NovelToon NovelToon
Who Is My Husband

Who Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nasehat nenek

Nella diam melihat Javier pergi dengan kakeknya ke ruangan atas, tinggal Nella dan nenek bersama berdiri dan ada kecanggungan diantaranya.

"Nak, Nella namamu?" Pertanyaan yang Nella dengar nada suaranya sangat kaku.

"Hem... Iya nek," jawab nya sangat pelan takut salah nada bicara.

Nenek kaku sampai wajahnya masih sangat terlihat kalo tidak suka dengan kehadiran Nella. Biasanya Nella tidak setakut ini tapi, ini rasanya beda hawa rumah orang rumah ini juga memiliki pengaruh pada dirinya yang menyeramkan, Nella tetap diam senyum dan terlihat tidak masalah, diam-diam memandangi rumah yang sederhana dan mewah ini.

Lampu kristal di ruang depan tadi sangat asli kristal sepertinya berbeda jauh dari lampu kristal di rumahnya.

"Kamu pasti tidak terbiasa dengan suasana rumah ini tapi, kamu nyaman atau tidak itu tergantung bagaimana kamu beradaptasi dengan kami, kamu perempuan pertama selama ia hidup dan tumbuh dewasa bersama kami, kamu perempuan yang wajahnya akan kami ingat jika sampai membuat Javier terancam."

Nella merasa seperti sedang tersudut dan diancama akan di bunuh kalo sampai memperlihatkan niat aslinya mau membuat Javier terluka.

"I-iyaa, iyaa nek... Aku ingat." Nella mengangguk meremas kedua tangan didepan pahanya. Nenek meneliti pakaian Nella dari atas sampai bawah dan tanda pengenal yang terlihat masih di pakainya, Nenek membacanya dengan membenarkan sedikit kaca matanya.

"Kamu bekerja di rumah sakit Aruhan?" Nella menyadari tanda pengenalnya dan melepasnya dan melihat lalu mengantonginya.

"I-iyaa nek. Maaf apa nenek terganggu?" Nella takut ini menyinggung.

Nenek diam mengalihkan wajahnya meminta pelayan jalan duluan mengantar ke kamar yang Nella pakai untuk beristirahat.

"Ini kamar mu, Javier juga menempatinya, aku tidak tau sampai kapan kalian akan tinggal yang pasti kau jangan menyulitkan Javier." Meninggalkan Nella yang diam mengangguk menatap kepergian nenek bersama pelayan.

Dalam hatinya terasa lega. Kenapa rasanya takut sekali tapi tidak setakut sebelumnya hanya takut karena segan.

Tangan Nella terulur membuka kenop pintu dan di balik pintu putih itu ada kamar yang luas rapi dengan cat dinding berwarna abu dan putih. Nella masuk menutup dan menarik nafas dalam menghelanya sambil berjongkok memeluk lututnya wajahnya terangkat menatap kedepan, langkah gontai mendekat kekasur, tangan yang ia rasa belum ia cuci tak beralih menyentuh di kain kasur melirik tempat lain Nella memilih berbalik lalu duduk di atas lantai meluruskan kakinya. Kedua tangannya terkepal memijat paha dan lututnya.

"Masih gak percaya kalo aku ada di rumah orang lain dan orang lain juga keluarganya memintaku untuk tidak menyulitkan orang yang sekarang jadi suamiku."

Ketukan pintu. Segera Nella berdiri dan ternyata pelayan yang tadi wajahnya ternyata sangat judes.

"Ada barang yang Tuan muda minta di berikan ke anda dan silakan beristirahat dan panggil saya dengan telpon di dekat lampu tidur."

"Oh iya. Terimakasih."

Pergi pelayan tadi tanpa basa basi sopannya. Nella juga masa bodo apa yang pelayan itu perlihatkan pada nya.

Pintu kembali tertutup dan kini Nella membuka kotak dalam paper bag.

"Sangat detail bahkan semua ukuran pakaian dalam ini pas, Akh!" Malu sekali rasanya tapi, cepat atau lambat ini akan jadi hal biasa tapi, dadanya terus berdebar tak nyaman, ini memalukan.

