NovelToon NovelToon
Istri Yang Terbuang

Istri Yang Terbuang

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: ummiqu

Menikah karena kemauan sendiri dan dengan pilihan sendiri tidak selamanya berbuah kebahagiaan.

Benazir adalah buktinya.

Menikah selama beberapa tahun dengan pria yang berusaha diperjuangkannya, malah menimbulkan luka dan kecewa berkepanjangan. Suaminya bahkan menganggapnya istri yang memalukan dan tak pantas dihargai.

Haruskah Benazir bertahan atau pergi.

Kisah ini akan sedikit menguras air mata.
Berminat ?

ikuti kisahnya yuk...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 ( Kakak Kelas )

Setelah perkenalan dengan calon istri Gama yang teryata memang telah dikenal oleh pihak keluarga, Gama dan Andini pun mulai berani mempersiapkan pernikahan mereka.

" Jadi kapan rencananya Kamu akan menikahi Andini Nak...?" tanya Suci saat sarapan pagi di ruang makan.

" Mmm, kayanya secepatnya Bu. Kalo rencana Aku sih dua bulan lagi...," sahut Gama santai sambil menyuap makanan ke dalam mulutnya.

" Berarti itu sekitar Februari atau Maret dong Kak. Apa ga kecepetan...?" tanya Benazir.

" Ga lah Ben. Kan niat baik emang ga boleh ditunda, iya kan Bu...," kata Gama seolah minta dukungan sang ibu.

" Iya gapapa...," sahut Suci sambil tersenyum.

" Tapi kan jaraknya deket banget sama pernikahan Kak Darma Bu...," kata Benazir.

" Kan Kak Darma nikah akhir Desember kemarin, sedangkan Kak Gama Maret. Jadi ga masalah karena udah beda tahun juga...," kata Suci memberi penjelasan.

" Oh gitu ya...," sahut Benazir.

" Iya. Kenapa emangnya...?" tanya Gama sambil menatap kearah Benazir.

" Gapapa sih. Cuma kok rasanya cepet aja. Baru kehilangan satu Kakak, eh sekarang nambah ilang satu lagi...," sahut Benazir sedih.

" Siapa yang hilang sih Ben. Kami ga hilang kok. Kamu tetap bisa hubungin Kakak kalo ada apa-apa, ya kaya biasa aja. Lagian bukannya harusnya Kamu seneng ya karena punya satu Kakak perempuan lagi...?" tanya Gama sambil memeluk Benazir.

" Ehm, iya juga sih...," sahut Benazir tersipu malu.

Suci menatap penuh haru kearah Gama yang sedang memeluk Benazir. Ia merasa ikatan batin diantara dirinya dan ketiga anak laki-lakinya itu dengan Benazir sang anak tiri begitu kuat dan tak mungkin pudar dengan kehadiran orang lain.

" Udah pelukannya. Tuh makanannya udah dingin, ntar ga enak lho...," tegur Suci.

Gama dan Benazir tersenyum lalu menyudahi pelukan mereka.

\=\=\=\=\=

Pernikahan Gama dan Andini pun digelar di bulan Maret. Selama persiapan pernikahan sang kakak Benazir pun ikut sibuk. Apalagi letak rumah Andini yang hanya berjarak beberapa meter saja dari rumah mereka.

Antusiasme juga menular kepada teman-teman Benazir yang juga telah mengenal Andini karena Andini adalah kakak kelas mereka saat di SMA. Tak bisa dihindari kehebohan yang terjadi saat Benazir dan kelima temannya itu berkumpul mempersiapkan diri untuk menyambut pernikahan Andini.

" Kita emang bukan panitya inti, tapi Kita tetap bisa suport Andini dengan bentuk lain kan guys...," kata Silvi semangat.

" Iya...," sahut keempat temannya semangat.

" Terus gimana dong suportnya...?" tanya Amanda.

" Sebentar. Baju seragam keluarga Lo warna apaan sih Naz...?" tanya Silvi.

" Yang cewek kebaya brokat, yang cowok kemeja. Tapi dua-duanya warna lavender. Kenapa emangnya...?" tanya Benazir balik.

" Nah, Kita cari baju warna yang sama kaya seragam keluarga Benaz aja. Gimana...?" tanya Silvi.

" Boleh tuh. Warnanya sama, tapi model dan bahannya beda...," sahut Elia setuju.

" Setuju. Tapi gapapa kan Naz...?" tanya Mika.

" Gapapa. Tapi Aku ikut seragam keluarga aja ya kalo gitu...," sahut Benazir senang dan diangguki oleh keempat temannya itu.

" Gimana kalo Kita cari barengan aja besok...," saran Atik.

" Ok...," sahut semuanya semangat.

Dan sekarang Benazir dan kelima temannya telah hadir untuk memberi suport kepada Andini. Akad nikah baru akan digelar jam sepuluh pagi, tapi mereka telah stand by sejak jam delapan pagi.

