NovelToon NovelToon
Aku Wanita Terhormat

Aku Wanita Terhormat

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:329k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Pernikahan yang berdasarkan untuk menghindari kesalahpahaman, hingga membuatku terpaksa harus menerima pernikahan yang sama sekali tidak kuinginkan.

Pernikahan yang ku fikir akan menyelamatkan ku dari fitnah ternyata justru membuatku hidup dalam kesengsaraan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26. Sarapan Bersama

Adegan panas yang mulai mengeluarkan suara desahannya kini memenuhi ruangan hotel yang menyaksikan pergulatan antara Diana dan Ale.

Wanita yang melampiaskan hasrat dan emosi pada pria muda yang siap memasang tubuh demi mendapatkan bayaran itu.

Alexander usia dua puluh lima tahun, pria tampan yang rela melayani para wanita yang kesepian di club malam itu demi mendapatkan bayaran.

Ale mulai berpindah posisinya setelah aksi Diana lebih agresif darinya.

"Emh...lagi sayang. Aku mau sampai nih." desah Ale terus membuat gairah Diana semakin memuncak.

Gerakan tubuh wanita itu semakin liar, hingga keringat terus bercucuran di tubuh keduanya menjadi satu.

"Sayang..." Diana memejamkan matanya seketika tubuh keduanya mulai mengejang panjang dan serentak keduanya ambruk seketika.

Diana tersenyum puas sembari menatap wajah tampan Ale. Ia mengusap peluh yang masih tersisa di wajah pria teman kencannya itu.

"Terimakasih yah." ucapnya tersenyum sumringah.

Penyesalan. Tidak ada terlihat sama sekali wajah menyesal di sana. Diana justru memperlihatkan hati yang bahagia telah mendapatkan hal yang sepertinya baru kali ini bisa ia dapatkan.

Entah karena beda orang, atau memang karena gaya Ale yang jauh lebih berpengalaman dalam hal bercinta yang membuat Diana benar-benar puas kali ini.

"Istirahatlah, atau kau menginginkannya lagi? hem?" goda Ale yang mencium wajah cantik Diana.

"Emh...aku lelah."

Diana yang mengatakan seolah meminta Ale untuk memahami gerakan tubuhnya yang masih saja menggeliat seakan meminta sentuhan.

Dengan senang hati Ale mengelus lembut setiap lekuk tubuh sensitif wanita yang haus sentuhan ini. Ia tersenyum ganjil. Tentu bukan hal yang asing bagi Ale memahami sifat setiap wanita.

Baginya wanita adalah makanan sehari-harinya. Diana mulai menggeliat dalam pelukan Ale. Ia mengeluarkan suara kenikmatan ketika tangan Ale sudah bermain di bagian titik selangk*ngannya.

"Kali ini biarkan aku yang beraksi. Kau cukup menikmati saja. Hem?" bisik Ale sembari menggigit kecil daun telinga Diana.

"Lakukanlah. Aku ingin lihat kehebatan mu, Ale." ucap Diana tersenyum penuh kemenangan.

Aksi Ale benar-benar membuat Diana sudah lupa siapa dirinya? apa statusnya? dan siapa pria yang berhak atas tubuhnya?

Sungguh kenikmatan yang membuat Diana melayang ke langit biru.

Ale bergoyang lihai di atas tubuh wanita yang terus bersuara di bawah sana. Hingga mereka mengakhiri permainan itu tepat jam enam pagi.

Keduanya terlelap dalam balutan selimut dengan tubuh tanpa sehelai kain pun.

Jika di hotel keduanya terlelap dengan peluh yang sudah mengering akibat hembusan AC, berbeda halnya dengan pria yang baru tersadar dari tidurnya semalaman.

"Astaga, sudah pagi. Aku harus bersiap kerja." Bimo memegangi kepalanya yang pusing akibat pengaruh minuman semalam. "Diana dimana?" tanyanya saat menyadari tidak ada istrinya di kamar itu.

Matanya melirik ke arah kamar mandi memastikan jika Diana sedang mandi. Ternyata tidak ada.

Bimo melangkah dengan gontai mencari keberadaan istrinya, namun tidak juga ia temukan.

"Ah... sudahlah aku sebaiknya mandi agar kepalaku tidak pusing."

