Astra tak pernah mau meneruskan pekerjaan Ibunya. Di bandingkan menjadi dukun, dia ingin hidup normal sebagai gadis pada umumnya.
Demi bisa terlepas dari hal-hal gaib di desa, Astra nekat melanjutkan study nya di kota. Dengan beasiswa yang susah payah dia raih, dia memasuki sekolah terkenal di kota "High School" dari namanya saja sudah keren bukan?
Astra bermimpi untuk belajar seperti siswa pada umumnya, memiliki teman dan bekerja setelah lulus. Namun kenyataan menampar nya, High School tidak sebaik yang di pikir kan.
Kemanapun dia pergi, kabut gelap selalu terlihat di tubuh setiap orang...
Permainan gaib, nyawa dan kekuasaan menjadi mainan bagi mereka. Sisi baiknya, tidak ada satupun orang yang mengetahui hal gaib lebih baik darinya di sekolah ini...
#25Desember2025
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
"Friska, tunggu!" Seru Astra, sosok hantu Friska berhenti. Namun itu bukan kemauan nya sendiri, seolah dia di kendalikan.
"Ada satu orang lagi yang harus mendapatkan karma nya!" Seru Friska dengan suara menggema.
Astra terdiam sebentar, kemudian fokusnya pada jari-jari tangan nya yang bergerak-gerak seperti berhitung. Setelah menghitung takdir dan sebab akibat, Astra menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu, ini bukan bagian mu. Dendam mu sudah cukup di sini, jika kamu membunuh nya, maka jiwa mu akan menjadi iblis dan tidak bisa kembali ke atas sana."
"Tapi Clara harus mati!" Seru Friska, meskipun dia adalah teman dekatnya dulu (hanya beberapa hari sih) tapi dialah yang menjadi perantara terbentuk nya penderita yang dia alami.
Astra menghela napasnya, hantu ini jadi banyak keinginan dan susah di atur setelah mendapatkan kekuatan. "Dia akan mati malam ini, namun bukan oleh mu."
Tangan Astra terangkat, tangan nya terbuka di arahkan ke atas, lalu tangan yang terbuka itu kemudian menjadi terkepal. Seketika sosok mengerikan Friska yang di penuhi energi berubah kembali seperti semula, sosok hantu gadis berseragam SMA yang rapuh.
"A-apa itu benar?"
Astra mengangguk, "kamu bisa melihat sendiri atau menunggu kabar kematian nya besok."
Friska terdiam sebentar lalu menghela napasnya, "Aku akan menunggu besok." Sosoknya lalu menghilang.
Semua yang terjadi berada dalam pengamatan kelima laki-laki itu, bagi Arka, Gabriel dan Dion. Astra terlihat berbicara sendiri, namun mereka tahu bahwa Astra sedang berbicara dengan sosok hantu gadis SMA itu.
Setelah Friska menghilang, kening Astra berkerut. Bibirnya mencebik kesal, "Lo mau pergi gitu aja ninggalin perbuatan lo ini?!" namun tidak ada jawaban.
Gabriel tersenyum santai, giliran dia mengambil alih. "Tenang aja, kita cuma perlu pergi aja. Tempat ini bakal ada yang urus."
Mereka melihat Gabriel dengan pandangan seolah bertanya 'siapa?'
Tidak lama kemudian mereka sudah keluar dari markas dan dalam perjalanan ke jalan yang berbeda dengan tadi. Astra tidak menemukan sosok Genderuwo dan Sunder bolong itu, sepertinya mereka kabur setelah menyelesaikan pekerjaan mereka.
Wiiiuuuuwww.... Wiiiuuuuwww....
Wiiiuuuuwww....
Suara sirine dari mobil polisi terdengar, mereka semua serempak menatap Gabriel. "Selama kita gak ketahuan, nama kita akan tetep bersih. Biar paman gue yang urus."
Mereka pun mengangguk lalu pergi, beruntung motor mereka tidak di parkiran di jalan utama yang menuju markas.
"Stra, ayo naik motor gue." Ajak Fino, namun Dion segera menyahut.
"Gak, Astra gua yang bawa."
"Nyeh, liat persetujuan Astra aja!" -Fino.
"Bang, lo ngalah kek sama gua. Lo kan lebih tua dari gua!" -Dion.
"Heh kampret! #$$)." Fino.
"#$&@" -Dion
Gabriela menepuk jidatnya, "Si kanj-ut malah debat, gak liat situasi apa ya?"
"Tau ah, gue pergi ..." Ucap Arka lalu mengegas motor support nya.
Bukh!
Bukh!
Gabriel menampar helm mereka berdua, "debat Lo berdua gak guna. Astra ikut sama Samuel." Ucap Gabriel lalu mengegas motor support nya.
"Samuel anj! Nusuk dari belakang shekya shbaaaal!" Ucapnya lalu mengegas motor nya. Samuel mendengus dengan kesal, lalu ikut menggeas motor nya dan pergi meninggalkan tempat itu.
Di jalan.
Astra mengetik sesuatu di Hp nya lalu menyerahkan nya ke depan agar Samuel bisa melihat dan membacanya.
"Bisa antar gue ke rumah Greta?"
"Bisa!" Seru Samuel.
Astra kembali mengetik Hp nya.
"Lo tau rumahnya? Gua ada alamat nya."
Setelah membaca tulisan di Hp nya Astra, Samuel tak menjawab. Namun semuanya terjawab oleh jalan yang tidak menuju arah sekolah.
"Woi! Itu si Samuel mau bawa Astra kemana!" Teriak Dion namun kalian tau sendiri berbicara saat berkendara di motor apalagi ngebut itu seperti berbicara dengan balita, butuh berkali-kali perkataan untuk mengerti. Namun mereka tidak sebudek kalian bestai~
"Gak tau!" Seru Gabriel.
"Ke Motel mungkin, ikutin ah~ " Seru Fino.
"Sialan!" Maki Dion lalu semakin mengebut untuk mengikuti motor Samuel.
***
Setelah baca, tolong berikan Like dan komentar yang banyak!!!
Boncab dong Thor
semangat menjalani harimu
ayo up lagi malam ini.
aku suka banget ceritanya.
bagus
dan semakin bikin aku penasaran akan kelanjutannya.
ayooooooooo up lagiiiiiiiiiiiiiiii
kenapa kok gak ada semangatnya.
semoga author dapet ide-ide bagus buat lanjutin Babnya, biar gak terlalu pendek-pendek amat ceritanya kalo tamat😊🤭🤭🤣🤣🤣🤣
semoga semangat mubgak kendor ya thor. jangan putuskan hubungan ini... eh, novel ini di tengah jalan thorkuuuu....
semoga lolos ya thooor
🎶Sampai kapan kau gantung
Cerita cintaku memberi harapan🎶