NovelToon NovelToon
Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:328
Nilai: 5
Nama Author: Kukuh Basunanda

Menceritakan kisah cinta seorang Guru Gen Z tampan bernama Dimas Aditya dengan janda muda cantik dan kaya raya bernama Wulan Anggraeni. Kedua nya di pertemukan oleh keadaan hingga akhirnya tumbuh gelombang cinta di hati mereka. Seiring berjalannya waktu, Dimas berhasil mencuri hati Wulan sekaligus menyembuhkan rasa traumanya atas kegagalannya di pernikahan pertama. Namun di satu sisi, sang mantan (Nayla) masih mengharapkan menikah dengan Dimas. Rasa sayangnya yang begitu dalam, membuat cinta segitiga di antara mereka tak terelakkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kukuh Basunanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nayla Dan Anton Resmi Bercerai

Hakim telah memvonis hukuman lima tahun plus denda 15 juta untuk Anton atas laporan kekerasan dalam rumah tangga. Pengacara Anton terus berupaya melakukan mediasi dengan Nayla agar ia segera mencabut laporannya, namun Nayla tetap bersikukuh dengan keputusannya.

Memakai baju tahanan, Anton di giring menuju jeruji besi. Di tempat itu lah, para tahanan lain memandangnya dengan sinis. Segera Anton di masukan ke dalam terali besi. Ia langsung duduk di pojok kanan. Seorang narapidana kasus pembunuhan yang berada di satu sel penjara, menghampirinya.

"Wah kita kedatangan orang baru nih" ujarnya menatap wajah Anton.

"Muke muke kaya gini sih kayanya pasti kasus pencabulan sih, tuh liat aja, mukanya aja muka mesum, ha.ha.ha..." ledekan bang Jarwo sembari tertawa lebar ke arah narapidana lainnya.

Anton yang memiliki jiwa temperamental tak terima dengan kicauan bang Jarwo. Seketika ia naik pitam dan menyerang bogem mentah ke wajah bang Jarwo.

"Buuuuk" suara pukulan Anton.

"Aku paling gak suka kalau ada orang yang meremehkan aku" ujar Anton.

Bang Jarwo tersenyum sinis, matanya mulai melotot memandang Anton.

"He.he.he.., kamu belum tau yah siapa aku ? aku penguasa di sel penjara ini, berani-berani nya kamu memukul aku" ucap bang Jarwo.

Tanpa berfikir panjang, bang Jarwo langsung melayangkan pukulan balasan di muka Anton.

"Buuukkk"

Seketika Anton tersungkur jatuh ke lantai di sertai darah yang menetes dari wajahnya. Anton mencoba bangun namun dengan perkasa bang Jarwo langsung menendang perutnya hingga Anton kembali terkapar di lantai.

Bang Jarwo menginjak kepala Anton yang masih tersungkur di lantai.

"Hey wong edan, ini belum seberapa, aku bisa aja melakukan lebih dari ini, anggap aja ini salam perkenalan dari aku" ujar bang Jarwo.

Anton seakan mendapatkan karma dari apa yang sudah ia perbuat kepada istrinya.

Petugas sipir penjara yang mendengar suara perkelahian dari dalam jeruji besi, segera datang.

"Ada apa ini ?" tanya nya.

Melihat Anton yang berumur darah di wajahnya, petugas sipir itu langsung menuduh bang Jarwo.

"Bang Jarwo pasti ini ulah anda kan ?"

"Dia yang mulai duluan pak, mengganggu macan yang sedang tidur" respon bang Jarwo.

"Gak ada angin gak ada hujan, tiba-tiba dia mukul muka saya pak, saya cuma mempertahankan diri aja pak" kilah bang Jarwo kepada petugas sipir.

Petugas sipir bersama dengan rekan-rekannya langsung membawa Anton ke klinik lapas agar mendapatkan perawatan medis. Di dalam klinik, usai perawatan medis, Anton duduk di kursi sembari menahan sakit.

Seorang petugas sipir mengingatkan kepada Anton agar tidak mencari masalah lagi dengan bang Jarwo.

"Saudara Anton, saya minta kepada anda jangan bikin masalah lagi dengan bang Jarwo, dia itu narapidana pembunuhan sadis, ini bukan kali pertamanya ia bikin narapidana lain cidera, sebelumnya sudah banyak narapidana lain yang jadi korban kebrutalannya", petuah salah seorang petugas sipir.

"untuk sementara waktu, kami akan memisahkan jeruji besi mas Anton dengan bang Jarwo"

"Iya pak" sahut Anton.

"Baik, sekarang kita balik lagi ke jeruji besi !" seru petugas sipir.

Olivia yang menerima kabar tentang Anton di penjara, langsung menjenguknya di dalam lapas. Petugas membukakan kunci sel penjara lalu memanggil Anton.

"Saudara Anton, ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan anda di ruang besuk" ujar petugas sipir.

"Wanita ? Siapa yah ?" tanya Anton dalam hati. 