" Kita mau ketemu Andini sebelum akad boleh ga Naz...?" tanya Elia.

" Sebentar, Gue tanya dulu sama tukang riasnya ya...," sahut Benazir lalu masuk ke dalam kamar rias Andini.

Tak lama kemudian Benazir keluar sambil tersenyum.

" Gimana Naz...?" tanya Mika.

" Sebentar lagi selesai. Lagi pake kebaya sama kain. Ntar kalo udah selesai Kita bisa masuk...," sahut Benazir.

Tak lama kemudian tukang rias keluar keluar dari kamar Andini. Keenamnya pun masuk ke dalam kamar. Kehebohan terjadi saat Andini melihat kelima adik kelasnya hadir mengenakan seragam. Mereka berpelukan sambil melompat bahagia.

" Eehh, jangan lompat-lompat gitu dong Din. Kamu penganten lho sekarang...," kata Amanda mengingatkan.

" Ups sorry. Abis ngeliat Kalian bikin Aku inget waktu jadi suporter pertandingan basket sekolah Kita dulu...," sahut Andini disambut tawa lima orang lainnya.

Mereka kembali berbincang hangat. Tak lupa mereka memuji kecantikan Andini yang saat itu mengenakan kebaya putih full payet dan kain batik. Rambut yang disanggul dengan hiasan bunga membuatnya terlihat anggun.

Tak lama kemudian Mama Andini masuk untuk membawa Andini keluar menuju ruang depan yang telah disulap menjadi ruang akad nikah.

Akad nikah berjalan lancar. Suara Gama lantang mengucap ijab kabul membuat keempat teman Benazir merasa kagum.

" Ga nyangka Kak Gama bisa tegas kaya gitu ngucapin ijab kabul...," kata Mika sambil menggelengkan kepalanya.

" Maksud Lo apaan. Kakak Gue tuh emang cowok asli ya bukan cowok melambai. Makanya ngomong juga harus tegas...," kata Benazir sambil menatap tak suka kearah Mika.

" Ck, bukan itu maksud Gue dodol. Tapi dari ucapannya keliatan kalo Kakak Lo tuh siap banget buat nikah sama Andini. Kenapa jadi sensi amat sih Lo...," sahut Mika sambil melengos.

" Oh gitu. Sorry...," kata Benazir sambil nyengir kuda.

" Ya pasti siap lah. Mereka kan pacaran udah lama juga. Kalo bilang sama Kita mah dua tahun, tapi feeling Gue mah mereka pacaran udah lebih dari lima tahun tuh kayanya...," kata Atik.

" Udah ga usah ribut. Kita ke aula sekarang yuk, biar bisa nyambut pengantin pake bunga di sana...," ajak Amanda yang diangguki keempat temannya.

Pernikahan Gama dan Andini memang digelar di dua tempat. Akad nikah digelar di rumah Andini jam sepuluh pagi. Kemudian dilanjutkan resepsi yang digelar di aula yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka. Sebagian tamu sudah hadir di aula saat sepasang pengantin menuju ke aula setelah berganti pakaian.

Andini mengenakan kebaya warna biru muda sedangkan Gama mengenakan setelan jas warna biru navy. Keduanya terlihat berbeda dari keseharian mereka dan membuat para tamu yang hadir berdecak kagum.

Saat memasuki aula pengantin diiringi keluarga besar kedua mempelai. Dan Benazir ikut dalam rombongan keluarga. Semua mata pria lajang menatap kagum kearah Benazir yang terlihat anggun mengenakan kebaya lavender dan kain batik. Benazir melangkah di samping Darma dan Kayla.

Setelah pengantin tiba di pelaminan, Benazir kembali membaur dengan kelima temannya. Para tamu pun bergantian mengucapkan selamat kepada Gama dan Andini, kemudian disusul oleh Benazir dan kelima temannya. Kehebohan kembali terjadi saat mereka naik ke atas pelaminan. Gama tersenyum melihat kehebohan istrinya dengan kelompok Benazir itu. Tak lupa mereka mengabadikan moment itu dalam sebuah foto.

Setelahnya mereka turun dan duduk di kursi tamu. Tanpa mereka sadari sepasang mata tengah mengawasi mereka berlima. Pria itu mendekati Benazir dan keempat temannya.

" Hai Benazir, apa kabar...," sapa pria bernama Maher itu ramah.

Benazir dan keempat temannya menoleh kearah Maher.

" Kak Maher...?!" seru Benazir dan keempat temannya.

" Iya...," sahut Maher sambil tersenyum.

Mereka saling menjabat tangan dengan akrab. Tapi saat Maher menjabat tangan Benazir ia meremas lembut jemari Benazir sambil mengatakan sesuatu yang membuat Benazir dan kelima temannya terkejut.

" Aku ikut prihatin atas apa yang menimpamu Benaz. Aku rasa mantan Suamimu adalah pria terbodoh di dunia ini karena telah mengabaikanmu...," kata Maher sambil menatap tajam kearah Benazir.