****

Kamar baca juga ruangan untuk kakek dan nenek bekerja menjadi satu, Di lantai dua ruangan paling ujung adalah ruangan kakek.

Javier duduk dan Kakek juga duduk diam Nenek baru saja tiba setelah mengantarkan Nella ke kamarnya.

Melihat wajah suaminya dan cucu dari putrinya Nenek merasa ini tidak beres.

"Apa yang terjadi?" Suara nenek membuat kedua wajahnya terangkat.

"Cucumu bilang jika ia mencintai gadis itu belum ada dua puluh empat jam dan dia bilang akan janji hidup selamanya dengan gadis itu, aku tidak sanggup lagi membuatnya paham." Jelas kakek.

Nenek yang melirik Javier kini tegas dan galak sekali rasanya.

"Nek, aku akan berusaha semampuku."

Nenek menghela nafas mendengar keyakinan cucunya.

"Kau tau orang tuamu sangat menolak perempuan yang datang dari orang tidak mereka tau atau suka, ibu tiri mu jelas terang-terangan akan membuat kalian dalam bahaya. Nak, gadis itu baik dan pemberani, nenek tau kamu bisa tapi, tetap dia perempuan dan tidak selamanya kamu ada didekatnya."

Suara nenek terdengar pelan penuh perhatian ada emosi yang di tahan di dalam nadanya bicara.

"Ayah dan ibu Kayla itu urusanku nek... Kakek akan tetap baik semuanya, semuanya jangan khawatirkan apapun."

Mengeram kakek mengebrak mejanya.

"Kakek tidak tahu bagaimana ibumu meninggal tapi, Kayla menginginkan posisi sebagai ibumu dan ia menganggap mu anak secara hukum dan membuat pengakuan biologis yang tidak masuk akal."

Javier terdiam.

Ibu kandungnya Shellia meninggal saat Javier berumur lima tahun dan Javier hidup dalam asuhan Ibu Kayla istri pertama ayahnya dan Ibu kandungnya adalah Shellia istri ketiga yang berhasil memberikan putra bukan putri. Namun, karena berita perebutan hak warisan yang mengiurkan Javier di tarik paksa, di rebut dari keluarga ibunya dan di jadikan anak dari Kayla, semua orang dan semua kenalan mereka yang luas itu tahu kalo Javier adalah putra kesayangan Kayla, ayah kandungnya tahu hal itu tapi, ia tidak melarang tapi, Ayah Enrico, ayah kandung Javier membuat kehidupan Javier tidak bergantung pada siapapun.

Sebenarnya rumit jika menceritakan tentang kedua orang tua yang terobsesi dengan kesempurnaan, Javier pun punya beban besar dalam jangka waktu seumur hidupnya bahkan ayahnya tak pernah berhenti untuk tetap terobsesi dengan uang dengan cara apapun.

"Javier ? Kamu berpikirkan?" Tanya nenek yang perlahan berjalan mendekat.

"Jika bisa kau lepaskan dia dan jangan buat Nella menderita, aku yakin jika kabarmu yang menikahi perempuan tanpa asal usul atau bahkan kau menikahinya karena bisnis?" Tebakan nenek yang sepertinya tepat sasaran karena Javier diam dan sedikit merunduk wajah cucu yang ia rawat dari umur lima tahun sama sekali tak pernah bohong, Javier hanya menunjukkan sifat asli pada kakek nenek dari ibunya bukan orang luar sana.

"Sudah kuduga kenapa kau melakukannya." Kakek menatap kearah nenek yang menebak tepat sasaran.

"Nenek tidak akan bicara apapun atau melarang atau membahas ini, nenek merasa kamu yakin dengan keputusanmu, kakek tidak akan bisa membantu banyak jika dua orang itu sudah mulai mengusik hidupmu."

Javier menarik nafas mengangkat wajahnya menatap nenek yang sudah berdiri dan Kakek yang bergerak melangkah keluar ruangan.

"Aku tahu semuanya menginginkan kebaikan tapi, aku sudah bertekad dan semua di mulai dari sini."

"Berarti dari sini nyawa gadis itu terancam, kamu harus jujur padanya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!