC pada 2024-6-18 14:32. Ref: ABC12345. Saldo akhir: Rp 3.216.552.935.000. Info: [Bank ABC: 021-1234-5678]
“Aha uangnya sudah masuk pak keivano,”
“Mari mari silahkan anda tanda tangan di berkas dokumen hak kepemilikan ini pak keivano,” ujar pak setiawan, dirinya ikut bertanda tangan juga untuk perpindahan nama kepemilikan gedung the tower
*
“Baik kita akhiri pertemuannya, senang bisa berbisnis dengan anda pak setiawan,” ucap Keivano bangkit dari duduknya memegang berkas dokumen, mengulurkan tangan kanannya
“Aha justru saya yang sangat senang dan bersyukur bisa berbisnis dengan anda pak keivano,” berjabat tangan
“Oh ya ini kartu nama saya pak keivano, siapa tau dimasa depan kita masih bisa berhubungan dan bahkan menjalin sebuah kerja sama,” memberikan sebuah kartu yang di ambil dari saku bajunya
*
*
“Sepertinya besok adalah hari yang sibuk bagiku, memulai perencanaan perusahaan, mulai dari berbagai produk yang akan dipasarkan dan perbaikan renovasi total gedung the tower,” gumam Keivano melajukan h2r nya
*
*
“Tuan sudah pulang,” ujar Ao Bao mendekati keivano
“Hmm.. kemana perginya yang lainnya kok sepi,” tanya Keivano
“Eum.. kakak saudari semuanya sedang bersantai tuan, ada yang main di kolam, menonton bioskop dan ada yang nge-gym,”
“Ouh.. baiklah aku keatas dulu, kamu berkumpul lah dengan yang lainnya jangan sendirian,”
“Tuan.. minuman yang tuan kasih ke kita rasanya enak sekali, kami semua suka,” kata Ao Bao
“Hmm.. baguslah kalau begitu,” melangkahkan kakinya masuk kedalam lift
*
*