" Ehm, iya. Makasih Kak...," sahut Benazir sambil melepaskan tautan jarinya dengan Maher.

Kelima teman Benazir pun menyingkir seolah memberi waktu kepada Maher dan Benazir untuk bicara. Mereka ingat bagaimana gigihnya Maher mengejar cinta Benazir sejak mereka masih sekolah dulu.

Maher adalah kakak kelas dan bintang di sekolah mereka. Selain pintar, Maher juga pandai bermain basket. Saat sekolah mereka mengikuti pertandingan antar sekolah, biasanya Benazir dan kelima temannya menjadi suporter di pinggir lapangan. Dan Maher diam-diam menyukai Benazir. Sayangnya Benazir mengabaikannya dulu.

Dan kali ini Maher kembali datang untuk membujuk Benazir. Dari kejauhan kelima teman Benazir berharap Benazir mau membuka hatinya untuk Maher. Akankah Benazir luluh kali ini ?.

bersambung

1
Jade Meamoure
duhai masih ada gak ya lelaki kyk Ardhan... duh meleleh aq thor
Jade Meamoure: orang Kalimantan kah?? pasalnya sebutan kuyang tuh
total 2 replies
Safa Almira
bagus banget
any Sulistiani: Alhamdulillah. tp sayang bacanya lompat bab ya kak 🙏😊
total 1 replies
Safa Almira
suka
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh supportnya kk. Lanjut lagi yuk, mksh 🙏😊
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
kalau nyesel ya gt juga kali sikapnya Juna Juna..kyk ga bnr2 menyesal deh 🤔🤪
any Sulistiani: betul say, lanjut lg yuukk..., mksh
total 1 replies
Epijaya
good Mutia jgn mau diperlakukan oleh sampah itu.
any Sulistiani: siaaapp bund...
total 1 replies
Guntar Nugraha S
ttp semangat Yaa @UmmiQu
any Sulistiani: Alhamdulillah..., siaapp abii
total 1 replies
Elly Watty
ntar baru merasakan nikmatnya surga dunia si ulet bulu bkin ulah deh
Elly Watty
dunia novel emag pnuh kehaluan, mna da trauma perceraian sampe segitunya, klw trauma akibat diperkosa sih wjar..... jgn bkin krakter yg g wjar donk thor
any Sulistiani: gpp, kalo suka dilanjut kalo ga suka tinggalin aja KK... beres kaann...
total 1 replies
Elly Watty
kirain mngikuti irama musik d club ternyata d lmpu merah 😁
any Sulistiani: he he... iya say
total 1 replies
Narimah Ahmad
👍👍👍😊 selamat menjalani kehidupan berumah tangga dn semoga berkekalan selamanya 😍🥰🥰 amin
Narimah Ahmad
kata kesal sudah terlambat buat hati yg telah kau sakitin dn cuma orang pernah melaluinya yg tau bertapa hancur hati seorang bernama isteri
any Sulistiani: se7 Kak..
total 1 replies
Narimah Ahmad
umpama lagu madu ditangan kanan mu racun ditangan kiri mu cuma mana satu yg kau berikan panjang sgt pulak
any Sulistiani: he he..., lanjuuuut kak
total 1 replies
Narimah Ahmad
tak sayang dgn istri ya malah cari susah sendiri lupa dgn Segala janji yg diucapkan
any Sulistiani: iya KK, gitu deh ciri org ga bersyukur. Nyari emas tp berlian di tangan malah dilepasin
total 1 replies
anitha yunita
berharap banas berjodoh dengan ardhan
any Sulistiani: aamiin...
total 1 replies
anitha yunita
peluk jauh kak Mutia semoga bahagia selalu bersama 2buah hatinya. pasti maher bakalan nyesel tuh udah nyia nyiain wanita dan ibu hebat😍😍
any Sulistiani: aamiin, mksh doanya bund... # yup. lanjuuutt..
total 1 replies
anitha yunita
tersiksa menderita gak cinta tapi punya anak 2 itu apa namanya dasar lelaki egois
any Sulistiani: betul. jd ikutan emosi ya say...
total 1 replies
anitha yunita
semoga berjodoh dengan ardhan. alhamdulillah kedok mager terbuka
any Sulistiani: aamiin..., lanjut lg yuk
total 1 replies
anitha yunita
padahal berharap banas sama ardhan . semoga saja mager baik
any Sulistiani: siippp..., lanjut say..
total 2 replies
anitha yunita
malu gak lu jun nama aja Arjuna tapi kelakuan nya minus kena mental gak tuh 🤣🤣🤣puas banget bacanya
any Sulistiani: he he..., Iya bund
total 1 replies
anitha yunita
kasian makanya Jagan pernah sia siain yang mau berjuang nol bersama
any Sulistiani: se 7 bund..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!