Di kamar mandi, pria itu berapa kali terdengar muntah. Tidak enak memang setelah minum, tapi entah mengapa hal itu tidak pernah membuat Bimo jera untuk menghabiskan malam dengan alkohol.

***

Mentari baru saja muncul dari ujung langit bagian timur. Sinar hangatnya memang belum terpendar rata ke seluruh mayapada.

Wanita cantik terlihat merapikan pakaian setelah mandi, ia melangkah mendekati sang suami yang masih terlelap.

"Mas...bangun. Kamu harus keluar Kota kan?" Meisa menggugah tubuh Aldi dengan ciuman di wajahnya bertubi-tubi. Sementara tangannya sudah bergerak kesana kemari memfokuskan ponselnya.

"Ayo Mas Aldi... bangun." Meisa kembali memasukkan wajahnya ke dalam dada bidang suaminya.

Meski senyuman mereka di wajah cantik Meisa, tak dapat di pungkiri jika hatinya terasa sakit. Karena sebentar lagi suaminya akan pergi.

Meski hanya dalam waktu singkat, tapi perasaan sakit di dadanya masih belum bisa hilang. Entah apa penyebabnya, yang jelas Meisa merasa takut kehilangan keluarga kecilnya itu.

"Mei...ada apa?" Aldi membuka perlahan matanya lalu mengusap dengan kedua tangannya.

"Loh kamu ngapain pegangin ponsel?" tanya Aldi yang penasaran.

"Hehe aku buat video Mas. Takut kalau kangen sama kamu. Nanti kamunya lagi sibuk di sana." terang Meisa sedikit memanyunkan bibirnya.

"Oh... yasudah sini aku yang peluk sama cium biar keliatan di video."

Aldi menghujani wajah Meisa dengan ciumannya hingga terdengar kembali keributan di kamar itu pagi-pagi.

Bu Nirmala yang mendengar sedikit hanya tersenyum sembari menggelengkan kepala. Pintu memang sedikit terbuka, karena Meisa sudah menyapu di kamar itu sebelum ia mandi tadi.

"Doa Ibu selalu untuk kalian, Aldi, Meisa. Semoga kalian terus berbahagia selamanya." gumam Bu Nirmala dalam hati.

"Mas Aldi, ampun. Sudah yah perutku sakit ketawa terus." ucap Meisa sembari mendudukkan tubuhnya.

Aldi sudah melihat wajah memerah istrinya karena tertawa. "Aku pasti sangat merindukan mu nanti. Semoga pekerjaan ku cepat selesai dan bisa pulang secepatnya, Mei." tutur Aldi dengan wajah murung.

Murung. Lebih tepatnya penuh dengan beban. Ada perasaan aneh, tentu ini semua bukan sepenuhnya tentang pekerjaan. Melainkan rencana apa yang ingin Rere lakukan untuknya di sana? itulah yang telah Aldi tebak.

"Mas, jangan banyak berpikir. Selesaikan pekerjaan Mas dengan baik. Agar kita bisa kembali bersama lagi. Ayo sekarang bersiaplah. Aku akan menyiapkan sarapan. Dan itu barang Mas sudah lengkap di koper." tutur Meisa menunjuk koper yang berdiri kokoh di depan kasur mereka.

"Terimakasih, Mei. Aku mandi dulu yah." Aldi mencium kening istrinya penuh dengan ketulusan. Berharap segala sesuatu yang ia lakukan saat ini akan mampu membuat Meisa tetap bertahan kedepannya, apa pun yang akan terjadi.

Meisa tersenyum menatap punggung sang suami yang sudah tertutup oleh pintu kamar mandi, ia berlalu pergi ke luar setelah menyiapkan pakaian untuk Aldi pergi.

"Bu, biarkan Meisa yang siapkan." ucapnya menghampiri Bu Nirmala di dapur.

Belum sempat terdengar percakapan lebih antara keduanya, kini suara mobil terdengar di luar rumah mereka.

Meisa tersenyum lebar, ia sudah bisa menebak siapa tamu itu.

"Assalamualaikum." Suara pria terdengar mengetuk pintu.

"Sebentar yah, Bu. Meisa buka pintunya dulu."

Meisa berjalan pelan dan membuka lebih lebar pintu rumah itu. "Eh Naina, Aditya. Ayo masuk." ajaknya sembari mengarahkan tangannya mempersilahkan kedua orang itu masuk.