Di ruang besuk, mata Anton melebar saat melihat wanita itu adalah Olivia, seorang yang sudah di hamilinya.

"Ya Allah mas, wajahmu kenapa lebam begitu ?" tanya Olivia kepada Anton.

"Aku gak papa kok, kamu datang kesini mau apa ?" tanya Anton.

"Masih dengan jawaban yang dulu, aku mau minta pertanggung jawabanmu untuk menikahi aku, kasihan anak kita mas kalau dia lahir tanpa seorang ayah" renggek Olivia.

"Kamu kan udah janji bakal nikahin aku tapi kenapa kamu malah menikah sama wanita lain ?"

Anton menghela napas panjang.

"Iya tapi bagaimana cara aku menikahi kamu sedangkan aku sekarang di penjara ?" kilah Anton.

"Sebelumnya aku sudah bicara empat mata sama istri mu mas, ia mengijinkan kamu menikahi aku dan dia juga janji bakal menggugat cerai mas Anton" terang Olivia.

"Oh jadi kamu yang udah ngasih tau Nayla tentang ini ? nekat banget ya kamu Oliv" ujar Anton.

"Kenapa mas ? Mas takut kehilangan dia ? buat apa mengharapkan seorang yang gak cinta sama sekali kepada kamu mas" ucap Olivia.

"Tau dari mana kamu Oliv ?"

"Istri kamu sendiri yang bilang ke aku", terang Olivia kembali.

"Aku bakal ngomong langsung dengan istri mu mas agar dia mencabut laporannya tapi setelah aku berhasil mengeluarkan mas Anton dari penjara ini, mas Anton harus menikahi aku segera, bagaimana mas ?" ujar Olivia.

"Baik lah kalau kamu bisa membujuk Nayla mencabut laporannya, aku janji sama kamu, aku bakal nikahin kamu dan aku pastikan saat itu juga aku dan Nayla sudah resmi bercerai", ucap Anton menenangkan Olivia.

"Aku pegang janji kamu lagi mas"

"Kali ini aku serius oliv, trust me" ujar Anton meyakinkan Olivia.

Tak lama berselang, seorang petugas mengantarkan surat untuk Anton dari Pengadilan negeri.

"Saudara Anton, ini ada titipan surat dari bagian administrasi lapas untuk anda" ujar petugas lapas.

Anton membuka surat itu. Benar saja isinya adalah gugatan cerai dari Nayla. Olivia yang juga melihat surat tersebut ikut bahagia namun di satu sisi hatinya masih di selimuti rasa cemas jika Anton akan mengingkari janjinya lagi.

***

Hari persidangan tiba, Anton memilih tidak menghadiri sidang perceraian tersebut. Hakim memutuskan dan mengabulkan gugatan cerai Nayla. Keluar dari ruang sidang, Nayla bersorak gembira seolah terlepas dari beban hidup yang sangat berat. Ia pun membagikan foto dirinya memegang akta cerai di akun instagramnya. Berbagai komentar positif dan negatif membanjiri kolam komentar instagramnya.

"Kayanya baru kemarin nikah, kok tau-tau udah cerai aja"  tulis akun @dewilestari.

"Semangat Nayla, lebih baik bercerai daripada menikah tapi menderita" ketik akun Instagram @shinta_cuantik.

Diana, adik dari sang mantan Nayla ikut mengomentari foto yang di bagikan Nayla di Instagram.

"Seriusan nih kak nay ? semoga ini keputusan yang terbaik ya kak, semangat" tulis Nayla lewat akun instagramnya dengan emotikon api.

Nayla sempat membalas komentar Diana.

"Semangat juga buat Diana, salam yah buat kak Dimas" balas komentar Nayla.

Usai resmi bercerai dengan Anton. Hal pertama yang terselip dalam fikiran Nayla bukan lain hanya Dimas.

"Beb, kamu dimana sekarang ? kenapa nomor whatsApp dan media sosial ku di blokir semua ?" kata Nayla dalam hatinya.

 "Apa aku tanya Diana aja apa yah ?" tanya nya dalam hati. 

Nayla mencoba berkomunikasi dengan Diana lewat DM Instagram.

"Hai Diana, gimana kabar mu ? long time no see" ketik Nayla.

Selang 30 menit kemudian, Diana membalas DM Nayla.

"Hai kak Nay, Alhamdulillah baik, kak nay gimana kabarnya ?" balas Diana.

"Alhamdulillah baik juga"

"Oh ya Diana, aku boleh minta nomor whatsApp nya kak Dimas ?"

"Nomornya masih sama kok kak" jawab Diana.

"Ada nomor yang lain gak ?" tanya Nayla.

"Kayanya cuma nomor itu deh, gak ada lagi"

"Oh gitu yah, kalau tempat kerjanya kak Dimas yang baru, Diana tau gak ?" tanya Nayla lebih lanjut.

"Katanya sih dulu pernah bilang di sekolah internasional bright future school di daerah Menteng Jakarta kak" ketik balasan Diana.

"Makasih banyak ya Diana"

"Sama-sama kak Nay"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!