"Mommy." Naina memeluk tubuh Meisa. Meisa segera menundukkan tubuhnya agar bisa meraih tubuh bocah itu.

"Ayo masuk, kita sarapan bareng aja. Kebetulan Om Aldi mau berangkat ke luar Kota sebentar lagi."

"Aduh sebaiknya saya sarapan di kantor saja, Mei." Aditya merasa tidak enak menerima ajakan Meisa.

"Eh Nak Aditya, ayo sarapan bareng. Pamali menolak tawaran makan loh. Nanti bahaya jadinya." tambah Bu Nirmala.

"Oh begitu yah, Bu. Baiklah."Aditya masuk setelah menatap wajah Meisa.

Mereka duduk di meja makan bersama, sementara Meisa kembali masuk ke dalam kamarnya.

"Mas, sudah siap? ayo kita sarapan bareng. Di luar ada tamu."

"Tamu?" tanya Aldi penasaran.

"Heem. Aditya sama Naina." terang Meisa lagi.

"Oh...ayo." Aldi merangkul pinggang istrinya dan mereka ikut bergabung di meja makan.

"Selamat pagi, Aldi." sapa Aditya tersenyum ramah.

"Pagi juga, Tuan Aditya." ucap Aldi canggung.

Aditya terkekeh mendengar sapaan kaku itu. "Panggil Aditya saja." pintahnya lagi.

"Oh oke...ayo kita makan." Aldi sebagai kepala rumah tangga mempersilahkan sarapan untuk di mulai.

Meisa tampak melayani Aldi dengan begitu telaten. Mata Aditya tak henti-hentinya menikmati pemandangan hangat itu. Ia bahkan kembali teringat dengan sosok wanita yang pernah singgah di hatinya bahkan memberikan seorang malaikat cantik yang saat ini berada di sampingnya.

"Nak Adit pasti teringat sama almarhum yah? sabar yah. Semoga secepatnya bisa mendapatkan pengganti yang tak kalah baiknya dengan almarhum." Bu Nirmala tiba-tiba bersuara mengagetkan lamunan Aditya.

"Eh... i-iya Bu." jawab Aditya kaku.

1
kalea rizuky
kn bukan anak. aldi ngapain tanggung jawab
kalea rizuky
karma di byar kontan akirnya si pelacur mati
kalea rizuky
kapok karma pelakor wanita gatel itu perebut suami orang
kalea rizuky
g jijik apa ya Mei ma aldi tukang celup
kalea rizuky
bukannya uda di talak ya males kalo mau. balikan aldi bekasss jalang
kalea rizuky
mencintai Mei tp enak enak. ma jalang munafik
Erni Nofiyanti
rumit jga tuh hubungan,Rere mulai ada rasa Ama dion,sedangkan kail suka Ama dion.pusing jadinya
siti rohimnah
hemmm mengapa harus berjanji dan kembali dengan Aldi yang kasar hanya karena selaput darah, cowok sok suci 😡
Jue
Jaga-jaga Aldi esok Aldiva benci padamu dan berimbas pada Meisha , Menjadi seorang bapak yang tidak Aldi , Dan Aldi tu bukannya cemburu tapi tiga suku , Lebih baik pasang gerigi besi kurung saja terus si Meisha buat selamanya
Jue
Wah tambah zuriat ni lagi Aldinya subur sungguh , Hai senangnya dalam hati bila beristeri dua fikir Aldi
tata 💕
kata'a tokoh disini pada ancur deh ya aldi & ortu'a, rere & ortu'a, meusya yg g tegas, diana & bimo. yg bener cm ibu nirmala, bu risa dan aditya
tata 💕
ni mah keluarga hancur nama'a
tata 💕
ish..... 😡
tata 💕
thor ko aku jd males y 😕
tata 💕
dah lah Na tinggalin tuh aldi, laki2 egois, g jujur dan g berprinsip, mau'a enak sendiri
tata 💕
kenapa y novel ni kumpulan orang2 bodoh y, maaf y thor
tata 💕
dah lah mending pisah aja nana, tinggalin aldi, lelaki egois 😐
tata 💕
ko menyebalkan y
tata 💕
masih abu2 nih thor
lanjut baca lagi lah
semangat thor 💪
Marlina Lina
kena azab nya tu tooorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!